• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

D. Analisis Data Penelitian

Sebelum melakukan analisis data dengan menggunakan teknik uji Independent Sample T-Test, kita perlu melakukan uji asumsi yang meliputi uji normalitas dan uji homogenitas terlebih dahulu. Uji normalitas dan uji homogenitas ini merupakan syarat untuk melakukan analisis Independent Sample T-Test (Santoso, 2010).

a. Uji Normalitas

Uji normalitas dalam penelitian ini dilakukan untuk membuktikan dan mengetahui apakah sebaran data yang kita miliki mengikuti kurva normal atau tidak. Uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan Kolmogorov-Smirnov dengan bantuan program SPSS versi 16.0, Jika nilai p lebih besar daripada 0,05 maka data yang diperoleh memiliki sebaran yang normal.

Tabel 9

Uji Normalitas Komitmen Karyawan One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Komitmen karyawan

Kolmogorov-Smirnov Z

0,513

Asymp. Sig.

0,955

Berdasarkan tabel 9 tersebut dapat diketahui bahwa sebaran data penelitian tergolong normal karena hasil uji normalitas pada nilai p Komitmen karyawan = 0, 955 atau lebih besar dari 0,05.

Tabel 10

Uji Normalitas Kematangan Pekerjaan One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Kematangan Pekerjaan

Kolmogorov-Smirnov Z

1,355

Asymp. Sig.

0,051

Berdasarkan tabel 10 tersebut dapat diketahui bahwa sebaran data penelitian tergolong normal karena hasil uji normalitas pada nilai p Kematangan pekerjaan = 0,051 atau lebih besar dari 0,05.

Tabel 11

Uji Normalitas Perilaku Tugas Pemimpin One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Perilaku Tugas Pemimpin

Kolmogorov-Smirnov Z

1,155

Berdasarkan tabel 11 tersebut dapat diketahui bahwa sebaran data penelitian tergolong normal karena hasil uji normalitas pada nilai p Perilaku Tugas = 0, 139 atau lebih besar dari 0,05.

Tabel 12

Uji Normalitas Perilaku Hubungan Pemimpin One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Perilaku Hubungan

Pemimpin

Kolmogorov-Smirnov Z

0,801

Asymp. Sig.

0,542

Berdasarkan tabel 12 di atas dapat diketahui bahwa sebaran data penelitian tergolong normal karena hasil uji normalitas pada nilai p Perilaku Hubungan = 0,542 atau lebih besar dari 0,05.

b. Uji Homogenitas

Hasil Uji Homogenitas dengan menggunakan fasilitas dari programSPSS 16,0 For windows dapat dilihat dari output Test of Homogeneityof Variance. Dapat diketahui bahwa signifikansi

sebesar 0,723. Karena signifikansi lebih dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa kedua kelompok kepemimpinan situasional mempunyai varian yang sama atau homogen. Karena nilai signifikansi pada “Levene statistic” sebesar 0,723. Hal ini menandakan bahwa nilai p>0,05 dengan kata lain data kelompok

kepemimpinan situasional memiliki nilai varian yang sama atau homogen (Santoso, 2010).

2. Uji Hipotesis

a. Skor Efektivitas Kepemimpinan Situasional 1) Perilaku Pemimpin

Pada skor gaya kepemimpinan dengan menentukan skor perilaku tugas dan skor perilaku hubungan (S) digunakanlah grafik yang memuat kategori-kategori gaya kepemimpinan yang sesuai yaitu S1 yaitu pemimpin memberitahukan kepada karyawan, menerapkan perilaku tugas yang tinggi dan rendah hubungan antara karyawan dan pimpinan.

S2 yaitu menjajakan, maksudnya adalah pemimpin memberikan arahan kepada karyawan dengan menerapkan jenis perilaku tugas yang tinggi dan juga hubungan yang tinggi.

S3 yaitu pemimpin mengikutsertakan karyawan danmenerapkan perilaku hubungan yang tinggi serta rendahnya tugas.

S4 yaitu pemimpin menerapkan sistem delegating dengan adanya perilaku hubungan dan tugas yang rendah. Kemudian menentukan titik tengah untuk grafik perilaku tugas dan perilaku hubungan (22,5). Setelah itu

menghitung masing-masing skor total dari perilkau tugas dan perilaku hubungan, sehingga nantinya akan terlihat titik temu dimana kesesuaian letak antara perilaku tugas dan perilaku hubungan (S) pada kategori (S1), (S2), (S3) atau (S4). Ternyata berdasarkan hasil keseluruhan banyak subjek yang posisinya terletak di area (S2) yang artinya pemimpin memberikan arahan kepada karyawan dengan menerapkan jenis perilaku tugas yang tinggi dan juga hubungan yang tinggi.

Tabel 13

Skor Perilaku Pemimpin No. Jenis-Jenis Perilaku pemimpin Jumlah Subjek Prosentase 1, S1 4 4,54 % 2. S2 76 86,36 % 3. S3 5 5,68 % 4. S4 3 3,40 % 2) Kematangan Karyawan

Menentukan skor kematangan karyawan dengan cara membuat peringkat kategori pada skala kematangan pekerjaan dan psikologis (R) dengan membuat range kategori (6-48) dalam tabel yang dibagi menjadi 4 kolom dan dibuat kategori tinggi, sedang dan rendah. Untuk kategori tinggi R4 memiliki skor (42-48) yaitu karyawan mampu atau kompeten dan mau atau yakin, kategori

karyawan mampu tetapi tidak mau atau tidak yakin dan kategori sedang namun cenderung rendah R2 memiliki skor (18-24) karyawan tidak mampu tetapi mau atau yakin, kategori rendah R1 memiliki skor (6-12) karyawan tidak mampu dan tidak mau atau tidak yakin. Kemudian respon dari masing-masing subjek di skor total dan dilihat atau disesuaikan respon subjek ada di kategori R1, R2, R3 atau R4. Ternyata berdasarkan dari hasil keseluruhan grafik, kebanyakan subjek berada di tingkat kematangan yang tinggi yaitu R4 memiliki skor rata-rata (42-48) yaitu karyawan mampu atau kompeten dan mau atau yakin.

