BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN, DESKRIPSI DATA DAN
C. Analisis Data
1. Analisis Skor Kuesioner
a. Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah kondisi masing-masing variabel berdistribusi (bersebaran) normal atau tidak. Uji normalitas menggunakan Kolmogorov – Smirnov dengan bantuan
program SPSS for windows versi 16. Out put uji normalitas dapat dilihat pada lampiran E.1.
Dari hasil analisis variabel aktivitas belajar matematika dalam kelas diperoleh hasil Kolmogorov – Smirnov hitung 0,656 dengan
asimtot signifikan 0,783. Karena 0,783 ≥ 0,05 maka data berdistribusi normal.
Dari hasil analisis variabel aktivitas belajar matematika di luar jam sekolah diperoleh hasil Kolmogorov – Smirnov hitung 0,746 dengan
61
asismtot signifikan 0,633. Karena 0,633 ≥ 0,05 maka data berdistribusi normal.
Dari hasil analisis variabel prestasi belajar matematika diperoleh hasil Kolmogorov – Smirnov hitung 0,660 dengan asismtot signifikan
0,776. Karena 0,776 ≥ 0,05 maka data berdistribusi normal.
b. Uji Hipotesis
1. Hubungan antara aktivitas belajar di dalam kelas dengan prestasi belajar matematika.
Rumusan hipotesis I:
Ho: Tidak ada hubungan antara aktivitas belajar di dalam kelas dengan prestasi belajar matematika
Ha: Ada hubungan antara aktivitas belajar di dalam kelas dengan prestasi belajar matematika
Rumusan hipotesis di atas diuji dengan teknik korelasi. Karena data berdistribusi normal dan jenis data adalah interval maka analisis data yang digunakan adalah korelasi Product Moment. Pengujian hipotesis pertama ini dikerjakan dengan bantuan program computer SPSS dengan taraf signifikansi 5%. Dari hasil perhitungan tersebut diketahui bahwa harga koefisien korelasi sebesar 0,160 dan harga significant value sebesar 0,454 (perhitungan lihat lampiran E.2).
Langkah pertama adalah menguji signifikansinya. Uji signifikansi menggunakan harga significant value. Jika harga
significant value ≥ 0,05 maka Ho diterima. Namun jika harga significant value < 0,05 maka Ho ditolak. Berdasarkan data
tersebut diketahui bahwa harga significant value ≥ 0,05 atau 0,454 ≥ 0,05. Oleh karena itu Ho diterima. Hal ini berarti tidak ada hubungan antara aktivitas belajar di dalam kelas dengan prestasi belajar matematika.
Langkah selanjutnya adalah menentukan besar kecilnya hubungan antara aktivitas belajar di dalam kelas dengan prestasi belajar matematika. Besar atau kecilnya hubungan antara aktivitas belajar di dalam kelas dengan prestasi belajar matematika dapat dilihat dalam tabel interprestasi korelasi di bab III. Dari hasil perhitungan diketahui bahwa nilai korelasi (r) adalah 0,160. Hal ini berarti tingkat hubungan antara aktivitas belajar di dalam kelas dengan prestasi belajar matematika termasuk dalam kategori sangat rendah (lihat tabel 3.7).
2. Hubungan antara aktivitas belajar di luar jam sekolah dengan prestasi belajar matematika.
Rumusan hipotesis I:
Ho: Tidak ada hubungan antara aktivitas belajar di luar jam sekolah dengan prestasi belajar matematika
Ha: Ada hubungan antara aktivitas belajar di luar jam sekolah dengan prestasi belajar matematika
63
Rumusan hipotesis di atas diuji dengan teknik korelasi. Karena data berdistribusi normal dan jenis data adalah interval maka analisis data yang digunakan adalah korelasi Product Moment. Pengujian hipotesis pertama ini dikerjakan dengan bantuan program computer SPSS dengan taraf signifikansi 5%. Dari hasil perhitungan tersebut diketahui bahwa harga koefisien korelasi sebesar 0,454 dan harga significant value sebesar 0,026 (perhitungan lihat lampiran E.2).
