• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Debit Andalan dengan Metode F.J.Mock

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

5.1. Penentuan Hujan Kawasan

5.2.2. Analisis Debit Andalan dengan Metode F.J.Mock

Dr. F.J. Mock memperkenalkan model sederhana simulasi keseim-bangan air bulanan untuk aliran yang meliputi data hujan, evaporasi,dan karakteristik hidrologi daerah pengaliran (lily, 2010). Analisis debit andalan bertujuan untuk mengetahui besarnya debit yang mengalir ke daerah aliran sungai Deli sampai ke titik pengambilan. Adapun langkah – langkah mencari debit andalan dengan metode F.J. Mock adalah :

ο‚· Contoh perhitungan F.J. Mock untuk bulan Januari 2009 a. Curah hujan bulanan (R) = 6.61 mm/bln

b. Jumlah hari hujan (n) = 10

ο‚· Evapotranspirasi aktual (Ea)

a. Evapotranpirasi potensial (ETo) = 128.34 mm/bln b. Permukaan lahan terbuka (m) = 20%

c. 𝐸𝑇0

πΈπ‘Ž = (π‘š

20) x (18-n) = (20

20) x (18-10) = 0.08%

d. Evapotranspirasi terbatas (Ee) Ee = (π‘š

20) x (18-n) x 128.34 = 10.27 mm/bln

e. Evapotrnspirasi Aktual (Ea)

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des 4.14 4.23 4.24 4.01 3.69 3.82 3.7 3.7 3.59 3.62 3.41 3.32 Penguapan (mm/hari)

Ea = ETo – Ee = 128.34 – 10.27 = 108.07

ο‚· Keseimbangan air a. Ξ”S = R – Ea

= 6.61 – 108.07 ; jika R – Ea < 0, maka Ξ”S = 0 (Lily,2010)

= 0 mm/bln

b. Limpasan Badai (PF = 5%) Jika Ξ”S > 0 maka PF = 0

Jika Ξ”S < 0 maka R x 5% = 6.61 x 5% = 0.33 c. Kandungan air tanah (SS)

SS = 0

Jika R > Et maka SS = 0 Jika R< Et maka SS = βˆ†s = 0

d. Kapasitas kelembapan tanah = 200 mm/bln e. Kelebihan air (WS) WS = Ξ”S – SS

= 0

ο‚· Limpasan dan penyimpangan air a. Faktor infiltrasi (i) diambil 0,4

b. Faktor resesi air tanah (k) diambil 0,6 c. Faktor persentase (p) diambil 0.1 d. Infiltrasi (I) I = i x WS

= 0.4 x 0 = 0

e. Volume Air Tanah (G) G = 0.50 (1+k) x I

= 0.50 (1+0.6) x 0

= 0

f. L = K (π‘‰π‘›βˆ’1) β†’π‘‰π‘›βˆ’1 = 150

= 0.6 (150) = 90

g. Total volume penyimpanan air tanah (Vn) Vn = [0,5(1+k) x I] + k (π‘‰π‘›βˆ’1)

= 0 + 90

= 90 mm

h. Perubahan volume penyimpanan air tanah ( Vn) Ξ”Vn = Vn - π‘‰π‘›βˆ’1

= 90 – 150

= -60 mm/bln i. Aliran dasar (BF)

BF = I – Ξ”Vn

= 0 – (-60)

= 60

j. Aliran Langsung (DR) DR = WS – I

= 0

k. Limpasan (Storm Run off) SRo = R x P

= 6.61 x 0.1

= 0.66 mm/bln

l. Total aliran (TRo) TRo = BF + DR + SRo

= 60 + 0 + 0.66

= 60.66 m. Debit sungai (Q)

Diketahui data – data sebagai berikut :

ο‚· Luasan catchmen area, A = 30.5 π‘˜π‘š2

ο‚· Jumlah hari hujan dalam bulan Januari = 31 hari

Maka untuk debit tersedia dapat dihitung sebagai berikut : Debit tersedia bulanan (Qn) :

Qn = TRo x A =60.66 x 30.5 x 1000

(31 x 24 x 60 x 60) = 0.691 π‘š3/det 5.2.3. Analisis Flow Duration Curve (FDC)

Setelah diketahui hasil perhitungan debit dengan menggunakan metode F.J Mock, maka dilakukan penyusunan data debit. Hal ini dilakukan untuk mendapat besarnya debit untuk sesuai dengan yang direncanakan. Dibawah ini resume dari debit F.J Mock yang dihasilkan :

Tabel 5.4. Resume Perhitungan Debit Andalan Metode F.J.Mock

(Sumber : hasil perhitungan 2020)

Tabel 5.4 merupakan hasil perhitungan debit andalan Sungai Deli.

