• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Analisis Data Penelitian

a. Uji Normalitas dan Homogenitas

Peneliti melakukan uji normalitas dengan tujuan untuk mengetahui apakah data dalam penelitian normal atau tidak. Uji normalitas ini dilakukan untuk mengetahui apakah sebaran data pada penelitian bersifat normal atau tidak (Santoso, 2010). Peneliti menggunakan uji One Sampel Kolmogorov-Smirnov melalui program SPSS versi 16 for window. Data dikatakan normal sebarannya ketika p > 0.1 dan sebaliknya sebaran data dianggap tidak normal apabila p < 0.1 (Santoso, 2010). Peneliti menggunakan nilai alpha sebesar 0.1 dengan alasan memperkecil kesalahan dalam menarik kesimpulan (Santoso, 2010).

Tabel 7

Hasil Uji Normalitas

Kelompok N Asymp.Sig.(2-tailed) P > 0.05

Keterangan

Hipotesis I Jawa 36 0.964 Normal

Flores 36 0.920 Normal

Hipotesis II Jawa 36 0.744 Normal

Flores 36 0.611 Normal

Hipotesis III Laki-laki 72 0.720 Normal

Perempuan 72 0.443 Normal

Berdasarkan analisis pada uji normalitas data pengungkapan diri laki-laki dewasa awal ada etnis Jawa dan etnis Flores didapatkan bahwa taraf signifikansi atau nilai probabilitas individu laki-laki dewasa awal etnis Jawa adalah 0.964. Sementara nilai probabilitas individu laki-laki dewasa awal etnis Flores adalah 0.920. Dengan demikian sebaran skala untuk data dewasa awal laki-laki etnis Jawa dan etnis Flores dapat dikatakan normal.

Berdasarkan analisis pada uji normalitas data pengungkapan diri perempuan dewasa awal pada etnis Jawa dan etnis Flores didapatkan bahwa taraf signifikansi atau nilai probabilitas individu perempuan dewasa awal etnis Jawa adalah 0,744. Sementara nilai probabilitas individu perempuan dewasa awal etnis Flores adalah 0.611. Dengan demikian sebaran skala untuk data dewasa awal perempuan etnis Jawa dan etnis Flores dapat dikatakan normal.

Berdasarkan analisis pada uji normalitas data pengungkapan diri laki-laki dan perempuan dewasa awal pada etnis Jawa dan etnis

Flores didapatkan bahwa taraf signifikansi atau nilai probabilitas individu laki-laki dewasa awal adalah 0.720. Sementara nilai probabilitas individu perempuan dewasa awal perempuan adalah 0.443. Dengan demikian sebaran data dewasa awal laki-laki dan perempuan beretnis Jawa dan Flores dapat dikatakan normal.

Dalam hasil uji normalitas tersebut dapat dilihat bahwa sebaran data pada masing-masing kelompok bersifat normal.

Setelah uji normalitas, peneliti kemudian melanjutkan dengan uji homogenitas. Uji homogenitas dilakukan dengan tujuan untuk melihat apakah sampel pada penelitian ini memiliki varians yang sama. Pengujian homogenitas tersebut dilakukan dengan menggunakan Levene’s Test melalui SPSS versi 16 for window. Sebaran data dikatakan memiliki varians yang sama apabila p > 0,05 dan sebaliknya sebaran data memiliki varians yang tidak sama apabila p < 0,05. Berikut tabel yang memaparkan uji homogenitas yang dilakukan oleh peneliti:

Tabel 8

Hasil Uji Homogenitas Levene’s Test for Equality of Variances

F Signifikansi Hipotesis I Equal variances assumed 0.900 0.765 Hipotesis II Equal variances assumed 0.338 0.563 Hipotesis III Equal variances assumed 5.521 0.020

Berdasarkan hasil uji homogenitas laki-laki dewasa awal pada etnis Jawa dan etnis Flores didapatkan bahwa taraf signifikansi atau nilai probabilitas adalah 0.765 yang berarti 0.765 > 0.05 sehingga Ho tidak dapat ditolak. Dengan kata lain asumsi kedua varians sama besar (equal variances assumed) terpenuhi.

