BAB III ANALISIS DATA MUTU JENJANG SD DAN SMP KABUPATEN
B. Analisis Data Mutu Jenjang SMP Kabupaten Pinrang
1. Jumlah Sekolah Terpetakan
Di bawah ini adalah jumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMP) yang ada di Kabupaten Pinrang dan jumlah SMP yang terpetakan mutunya berdasarkan data pada website pmp.kemdikbud.go.id.
Tabel 3.19. Jumlah SMP Terpetakan Kabupaten Pinrang
JENJANG
JUMLAH
SEKOLAH SEKOLAH YANG
TERPETAKAN
SEKOLAH YANG BELUM TERPETAKAN
SMP 57 56 1
Sumber: website pmp.kemdikbud.go.id
2. Analisis Data Mutu Jenjang SMP Kabupaten Pinrang
1) Gambaran Umum Capaian Mutu Jenjang SMP Kabupaten Pinrang
Berdasarkan data hasil PMP 2020 diperoleh informasi mengenai kategori capaian Standar Nasional Pendidikan jenjang SMP sebagai berikut:
Gambar 3.3. Jumlah SMP Berdasarkan Kategori Capaian SNP
Gambar 3.3 di atas menunjukkan bahwa dari total 56 SMP yang terpetakan di Kabupaten Pinrang pada tahun 2020, tidak ada sekolah yang berada pada capaian “menuju SNP 1”, 3 sekolah berada pada capaian “Menuju SNP 2”, 2 sekolah berada pada capaian
“Menuju SNP 3”, 51 sekolah berada pada capaian “Menuju SNP 4” dan tidak terdapat sekolah yang berada pada capaian “SNP”.
2) Capaian SNP Jenjang SMP Kabupaten Pinrang
Capaian mutu per standar SMP Kabupaten Pinrang dengan nilai dan kategorinya dapat dilihat pada tabel 3.2.
Tabel 3.20. Capaian SNP Jenjang SMP Kabupaten Pinrang
Standar Nilai Kategori
1 Standar Kompetensi Lulusan
5,99 Menuju SNP 42 Standar Isi
5,41 Menuju SNP 43 Standar Proses
5,28 Menuju SNP 44 Standar Penilaian Pendidikan
6,1 Menuju SNP 45 Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
6,2 Menuju SNP 46 Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan
4,84 Menuju SNP 37 Standar Pengelolaan Pendidikan
5,96 Menuju SNP 48 Standar Pembiayaan
5,56 Menuju SNP 4Gambar 3.4. Grafik Capaian SNP Jenjang SMP Kabupaten Pinrang
Berdasarkan Gambar 3.4 dapat diketahui bahwa capaian SNP jenjang SMP Kabupaten Pinrang Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2020 untuk Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian, Standar Sarana Prasarana, Standar Pengelolaan dan Standar Pembiayaan secara rata-rata mengalami penurunan dibandingkan dengan capaian SNP tahun sebelumnya, kecuali Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang mengalami peningkatan capaian.
a. Capaian Standar Kompetensi Lulusan
Pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL), terdapat tiga indikator yaitu 1. lulusan memiliki kompetensi pada dimensi sikap,
2. lulusan memiliki kompetensi pada dimensi pengetahuan, 3. lulusan memiliki kompetensi pada dimensi keterampilan
Tabel 3.21. Capaian Standar Kompetensi Lulusan
STANDAR/INDIKATOR/SUB INDIKATORNomor Standar/Indikator/SubIndikator Nilai Kategori
1 Standar Kompetensi Lulusan
5,99 Menuju SNP 41.1. Lulusan memiliki kompetensi pada dimensi sikap
6,2 Menuju SNP 41.1.1. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap
beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME
6,41 Menuju SNP 41.1.2. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap
Berkarakter
6,35 Menuju SNP 41.1.3. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap
Disiplin
6,11 Menuju SNP 41.1.4. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap santun
6,39 Menuju SNP 41.1.5. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap jujur
6,02 Menuju SNP 41.1.6. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap peduli
6,33 Menuju SNP 41.1.7. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap
percaya diri
5,94 Menuju SNP 41.1.8. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap
