• Tidak ada hasil yang ditemukan

3.3. Tahapan dan Metode Penelitian

3.3.3. Analisis Data

3.3.3.1. Analisis Perkembangan Keberadaan, Karakter Fisik dan Fungsi

Analisis dilakukan berdasarkan periodisasi sejarah Kota Tua Jakarta yang dimulai dari masa pemerintahan Jayakarta (sebelum tahun 1619), masa kekuasaan VOC (1619-1808), pemerintahan perpindahan Batavia (1808-1905), masa dibangun kembali (1905-1942), masa pasca Kemerdekaan dan dimulainya revitalisasi Kota Tua Jakarta (1945-1972) hingga saat ini. Analisis ini dilakukan dengan menelusuri perkembangan dan mengidentifikasi keberadaan dan karakter fisik dan fungsi ruang terbuka publik melalui peta-peta lama dan pustaka sesuai periode-periode tersebut.

3.3.3.2. Identifikasi dan Analisis Keberadaan, Karakter Fisik dan Fungsi

Identifikasi dilakukan untuk mengamati dan menentukan ruang terbuka publik peninggalan masa lalu yang masih ada sampai saat ini dan mendefinisikan sebagai ruang terbuka publik bersejarah. Analisis dilakukan untuk melihat tipe dan karakter, kondisi fisik serta fungsi atau pemanfaatannya oleh masyarakat.

3.3.3.3. Analisis Nilai Integritas Ruang Terbuka Publik

Penilaian integritas ruang terbuka publik yang ada dilakukan berdasarkan nilai kualitas dan signifikansi ruang terbuka publik bersejarah. Kriteria yang digunakan untuk menilai integritas ruang terbuka publik terdiri dari nilai sejarah

(historical value), nilai estetika (aesthetical value) dan nilai fungsi (functional value) dengan variabel, indikator dan parameter yang dapat dilihat pada Tabel 2, Tabel 3, dan Tabel 4.

Tabel 2. Variabel, Indikator dan Parameter berdasarkan Historical Value

Sumber : Burra Charter (1981), Attoe (1988), Helly dan Budiarti (2005)

Tabel 3. Variabel, Indikator dan Parameter berdasarkan Aesthetic Value

Sumber : Jacobs (1993), Helly dan Budiarti (2005)

Tabel 4. Variabel, Indikator dan Parameter berdasarkan FunctionalValue

Sumber : Carmona et al. (2003)

No Variabel Indikator Nilai

Tinggi N Sedang N Rendah N

1. Nilai Kronologis Usia kawasan Lebih dari 100 tahun

3 50 - 100 tahun 2 < 50 tahun 1 2. Historical facts Jumlah fakta sejarah Banyak (> 5) 3 Sedang (2 -5) 2 Sedikit (hanya 1) 1 3. Keunikan/

kelangkaan

Jumlah obyek yang sama di kota Jakarta

Tidak ada sama sekali 3 1 – 10 obyek yang sama 2 Lebih dari 10 yang sama 1 4. Even sejarah Tingkat even bersejarah

yang pernah terjadi

Skala Internasional

3 Skala Nasional 2 Skala Lokal 1

5. Keutuhan Tingkat keutuhan Tinggi (80 – 100 %) 3 Sedang (50 -79 %) 2 Rendah (10 – 49 %) 1 Nilai sejarah tinggi jika total nilai = 13 -15

Nilai sejarah sedang jika total nilai = 9-12 Nilai sejarah rendah jika total nilai = 5- 8

No Variabel Indikator Nilai

Tinggi N Sedang N Rendah N

1. Representasi dari gaya/ism tertentu (kontektual dan homogenitas Representasi dengan citra kawasan (bahari/kolonial/ pecinan) Sangat representatif 3 Cukup representatif 2 Kurang representatif 1

2. Proporsi Proporsi W-H (width-heigth) W/H>1,5 (Sangat proporsional) 3 W/H=1-1,5 (Cukup proporsional) 2 (Kurang proporsional) 1

3. Ritme Continuity of street wall Kontinyu 3 Ada yang terputus

2 Terputus-putus 1 4. Skala Ukuran skala dengan

manusia

Monumental 3 Skala manusia Skala intim 1 Nilai estetika tinggi jika total nilai = 10-12

Nilai estetika sedang jika total nilai = 7-9 Nilai estetika rendah jika total nilai = 4-6

No Variabel Indikator Nilai

Tinggi N Sedang N Rendah N

1. Kenyamanan Pemisahan antara pejalan kaki dengan kendaraan

Ada pemisahan, jelas

3 Ada pemisahan, tidak jelas 2 Tidak terdapat pemisahan 1 2. Aksesbilitas Sistem tautan/linkage Kota Tua Terkait langsung sistem linkage

3 Terkait tidak langsung sistem linkage 2 Tidak terkait sistem linkage 1 3. Kegunaan ekonomi Jumlah tempat komersial pada muka bangunan (frontstore)