Tabel 14

Skor Kematangan Karyawan

No. Jenis kematangan karyawan Skor Jumlah Subjek Prosentase 1, R1 6-12 0 0 % 2. R2 18-24 29 32,95 % 3. R3 30-36 28 31,81 % 4. R4 42-48 31 35,22 %

3) Efektivitas Kepemimpinan Situasional

Efektivitas kepemimpinan situasional dalam penelitian ini diperoleh dengan berdasar pada hasil skoring Perilaku Kepemimpinan yang terdiri dari Perilaku Tugas dan Perilaku Hubungan yang disesuaikan dengan hasil skoring dari Kematangan Pekerjaan dan Psikologis. Hal

ini disebut dengan kesesuaian. Jika skor kematangan sesuai dengan kuadran perilaku tugas dan perilaku hubungan, maka skor kepemimpinan situasioanl adalah 1, Sebaliknya apabila skor kematangan tidak sesuai dengan kuadran perilaku tugas dan perilaku hubungan, maka skor kepemimpinan situasional 0,

Gambar 2

Grafik Kesesuaian Perilaku Tugas dan Perilaku Hubungan Berdasarkan Kesesuaian

Gambar di atas menunjukkan bahwa banyaknya skor perilaku tugas dan hubungan lebih banyak berada di posisi S2 yang tidak sebanding dengan tingkat kematangan pekerjaan dan psikologis pada karyawan di penelitian ini, yang lebih banyak terdapat di R4. 0 5 10 15 20 25 30 35 40 0 5 10 15 20 25 30 35 40 Series1

Tabel 15

Kesesuaian Gaya Kepemimpinan dengan Level Kematangan (Hersey dan Blanchard, 1986)

LEVEL KEMATANGAN GAYA KEPEMIMPINAN YANG SESUAI (R1)

Rendah

Tidak mampu dan tidak mau atau tidak yakin

(S1) Memberitahukan Perilaku tinggi tugas dan

rendah Hubungan (R2)

Rendah ke sedang Tidak mampu tetapi mau

atau Yakin

(S2) Menjajakan Perilaku tinggi tugas dan

tinggi Hubungan (R3)

Sedang ke tinggi Mampu tetapi tidak mau atau

tidak yakin

(S3) Mengikutsertakan Perilaku tinggi hubungan dan

rendah tugas (R4) Tinggi Mampu/Kompeten dan mau/yakin (S4) Mendelegasikan Perilaku rendah hubungan dan

rendah tugas

Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa sebagian besar subjek tidak memiliki kesesuaian antara kematangan pekerjaan dengan kuadaran pada skala perilaku tugas dan hubungan, yaitu sebanyak 48 orang. Sedangkan sisanya sebanyak 40 orang memiliki kesesuaian antara kematangan pekerjaan dengan kuadaran pada skala perilaku tugas dan perilaku hubungan.

b. Uji Independent Sample T-Test

Analisis data untuk uji beda antara variabel Komitmen dan Kepemimpinan Situasional menggunakan Uji Independent Sample T-Test dari program SPSS 16,0 for windows. Dari hasil

analisis diperoleh besarnya Skor Kepemimpinan Situasional merupakan kesesuaian penggolongan skor Kematangan Pekerjaan dan Psikologi (R) serta Perilaku Tugas dan Hubungan (S). Syarat untuk dilakukan uji Independent Sample T-Test adalah apabila populasi data sama atau tidak dan sebaran data berdistribusi normal. Dalam hal ini hasil uji Normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov Z dan hasilnya berdistribusi normal. Selanjutnya hasil uji Homogenitasnya berdasarkan varian yang sama dengan kata lain Homogen. Sehingga syarat untuk dilakukan uji Independent Sample T-Test dapat dilaksanakan (Santoso, 2010).

Tabel 16

Group Statistics Independent Sample T-Test

VAR00

002 N Mean Std. Deviation Std. Error Mean

VAR00001 1 40 129.10 17.553 2.775

Tabel 17 Uji Beda Independent Samples Test

Levene's Test for Equality of

Variances t-test for Equality of Means

F Sig. t Df Sig. (2-tailed) Mean Differenc e Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper VAR0000 1 Equal variances assumed .126 .723 -.719 86 .474 -2.733 3.800 -10,287 4.820 Equal variances not assumed -.721 83.73 0 .473 -2.733 3.793 -10,276 4.809

Berdasarkan hasil uji Homogenitas terlihat hasil output menunjukkan bahwa varian dari dua kelompok homogen. Selanjutnya untuk menguji kembali, digunakan uji analisis Independent Sample T-Test dengan menggunakan nilai yang

Equal variances assumed (Santoso, 2010). Hasil analisis Uji

Independent Sample T-Test antara kepemimpinan situasional

dengan komitmen karyawan menunjukkan nilai signifikansinya p=0,474 > 0,05. Kesimpulannya nilai signifikansi > 0,05 (0,474>0,05) maka H0 diterima. Dengan kata lain tidak terdapat perbedaaan yang signifikan antara komitmen karyawan berdasarkan Gaya Kepemimpinan Situasional yang efektif dengan Komitmen karyawan berdasarkan Gaya Kepemimpinan Situasional yang tidak efektif.

Dokumen terkait