Bertanggungjawab
6,17 Menuju SNP 41.1.9. Memiliki perilaku pembelajar sejati sepanjang hayat
5,77 Menuju SNP 41.1.10. Memiliki perilaku sehat jasmani dan rohani
6,52 Menuju SNP 41.2. Lulusan memiliki kompetensi pada dimensi
Pengetahuan
5,87 Menuju SNP 41.2.1. Memiliki pengetahuan faktual, prosedural,
konseptual, metakognitif
5,87 Menuju SNP 41.3. Lulusan memiliki kompetensi pada dimensi
Keterampilan
5,85 Menuju SNP 41.3.1. Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak
Kreatif
5,92 Menuju SNP 41.3.2. Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak
Produktif
5,7 Menuju SNP 41.3.3. Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak kritis
5,74 Menuju SNP 41.3.4. Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak
Mandiri
5,93 Menuju SNP 41.3.5. Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak
Kolaboratif
5,78 Menuju SNP 41.3.6. Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak
Komunikatif
6,09 Menuju SNP 4Tabel 3.21. menunjukkan bahwa indikator 1.1. “lulusan memiliki kompetensi pada dimensi sikap” berada pada kategori capaian menuju SNP 4 (6,2). Indikator 1.2 “lulusan memiliki kompetensi pada dimensi sikap” berada pada capaian menuju SNP 4 (5,87). Satu indikator lainnya adalah 1.3. “lulusan memiliki kompetensi pada dimensi keterampilan”
berada pada capaian menuju SNP 4 (5,85).Pada standar SKL, semua sub indikatornya menuju SNP 4 sehingga kedepan pada tahun berikutnya dibutuhkan upaya peningkatan mutu agar capaiannya mencapai SNP.
Capaian SKL tahun 2016 berada pada nilai 5,34, capaian SKL tahun 2017 berada pada
nilai 5,88, capaian SKL tahun 2018 berada pada nilai 6,38, capaian SKL tahun 2019 berada
pada nilai 6,99 dan tahun 2020 pada nilai 5,99. Secara umum, nilai SKL mengalami kenaikan
antar tahun 2017 sampai dengan 2019 kecuali tahun 2020 nilai capaian SKL mengalami
penurunan.
b. Capaian Standar Isi
Pada Standar Isi, terdapat tiga indikator yaitu
1. Perangkat pembelajaran sesuai rumusan kompetensi lulusan
2. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dikembangkan sesuai prosedur 3. Sekolah melaksanakan kurikulum sesuai ketentuan
Tabel 3.22. Capaian Standar Isi
STANDAR/INDIKATOR/SUB INDIKATOR
Nomor Standar/Indikator/SubIndikator Nilai Kategori
2 Standar Isi 5,41 Menuju SNP 4
2.1. Perangkat pembelajaran sesuai rumusan kompetensi
lulusan 5,96 Menuju SNP 4
2.1.1. Memuat karakteristik kompetensi sikap 6,36 Menuju SNP 4 2.1.2. Memuat karakteristik kompetensi pengetahuan 5,99 Menuju SNP 4 2.1.3. Memuat karakteristik kompetensi keterampilan 5,99 Menuju SNP 4 2.1.4. Menyesuaikan tingkat kompetensi siswa 5,75 Menuju SNP 4 2.1.5. Menyesuaikan ruang lingkup materi pembelajaran 5,74 Menuju SNP 4
2.2. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dikembangkan
sesuai prosedur 6,39 Menuju SNP 4
2.2.1. Melibatkan pemangku kepentingan dalam pengembangan
kurikulum 6,28 Menuju SNP 4
2.2.2. Mengacu pada kerangka dasar penyusunan 6,47 Menuju SNP 4 2.2.3. Melewati tahapan operasional pengembangan 6,71 Menuju SNP 4 2.2.4. Memiliki perangkat kurikulum tingkat satuan pendidikan
yang dikembangkan 6,11 Menuju SNP 4
2.3. Sekolah melaksanakan kurikulum sesuai ketentuan 4,07 Menuju SNP 3 2.3.1. Menyediakan alokasi waktu pembelajaran sesuai struktur
kurikulum yang berlaku 4,97 Menuju SNP 3
2.3.2. Mengatur beban belajar bedasarkan bentuk pendalaman
materi 4,67 Menuju SNP 4
2.3.3. Menyelenggarakan aspek kurikulum pada muatan lokal 2,65 Menuju SNP 2 2.3.4. Melaksanakan kegiatan pengembangan diri siswa 4,59 Menuju SNP 3
Tabel 3.22 menunjukkan bahwa indikator 2.1 berada pada capaian dengan nilai 5,96.