Dilihat dari tabel tersebut dapat dibuat sebuah grafik FDC yang merupakan grafik probabilitas debit sepanjang 10 tahun dari 2009 – 2018 di Sungai Deli.

Tabel 5.5. Probabilitas Debit Andalan Sungai Deli No

NO TAHUN SATUAN JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES 1 2009 0.691 0.411 0.625 0.169 0.118 0.059 0.055 0.040 0.025 0.007 0.029 0.010 2 2010 0.688 0.418 0.265 0.169 0.118 0.059 0.055 0.040 0.025 0.016 0.032 0.027 3 2011 0.691 0.422 0.272 0.174 0.104 0.066 0.048 0.051 0.020 0.020 0.031 0.039 4 2012 0.687 0.419 0.262 0.148 0.129 0.067 0.046 0.034 0.021 0.018 0.004 0.002 5 2013 0.688 0.434 0.254 0.165 0.099 0.067 0.051 0.043 0.018 0.020 0.014 0.056 6 2014 0.685 0.415 0.255 0.162 0.105 0.065 0.037 0.046 0.024 0.016 0.032 0.050 7 2015 0.685 0.438 0.255 0.158 0.121 0.061 0.063 0.053 0.021 0.023 0.061 0.039 8 2016 0.690 0.461 0.252 0.158 0.123 0.067 0.059 0.045 0.035 0.021 0.014 0.021 9 2017 0.691 0.424 0.264 0.171 0.111 0.083 0.057 0.036 0.026 0.020 0.034 0.047 10 2018 0.690 0.426 0.256 0.180 0.119 0.088 0.072 0.049 0.025 0.027 0.045 0.068

π‘š3/𝑑𝑒𝑑

26 0.256 21.67 66 0.057 55.00 106 0.021 88.33

27 0.255 22.50 67 0.056 55.83 107 0.020 89.17

28 0.255 23.33 68 0.055 56.67 108 0.020 90.00

29 0.254 24.17 69 0.055 57.50 109 0.020 90.83

30 0.252 25.00 70 0.053 58.33 110 0.020 91.67

31 0.180 25.83 71 0.051 59.17 111 0.018 92.50

32 0.174 26.67 72 0.051 60.00 112 0.018 93.33

33 0.171 27.50 73 0.050 60.83 113 0.016 94.17

34 0.169 28.33 74 0.049 61.67 114 0.016 95.00

35 0.169 29.17 75 0.048 62.50 115 0.014 95.83

36 0.165 30.00 76 0.047 63.33 116 0.014 96.67

37 0.162 30.83 77 0.046 64.17 117 0.010 97.50

38 0.158 31.67 78 0.046 65.00 118 0.007 98.33

39 0.158 32.50 79 0.045 65.83 119 0.004 99.17

40 0.148 33.33 80 0.045 66.67 120 0.002 100.00

(Sumber : Hasil Perhitungan, 2020)

Maka grafik FDC dapat kita lihat gambar dibawah ini :

Gambar 5.2. Grafik Flow Duration Curve

(Sumber : Hasil Perhitungan,2020) 0.000

0.100 0.200 0.300 0.400 0.500 0.600 0.700 0.800

0.00 20.00 40.00 60.00 80.00 100.00 120.00

Debit (m3/d)

Probabilitas (%)

Flow Duration Curve

0.020

90.00

Bulan Rata-rata

Tabel 5.6. Debit rata – rata /bulan F.J Mock

(Sumber: Hasil Perhitungan 2020)

Gambar 5.3. Grafik debit rata – rata bulanan tahun 2009 – 2018

(Sumber: Hasil Perhitungan 2020)

Dari metode di atas didapat bahwa dengan metode F.J. Mock diperoleh nilai debit andalan 𝑄90 yaitu 0.020 π‘š3/det,.