Langkah pertama adalah menguji signifikansinya. Uji signifikansi menggunakan harga significant value. Jika harga
significant value ≥ 0,05 maka Ho diterima. Namun jika harga significant value < 0,05 maka Ho ditolak. Berdasarkan data
tersebut diketahui bahwa harga significant value < 0,05 atau 0,026 < 0,05. Oleh karena itu Ho ditolak. Hal ini berarti ada hubungan antara aktivitas belajar di luar jam sekolah dengan prestasi belajar matematika.
Langkah selanjutnya adalah menentukan besar kecilnya hubungan antara aktivitas belajar di luar jam sekolah dengan prestasi belajar matematika. Besar atau kecilnya hubungan antara aktivitas belajar di luar jam sekolah dengan prestasi belajar matematika dapat dilihat dalam tabel interprestasi korelasi di bab III. Dari hasil perhitungan diketahui bahwa nilai korelasi (r) adalah 0,454. Hal ini berarti tingkat hubungan antara aktivitas belajar di
luar jam sekolah dengan prestasi belajar matematika termasuk dalam kategori sedang (lihat tabel 3.7).
2. Analisis Hasil Pengamatan
Data pengamatan proses pembelajaran diperoleh dengan mengisis aspek-aspek pengamatan yang telah disiapkan. Karena keterbatasan peneliti maka yang diamati hanya eman orang siswa. Pemilihan siswa yang diamati berdasarkan tingkat prestasi (tinggi, sedang, rendah) dimana masing-masing dua siswa. Aspek-aspek pengamatan tersebut diisi berdasarkan tindakan-tindakan yang telah dilakukan siswa selama proses pembelajaran. Berdasarkan hasil dari instrumen pengamatan (dapat dilihat pada lampiran C.4), maka dapat dirangkum dalam bentuk tabel seperti berikut:
Tabel 4.6
Rangkuman Hasil Pengamatan
No. Inisial Siswa
Jenis
Keaktifan Indikator Ya Tidak Skor
1. VAP Visual activities a. Memperhatikan penjelasan guru √ 1 b. Memperhatikan pekerjaan siswa lain di papan tulis √
1
c. Membaca (buku paket,
catatan, soal) √ 0 Oral activities a. Menyatakan pendapat √ 2 b. Bertanya √ 2 c. Diskusi √ 2 d. Mengoreksi penjelasan guru atau teman yang salah √ 0 Listening activities a. Mendengarkan penjelasan guru √ 1 b. Mendengarkan penjelasan teman √ 1 Writing activities a. Menulis soal √ 1 b. Menulis jawaban √ 1
c. Menyalin catatan dari
papan tulis √
1
d. Mencatat penjelasan guru √ 1
65
activities b. Menggambar grafik √ 0
Mental activities a. Mengerjakan di papan tulis √ 0 b. Konsentrasi selama pelajaran √ 1 Emotional activities
a. Datang tepat waktu √ 1
b. Membawa perlengkapan belajar (buku paket, penggaris, jangka, busur derajat)
√
1
c. Siap dengan bahan
pelajaran √ 1 Skor Total 19 2. EES Visual activities a. Memperhatikan penjelasan guru √ 1 b. Memperhatikan pekerjaan siswa lain di papan tulis √
1
c. Membaca (buku paket,
catatan, soal) √ 0 Oral activities a. Menyatakan pendapat √ 2 b. Bertanya √ 2 c. Diskusi √ 2 d. Mengoreksi penjelasan guru atau teman yang salah √ 0 Listening activities a. Mendengarkan penjelasan guru √ 1 b. Mendengarkan penjelasan teman √ 0 Writing activities a. Menulis soal √ 1 b. Menulis jawaban √ 1
c. Menyalin catatan dari
papan tulis √
1
d. Mencatat penjelasan guru √ 1