Indikator 2.2 berada pada capaian dengan nilai 6,39 dan indikator 2.3 berada pada capaian dengan nilai 4,07. Ketiga indikator ini belum mencapai SNP sehingga membutuhkan upaya peningkatan pencapaian SNP.
Capaian Standar Isi tahun 2016 berada pada nilai 4,78, capaian Standar Isi tahun 2017 berada pada nilai 5,66, capaian standar isi tahun 2018 berada pada nilai 6,04, capaian standar isi tahun 2019 berada
pada nilai 6,98 dan tahun 2020 berada pada nilai 5,41. Secara umum, nilai Standar Isi mengalami kenaikan antar tahun 2016 sampai dengan 2019 dan tahun 2020 mengalami penurunan capaian.
c. Capaian Standar Proses
Pada Standar Proses, terdapat tiga indikator yaitu
1. Sekolah merencanakan proses pembelajaran sesuai ketentuan 2. Proses pembelajaran dilaksanakan dengan tepat
3. Pengawasan dan penilaian otentik dilakukan dalam proses Pembelajaran
Tabel 3.23. Capaian Standar Proses
STANDAR/INDIKATOR/SUB INDIKATORNomor Standar/Indikator/SubIndikator Nilai Kategori
3 Standar Proses 5,28 Menuju SNP 4
3.1. Sekolah merencanakan proses pembelajaran sesuai ketentuan 4,93 Menuju SNP 3 3.1.1. Mengacu pada silabus yang telah dikembangkan 6,25 Menuju SNP 4 3.1.2. Mengarah pada pencapaian kompetensi 6,21 Menuju SNP 4 3.1.3. Menyusun dokumen rencana dengan lengkap dan sistematis 5,66 Menuju SNP 4 3.1.4. Mendapatkan evaluasi dari kepala sekolah dan pengawas
sekolah 1,6 Menuju SNP 1
3.2. Proses pembelajaran dilaksanakan dengan tepat 5,75 Menuju SNP 4 3.2.1. Membentuk rombongan belajar dengan jumlah siswa sesuai
ketentuan 7 SNP
3.2.2. Mengelola kelas sebelum memulai pembelajaran 6,27 Menuju SNP 4
3.2.3. Mendorong siswa mencari tahu 5,99 Menuju SNP 4
3.2.4. Mengarahkan pada penggunaan pendekatan ilmiah 6,03 Menuju SNP 4 3.2.5. Melakukan pembelajaran berbasis kompetensi 5,98 Menuju SNP 4
3.2.6. Memberikan pembelajaran terpadu 5,98 Menuju SNP 4
3.2.7. Melaksanakan pembelajaran dengan jawaban yang
kebenarannya multi dimensi; 5,97 Menuju SNP 4
3.2.8. Melaksanakan pembelajaran menuju pada keterampilan
aplikatif 5,99 Menuju SNP 4
3.2.9. Mengutamakan pemberdayaan siswa sebagai pembelajar
sepanjang hayat 6,24 Menuju SNP 4
3.2.10. Menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja
adalah siswa, dan di mana saja adalah kelas. 6,21 Menuju SNP 4 3.2.11. Mengakui atas perbedaan individual dan latar belakang
budaya siswa. 5,35 Menuju SNP 4
3.2.12. Menerapkan metode pembelajaran sesuai karakteristik siswa 5,95 Menuju SNP 4 3.2.13. Memanfaatkan media pembelajaran dalam meningkatkan
efisiensi dan efektivitas pembelajaran 5,86 Menuju SNP 4
3.2.14. Menggunakan aneka sumber belajar 5,83 Menuju SNP 4 3.2.15. Mengelola kelas saat menutup pembelajaran 6,16 Menuju SNP 4
3.3. Pengawasan dan penilaian otentik dilakukan dalam proses
pembelajaran 5,74 Menuju SNP 4
3.3.1. Melakukan penilaian otentik secara komprehensif 5,74 Menuju SNP 4 3.3.2. Memanfaatkan hasil penilaian otentik 4,34 Menuju SNP 3 3.3.3. Melakukan pemantauan proses pembelajaran 6,25 Menuju SNP 4 3.3.4. Melakukan supervisi proses pembelajaran kepada guru 6,25 Menuju SNP 4
3.3.5. Mengevaluasi proses pembelajaran 6,28 Menuju SNP 4
3.3.6. Menindaklanjuti hasil pengawasan proses pembelajaran 5,59 Menuju SNP 4
Tabel 3.23 menunjukkan bahwa indikator 3.1 berada pada capaian indikator dengan nilai 4,93 Indikator 3.2 berada pada capaian dengan nilai 5,75 dan indikator 3.3 berada pada capaian dengan nila 5,74. Ketiga indikator ini menunjukkan belum SNP sehingga perlu upaya untuk melakukan upaya peningkatan capaian mutu agar bisa mencapai SNP.