Dikarenakan debit yang dihasilkan tidak memungkinkan, maka dil-akukan Analisis debit dengan AWLR.

0.689

0.427 0.296

0.165 0.115

0.068 0.054 0.044 0.024 0.019 0.030 0.036 0.000

JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES

5.3. Analisis untuk memperoleh Debit Rencana Diketahui data debit :

Tabel 5.7. Data Debit Rata-rata AWLR di Deli Tua Bulan/Tahun 2009 2010 2011 2012 2013

Jan 4.21 5.85 8.79 5.68 15.17

Feb 0.94 3.90 6.35 7.63 14.71

Mar 1.38 4.06 4.94 6.32 12.76

Apr 2.90 4.56 4.81 4.94 14.18

Mei 3.62 3.73 4.80 7.15 13.87

Jun 0.74 4.64 9.71 4.71 14.85

Jul 0.77 5.40 10.40 3.98 13.16

Agu 2.22 5.44 6.08 5.11 13.23

Sep 4.38 8.53 7.54 5.36 13.13

Okt 3.67 8.30 4.84 11.77 17.36

Nov 6.88 16.27 5.21 6.60 13.74

Des 8.64 20.88 4.39 3.58 17.22

Sumber : BWS Stasiun Lau simeme

Maka untuk mencari debit menggunakan rumus : 𝑄𝑃 = 𝑄𝐷𝑇 x 𝐴𝑝

𝐴𝐷𝑇

Dimana :

𝑄𝑃 = Debit di Intake PLTA 𝑄𝐷𝑇 = Debit AWLR Deli Tua

𝐴𝑝 = Luas CA lokasi intake PLTA (diketahui 95 π‘˜π‘š2) 𝐴𝐷𝑇 = Luas CA AWLR Deli Tua (diketahui 160 π‘˜π‘š2)

Contoh perhitungan untuk bulan Januari 2009 : 𝑄𝑝 = 4.21 x 95

160

= 2.5 π‘š3/𝑑tk

Tabel 5.8. Resume Perhitungan Debit

(Sumber: Hasil Perhitungan 2020)

Tabel 5.8 merupakan hasil perhitungan debit andalan Sungai Deli.

Dilihat dari tabel tersebut dapat dibuat sebuah grafik FDC yang merupakan grafik probabilitas debit sepanjang 5 tahun dari 2009 – 2013 di Sungai Deli.

Tabel 5.9. Probabilitas Debit Andalan Sungai Deli

No Debit Prob No Debit Prob

Bulan Satuan 2009 2010 2011 2012 2013

Jan 2.50 3.47 5.22 3.37 9.01

Feb 0.56 2.32 3.77 4.53 8.73

Mar 0.82 2.41 2.94 3.75 7.58

Apr 1.72 2.71 2.85 2.93 8.42

Mei 2.15 2.22 2.85 4.25 8.24

Jun 0.44 2.75 5.77 2.80 8.82

Jul 0.46 3.21 6.18 2.36 7.81

Agu 1.32 3.23 3.61 3.03 7.85

Sep 2.60 5.07 4.48 3.18 7.79

Okt 2.18 4.93 2.88 6.99 10.31

Nov 4.08 9.66 3.09 3.92 8.16

Des 5.13 12.40 2.61 2.13 10.22

π‘š3/𝑑

(Sumber: Hasil Perhitungan 2020)

Maka grafik FDC dapat kita lihat gambar dibawah ini :

(Sumber: Hasil Penrhitungan 2020)

Dari metode di atas diperoleh nilai debit andalan 𝑄90 yaitu 3.58 π‘š3/det.

