• Tidak ada hasil yang ditemukan

E. Teknik Analisis Data

3. Analisis Data Variabel Motivasi Belajar Intrinsik

Analisis data dalam penelitian kuantitatif merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul.

a. Analisis Statistik Kuantitatif 1) Perhitungan Presentase

Perhitungan presentase dimaksudkan untuk melihat perbandingan besar kecilnya frekuensi dari setiap jawaban.

Presentase diperoleh dengan membandingakn jumlah frekuensi jawaban dengan banyaknya sampel/responden kemudian dikali dengan angka 100.

Keterangan : p = Presentase

f = Data yangdidapatkan n = Jumlah seluruh data 100% = Bilangan konstan

Hasil dari perhitungan tersebut kemudian di bandingkan dengan kriteria yang telah ditetapkan,sebagai berikut :

Tabel 3.6 Perhitungan Persentase

2) Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data tersebut berdistribusi normal atau tidak. Normalitas suatu data dianggap penting karena dengan data yang berdistribusi normal, maka data tersebut dapat dianggap dapat mewakili suatu populasi. Dalam SPSS. Didalam penelitian ini peneliti menggunakan uji normalitas Liliefors dengan ketentuan sebagai berikut :

Jika nilai Sig (Signifikan) > 0,05 maka data berdistribusi normal.

Jika nilai Sig (Signifikan) < 0,05 maka data berdistribusi tidak normal.

Persentase Tingkatan Proporsi Frekuensi 80 – 100 Sangat

tinggi

Seluruhnya Selalu 60 – 88 Tinggi Sebagian

besar

Sering

41 – 59 Sedang Sebagian Kadangkadang

12 – 40 Rendah Sebagian kecil

Sedang < 12 Sangat

rendah

Amat kecil Tidak pernah

3) Uji Hipotesis

Berikut rumus uji hipotesis korelasi Pearson Product Moment.

r

xy =

Keterangan : rxy = koefisien korelasi Product Moment N = jumlah individu dalam sampel

X = angka mentah untuk variabel X (jumlah jawaban item)

Y = angka mentah untuk variabel Y (jumlah item keseluruhan

Berikut ini tabel untuk melihat interpretasi koefisien korelasi :

Tabel 3.7 Korelasi Product Moment

Angka Keterangan

0,00 – 0,20 Korelasi kecil: hubungan hampir dapat diabaikan 0,21 – 0,40 Korelasi rendah: hubungan

jelas tetapi kecil

0,41 – 0,70 Korelasi sedang: hubungan memadai

0,71 – 0,90 Korelasi tinggi: hubungan besar 0,91 – 1,00 Korelasi sangat tinggi:

hubungan sangat erat

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data

Deskripsi data adalah gambaran dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan oleh peneliti. Data yang diperoleh dari hasil penelitian yang dilakukan dengan cara menyebarkan angket (kuisioner) kepada jumlah sampel yang ditetapkan pada siswa SMAN 6 Kota Jambi. Jumlah item pernyataan pada variabel X (Kepercayaan Diri) berjumlah 18 item.

Sedangkan pada variabel Y (Motivasi Belajar Intrinsik) berjumlah 22 item.

Penetapan opsi jawaban menggunakan skala likert.

Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan korelasi untuk melihat hubungan antara 2 variabel yang diteliti.

Penarikan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Setelah dilakukan penyebaran kuisioner maka diperoleh hasil skor keseluruhan jawaban dari masing- masing yang disajikan dalam tabel di bawah ini.