Capaian Standar Proses tahun 2016 berada pada nilai 5,26 , capaian Standar Proses tahun 2017 berada pada nilai 6,38 dan capaian Standar Proses tahun 2018 berada pada nilai 6,52.
Pada tahun 2019 berada pada nilai 6,98 dan pada tahun 2020 berada pada nilai 5,28. Secara umum, nilai Standar Proses mengalami kenaikan antar tahun 2016 sampai 2019 namun mengalami penurunan pada tahun 2020.
d. Capaian Standar Penilaian
Standar penilaian terdiri atas 5 sub indikator yang terdiri atas:
1. Aspek penilaian sesuai ranah kompetensi 2. Teknik penilaian obyektif dan akuntabel 3. Penilaian pendidikan ditindaklanjuti 4. Instrumen penilaian menyesuaikan aspek 5. Penilaian dilakukan mengikuti prosedur
Tabel 3.24. Capaian Standar Penilaian Pendidikan
STANDAR/INDIKATOR/SUBINDIKATOR
Nomor Standar/Indikator/SubIndikator Nilai Kategori
4 Standar Penilaian Pendidikan
6,1 Menuju SNP 44.1. Aspek penilaian sesuai ranah kompetensi
5,3 Menuju SNP 44.1.1. Mencakup ranah sikap, pengetahuan dan
Keterampilan
4,13 Menuju SNP 34.1.2. Memiliki bentuk pelaporan sesuai dengan ranah
6,47 Menuju SNP 44.2. Teknik penilaian obyektif dan akuntabel
6,53 Menuju SNP 44.2.1. Menggunakan jenis teknik penilaian yang obyektif
dan akuntabel
7 SNP4.2.2. Memiliki perangkat teknik penilaian lengkap
6,07 Menuju SNP 44.3. Penilaian pendidikan ditindaklanjuti
5,74 Menuju SNP 44.3.1. Menindaklanjuti hasil pelaporan penilaian
6,25 Menuju SNP 44.3.2. Melakukan pelaporan penilaian secara periodik
5,24 Menuju SNP 44.4. Instrumen penilaian menyesuaikan aspek
6,51 Menuju SNP 44.4.1. Menggunakan instrumen penilaian aspek sikap
5,38 Menuju SNP 44.4.2. Menggunakan instrumen penilaian aspek
Pengetahuan
7 SNP4.4.3. Menggunakan instrumen penilaian aspek
Keterampilan
7 SNP4.5. Penilaian dilakukan mengikuti prosedur
6,42 Menuju SNP 44.5.1. Melakukan penilaian berdasarkan penyelenggara
sesuai prosedur
6,01 Menuju SNP 44.5.2. Melakukan penilaian berdasarkan ranah sesuai
Prosedur
6,81SNP
4.5.3. Menentukan kelulusan siswa berdasarkan
pertimbangan yang sesuai
6,57 Menuju SNP 4Tabel 3.24. menunjukkan bahwa indikator 4.1 berada pada capaian indikator dengan nilai 5,3 Indikator 4.2 berada pada capaian dengan nilai 6,53, indikator 4.3 berada pada capaian dengan nilai 5,74, indikator 4.4 berada pada capaian dengan nilai 6,51. dan indikator 4.5 berada pada capaian indicator dengan nilai 6,42. Kelima indikator belum mencapai SNP dan perlu ditingkatkan agar bisa mencapai SNP.
Capaian Standar Penilaian tahun 2016 berada pada nilai 4,44, capaian Standar Penilaian tahun 2017 berada pada nilai 5,9, capaian Standar Penilaian tahun 2018 berada pada nilai 6,06, tahun 2019 berada pada nilai 6,99 dan tahun 2020 berada pada 6,1. Secara umum, nilai Standar Penilaian mengalami kenaikan antar tahun 2016 sampai dengan 2019 namun
mengalami penurunan pada tahun 2020.