Berdasarkan hasil uji homogenitas perempuan dewasa awal pada etnis Jawa dan etnis Flores didapatkan bahwa taraf signifikansi atau nilai probabilitas adalah 0.563 yang berarti 0.563 > 0.05 sehingga Ho tidak dapat ditolak. Dengan kata lain asumsi kedua varians sama besar (equal variances assumed) terpenuhi.

Berdasarkan hasil uji homogenitas laki-laki dan perempuan dewasa awal pada etnis Jawa dan etnis Flores didapatkan bahwa taraf signifikansi atau nilai probabilitas adalah 0.020 yang berarti 0.020 > 0.05 sehingga H1 tidak dapat ditolak. Dengan kata lain asumsi kedua varians sama besar (equal variances not assumed) tidak terpenuhi. b. Uji t

Uji perbedaan atau uji t dilakukan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini. Pengujian hipotesis dilakukan dengan Independent Sample t-Test dengan menggunakan program SPSS versi 16 for windows.

Berdasarkan hasil uji homogenitas yang menunjukkan bahwa data I dan II memiliki varians yang sama (equal variances assumed) sedangkan untuk data III memiliki varians yag tidak sama (equal

variances not assumed). Dalam penelitian ini, peneliti mengajukan tiga hipotesis diantarannya :

Tabel 9 Hasil Uji Hipotesis

Kelompok N Mean Mean

Diffrence T P Keterangan Hipotesis I Jawa 36 64.31 -5.639 -1.862 0.067 P < 0,05 signifikan Flores 36 69.94 Hipotesis II Jawa 36 67.39 -2.139 -0.923 0.359 P < 0,05 Signifikan Flores 36 69.53

Hipotesis III Laki-laki 72 67.12 -1.333 0.020 0.490 P < 0,05 Signifikan Perempuan 72 68.46

1. Pengujian Hipotesis I

H0 : Tidak ada perbedaan pengungkapan diri laki-laki dewasa awal etnis Jawa dan etnis Flores

H1 : Ada perbedaan pengungkapan diri laki-laki dewasa awal etnis Jawa dan etnis Flores

Pengujian hipotesis menggunakan satu arah (one-tailed) maka penentuan nilai probabilitas adalah sebagai berikut:

Jika > 0.05 maka Ho diterima Jika < 0.05 maka H0 ditolak

Dari tabel tersebut, terlihat t hitung dengan varians sama besar (equal variance assumed) adalah -1.862 dengan nilai probabilitas sebesar 0.067. Dalam penelitian ini menggunakan hipotesis satu arah (one-tailed) maka 0.067 dibagi 2 sehingga menjadi 0.033. Oleh karena

itu, 0.033 < 0.05 maka Ho ditolak. Dengan kata lain, ada perbedaan pengungkapan diri laki-laki dewasa awal etnis Jawa dan etnis Flores yang mana pengungkapan diri laki-laki dewasa awal etnis Flores lebih tinggi daripada laki-laki dewasa awal etnis Jawa.

2. Pengujian hipotesis II

H0 : Tidak ada perbedaan pengungkapan diri perempuan dewasa awal etnis Jawa dan etnis Flores

H1 : Ada perbedaan pengungkapan diri perempuan dewasa awal etnis Jawa dan etnis Flores

Pengujian hipotesis menggunakan satu arah (one-tailed) maka penentuan nilai probabilitas adalah sebagai berikut:

Jika > 0.05 maka Ho diterima Jika < 0.05 maka H0 ditolak

Dari tabel tersebut, terlihat t hitung dengan varians sama besar (equal variance assumed) adalah -0.923 dengan nilai probabilitas sebesar 0.359. Dalam penelitian ini menggunakan hipotesis satu arah (one-tailed) maka 0.359 dibagi 2 sehingga menjadi 0.179. Oleh karena itu, 0.179 > 0.05 maka H0 diterima. Dengan kata lain, tidak ada perbedaan pengungkapan diri perempuan dewasa awal etnis Jawa dan etnis Flores.