1. Deskripsi Data Variabel Kepercayaan Diri (X)

Tabel 4. 1 Deskripsi Data Variabel X

Responden X Responden X Responden X

R1 44 R34 49 R67 52

R2 52 R35 56 R68 51

R3 59 R36 60 R69 40

R4 55 R37 57 R70 64

R5 45 R38 44 R71 46

R6 53 R39 40 R72 44

R7 40 R40 39 R73 49

R8 41 R41 54 R74 25

R9 53 R42 54 R75 47

R10 50 R43 47 R76 42

R11 70 R44 50 R77 53

R12 55 R45 64 R78 46

R13 52 R46 34 R79 44

R14 49 R47 65 R80 53

R15 37 R48 53 R81 52

R16 52 R49 49 R82 43

R17 54 R50 49 R83 54

R18 57 R51 51 R84 54

R19 56 R52 55 R85 32

R20 54 R53 56 R86 44

R21 58 R54 68 R87 65

R22 56 R55 46 R88 48

R23 54 R56 60 R89 52

R24 49 R57 53 R90 53

R25 46 R58 43

R26 59 R59 52

R27 37 R60 56

R28 47 R61 60

R29 47 R62 41

R30 52 R63 54

R31 47 R64 54

R32 39 R65 50

R33 56 R66 49

RATA-RATA 50,4444

JUMLAH 4540

MAX 70

MIN 25

Data angket kepercayaan diri siswa dapat dideskripsikan dengan bantuan program SPSS for Windows Ver. 20.0. Hasil pengukuran deskriptif variabel disajikan dalam bentuk tabel 4.1 di bawah ini yang merangkum gambaran data kepercayaan diri yang telah diklasifikasikan berdasarkan kategori Selalu (SL), Sering (SR), Kadang-kadang (KD), Jarang (JR) dan Tidak pernah (TP). Tabel 4.1 menunjukkan bahwa variabel kepercayaan diri dengan jumlah data sebanyak 90 mempunyai skor maksimal 70 sedangkan skor minimal 25. Jumlah rata-rata sebesar 50,4. Untuk menentukan tinggi rendahnya variabel kepercayaan diri digunakan 5 kategori yakni Selalu (SL), Sering (SR), Kadang-kadang (KD), Jarang (JR) dan Tidak pernah (TP). Untuk mendeskripsikan data pada penelitian ini, akan dijabarkan meggunakan rumus formula C.

p= ∑fb

∑n (i)(bi)x 100

p= 4538

90 (18)(4)x 100

p=4538 6480x 100

= 70,03% dibulatkan menjadi 70%

Untuk mengetahui sebaran skor siswa pada tiap- tiap indicator, maka disajikan dalam tabel dibawah ini. :

Tabel 4.2 Distribusi Hasil Per Indikator

No Indikator

Skor Ideal Max Mi

n Mean % Ket

1

Yakin Pada Kemampuan Diri (6)

24 24 7 1475 16,38 68,25 Tinggi

2 Optimis (5) 20 20 4 1220 14 70 Tinggi

3 Obyektif (4) 16 16 8 1155 13 81,25 Tinggi

4 Bertanggung

Jawab (1) 4 4 0 197 2,18 55 Sedang

5 Rasional (2) 8 8 2 493 5,47 68,37 Tinggi

Keseluruhan 72 72 21 4540 50,41 70 Tinggi

Berdasarkan tabel diatas, secara keseluruhan dapat diketahui bahwa tingkatan kepercayaan diri siswa SMAN 6 Kota Jambi berada pada kategori tinggi degan persentase 70%. Terlihat bahwa skor terendah berada pada indikator bertanggung jawab dengan persentase 55%. Sedangkan skor tertinggi berada pada indikator obyetif dengan persentase 81,25%. Untuk indikator optimis sebesar 70%. Indikator yakin pada kemampuan diri sebesar 68,25% dan indikator rasional sebesar 68,37%.

2. Analisis Uji Normalitas Data Kepercayaan Diri

Uji kenormalan digunakan untuk mengetahui data berdistribusi dengan normal atau tidak. Uji normalitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji One Sample Kolmogorov-Smirnov Test. Apabila signifikasi p < 0,05 atau 5% maka data-data tidak berdistribusi normal.