e. Capaian Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Terdapat 5 indikator pada Standar Pendidik dan Tenaga dan Kependidikan yaitu:
1. Ketersediaan dan kompetensi guru sesuai ketentuan
2. Ketersediaan dan kompetensi kepala sekolah sesuai ketentuan 3. Ketersediaan dan kompetensi tenaga administrasi sesuai ketentuan 4. Ketersediaan dan kompetensi laboran sesuai ketentuan
5. Ketersediaan dan kompetensi pustakawan sesuai ketentuan
Tabel 3.25. Capaian Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
STANDAR/INDIKATOR/SUB INDIKATOR
Nomor Standar/Indikator/SubIndikator Nilai Kategori 5 Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan 6,2 Menuju SNP 4 5.1. Ketersediaan dan kompetensi guru sesuai ketentuan 6,5 Menuju SNP 4
5.1.1. Berkualifikasi minimal S1/D4 6,98 SNP
5.1.2. Rasio guru kelas terhadap rombongan belajar seimbang 7 SNP
5.1.4. Bersertifikat pendidik 6,91 SNP
5.1.5. Berkompetensi pedagogik minimal baik 6,35 Menuju SNP 4 5.1.6. Berkompetensi kepribadian minimal baik 6,49 Menuju SNP 4 5.1.7. Berkompetensi profesional minimal baik 6,25 Menuju SNP 4 5.1.8. Berkompetensi sosial minimal baik 6,43 Menuju SNP 4
5.2. Ketersediaan dan kompetensi kepala sekolah sesuai
ketentuan 6,44 Menuju SNP 4
5.2.1. Berkualifikasi minimal S1/D4 7 SNP
5.2.2. Berusia sesuai kriteria saat pengangkatan 7 SNP 5.2.3. Berpengalaman mengajar selama yang ditetapkan 7 SNP
5.2.4. Berpangkat minimal III/c atau setara 6,86 SNP
5.2.5. Bersertifikat pendidik 6,86 SNP
5.2.6. Bersertifikat kepala sekolah 6,86 SNP
5.2.7. Berkompetensi kepribadian minimal baik 6,52 Menuju SNP 4 5.2.8. Berkompetensi manajerial minimal baik 6,43 Menuju SNP 4 5.2.9. Berkompetensi kewirausahaan minimal baik 6,44 Menuju SNP 4 5.2.10. Berkompetensi supervisi minimal baik 6,37 Menuju SNP 4 5.2.11. Berkompetensi sosial minimal baik 6,4 Menuju SNP 4
5.3. Ketersediaan dan kompetensi tenaga administrasi
sesuai ketentuan 6,4 Menuju SNP 4
5.3.1. Tersedia Kepala Tenaga Administrasi 6,87 SNP
5.3.2. Memiliki Kepala Tenaga Administrasi berkualifikasi
minimal SMK/sederajat 6,87 SNP
5.3.3. Memiliki Kepala Tenaga Administrasi bersertifikat 7 SNP 5.3.4. Tersedia Tenaga Pelaksana Urusan Administrasi 6,87 SNP 5.3.5. Memiliki Tenaga Pelaksana Urusan Administrasi
berpendidikan sesuai ketentuan 6,87 SNP
5.3.6. Berkompetensi kepribadian minimal baik 6,34 Menuju SNP 4 5.3.7. Berkompetensi sosial minimal baik 6,27 Menuju SNP 4 5.3.8. Berkompetensi teknis minimal baik 6,25 Menuju SNP 4 5.3.9. Berkompetensi manajerial minimal baik 6,22 Menuju SNP 4 5.4. Ketersediaan dan kompetensi laboran sesuai ketentuan 1,94 Menuju SNP 1
5.4.1. Tersedia Kepala Tenaga Laboratorium 7 SNP 5.4.2. Memiliki Kepala Tenaga Laboratorium berkualifikasi
sesuai 6,65 Menuju SNP 4
5.4.3. Memiliki Kepala Tenaga Laboratorium bersertifikat 5.4.4. Tersedia Kepala Tenaga Laboratorium berpengalaman
sesuai 1,61 Menuju SNP 1
5.4.5. Tersedia Tenaga Teknisi Laboran 7 SNP