Drawing activities a. Membuat tabel √ 1 b. Menggambar grafik √ 0 Mental activities a. Mengerjakan di papan tulis √ 2 b. Konsentrasi selama pelajaran √ 1 Emotional activities
a. Datang tepat waktu √ 1
b. Membawa perlengkapan belajar (buku paket, penggaris, jangka, busur derajat)
√
1
c. Siap dengan bahan
pelajaran √ 1 Skor Total 20 3. BL Visual activities a. Memperhatikan penjelasan guru √ 1 b. Memperhatikan pekerjaan siswa lain di papan tulis √
1
c. Membaca (buku paket,
catatan, soal) √
Oral activities a. Menyatakan pendapat √ 0 b. Bertanya √ 2 c. Diskusi √ 2 d. Mengoreksi penjelasan guru atau teman yang salah √ 0 Listening activities a. Mendengarkan penjelasan guru √ 1 b. Mendengarkan penjelasan teman √ 1 Writing activities a. Menulis soal √ 1 b. Menulis jawaban √ 1
c. Menyalin catatan dari
papan tulis √
1
d. Mencatat penjelasan guru √ 1
Drawing activities a. Membuat tabel √ 1 b. Menggambar grafik √ 0 Mental activities a. Mengerjakan di papan tulis √ 0 b. Konsentrasi selama pelajaran √ 1 Emotional activities
a. Datang tepat waktu √ 1
b. Membawa perlengkapan belajar (buku paket, penggaris, jangka, busur derajat)
√
0
c. Siap dengan bahan
pelajaran √ 1 Skor Total 16 4. MAA Visual activities a. Memperhatikan penjelasan guru √ 1 b. Memperhatikan pekerjaan siswa lain di papan tulis √
1
c. Membaca (buku paket,
catatan, soal) √ 0 Oral activities a. Menyatakan pendapat √ 2 b. Bertanya √ 0 c. Diskusi √ 2 d. Mengoreksi penjelasan guru atau teman yang salah √ 0 Listening activities a. Mendengarkan penjelasan guru √ 1 b. Mendengarkan penjelasan teman √ 1 Writing activities a. Menulis soal √ 1 b. Menulis jawaban √ 1
c. Menyalin catatan dari
papan tulis √
1
d. Mencatat penjelasan guru √ 1
Drawing activities a. Membuat tabel √ 1 b. Menggambar grafik √ 0 Mental activities a. Mengerjakan di papan tulis √ 0
67 b. Konsentrasi selama pelajaran √ 1 Emotional activities
a. Datang tepat waktu √ 1
b. Membawa perlengkapan belajar (buku paket, penggaris, jangka, busur derajat)
√
1
c. Siap dengan bahan
pelajaran √ 1 Skor Total 17 5. RMS Visual activities a. Memperhatikan penjelasan guru √ 1 b. Memperhatikan pekerjaan siswa lain di papan tulis √
1
c. Membaca (buku paket,
catatan, soal) √ 0 Oral activities a. Menyatakan pendapat √ 2 b. Bertanya √ 0 c. Diskusi √ 0 d. Mengoreksi penjelasan guru atau teman yang salah √ 0 Listening activities a. Mendengarkan penjelasan guru √ 1 b. Mendengarkan penjelasan teman √ 1 Writing activities a. Menulis soal √ 1 b. Menulis jawaban √ 1
c. Menyalin catatan dari
papan tulis √
1
d. Mencatat penjelasan guru √ 1
Drawing activities a. Membuat tabel √ 1 b. Menggambar grafik √ 0 Mental activities a. Mengerjakan di papan tulis √ 0 b. Konsentrasi selama pelajaran √ 0 Emotional activities
a. Datang tepat waktu √ 1
b. Membawa perlengkapan belajar (buku paket, penggaris, jangka, busur derajat)
√
0
c. Siap dengan bahan
pelajaran √ 1 Skor Total 13 6. MWH Visual activities a. Memperhatikan penjelasan guru √ 1 b. Memperhatikan pekerjaan siswa lain di papan tulis √
1
c. Membaca (buku paket,
catatan, soal) √ 0 Oral activities a. Menyatakan pendapat √ 0 b. Bertanya √ 0 c. Diskusi √ 2