Maka, debit inilah yang dipakai untuk estimasi PLTA

15 11.77 25.00 45 4.38 75.00

16 10.40 26.67 46 4.21 76.67

17 9.71 28.33 47 4.21 78.33

18 8.79 30.00 48 4.06 80.00

19 8.64 31.67 49 3.98 81.67

20 8.53 33.33 50 3.90 83.33

21 8.30 35.00 51 3.73 85.00

22 7.63 36.67 52 3.67 86.67

23 7.54 38.33 53 3.62 88.33

24 7.15 40.00 54 3.58 90.00

25 6.88 41.67 55 2.90 91.67

26 6.60 43.33 56 2.22 93.33

27 6.35 45.00 57 1.38 95.00

28 6.32 46.67 58 0.94 96.67

29 6.08 48.33 59 0.77 98.33

30 5.68 50.00 60 0.74 100.00

0.00 5.00 10.00 15.00 20.00 25.00

0.00 20.00 40.00 60.00 80.00 100.00 120.00

Debit

Probabiltas

Flow Duration Curve

3.58

90.00

5.4. Analisis Penetapan Lokasi Bendung (Intake) 5.4.1. Letak Lokasi Bendung

Dalam Menentukan Lokasi Bendung, berikut merupakan peta dari Google Earth :

Gambar 5.4. Peta lokasi Bendung

Dibawah ini merupakan peta penentuan lokasi Bendung :

Gambar 5.5. Peta Penentuan lokasi Bendung Penentuan lokasi bendung ditentukan dengan aspek :

a. Jalur daerah aliran sungai

Lokasi bendung yang terletak pada bagian sungai yang lurus ternyata mem-berikan pelayanan yang relatif baik. Hal ini karena air yang datang mengalir secara frontal melewati puncak bendung berupa arus sejajar tegak lurus bending

b. Tingkat Kemudahan Pencapaian

Pada lokasi tersebut mendapatkan tingkat kemudahan pencapaian dalam rangka mobilisasi alat dan bahan serta demobilisasi (tidak terlalu sulit dijangkau untuk pelaksanaan pembangunan).

5.4.2. Rancangan Bendung dan Intake 5.4.2.1. Bendung

Bendung direncanakan dengan data-data sebagai berikut :

Lebar sungai : 19 m

Elevasi Bendung : 386 m

Elevasi rencana Power House : 357 m

Tinggi bendung : 3 m

ο‚· Lebar Bendung

Gambar.5.6. Bendung

Lebar bendung diambil 19 m. Lebar pilar = 1 m, lebar pintu pembilas

= 2 m

Lebar bendung sebenarnya = 19 – (1) - (2) = 16 m (B)

ο‚· Tipe Bendung

Berdasarkan tujuannya, tipe Bendung yang direncanakan adalah Bendungan dengan tujuan tunggal (Single purpose dam). yaitu ben-dungan yang dibangun untuk memenuhi satu tujuan saja, misalnya untuk PLTA, irigasi, pengendalian banjir dan kebutuhan lain.

ο‚· Elevasi Mercu Bendung

Mercu Bendung direncanakan berdasarkan mercu bulat dengan 1 jari-jari lengkung r = 1,2 m dan bahannya adalah pasangan batu.

Gambar 5.7. Mercu Bendung Tipe Bulat

5.4.2.2. Bangunan Pengambilan (Intake)

Tinggi ambang bangunan pengambilan direncanakan 4.4 meter Tinggi bukaan intake (a) = 200 cm

Lebar bukaan intake (b) = 400 cm Koefisien debit (Β΅) = 0.8 Kehilangan tinggi energi (z) = 0.2 m Maka, Q = Β΅. b. a √2. 𝑔. 𝑧

= 0.253 π‘š3/d

5.4.3. Rancangan Saluran Pembawa

Direncanakan saluran pembawa berbentuk trapesium dari pasangan batu. Ka-pasitas saluran dihitung berdasarkan :

Qdesain = 1.20 x 3.58 = 4.3 π‘š3/dtk.

