BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
3. Uji Hipotesis
a. Moderated Regression Analysis (MRA)
Pengujian Hipotesis pada penelitian ini menggunakan analisa regresi dengan variabel moderasi (moderated regression analysis atau MRA). MRA merupakan pendekatan analitik yang mempertahankan integritas sampel dan memberikan dasar untuk mengontrol pengaruh variabel moderator (Ghozali, 2013). Variabel moderasi diartikan sebagai variabel yang mempengaruhi hubungan langsung antara variabel bebas dengan variabel terikat. Variabel moderasi merupakan variabel yang mampu memperkuat atau memperlemah hubungan antara pengaruh bebas terhadap variabel terikat.
Y = a + β1X + β2Z + β3X*Z + e Y : Pembelian impulsif
X : Electronic word of mouth Z : Regulasi diri
a : Konstanta
e : Error, tingkat kesalahan penduga dalam β1-β3 : Koefisien regresi
Persamaan diatas menunjukkan bagaimana perubahan pada variabel Y sebagai akibat adanya perubahan pada variabel X dan variabel Z, namun juga tidak menjamin adanya hubungan antara kedua variabel tersebut. Hasil persamaan-persamaan diatas dapat terjadi beberapa kemungkinan sebagai berikut:
1. Apabila variabel moderator (Z) tidak berinteraksi dengan variabel bebas (X) namun berhubungan dengan variabel terikat (Y), maka variabel Z tersebut bukanlah variabel moderator melainkan variabel intervening atau variabel independen.
2. Jika variabel moderator (Z) berinteraksi dengan variabel bebas (X) dan juga tidak terjadi hubungan dengan variabel terikat (Y) maka variabel Z tersebut merupakan variabel quasi moderator homologizer.
3. Jika variabel moderator (Z) berinteraksi dengan variabel bebas (X) dan juga berhubungan signifikan dengan variabel terikat (Y) maka variabel Z tersebut merupakan variabel quasi dependen (moderator semu). Hal ini karena variabel Z tersebut dapat berlaku sebagai moderator juga sekaligus sebagai variabel independen.
4. Jika variabel moderator (Z) berinteraksi dengan variabel bebas (X) namun tidak berhubungan signifikan dengan variabel terikat (Y), maka variabel Z tersebut merupakan variabel pure moderator atau moderator murni (Ghozali, 2013)
76 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Pelaksanaan Penelitian
1. Gambaran Lokasi Penelitian
Akun Twitter autobase @ohmybeautybank merupakan akun di media sosial Twitter yang memberikan wadah bagi para pengikutnya untuk saling berinteraksi, saling berbagi dan mencari informasi dengan pengikut lain secara anonim mengenai kosmetik, skincare maupun fashion. Melalui akun autobase ini, pengikut dapat mengirimkan pesan secara anonim melaui direct message atau pesan yang dikirim langsung ke kotak masuk seseorang secara pribadi tanpa ada orang lain yang dapat melihat pesan tersebut, yang kemudian akan disalurkan kepada pengikut lain dengan mengirimkannya melalui fitur cuitan pada akun tersebut. Akun Twitter autobase
@ohmybeautybank bergabung di Twitter sejak Mei 2018 dan saat ini sudah memiliki 902.294 pengikut dengan lebih dari 1.400.000 cuitan (terhitung pada Juni 2022).
2. Waktu dan Tempat
Penelitian ini dilaksanakan selama tujuh hari, mulai pada tanggal 28 Juni 2022 sampai 5 Juli 2022. Penelitian dilaksanakan secara daring (online) dengan menyebarkan kuisioner dengan bantuan media sosial.
3. Jumlah Subjek Penelitian
Jumlah subjek pada penelitian ini adalah 100 pengikut dari populasi sebesar 902.294 pengikut (terhitung pada Juni 2022). Pemilihan subjek penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yang merupakan pemilihan subjek dengan sengaja oleh peneliti berdasarkan kriteria atau pertimbangan tertentu. Penelitian ini menggunakan kriteris subjek sebagai berikut: a) pengguna aktif Twitter; b) pengikut akun @ohmybeautybank; c) berada pada rentang usia 18-40 tahun.
4. Prosedur Pengambilan Data
Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuisioner skala electronic word of mouth (e-WOM), pembelian impulsif dan regulasi diri pada pengikut akun Twitter autobase @ohmybeautybank melalui media sosial Twitter dengan bantuan formulir daring.