5.4.6. Memiliki Tenaga Teknisi Laboran berpendidikan sesuai
ketentuan 7 SNP
5.4.7. Tersedia Tenaga Laboran 6,75 SNP
5.4.8. Memiliki Tenaga Laboran berpendidikan sesuai
ketentuan 6,78 SNP
5.4.9. Berkompetensi kepribadian minimal baik 5.4.10. Berkompetensi sosial minimal baik 5.4.11. Berkompetensi manajerial minimal baik 5.4.12. Berkompetensi profesional minimal baik
5.5. Ketersediaan dan kompetensi pustakawan sesuai
ketentuan 6,21 Menuju SNP 4
5.5.1. Tersedia Kepala Tenaga Pustakawan 7 SNP
5.5.2. Memiliki Kepala Tenaga Pustakawan berkualifikasi
sesuai 6,87 SNP
5.5.3. Memiliki Kepala Tenaga Pustakawan bersertifikat 7 SNP 5.5.4. Memiliki Kepala Tenaga Pustakawan berpengalaman
sesuai 4,73 Menuju SNP 3
5.5.5. Tersedia Tenaga Pustakawan 6,87 SNP
5.5.6. Memiliki Tenaga Pustakawan berpendidikan sesuai
ketentuan 6,87 SNP
5.5.7. Berkompetensi manajerial minimal baik 6,1 Menuju SNP 4 5.5.8. Berkompetensi pengelolaan informasi minimal baik 5,97 Menuju SNP 4 5.5.9. Berkompetensi kependidikan minimal baik 5,88 Menuju SNP 4 5.5.10. Berkompetensi kepribadian minimal baik 6,21 Menuju SNP 4 5.5.11. Berkompetensi sosial minimal baik 6,25 Menuju SNP 4 5.5.12. Berkompetensi pengembangan profesi minimal baik 6,17 Menuju SNP 4
Tabel 3.25. menunjukkan bahwa indikator 5.1 berada pada capaian indikator dengan nilai 6,5 Indikator 5.2 berada pada capaian dengan nilai 6,44, indikator 5.3 berada pada capaian dengan nilai 6,4, indikator 5.4 berada pada capaian dengan nilai 1,94 dan indikator 5.5 berada pada capaian dengan nilai 6,21. Kelima indikator ini masih sangat perlu untuk ditingkatkan ke arah yang lebih baik lagi.
Capaian Standar PTK tahun 2016 berada pada nilai 3,61 , capaian Standar PTK tahun
2017 berada pada nilai 4,42, capaian Standar PTK tahun 2018 berada pada nilai 3,88. Pada
tahun 2019, Standar PTK berada pada nilai 5,89 dan tahun 2020, berada pada nilai 6,2. Secara
umum, nilai Standar PTK mengalami kenaikan antar tahun 2016 sampai dengan 2020.
f. Capaian Standar Sarana Prasarana
Standar Sarana Prasarana memiliki dua indikator yaitu:
1. Kapasitas daya tampung sekolah memadai
2. Sekolah memiliki sarana dan prasarana pembelajaran yang lengkap dan layak 3. Sekolah memiliki sarana dan prasarana pendukung yang lengkap dan layak.
Tabel 3.26. Capaian Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan
STANDAR/INDIKATOR/SUB INDIKATORNomor Standar/Indikator/SubIndikator Nilai Kategori 6 Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan 4,84 Menuju SNP 3 6.1. Kapasitas daya tampung sekolah memadai 4,6 Menuju SNP 3 6.1.1. Memiliki kapasitas rombongan belajar yang sesuai dan
memadai 2,41 Menuju SNP 2
6.1.2. Rasio luas lahan sesuai dengan jumlah siswa 6,87 SNP 6.1.3. Kondisi lahan sekolah memenuhi persyaratan 6,31 Menuju SNP 4 6.1.4. Rasio luas bangunan sesuai dengan jumlah siswa 6,87 SNP 6.1.5. Kondisi bangunan sekolah memenuhi persyaratan 5,34 Menuju SNP 4 6.1.6. Memiliki ragam prasarana sesuai ketentuan 1,21 Menuju SNP 1