Direncanakan panjang total saluran pembawa = 280 m Dimensi saluran dihitung sebagai berikut :

Dengan pasangan batu VL = 2.0 m/dtk

Saluran berbentuk trapesium. Didapat harga kemiringan samping N = 0.58 Koefisien hambatan, n = 0.02

Faktor jagaan yang diizinkan (f), biasanya bernilai 1.3

*Luas penampang saluran 𝐴 =(𝑄 π‘₯ 𝐹)

𝑣 𝐴𝐿 =(4.3 π‘₯ 1.3)

2 = 2.8 π‘š2

*dimensi saluran : tinggi (H), lebar bawah (B), lebar atas (T)

Untuk saluran berbentuk trapesium, dipakai suatu indeks (X) yang berhub-ungan dengan N

𝑋 = 2√1 + 𝑁2βˆ’ 2π‘₯𝑁𝑋 = 2√1 + 0.582βˆ’ 2π‘₯0.58 = 1.15

*Tinggi saluran

𝐻 = √ 𝐴

(𝑋π‘₯𝑁)

𝐻 = √ 2.8

(1.15π‘₯0.58)= 2.04 π‘š

*Lebar bawah B = H x X

B = 2.04 x 1.15 = 2.34 m

*Lebar atas

T = B + (2 x H x N)

T = 2.34 + (2 x 2.04 x 0.58) = 4.7 m

*Keliling Basah

P = B + [2 x H√1 + 𝑁2]

P = 2.34 + [2 x 2.04√1 + 0.582] = 7.05m

*Lingkaran Hidrolis R = A/p

R = 2.8/7.05 = 0.4

Gambar 5.12. Dimensi penampang saluran pembawa

5.4.4. Rancangan Kolam Penenang, Pipa Pesat, dan Lokasi Rumah Turbin

5.4.4.1. Kolam Penenang

Bangunan ini berfungsi sebagai penenang air sebelum masuk ke pipa penstock, hal ini untuk mencegah terjadinya gelembung yang dapat merusak turbin. Berikut langkah-langkah untuk menghitung di-mensi bak penenang yaitu :

Debit desain : 4.7 π‘š3/π‘‘π‘‘π‘˜ Lebar saluran hantar : 4.3 m Maka lebar kolam penenang adalah : B = 3 x lebar saluran pembawa = 3 x 4.7

= 14.1 m

5.4.4.2. Pipa Pesat

Pipa pesat direncanakan dengan menggunakan pipa baja rin-gan galvanis denrin-gan panjang pipa 100 m dan head sebesar 29 m πΏπ‘π‘–π‘π‘Ž = βˆšπΏβ„Žπ‘œπ‘Ÿπ‘–π‘§π‘œπ‘›π‘‘π‘Žπ‘™2+ π»π‘”π‘Ÿπ‘œπ‘ π‘ 2

πΏπ‘π‘–π‘π‘Ž = √1002+ 292 = 104.12 m

4.7 m

2.04 m

2.34 m

Kecepatan optimum dengan menggunakan rumus united state bureau of

Material yang digunakan adalah pipa baja galvanis

*Ketebalan pipa :

Dari tabel didapat koefisien gesekan K untuk pipa baja ringan galvanis dengan umur kondisi 20 tahun (>15 tahun) adalah 0.3.

π‘˜

Dengan menggunakan diagram Moody didapat nilai fL = 0.045 𝐻 π‘˜π‘’β„Žπ‘–π‘™π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘π‘Žπ‘‘π‘Ž 𝑑𝑖𝑛𝑑𝑖𝑛𝑔 =𝑓π‘₯πΏπ‘π‘–π‘π‘Žπ‘₯0.08π‘₯𝑄2

𝑑5

𝐻 π‘˜π‘’β„Žπ‘–π‘™π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘π‘Žπ‘‘π‘Ž 𝑑𝑖𝑛𝑑𝑖𝑛𝑔 =0.045π‘₯104.12π‘₯0.08π‘₯3.582

1.1795

= 2.11 m

Dari tabel didapat faktor kehilangan akibat turbulen aliran pada pipa, asumsi pipa pesat tidak bengkok, namun terdapat putaran pada bukaan klep (kvalve) = 0.1 dan ketajaman sudut (kentrance) = 0.8 maka harga kehilangan head pada turbin adalah :

𝑣2

2𝑔(π‘˜ π‘£π‘Žπ‘™π‘£π‘’+ k extrance) = 2.982

2π‘₯9.81(0.1+0.8) = 3.66 m

*Kehilangan akibat gesekan (H kehilangan akibat gesekan) H kehilangan akibat gesekan = h pada dinding + h pada turbin