3. Pengujian Hipotesis III

H0 : Tidak ada perbedaan pengungkapan diri dewasa awal laki-laki dan perempuan beretnis Jawa dan Flores.

H1: Ada perbedaan pengungkapan diri dewasa awal laki-laki dan perempuan beretnis Jawa dan Flores.

Pengujian hipotesis menggunakan satu arah (one-tailed) maka penentuan nilai probabilitas adalah sebagai berikut:

Jika > 0.05 maka Ho diterima Jika < 0.05 maka H0 ditolak

Dari tabel tersebut, terlihat t hitung dengan varians sama besar (equal variance not assumed) adalah 0.020 dengan nilai probabilitas sebesar 0.490. Dalam penelitian ini menggunakan hipotesis satu arah (one-tailed) maka 0.490 dibagi 2 sehingga menjadi 0.245. Oleh karena itu, 0.245 > 0.05 maka Ho diterima. Dengan kata lain, tidak ada perbedaan pengungkapan diri perempuan dewasa awal etnis Jawa dan etnis Flores.

2. Hasil Analisis Tambahan a. Kategorisasi

Setelah dilakukan uji hipotesis, peneliti kemudian mengkategorisasikan subjek ke dalam tiga kategori rendah, sedang, dan tinggi. Untuk menghasilkan kategorisasi norma tersebut maka dilakukan perhitungan sebagai berikut: skala pengungkapan diri memiliki 27 item. Setiap item memiliki rentang skor terendah 1 dan tertinggi 4. Skor minimum yang mungkin diperoleh subjek adalah 27 (27 x 1) dan skor maksimal yaitu 108 (27 x 4). Oleh karena itu,

rentang skor skala maksimal yaitu 81 (108 – 27), yang kemudian

dibagi dalam enam satuan deviasi standar (σ) sehingga diperoleh 13.5

(81/6). Selanjutnya, mean teoritisnya (µ) adalah 67,79. Maka norma yang dihasilkan adalah sebagai berikut:

x < 53 rendah 53 ≤ x < 81 sedang

81 ≤ x tinggi

Tabel 10 Hasil Kategorisasi

Rentang Kategori Frekuensi Presentase

Jawa Flores Jawa Flores

Hipotesis I x < 53 Rendah 8 3 22% 8% 53 ≤ x < 81 Sedang 24 26 67% 72% 81 ≤ x Tinggi 4 7 11% 20% Hipotesis II x < 53 Rendah 3 0 8% 0% 53 ≤ x < 81 Sedang 30 33 84% 92% 81 ≤ x Tinggi 3 3 8% 8%

Hipotesis III x < 53 Rendah 11 3 15% 4%

53 ≤ x < 81 Sedang 50 63 70% 88%

81 ≤ x Tinggi 11 6 15% 8%

Berdasarkan ketegorisasi yang telah dilakukan pada pengungkapan diri laki-laki dewasa awal etnis Jawa dan etnis Flores maka dapat diketahui bahwa 22% laki-laki dewasa awal etnis Jawa masuk dalam kategori rendah, 67% sedang, dan 11 % tinggi. Sementara 8% laki-laki dewasa awal etnis Flores masuk dalam kategori rendah, 72% sedang, dan 7% tinggi.

Berdasarkan kategorisasi yang telah dilakukan pada pengungkapan diri perempuan dewasa awal etnis Jawa dan etnis Flores maka dapat diketahui bahwa 8% perempuan dewasa awal etnis Jawa masuk dalam kategori rendah, 84% sedang, dan 8% tinggi. Sementara 0% perempuan dewasa awal etnis Flores masuk dalam kategori rendah, 92% perempuan dewasa awal etnis Flores masuk dalam kategori sedang dan 8 % tinggi.

Berdasarkan kategorisasi yang telah dilakukan pada pengungkapan diri laki-laki dan perempuan dewasa awal pada etnis Jawa dan etnis Flores maka dapat diketahui bahwa 15% laki-laki dewasa awal masuk dalam kategori rendah, 70% sedang, dan 15% tinggi. Sementara 4% perempuan dewasa awal masuk dalam kategori rendah, 88% sedang, 8% tinggi.

Dokumen terkait