6.2. Sekolah memiliki sarana dan prasarana pembelajaran yang
lengkap dan layak 5,53 Menuju SNP 4
6.2.1. Memiliki ruang kelas sesuai standar 6,09 Menuju SNP 4 6.2.2. Memiliki laboratorium IPA sesuai standar 3,29 Menuju SNP 2 6.2.3. Memiliki ruang perpustakaan sesuai standar 6,38 Menuju SNP 4 6.2.4. Memiliki tempat bermain/lapangan sesuai standar 6,87 SNP
6.2.10. Kondisi ruang kelas layak pakai 6,39 Menuju SNP 4
6.2.11. Kondisi laboratorium IPA layak pakai 0 Menuju SNP 1 6.2.12. Kondisi ruang perpustakaan layak pakai 5,99 Menuju SNP 4 6.2.13. Kondisi tempat bermain/lapangan layak pakai 6,47 Menuju SNP 4
6.3. Sekolah memiliki sarana dan prasarana pendukung yang
lengkap dan layak 5,29 Menuju SNP 4
6.3.1. Memiliki ruang pimpinan sesuai standar 6,65 Menuju SNP 4 6.3.2. Memiliki ruang guru sesuai standar 5,91 Menuju SNP 4 6.3.3. Memiliki ruang UKS sesuai standar 5,61 Menuju SNP 4 6.3.4. Memiliki tempat ibadah sesuai standar 4,81 Menuju SNP 3
6.3.5. Memiliki jamban sesuai standar 6,89 SNP
6.3.6. Memiliki gudang sesuai standar 4,71 Menuju SNP 3
6.3.7. Memiliki ruang sirkulasi sesuai standar 1,11 Menuju SNP 1 6.3.8. Memiliki ruang tata usaha sesuai standar 5,56 Menuju SNP 4
6.3.9. Memiliki ruang konseling sesuai standar 2,4 Menuju SNP 2 6.3.10. Memiliki ruang organisasi kesiswaan sesuai standar 4,03 Menuju SNP 3
6.3.11. Menyediakan kantin yang layak 5,15 Menuju SNP 4
6.3.12. Menyediakan tempat parkir yang memadai 4,95 Menuju SNP 3 6.3.14. Kondisi ruang pimpinan layak pakai 6,65 Menuju SNP 4
6.3.15. Kondisi ruang guru layak pakai 6,46 Menuju SNP 4
6.3.16. Kondisi ruang UKS layak pakai 5,64 Menuju SNP 4
6.3.17. Kondisi tempat ibadah layak pakai 5,96 Menuju SNP 4
6.3.18. Kondisi jamban sesuai standar 6,34 Menuju SNP 4
6.3.19 Kondisi gudang layak pakai 5,58 Menuju SNP 4
6.3.20. Kondisi ruang sirkulasi layak pakai 6,11 Menuju SNP 4 6.3.21. Kondisi ruang tata usaha layak pakai 5,56 Menuju SNP 4 6.3.22. Kondisi ruang konseling layak pakai 2,4 Menuju SNP 2 6.3.23. Kondisi ruang organisasi kesiswaan layak pakai 5,34 Menuju SNP 4
Tabel 3.26. menunjukkan bahwa indikator 6.1 berada pada capaian indikator dengan nilai 4,6. Indikator 6.2 berada pada capaian dengan nilai 5,53 dan indikator 6.3 berada pada capaian dengan nilai 5,29. Ketiga indikator ini masih sangat perlu untuk dilakukan peningkatan mutu atau ditingkatkan ke arah yang lebih baik lagi.Berdasarkan data pada tabel 3.8, hampir semua sub indikator memerlukan perhatian khusus dalam upaya peningkatan mutu.
Capaian Standar Sarana Prasarana tahun 2016 berada pada nilai 4,42 , capaian Standar Sarana Prasarana tahun 2017 berada pada nilai 4,15 dan capaian Standar Sarana Prasarana tahun 2018 berada pada nilai 3,91. Capaian pada tahun 2019 adalah 5,14 dan tahun 2020 adalah 4,84. Secara umum, nilai Standar Sarana Prasarana mengalami peningkatan.