Terdapat > 50 % 3 Terdapat 50 – 10 % 2 Terdapat < 10 % 1

4. Kegunaan sosial

aktifitas Terdapat > 3 aktifitas

Terdapat 2-3 aktivitas Terdapat hanya 1 aktivitas

1 Nilai fungsi tinggi jika total nilai = 10-12

Nilai fungsi sedang jka total nilai = 7-9 Nilai fungsi rendah jka total nilai = 4-6

Penilaian dilakukan berdasarkan expert judgement yang dilakukan oleh pihak dari Dinas Museum dan Kebudayaan dan Pusat Studi Urban Desain (PSUD). Metode skoring digunakan untuk menetukan nilai dari masing-masing kriteria dan nilai total dari ketiga kriteria yang menghasilkan nilai integritas ruang.

Kriteria nilai sejarah dikategorikan tinggi jika total nilai = 13 -15, nilai sejarah sedang jika total nilai = 9-12 dan nilai sejarah rendah jika total nilai = 5-8. Kriteria nilai estetika dikategorikan tinggi jika total nilai = 10-12, nilai estetika sedang jika total nilai = 7-9 , dan nilai estetika rendah jika total nilai = 4-6. Berdasarkan kriteria nilai fungsi dikategorikan tinggi jika total nilai = 10 -12, nilai fungsi sedang jika total nilai = 7-9 dan nilai fungsi rendah jika total nilai = 4-6. Sedangkan nilai integritas ruang terbuka publik didapat dari perhitungan :

Keterangan : I = Nilai Integritas

H = Nilai Sejarah (Historical Value) A = Nilai Estetika (Aesthetic Value) F = Nilai Fungsi (Functional Value)

Hasilnya diklasifikasikan menjadi 3 tingkatan yaitu ruang integritas tinggi jika jumlah skor total = 31 – 39, ruang integritas sedang tinggi jika jumlah skor total = 22 – 30 dan ruang integritas rendah tinggi jika jumlah skor total =13 – 21.

3.3.3.4. Analisis Kebijakan Pemerintah dan Pengelolaan Kota Tua Jakarta

Analisis ini bertujuan untuk menganalisis produk-produk hukum yang berkenaan dengan upaya pelestarian dan pemanfaatan kawasan bersejarah Kota Tua dan khususnya ruang terbuka publik yang telah dikeluarkan oleh pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Secara deskriptif beberapa produk hukum yang berkaitan dengan pelestarian dan pemanfaatan ruang terbuka publik dianalisis untuk mengetahui sejauh mana dukungan pemerintah. Selain itu

dikaji pihak-pihak terkait yang terlibat dalam pengelolaan revitalisasi Kota Tua pada umumnya dan ruang terbuka publik khususnya, sehingga dapat dilihat efektifitas pelaksanaan dari produk hukum yang ada.

3.3.3.5. Analisis Preferensi Masyarakat

Analisis ini dilakukan untuk mengetahui kebutuhan yang dianggap penting bagi masyarakat dalam pemanfaatan ruang terbuka publik sebagai ruang bersejarah. Responden terdiri dari masyarakat di 4 zona, yaitu Zona Sunda Kelapa, Zona Fatahillah, Zona Pecinan dan Zona Pekojan. Pengambilan responden dilakukan dengan teknik purpossive sampling pada pengunjung dan pemilik/penghuni bangunan. Responden pada Zona Sunda Kelapa terdiri dari pedagang pasar ikan (n=15) dan pengunjung kawasan (n=15). Pada Zona Fatahillah responden terdiri dari pemilik bangunan cagar budaya (n=15) dan pengunjung Taman Fatahillah (n=15). Sedangkan pada Zona Pecinan, responden masyarakat terdiri dari pemilik toko (n=15) dan pengunjung (n=15). Pada Zona Pekojan responden terdiri dari penghuni bangunan (n=15) dan pengunjung (n=15), sebagaimana pada Tabel 5.

Tabel 5. Jumlah Responden

Responden masyarakat pada tiap zona masing-masing menjawab pertanyaan dalam bentuk kuesioner sebagai variabel operasional yang diturunkan dari variabel-variabel pemanfaatan ruang terbuka publik. Variabel, sub variabel dan operasional variabel tersebut dimodifikasi dari Carmona et al. (2003) sebagaimana Tabel 6.

Zona Pemilik bangunan/masyarakat

setempat

Pengunjung Total Responden per zona

Zona Sunda Kelapa 15 orang 15 orang 30 orang

Zona Fatahillah 15 orang 15 orang 30 orang

Zona Pecinan 15 orang 15 orang 30 orang

Tabel 6. Variabel, Sub Variabel dan Operasional Variabel

Pertanyaan pada kuesioner merupakan pertanyaan tertutup dengan pilihan jawaban yang dikuantitatifkan dan diukur menggunakan skala likert lima poin mulai dari 5 = sangat penting, 4 = penting, 3 = cukup penting, 2 kurang penting, dan 1 = tidak penting. Jawaban responden kemudian diuji dan dianalisis.

