• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1 Analisis Data Penelitian

Objek penelitian yang digunakan adalah perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI tahun 2016-2018. Penelitian ini menggunakan data sekunder beberapa laporan keuangan perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI. Penelitian ini menggunakan analisis regresi logistik atau juga disebut regresi binary response karena variabel terikat diukur dengan skala nominal dua kategori, seperti bangkrut dan tidak bangkrut. Regresi logistik mengkategorikan variabel menjadi angka 0 dan 1. Dalam penelitian ini perusahaan yang mengalami bankrupt di beri angka 1 dan perusahaan not bangkrupt diberi angka 0. Teknik analisis dalam mengeloah data tidak memerlukan lagi uji normalitas dan uji asumsi klasik pada variabel bebasnya (Ghozali,2017).

5.1.1 Menguji Kelayakan Model Regresi Logistik

Menguji kelayakan model regresi logistic dengan uji Hosmer and Lemeshow Test yang ditampilkan pada tabel 5.01 sebagai berikut :

Tabel 5.01

Hasil Uji Kelayakan Model Hosmer and Lemeshow Test

Model Step Chi-square Df Sig

Altman 1 0.705 7 0.998

Sumber:Data diolah,SPSS versi 25,2019 5.2 Interprestasi Data/Pembahasan

5.2.1 Uji Wald

Uji hipotesis regresi logistik secara individual atau secara parsial menggunakan uji ward. Pengujian ini untuk mengetahui pengaruh masing- masing variabel independen terhadap variabel dependen. 1. Model Altman (Z-score) Revisi

Pengujian hipotesis model Altman (Z-score) Revisi dilakukan dengan cara memasukkan variabel WC/TA, RE/TA, EBIT/TA, dan BE/BVD serta SA/TA adalah sebagai berikut :

Tabel 5.02

Hasil Uji Ward Model Altman (Z-score)

B S.E. Wald df Sig. Exp(B)

95% C.I.for EXP(B) Lower Upper Step 1a WC/TA -1.084 9.192 .014 1 .906 .338 .000 22559060.985 RE/TA -14.787 11.384 1.687 1 .194 .000 .000 1853.454 EBIT/TA -4.889 8.445 .335 1 .023 .008 .000 116160.985 BVE/BVD .281 6.682 .002 1 .966 1.324 .000 645677.407 SA/TA -.316 3.753 .007 1 .933 .729 .000 1142.005 Constant 1.470 4.861 .091 1 .762 4.349

a. Variable(s) entered on step 1: WC/TA, RE/TA, EBIT/TA, BVE/BVD, SA/TA.

Sumber: Data diolah,SPSS versi 25,2019

Berdasarkan tabel 5.02 hasil pengujian secara parsial atau indivudul sebagai berikut:

a. Working Capital to Total Assets (WC/TA)

Berdasarkan tabel 5.02 dapat diketahui bahwa nilai wald sebesar 0,906 (Sig 0,906). Nilai signifikan 0.906 lebih besar dari tingkat signifikan

sebesar 0,05 (5%) maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis ditolak yaitu variabel working capital to total assets tidak berpengaruh terhadap Z-score. Bila perusahaan mengalami kesulitan keuangan, modal kerjakan turun lebih cepat daripada total aktiva yang menyebabkan ratio ini turun.

Berdasarkan penjelasan di atas, rasio working capital / total assets merupakan rasio yang dapat menggambarkan likuiditas perusahaan. Nilai modal kerja yang semakin menurun disbanding total aktiva menyebabkan perusahaan kesulitan untuk melunasi kewajiban jangka pendeknya. Maka, semakin kecil nilai rasio ini dapat memberikan indikasi bahwa perusahaan mengalami kesulitan keuangan yang menyebabkan kebangkrutan perusahaan.

b. Retained Earning to Total Assets(RE/TA)

Berdasarkan tabel 5.02 dapat diketahui bahwa nilai wald sebesar 0,194 (Sig 0,194). Nilai signifikan 0,023 lebih besar dari tingkat signifikan sebesar 0,05 (5%) maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis ditolak yaitu variabel retained earning to total assets tidak berpengaruh terhadap Z-score.Rasio ini menunjukkan kekampuan perusahaan untuk menghasilkan laba ditahan dari total aktiva perusahaan. Laba ditahan adalah modal yang berasal dari hasil operasi perusahaan yang ditahan sebelum dibagikan dalam bentuk dividen maka, laba ditahan menjukkan berapa banyak pendapatan perusahaan yang tidak dibayarkan dalam bentuk deviden kepada para pemegang saham.