Sebaliknya apabila signifikasi p > 0,05 atau 5% maka data berdistribusi dengan normal. Hasil dari uji normalitas variabel kepercayaan diri disajikan dalam tabel dibwah ini:

Dari tabel diatas, terlihat bahwa mean = 50,44, standar deviasi = 7,81 serta tingkat signifikan asyimtorik dua sisi dengan taraf kepercayaan 5% adalah 0,317. Jika dirumuskan hipotesis H1 adalah distribusi normal, dan H0 adalah distribusi tidak normal. Maka H1 diterima apabila p > 0,05 dan H1 ditolak apabila p < 0,05. Pada tabel diatas, terlihat p = 0,317. Berdasarkan perhitungan dengan peluang kesalahan 5% maka p = 0,317 > 0,05. Jadi H1 diterima artinya variabel kepercayaan diri berdistribusi dengan normal.

Tabel 4.3 Uji Normalitas Variabel X

3. Deskripsi Data Variabel Kepercayaan Diri

Tabel 4. 4 Deskripsi Data Variabel Y

Responden Y Responden Y Responden Y

R1 49 R34 51 R67 53

R2 61 R35 52 R68 62

R3 57 R36 77 R69 47

R4 47 R37 70 R70 64

R5 52 R38 50 R71 54

R6 40 R39 39 R72 58

R7 41 R40 40 R73 69

R8 42 R41 55 R74 39

R9 67 R42 53 R75 67

R10 56 R43 43 R76 55

R11 83 R44 60 R77 55

R12 52 R45 68 R78 46

R13 50 R46 56 R79 48

R14 58 R47 69 R80 55

R15 39 R48 61 R81 42

R16 58 R49 61 R82 69

R17 58 R50 65 R83 51

R18 60 R51 46 R84 51

R19 64 R52 64 R85 55

R20 53 R53 52 R86 45

R21 66 R54 60 R87 55

R22 68 R55 58 R88 55

R23 44 R56 62 R89 55

R24 48 R57 45 R90 42

R25 51 R58 48

R26 47 R59 65

R27 54 R60 70

R28 55 R61 59

R29 46 R62 51

R30 50 R63 59

R31 46 R64 53

R32 57 R65 51

R33 49 R66 40

RATA-RATA 54,589

JUMLAH 4913

MAX 83

MIN 39

Data angket motivasi belajar intrinsik siswa dapat dideskripsikan dengan bantuan program SPSS for Windows Ver. 20.0. Hasil pengukuran deskriptif variabel disajikan dalam bentuk tabel 4. di bawah ini yang merangkum gambaran data kepercayaan diri yang telah diklasifikasikan berdasarkan kategori Selalu (SL), Sering (SR), Kadang-kadang (KD), Jarang (JR) dan Tidak pernah (TP). Tabel 4.

menunjukkan bahwa variabel motivasi belajar intrinsik dengan jumlah data sebanyak 90 mempunyai skor maksimal 83 sedangkan skor minimal 39. Jumlah rata-rata sebesar 54,58. Untuk menentukan tinggi rendahnya variabel kepercayaan diri digunakan 5 kategori yakni Selalu (SL), Sering (SR), Kadang-kadang (KD), Jarang (JR) dan Tidak pernah (TP). Untuk mendeskripsikan data pada penelitian ini, secara kelompok akan dijabarkan meggunakan rumus formula C.

p = ∑fb

∑n (i)(bi)x 100 p = 4972

90 (22)(4)x 100 p =4972

7920x 100

= 62,77% dibulatkan menjadi 63%

Untuk mengetahui sebaran skor siswa pada tiap- tiap indikator, maka disajikan dalam tabel dibawah ini.

Tabel 4.5 Distribusi Persentase Motivasi Belajar Intrinstik Per Indikator

No Indikator Skor

Ideal Max Min Mean % Ket

1 Tekun (9) 36 36 12 2032 23 63,8 Tinggi

2 Ulet (5) 20 20 3 994 11,04 55,2 Sedang

3 Minat (3) 12 12 3 713 8 66,6 Tinggi

4

Teguh pendirian (5)

20 20 7 1174 13,04 65,2 Tinggi

Keseluruhan 88 88 25 4913 54,57 63 Tinggi

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa tingkat Motivasi belajar intrisik siswa SMAN 6 Kota Jambi berada pada kategori tinggi dengan persentase 63%. Indikator yang paling tinggi yaitu minat sebesar 66,6 %. Indikator dengan persentasi terendah yaitu ulet sebesar 55,2%.