B. Hasil Penelitian 1. Uji Asumsi Klasik
a. Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui normal atau tidaknya distribusi suatu data. Pengujian normalitas data ini dilakukan dengan melihat nilai signifikansi Kolmogorov-Smirnov. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,146. Nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05 menunjukkan bahwa data penelitian ini memiliki nilai residual berdistribusi normal.
b. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas digunakan untuk mengetahui apakah terjadi interkorelasi atau hubungan kuat antar variabel independen.
Pengujian ini dilakukan dengan melihat nilai Tolerance dan VIF (Variance Infaltion Factor). Hasil uji multikolinearitas menunjukkan bahwa nilai tolerance sebesar 0,953 dan nilai VIF sebesar 1,050. Nilai tolerance yang lebih dari 0,1 dan nilai VIF yang kurang dari 10 menunjukkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas. Dapat disimpulkan bahwa pengaruh electronic word of mouth (e-WOM) dan regulasi diri terhadap pembelian impulsif tidak terjadi interkorelasi antar variabel independen.
c. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui ada tidaknya kesamaan varian dari nilai residual untuk semua pengamatan pada model regresi. Pengujian heteroskedastisitas dilakukan dengan menggunakan uji gletser dengan melihat nilai signifikansi dari regresi variabel independen dengan nilai absolut residualnya. Hasil uji heteroskedastisitas menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,127 dan 0,121 untuk variabel independen maupun moderasi. Nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05 menunjukkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas atau kesamaan antar variabel pada data penelitian ini.
2. Analisis Deskripsi
Deskripsi digunakan untuk mengkategorikan dan mengukur tingat pembelian impulsif, electronic word of mouth (e-WOM) dan regulasi diri. Deskripsi data ini diperoleh dari fungsi-fungsi statistika dasar yaitu skor minimum, skor maksimum, mean dan standar deviasi yang kemudian terbagi menjadi skor empirik (skor yang diperoleh dari subjek penelitian) dan skor hipotetik (skor yang dimungkinkan). Skor hipotetik inilah yang nantinya digunakan untuk mengetahui kategorisasi dari setiap variabel penelitian.
Tabel 4.1
Deskripsi Data Penelitian
Setelah diperoleh hasil dari dekripsi data penelitian, maka dilakukan pengkategoriasian skor variabel pada masing-masing subjek.
Kategorisasi didasarkan pada nilai mean hipotetik dan standar deviasi hipotetik dengan menggunakan rumus sebagai berikut.
Tabel 4.2
Rumus Kategori Variabel
Variabel Skor Empirik Skor Hipotetik Max Min Mean SD Max Min Mean SD Pembelian
Impulsif 49 26 36,72 5,30 68 17 42,5 8,5 e-WOM 72 50 62,2 5,35 72 18 45 9 Regulasi
Diri 58 28 44,8 6,14 64 16 40 8
Kategorisasi Norma
Tinggi X ≥ (Mean + 1.SD)
Sedang (Mean – 1.SD) ≤ X < (Mean – 1.SD) Rendah X < (Mean – 1.SD)
1) Tingkat Pembelian Impulsif Pengikut Akun Twitter Autobase
@ohmybeautybank
Menggunakan nilai mean dan standar deviasi hipotetik untuk variabel pembelian impulsif, diperoleh ketentuan pengkategorian data sebagai berikut.
Tabel 4.3
Kategori Variabel Pembelian Impulsif
Kategorisasi Norma Frekuensi Persentase
Tinggi X ≥ 51 0 0%
Sedang 34 ≤ X < 51 71 71%
Rendah X < 34 29 29%
Jumlah 100 100%
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian sebesar pengikut akun Twitter autobase @ohmybeautybank memiliki tingkat pembelian impulsif yang sedang, dengan melihat pada data bahwa pada kategorisasi sedang diperoleh sebanyak 71 orang.
Sementara 29 orang menunjukkan tingkat pembelian impulsif yang rendah.
2) Tingkat Electronic Word of Mouth (e-WOM) Pengikut Akun Twitter Autobase @ohmybeautybank
Menggunakan nilai mean dan standar deviasi hipotetik untuk variabel e-WOM, diperoleh ketentuan pengkategorian data sebagai berikut.
Tabel 4.4
Kategori Variabel e-WOM
Kategorisasi Norma Frekuensi Persentase
Tinggi X ≥ 54 96 96%
Sedang 36 ≤ X < 54 4 4%
Rendah X < 36 0 0%
Jumlah 100 100%
Dari data hasil penelitian yang diperoleh dapat diketahui bahwa sebanyak 96 orang menunjukkan tingkat electronic word of mouth (e-WOM) yang tinggi. Sedangkan sisanya, sebanyak 4 orang menunjukkan tingkat electronic word of mouth (e-WOM) yang sedang. Serta tidak ada subjek penelitian yang memperoleh skor dalam kategori rendah.