Berdasarkan penjelasan diatas, retained earning/total assets

merupakan perbandingan antara laba ditahan dengan total aktiva. Nilai laba ditahan akan menurun jika perusahaan mengalami kerugian. Maka, semakin kecil peranan laba ditahan terhadap total aktiva menunjukkan kemungkinan terjadinya kebangkrutan perusahaan akan semakin tinggi.

c. Earning Before Interest and Tax to Total Assets (EBIT/TA)

Berdasarkan tabel 5.02 dapat diketahui bahwa nilai wald sebesar 0,023 (Sig 0,023). Nilai signifikan 0,023 lebih kecil dari tingkat signifikan sebesar 0,05 (5%) maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima yaitu variabel Earning Before Interest and Tax to Total Assets berpengaruh signifikan terhadap Z-score. EBIT merupakan laba yang diperoleh perusahaan sebelum dikurangin pajak dan bunga. Rasio ini merupakan ukuran produktivitas dari aktiva perusahaan yang sesungguhnya terlepas dari pajak. Berdasarkan penjelasan diatas earning before interest and tax to total asset mengukur apakah asset-sset perusahaan yang digunakan secara rasional untuk menghasilakn laba dari kegiatan operasinya. Jika rasio yang dihasilkan tinggi, maka asset- asset perusahaan telah digunakansecara rasional sehingga dapat menurunkan terjadinya Financial distress. Sebaliknya jika rasio EBIT/TA yang rendah menunjukkan kemungkinan perusahaan akan mengalami Financial distress.

d. Book Value of Equity to Book Value of Debt (BE/BVD)

Berdasarkan tabel 5.02 dapat diketahui bahwa nilai wald sebesar 0,966 (Sig 0,966). Nilai signifikan 0,966 lebih besar dari tingkat signifikan sebesar 0,05 (5%) maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis ditolak yaitu variabel book value of equity to book value of debt. Rasio ini menjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiba- kewajiba dari nilai pasar modal sendiri (saham biasa). Nilai ekuitas (market value of equity) diperoleh dari nilai jumlah lembar saham beredar dikalikan harga saham. Sementara nilai buku hutang diperoleh dengan menjumlahkan hutang jangka panjang dengan hutang jangka pendek. Hubungan rasio nilai buku modal terhadap nilai buku hutang dengan kondisi Financial distress adalah negatif.

Berdasarkan penjelasan diatas, maka rasio market value of equity/book

value of debt merupakan rasio yang mencerminkan kemampuan

perusahaan untuk memenuhi kewajiban dengan modal sendiri. Semakin kecil nilai rasio ini , maka semakin tinggi resiko kebangkrutan yang akan dialami perusahaan.

e. Sales to Total Asset (SA/TA)

Berdasarkan tabel 5.02 dapat diketahui bahwa nilai wald sebesar 0,933 (Sig 0,933). Nilai signifikan 0,933 lebih besar dari tingkat signifikan sebesar 0,05 (5%). Maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis ditolak yaitu variabel sales to total assets. Jika perusahaan perusahaan menggunakan asetnya secara efisien untuk meningkatkan penjualan,

dan sebaliknya, kinerja keuangan dan profitabilitas berfokus pada pendapatan penjualan, hal ini mengukur kemampuan menajemen untuk mengelola asetnya sehingga dapat meningkatkan penjualan, karena semakin rendah kemampuan perusahaan menggunakan asetnya untuk meningkatkan penjualan. Maka semakin tinggi kemungkinan perusahaan untuk mengalami Financial distress.

Berdasarkan hasil uji regresi logistic dari tabel 5.02, maka persamaan regresi yang didapat adalah sebagai berikut :

Z= (-1.084) WC/TA +(-14.787) RE/TA + (-4.889) EBIT/TA + 0.281 BVE/BVD + (-0.316) SA/TA

Dokumen terkait