Tahap dalam analisis ini meliputi : 1) Uji validitas dan reabilitas, 2) Analisis Lanjut. Sebelum melakukan analisis lebih lanjut dilakukan terlebih dahulu uji validitas untuk melihat tingkat validitas variabel pertanyaan dalam kuesioner, seberapa besar tiap variabel dibandingkan dengan R Tabel yang akan dilakukan dengan bantuan program SPSS 13.0 for Windows. Dengan menggunakan analisis skala dari masing-masing item dalam variabel, kemudian melihat berapa nilai Corrected Item – Total Correlation, setelah itu dibandingkan dengan R Tabel. Kriteria uji validitas secara singkat adalah 0,3. Jika korelasi lebih dari 0,3, maka pertanyaan dikategorikan valid. Sedangkan metode yang digunakan pada uji realibilitas adalah metode Cronbach’s Alpha. Perhitungan Cronbach’s

Variabel Sub Variabel Operasional Variabel

Kenyamana n dan Image

Image

1. Mempertahankan karakter fisik bersejarah 2. Ketersediaan jalur pedestrian

Keamanan dan kenyamanan

3. Ketersediaan pelengkap jalan (street furniture) seperti: tempat duduk, tempat sampah, lampu penerangan dll. 4. Vegetasi dan pohon pelindung

Akses dan Linkage

Akses 5. Ketersediaan shuttle bus dan pembenahan angkutan kota Linkage 6. Ketersediaan jalur pedestrian yang menghubungkan

antar kawasan (pedestrian linkage) Transit

7. Ketersediaan halte sebagai tempat transit 8. Ketersediaan tempat parkir

Kegunaan Ekonomi

Street market 9. Penataan dan pengkoordinasian PKL

Investor 10.Keterlibatan investor dari mayarakat setempat 11.Kebebasan investor dalam pemilihan jenis usaha Pemanfaatan 12.Pemanfaatan ruang terbuka untuk fungsi komersial

Kebutuhan Sosial

Event 13.Penambahan jenis dan frekuensi aktivitas Evening Use 14.Penambahan waktu aktivitas (hingga malam hari)

Fasilitas 15.Menyediakan fasilitas bagi semua umur 16.Fasilitas pendukung integrasi sosial

Alpha dilakukan dengan menghitung rata-rata interkorelasi di antara butir-butir pernyataan dalam kuesioner. Varibel dinyatakan realibel jika nilai alphanya lebih dari 0,6. Rumus Cronbach’s Alpha adalah sebagai berikut:

rtt = 1

dimana:

rtt : Koefisien Alpha Vx : Variansi butir

Vt : Variansi Total (faktor) M : Jumlah Butir

Jawaban responden kemudian dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif Chi-square dengan bantuan alat statistik SPSS (Statistical Package for Social Science) versi 13.00.

3.3.3.6. Sintesis untuk Menentukan Konsep dan Arahan Pelestarian

Tahap ini merupakan sintesis yang mengintegrasikan hasil analisis pada tahap sebelumnya untuk menghasilkan konsep pelestarian dan pemanfaatan ruang terbuka publik bersejarah dalam rangka revitalisasi Kota Tua Jakarta. Berdasarkan konsep tersebut, diusulkan arahan-arahan atau program pelestarian ruang terbuka publik yang lebih bersifat teknis dan diharapkan dapat menjadi masukan dalam tindakan pengelolaan kawasan Kota tua Jakarta, khususnya menyangkut ruang terbuka publik bersejarah.

M M - 1

Vx Vt

Batasan Definisi dan Lokasi Penelitian

Aspek legal dan tindakan pengelolaan yang mendukung serta

kendala Nilai Integritas Ruang Terbuka

Publik Bersejarah Saat Ini

Konsep dan Arahan Pelestarian Ruang Terbuka Publik Bersejarah dalam Rangka Revitalisasi Kota Tua Jakarta

Ruang Terbuka Publik Saat Ini Kondisi fisik Karakter dan Fungsi Sirkulasi, aksesbilitas

dan fasilitas Aktifitas masyarakat Penelusuran Keberadaan Ruang Terbuka Publik

berdasarkan periode sejarah Masa Kekuasaan Jayakarta (sebelum 1619) Masa Kekuasaan VOC (1619-1808) Masa Perpindahan Pusat Kota (1808-1905) Masa Dibangun Kembali (1905-1942) Masa Pasca Kemerdekaan (1945-sekarang)

Prasurvei

Pengumpulan Data

Keberadaan, karakter fisik dan Fungsi Ruang Terbuka Publik

Analisis

Kebijakan dan pengelolaan

Persepsi tingkat kepentingan terhadap pemanfaatan ruang terbuka

publik bagi masyarakat

Keberadaan, karakter fisik dan Fungsi Ruang Terbuka Publik

Bersejarah Tingkat kepentingan masyarakat terhadap pemanfaatan ruang terbuka publik Sintesis

Gambar 11. Tahapan Penelitian