g. Capaian Standar Pengelolaan
Pada standar pengelolaan, terdapat empat standar yaitu 1. Sekolah melakukan perencanaan pengelolaan 2. Program pengelolaan dilaksanakan sesuai ketentuan
3. Kepala sekolah berkinerja baik dalam melaksanakan tugas kepemimpinan 4. Sekolah mengelola sistem informasi manajemen
Tabel 3.27. Capaian Standar Pengelolaan Pendidikan
Nomor Standar/Indikator/SubIndikator Nilai Kategori
7 Standar Pengelolaan Pendidikan 5,96 Menuju SNP 4
7.1. Sekolah melakukan perencanaan pengelolaan 6,54 Menuju SNP 4 7.1.1. Memiliki visi, misi, dan tujuan yang jelas sesuai ketentuan 6,75 SNP 7.1.2. Mengembangkan rencana kerja sekolah ruang lingkup
sesuai ketentuan 6,32 Menuju SNP 4
7.1.3. Melibatkan pemangku kepentingan sekolah dalam
perencanaan pengelolaan sekolah 6,49 Menuju SNP 4
7.2. Program pengelolaan dilaksanakan sesuai ketentuan 5,44 Menuju SNP 4 7.2.1. Memiliki pedoman pengelolaan sekolah lengkap 6,67 Menuju SNP 4 7.2.2. Menyelenggarakan kegiatan layanan kesiswaan 4,54 Menuju SNP 3 7.2.3. Meningkatkan dayaguna pendidik dan tenaga
kependidikan 5,13 Menuju SNP 4
7.2.4. Melaksanakan kegiatan evaluasi diri 6,13 Menuju SNP 4 7.2.5. Membangun kemitraan dan melibatkan peran serta
masyarakat serta lembaga lain yang relevan 5,65 Menuju SNP 4 7.2.6. Melaksanakan pengelolaan bidang kurikulum dan kegiatan
pembelajaran 4,45 Menuju SNP 3
7.3. Kepala sekolah berkinerja baik dalam melaksanakan tugas
kepemimpinan 6,2 Menuju SNP 4
7.3.1. Berkepribadian dan bersosialisasi dengan baik 6,54 Menuju SNP 4
7.3.2. Berjiwa kepemimpinan 5,72 Menuju SNP 4
7.3.3. Mengembangkan sekolah dengan baik 6,52 Menuju SNP 4 7.3.4. Mengelola sumber daya dengan baik 6,46 Menuju SNP 4
7.3.5. Berjiwa kewirausahaan 5,54 Menuju SNP 4
7.3.6. Melakukan supervisi dengan baik 6,44 Menuju SNP 4
7.4. Sekolah mengelola sistem informasi manajemen 5,82 Menuju SNP 4 7.4.1. Memiliki sistem informasi manajemen sesuai ketentuan 5,82 Menuju SNP 4
Tabel 3.27. menunjukkan bahwa indikator 7.1 berada pada capaian indikator dengan nilai 6,54 Indikator 7.2 berada pada capaian dengan nilai 5,44, indikator 7.3 berada pada capaian dengan nilai 6,2 dan indikator 7.4 berada pada capaian dengan nilai 5,82 Keempat indikator ini masih sangat perlu untuk dikembangkan atau ditingkatkan ke arah yang lebih baik lagi.Berdasarkan data pada tabel 3.27, hampir semua sub indikator berada pada capaian menuju SNP 4, sehingga yang diperlukan adalah menjaga capaian dan melakukan upaya peningkatan mutu agar mencapai nilai diatas SNP.
Capaian Standar Pengelolaan tahun 2016 berada pada nilai 4,7 , capaian Standar Sarana Prasarana tahun 2017 berada pada nilai 5,63 capaian Standar Sarana Prasarana tahun 2018 berada pada nilai 5,89. Capaian pada tahun 2019 adalah 6,92 dan tahun 2020 adalah 5,96. Secara umum, nilai Standar Sarana Prasarana mengalami peningkatan antar tahun 2016 sampai dengan 2019 kecuali tahun 2020 mengalami penurunan capaian.
h. Capaian Standar Pembiayaan
Standar pembiayaan memiliki tiga indikator yaitu:
1. Sekolah memberikan layanan subsidi silang
2. Beban operasional sekolah sesuai ketentuan
3. Sekolah melakukan pengelolaan dana dengan baik
Tabel 3.28. Capaian Standar Pembiayaan
Nomor Standar/Indikator/SubIndikator Nilai Kategori
8 Standar Pembiayaan 5,56 Menuju SNP 4
8.1. Sekolah memberikan layanan subsidi silang 7 SNP
8.1.1. Membebaskan biaya bagi siswa tidak mampu 7 SNP
8.1.2. Memiliki daftar siswa dengan latar belakang ekonomi
yang jelas 7 SNP
8.1.3. Melaksanakan subsidi silang untuk membantu siswa
kurang mampu 7 SNP
8.2. Beban operasional sekolah sesuai ketentuan 6,29 Menuju SNP 4 8.2.1. Memiliki biaya operasional non personil sesuai
ketentuan 6,28 Menuju SNP 4
8.3. Sekolah melakukan pengelolaan dana dengan baik 5,07 Menuju SNP 4 8.3.1. Mengatur alokasi dana yang berasal dari
APBD/APBN/Yayasan/sumber lainnya 4,51 Menuju SNP 3
8.3.2. Memiliki laporan pengelolaan dana 5,76 Menuju SNP 4 8.3.3. Memiliki laporan yang dapat diakses oleh pemangku
kepentingan 5,98 Menuju SNP 4