d. Mengoreksi penjelasan guru atau teman yang salah √ 0 Listening activities a. Mendengarkan penjelasan guru √ 1 b. Mendengarkan penjelasan teman √ 1 Writing activities a. Menulis soal √ 1 b. Menulis jawaban √ 1
c. Menyalin catatan dari
papan tulis √
1
d. Mencatat penjelasan guru √ 1
Drawing activities a. Membuat tabel √ 1 b. Menggambar grafik √ 0 Mental activities a. Mengerjakan di papan tulis √ 0 b. Konsentrasi selama pelajaran √ 1 Emotional activities
a. Datang tepat waktu √ 1
b. Membawa perlengkapan belajar (buku paket, penggaris, jangka, busur derajat)
√
1
c. Siap dengan bahan
pelajaran √
1
Skor Total 15
Berdasarkan tabel diatas maka dapat ditentukan persentase keaktifan belajar masing-masing siswa sebagai berikut:
Berikut hasil analisis pengamatan yang akan dijelaskan satu persatu untuk setiap siswa:
a. VAP
Berdasarkan perhitungan, persentase keaktifan belajar VAP sebesar 76 % yang dapat digolongkan masuk ke dalam kategori tinggi (dapat dilihat pada lampiran D). Berdasarkan tabel pengamatan dan
69
video, VAP kerap menanggapi pertanyaan guruyang ditujukan kepada seluruh siswa serta terlibat aktif dalam diskusi klasikal. Beberapa kali VAP berdiskusi dengan teman. Hanya saja VAP belum terlihat berani untruk mengoreksi jawaban yang salah dan bersedia untuk maju mengerjakan di papan.
Gambar 4.1 VAP berdiskusi dengan teman di belakangnya
Gambar 4.2 VAP (tanda panah) memperhatikan penjelasan guru kepada teman sebangkunya
b. EES
Berdasarkan perhitungan, persentase keaktifan belajar EES sebesar 80 % yang dapat digolongkan masuk ke dalam kategori tinggi (dapat dilihat pada lampiran D). Berdasarkan tabel pengamatan dan video, EES aktif dalam diskusi klasikal dan tidak ragu untuk menyatakan pendapat seperti tampak pada gambar 4.3. EES juga bersedia untuk
maju mengerjakan di papan seperti tampak pada gambar 4.4. Hanya saja EES cenderung lebih memperhatikan penjelasan guru dibanding penjelasan teman.
Gambar 4.3
EES menyatakan pendapat dalam diskusi klasikal
Gambar 4.4 EES mengerjakan di papan tulis
c. BL
Berdasarkan perhitungan, persentase keaktifan belajar BL sebesar 64 % yang digolongkan ke dalam kategori sedang (dapat dilihat pada
lampiran D). Berdasarkan tabel pengamatan dan video, BL cukup aktif
dalam proses pembelajaran. Beberapa kali BL terlihat bertanya pada guru dan berdiskusi dengan teman sebangku seperti terlihat pada gambar 4.5. Namun saat guru melempar pertanyaan yang ditujukan kepada seluruh siswa BL masih ragu dan tidak percaya diri untuk ikut
71
menjawab. Selain itu perlengkapan belajar BL juga tidak lengkap, hanya membawa buku tulis dan pulpen seperti terlihat pada gambar 4.6.
Gambar 4.5 BL bertanya pada guru
Gambar 4.6 perlengkapan belajar di atas meja tulis BL
d. MAA
Berdasarkan perhitungan, persentase keaktifan belajar MAA sebesar 68 % yang digolongkan ke dalam kategori tinggi (dapat dilihat pada lampiran D). Berdasarkan tabel pengamatan dan video, MAA aktif dalam proses pembelajaran. Hal ini terlihat dari peran aktif MAA dalam menjawab pertanyaan – pertanyaan guru yang ditujukan kepada seluruh siswa. Namun MAA belum terlihat bertanya pada guru dan berani mengerjakan di depan.