3) Tingkat Regulasi Diri Pengikut Akun Twitter Autobase
@ohmybeautybank
Tabel 4.5
Kategori Variabel Pembelian Impulsif
Kategorisasi Norma Frekuensi Persentase
Tinggi X ≥ 48 35 35%
Sedang 32 ≤ X < 48 63 63%
Rendah X < 32 2 2%
Jumlah 100 100%
Berdasarkan pada tabel diatas dapat diketahui bahwa sebanyak 63 orang memiliki tingkat regulasi diri yang sedang.
Selain itu sebanyak 35 orang menunjukkan tingkat regulasi diri yang tinggi. Serta 2 orang subjek penelitian yang memperoleh skor dalam kategori rendah.
3. Uji Hipotesis
Pengujian hipotesis dilakukan untuk menguji kebenaran empirik suatu hipotesis yang merupakan jawaban sementara atas permasalahan yang dirumuskan. Pada penelitian ini pengujian hipotesis dilakukan dengan menganalisa efek moderasi yaitu kaitan antara variabel independen.
a. Koefisien Determinasi
Untuk mengukur sejauh mana kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel independen digunakan koefisien determinasi. Koefisien determinasi ditentukan dengan melihat nilai R Square. Berikut merupakan hasil pengujian koefisien determinasi yang telah dilakukan.
Tabel 4.6
Hasil Koefisien Determinasi
Pengaruh R Square
e-WoM Pembelian Impulsif 0,065
e-Wom dan Regulasi Diri Pembelian Impulsif 0,225 Berdasarkan hasil analisis yang ada dapat diketahui bahwa nilai R Square sebesar 0,065 atau 6,5%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel pembelian impulsif dapat dijelaskan oleh variabel e-WOM sebesar 4%.
Sementara 93,5% sisanya dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti.
Persamaan kedua menunjukkan nilai R Square sebesar 0,225.
Hal ini berarti kemampuan pengaruh variabel e-WOM dan regulasi diri terhadap pembelian impulsif besar 22,5% sementara sisanya sebesar
77,5% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
b. Uji t-test (Parsial)
Uji t-test atau uji parsial digunakan untuk menguji pengaruh variabel independen secara mandiri terhadap variabel dependen.
Tabel 4.7 Hasil Uji-t Coefficientsa Model Unstandardized
Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std.
Error Beta
1 (Constant) 21.004 6.040 3.478 .001
e-WoM .253 .097 .255 2.612 .010
a. Dependent Variable: Pembelian Impulsif
Uji t-test diatas digunakan untuk menguji pengaruh e-WOM terhadap pembelian impulsif. Koefisien regresi untuk e-WOM sebesar 2,612 dan tingkat signifikansi sebesar 0,01. Tingkat signifikansi yang lebih kecil dari nilai signifikansi yang diharapkan yaitu 0,05 menunjukan bahwa e-WOM memiliki pengaruh positif pada pembelian impulsif. Variabel e-WOM menunjukkan nilai t hitung sebesar 2,612 dengan nilai t tabel sebesar 1,984. Nilai t hitung yang lebih besar dari t tabel menunjukkan bahwa variabel e-WOM memiliki kontribusi terhadap variabel pembelian impulsif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa e-WoM berpengaruh signifikan terhadap pembelian impulsif pengikut akun Twitter autobase @ohmybeautybank.
c. Uji Moderating Regression Analysis (MRA)
Uji Moderating Regression Analysis (MRA) merupakan uji regresi yang digunakan untuk melihat apakah adanya variabel moderasi dapat memperkuat atau memperlemah pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Berikut hasil dari uji moderating regression analysis.
Tabel 4.8 Hasil Uji Moderasi
Coefficientsa
Model Unstandardized
Coefficients
Standardized
Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 102.272 36.572 2.797 .006
e-WoM -0.824 0.586 -0.832 -1.407 .163
Regulasi Diri
-1.942 0.819 -2.250 -2.373 .020
Moderator 0.026 0.013 2.429 1.997 .049
a. Dependent Variable: Pembelian Impulsif
Berdasarkan pada hasil uji moderating regression analysis (MRA) menunjukkan bahwa signifikansi moderasi sebesar 0,049 <
0,050 yang berarti bahwa variabel regulasi diri (variabel moderator) berinteraksi dengan variabel e-WOM (variabel bebas) dan juga berhubungan signifikan dengan variabel pembelian impulsif (variabel terikat), sehingga variabel regulasi diri dapat dikatakan sebagai quasi moderator atau moderator semu.
4. Aspek Pembentuk Utama Variabel