Indikator tekun sebesar 63,8% dan teguh pendirian sebesar 65,2%.

4. Analisis Normalitas Data Motivasi Belajar Intrinsik

Uji kenormalan digunakan untuk mengetahui data berdistribusi dengan normal atau tidak. Uji normalitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji One Sample Kolmogorov-Smirnov Test. Apabila signifikasi p < 0,05 atau 5% maka data-data tidak berdistribusi normal.

Sebaliknya apabila signifikasi p > 0,05 atau 5% maka data berdistribusi

dengan normal. Hasil dari uji normalitas variabel kepercayaan diri disajikan dalam tabel dibwah ini

Tabel 4. 6 Uji Normalitas Variabel Y

Dari tabel diatas, terlihat bahwa mean = 54,59, standar deviasi = 9,13 serta tingkat signifikan asyimtorik dua sisi dengan taraf kepercayaan 5% adalah 0,778. Jika dirumuskan hipotesis H1 adalah distribusi normal, dan H0 adalah distribusi tidak normal. Maka H1 diterima apabila p > 0,05 dan H1 ditolak apabila p < 0,05. Pada tabel diatas, terlihat p = 0,580. Berdasarkan perhitungan dengan peluang kesalahan 5% maka p = 0,580 > 0,05. Jadi H1 diterima artinya variabel motivasi belajar intrinsik berdistribusi dengan normal.

5. Analisis Korelasi Variabel Penelitian

Setelah diuji normalitas datanya, data tersebut diuji korelasinya menggunakan korelasi product moment dari pearson dengan SPSS Versi

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Motivasi Belajar Intrinsik

N 90

Normal Parametersa,b Mean 54,59

Std. Deviation 9,131

Most Extreme Differences

Absolute ,082

Positive ,082

Negative -,044

Kolmogorov-Smirnov Z ,778

Asymp. Sig. (2-tailed) ,580

a. Test distribution is Normal.

20. Dibawah ini adalah hasil uji korelasi menggunakan analisis product moment. Kriteria taraf signifikasi yang digunakan sebagai dasar untuk

mengetahui korelasi tersebut yaitu ;

a. p > 0,01 berarti ada korelasi yang sangat signifikan.

b. 0,01 ≤ p < 0,05 berarti ada korelasi yang cukup signifikan.

c. p > 0,05 berarti tidak signifikan.

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa antara kepercayaan diri dengan motivasi belajar intrinsik terdapat koefisien korelasi (r) sebesar 0,499 dengan signifikansi 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa ada korelasi positif antara kepercayaan diri dengan motivasi belajar intrinsik dengan tingkat hubungan sedang, dan korelasi tersebut signifikan karena nilai sig 0,000 <

0,05.

6. Uji Hipotesis

Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

Tabel 4. 7 Korelasi Variabel X dan Y

1. H1 : Ada hubungan yang signifikan antara kepercayaan diri dengan motivasi belajar intrinsik siswa SMA Negeri 6 Kota Jambi.

2. Ho : Tidak ada hubungan yang signifikan antara kepercayaan diri dengan motivasi belajar intrinsik siswa SMA Negeri 6 Kota Jambi.

Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan signifikan antara kepercayaan diri dengan motivasi belajar intrinsik siswa, maka dilakukan analisis korelasi menggunakan formula product moment dari pearson dengan formula panjang.

𝑁 Ʃ𝑋𝑌−(Ʃ𝑋).(Ʃ𝑌)

r

xy =

√[𝑁Ʃ𝑋2][𝑁Ʃ𝑌2−(Ʃ𝑌)2 (90 x 251004) – (4540)(4913) rxy =

√90(234456) – (4540)2 (90 x 275615) – (4913)2

285340

r

xy =

√489400667781

rxy = 0,499

Berdasarkan hasil uji korelasi product moment diatas maka hasil yang didapatkan r hitung sebesar 0,499. Hal ini menunjukkan bahwa hasil uji korelasi menggunakan rumus manual hasilnya

Dokumen terkait