Gambar 4.7 MAA memperhatikan penjelasan guru (tanda panah)
e. RMS
Berdasarkan perhitungan, persentase keaktifan belajar RMS sebesar 52 % yang digolongkan ke dalam kategori rendah (dapat dilihat pada lampiran D). Berdasarkan tabel pengamatan dan video, RMS kurang aktif dalam proses pembelajaran. Beberapa kali RMS tampak tidak konsentrasi dalam belajar, sempat terlihat RMS menundukan kepala dan juga berbincang dengan teman di belakangnya. Namun RMS juga menunjukkan keaktifannya dengan beberapa kali menjawab pertanyaan guru yang ditujukan kepada seluruh siswa.
73
f. MWH
Berdasarkan perhitungan, persentase keaktifan belajar MWH sebesar 60 % yang digolongkan ke dalam kategori sedang (dapat dilihat pada lampiran D). Berdasarkan tabel pengamatan dan video, MWH cukup aktif dalam proses pembelajaran. Hal ini tampak dari konsentrasi MWH yang cukup baik, memperhatikan penjelasan guru dan beberapa kali tampak mendiskusikan dengan teman apa yang sudah dijelaskan guru. Namun siswa ini cenderung pasif dalam menyatakan pendapat dan belum bersedia untuk maju mengerjakan di papan.
Gambar 4.9 MWH (tanda panah) berdiskusi dengan dua teman
3. Analisis Hasil Wawancara
Wawancara dengan siswa dilakukan setelah terlaksananya penelitian pembelajaran siswa di kelas. Karena keterbatasan peneliti maka yang diamati hanya enam orang siswa. Pemilihan siswa yang diamati berdasarkan tingkat prestasi (tinggi, sedang, rendah) dimana masing- masing dua siswa.Wawancara berupa daftar pertanyaan yang dijawab oleh enam siswa yang telah dipilih sebagai subyek pengamatan dalam proses
pembelajaran. Hasil wawancara yang dilakukan pada penelitian ini ditranskripsi oleh peneliti dan dapat dilihat pada lampiran C.5.
Analisis hasil wawancara terhadap enam orang siswa mengenai aktivitas belajar matematika di luar jam sekolah sebagai berikut:
1. Sub variabel: aktivitas mengulang materi yang sudah diajarkan di sekolah
a) Hasil wawancara siswa ketika diajukan pertanyaan apakah mengulang materi pelajaran matematika di luar jam sekolah dapat dilihat dalam transkripsi berikut:
VAP : “Jarang, saat tahu akan ada ulangan saja kalau hari biasa kurang
berminat”
EES : “Jarang, karena sepulang sekolah banyak kegiatan dan sampai
rumah sudah capek”
BL : “Jarang, kalau sedang ingin saja”
MAA : “Jarang, kalaupun iya saat ada waktu luang saja”
RMS : “Iya, biasanya sepulang sekolah agar tidak lupa dengan materi
yang baru saja dipelajari. Cuma baca ulang aja, sepintas gitu”
MWH : ”Jarang, karena banyak tugas mata pelajaran lain jadi tidak
sempat”
Berdasarkan transkripsi wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa yang di wawancara jarang mengulang materi pelajaran matematika di luar sekolah. Hal ini dapat dilihat dari jawaban VAP, EES, BL, MAA, dan MWH. Materi jarang di ulang kembali karena beberapa alasan, antara lain kurang berminat, capek karena sudah berkegiatan di sekolah, dan tidak sempat mengulang karena banyak tugas mata pelajaran lain. Kalaupun mengulang hanya saat ada waktu luang dan keesokannya ulangan. Namun ada juga siswa yang mengulang, hal ini dapat dilihat dari jawaban RMS yang
75
biasanya mengulang materi sepulang sekolah meski hanya membaca ulang.
b) Hasil wawancara siswa ketika diajukan pertanyaan apakah membuat ringkasan saat belajar matematika di luar jam sekolah dapat dilihat dalam transkripsi berikut:
VAP : “Iya, jadi belajarnya dari ringkasan yang dibuat” EES : “Iya, tapi hanya rumus-rumusnya saja yang saya tulis” BL : “Iya, tapi untuk bab yang dirasa sulit saja”
MAA : “Tidak pernah, cukup belajar dari catatan saja”
RMS : “Iya, tetapi tidak semua hanya bab yang dirasa sulit saja”
MWH : “Iya tapi tidak semua materi, hanya bab yang dirasa sulit yang saya
ringkas contohnya statistika”
Berdasarkan transkripsi wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa yang diwawancara membuat ringkasan matematika di luar jam sekolah. Hal ini dapat dilihat dari jawaban VAP, EES, BL, RMS dan MWH. Ringkasan yang dibuat berisi rumus dan digunakan untuk belajar sehingga tidak perlu melihat catatan lagi. Tidak semua materi matematika diringkas oleh siswa, hanya bab yang dirasa sulit sebagai contoh statistika. Namun ada juga siswa yang tidak membuat ringkasan, hal ini dapat dilihat dari jawaban MAA yang merasa buku catatan sudah dirasa cukup untuk bahan belajar.
c) Hasil wawancara siswa ketika diajukan pertanyaan apakah membuat jadwal belajar matematika di luar jam sekolah dapat dilihat dalam transkripsi berikut:
VAP : “Tidak ada jadwal khusus karena banyak PR dan tugas dari mata
EES : “Dulu awal tahun ajaran baru punya jadwal, tapi lebih sering tidak terlaksana karena banyak kegiatan yang lain”
BL : “Kadang-kadang, karena ada tugas-tugas mata pelajaran lain jadi
tidak sempat belajar”
MAA : “Iya, saat paginya ada pelajaran matematikan maka malam
sebelumnya saya belajar”
RMS : “Kalau jadwal khusus tidak ada, seperlunya saja”
MWH : ”Tidak ada jadwal khusus, belajar matematika juga tidak tentu hanya saat ada PR dan akan ulangan saja”
Berdasarkan transkripsi wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa yang diwawancara tidak memiliki jadwal khusus belajar matematika. Hal ini dapat dilihat dari jawaban VAP, EES, BL, RMS dan MWH. Mereka tidak memiliki jadwal khusus belajar matematika karena banyak PR atau tugas dari mata pelajaran lain dan banyak kegiatan lain sehingga mereka belajar matematika hanya saat ada PR maupun ada ulangan. Ada satu siswa yaitu EES yang pernah membuat jadwal belajar di awal tahun ajaran namun lebih sering tidak terlaksana karena banyak kegiatan lain. Namun ada juga siswa yang membuat jadwal khusus belajar matematika, hal ini dapat dilihat dari jawaban MAA yang mempunyai jadwal belajar matematika jika keesokan paginya ada pelajaran matematika.
d) Hasil wawancara siswa ketika diajukan pertanyaan apakah mengerjakan soal-soal latihan matematika dapat dilihat dalam transkripsi berikut:
VAP : “Tidak, mengerjakan soal hanya saat diminta oleh guru saja” EES : “Kadang-kadang, dikerjakan saat ada niat”
BL : “Kadang-kadang, kalau sedang ingin saja”
MAA : “Tidak pernah, karena ada PR mata pelajaran lain yang harus
77
RMS : “Iya, kalau sedang ingin belajar dan kebetulan tidak ada PR ya mengerjakan soal-soal latihan”
MWH : “Iya, sekalian untuk belajar. Kalau matematika kan memang harus
banyak latihan”
Berdasarkan transkripsi wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa beberapa siswa yang diwawancara tidak mengerjakan soa-soal latihan matematika. Hal ini dapat dilihat dari jawaban VAP dan MAA yang tidak mengerjakan soal-soal latihan matematika karena ada PR mata pelajaran lain dan hanya akan mengerjakan soal yang diminta oleh guru saja. Kalaupun mengerjakan soal-soal latihan matematika jika memang sedang berminat saja dan kebetulan tidak ada PR, hal ini dapat dilihat dari jawaban EES, BL dan RMS. Namun ada juga siswa yang memakai soal-soal latihan matematika untuk belajar, hal ini dapat dilihat dari jawaban MWH. Menurut MWH belajar matematika dengan banyak latihan soal.
2. Sub variabel: aktivitas belajar bersama
a) Hasil wawancara siswa ketika diajukan pertanyaan apakah mengajak teman untuk belajar bersama-sama di luar jam sekolah dapat dilihat dalam transkripsi berikut:
VAP : “Iya, belajarnya di sekolah sepulang sekolah dengan teman-teman
dekat”
EES : “Iya, dengan teman-teman dekat biasanya di rumah saya”
BL : “Tidak pernah, karena rumah saya dengan rumah teman berjauhan
jaraknya”
MAA : “Tidak pernah, karena lokasi rumah yang berjauhan” RMS : ‘Tidak pernah, karena rumah teman-teman jauh”
MWH : “Jarang, saat jadwalnya bisa saja karena saya belajar dengan teman SMP yang sekarang di SMA yang berbeda dengan saya”
Berdasarkan transkripsi wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa yang diwawancara tidak belajar
bersama teman di luar jam sekolah. Hal ini dapat dilihat dari jawaban BL, MAA, dan RMS alasan tidak belajar bersama di luar jam sekolah karena lokasi rumah yang berjauhan dengan teman lainnya. Namun ada juga siswa yang belajar bersama teman di luar jam sekolah, hal ini dapat dilihat dari jawaban VAP dan EES. Dimana kegiatan belajar bersama dilakukan sepulang sekolah atau dirumah salah satu siswa, biasanya dilakukan bersama teman-teman dekat. Belajar bersama di luar jam sekolah tidak hanya dilakukan dengan teman satu sekolah, hal ini dapat dilihat dari jawaban MWH yang memiliki kegiatan belajar bersama dengan teman semasa SMP. Namun karena teman belajar bersama MWH berbeda sekolah maka kegiatan ini tidak dilaksanakan secara rutin atau terjadwal, hanya saat keduanya bisa punya waktu yang cocok.
b) Hasil wawancara siswa ketika diajukan pertanyaan apakah membantu teman yang mengalami kesulitan dalam pelajaran matematika di luar jam sekolah dapat dilihat dalam transkripsi berikut:
VAP : “Iya, membantu sebisanya dan saya sekalian belajar juga” EES : “Iya, kalau tidak bisa mengusulkan teman yang lain”
BL : “Iya, karena dengan membantu teman sudah termasuk belajar juga” MAA : “Tidak pernah, karena saya mengalami kesulitan untuk
menjelaskan materi maupun langkah-langkah pengerjaan pada
orang lain”
RMS : “Belum pernah, mungkin karena letak rumah yang saling berjauhan jadi tidak pernah dimintai tolong”
MWH : “Iya, tapi hanya semampu saya”
Berdasarkan transkripsi wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa yang diwawancara akan membantu
79
siswa yang mengalami kesulitan dalam pelajaran matematika di luar jam sekolah. Hal ini dapat dilihat dari jawanam VAP, EES, BL, dan MWH yang akan membantu teman yang mengalami kesulitan semampunya. Dengan membantu teman yang mengalami kesulitan sudah termasuk belajar juga, namun jika benar-benar tidak bisa membantu akan mengusulkan teman yang lain. Namun ada juga siswa yang tidak membantu teman yang mengalami kesulitan belajar matematika di luar jam sekolah, hal ini dapat dilihat dari jawaban MAA dan RMS. Bagi RMS karena letak rumah yang berjauhan sehingga tidak pernah ditanya oleh teman di luar jam sekolah. Sedangkan bagi MAA tidak pernah membantu karena adanya kesulitan untuk menjelaskan hal yang berkaitan dengan materi maupun langkah-langkah pada orang lain.
c) Hasil wawancara siswa ketika diajukan pertanyaan apakah akan meminta bantuan teman bila mengalami kesulitan dalam pelajaran matematika di luar jam sekolah dapat dilihat dalam transkripsi berikut:
VAP : “Iya, tanya pada teman kalau teman tidak bisa baru tanya pada