= 2.11 + 3.66 = 5.77 m

%π‘˜π‘’β„Žπ‘–π‘™π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› = π»π‘™π‘œπ‘ π‘ 

π»π‘”π‘Ÿπ‘œπ‘ π‘ π‘₯100%

%π‘˜π‘’β„Žπ‘–π‘™π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› =5.77

29 π‘₯100% = 0.2%

𝐸𝑓𝑖𝑠𝑖𝑒𝑛𝑠𝑖 π‘π‘’π‘›π‘ π‘‘π‘œπ‘π‘˜ =(π»π‘”π‘Ÿπ‘œπ‘ π‘ βˆ’π»π‘™π‘œπ‘ π‘ )

π»π‘”π‘Ÿπ‘œπ‘ π‘ 

𝐸𝑓𝑖𝑠𝑖𝑒𝑛𝑠𝑖 π‘π‘’π‘›π‘ π‘‘π‘œπ‘π‘˜ =(29βˆ’5.77)

29 = 0.80 Maka Hnet = Hgross – HL

= 29 – 5.77 = 23.23

5.4.4.3.Lokasi Rumah Turbin

Rancangan lokasi Rumah Turbin dalam penelitian adalah dibawah ini:

Keterangan :

= Lokasi Rumah Turbin

Gambar 5.9 Topografi daerah Rumah Pembangkit

Lokasi rumah turbin berada pada koordinat 3˚20’51.44”LU dan 98˚35’06”BT dengan elevasi 357 mdpl. Lokasi rumah turbin harus be-rada pada tempat yang serendah mungkin. Karena untuk alasan kea-manan dan konstruksi, lantai rumah turbin harus selalu lebih tinggi dibandingkan permukaan air sungai.

Dan dilihat dari gambar 5.9, kondisi topografi daerah tersebut relatif menurun. Sehingga memungkinkan adanya tinggi jatuh air ke turbin. Maka dari itu, dapat dijadikan sebagai lokasi rumah Turbin.

Bangunan rumah pembangkit direncanakan berupa bangunan permanen dengan ukuran panjang x lebar x tinggi = 4 m x 4 m x 4 m;

memakai atap seng gelombang, pondasi batu kali, dinding batu bata, pintu tripleks, dan lantai beton.

Turbin yang dipakai dalam perencanaan PLTMH ini yaitu turbin Kaplan karena dalam karakteristik turbin dalam gambar 2.6, turbin Kaplan adalah turbin yang beroperasi pada head yang rendah dengan

kapasitas aliran yang tinggi, atau turbin dapat beroperasi pada kapasitas aliran yang rendah, jadi cocok untuk PLTMH yang mempunyai head 29 m dengan kapasitas 3.58 π‘š3/𝑠.

5.4.5. Perencanaan Pembilas

Pintu pembilas direncanakan terletak disebelah kanan bendung sesuai dengan letak pintu pengambilan. Lebar pintu pembilas 2,0 m sebanyak satu buah, dengan pilar setebal 1,0 m. kontruksi pintu pembilas direncanakan dibuat dari baja plat baja.

Plat onderspuier direncanakan setebal 0,2 m dan terletak 0,5 m dibawah lantai Intake. Dengan demikian,

Tinggi pintu penguras = elevasi plat underspuier – tebal plat – elevasi lantai muka.

= (181.6 – 0.6 – 0.2 - 180) = 0.8 m Diameter terbesar sedimen yang dibilas adalah 0.1 m,sehingga : V = 1.5 x C x d0,5

= 1.5 x 5.5 x 0,10,5 = 2.61 m/dt

Debit yang diperlukan untuk pembilasan sebesar : π‘žπ‘š = βˆšπ‘‰π‘3

𝑔 = √(2.61 )3

9,81 = 1.35 π‘š3/det

5.4.6. Skema Layout PLTMH

Berikut merupakan Skema Layout PLTMH penelitian :

Gambar 5.10. Skema Layout PLTMH Direncanakan :

h = 29 m

Panjang saluran pembawa = 280 m

Gambar 5.11. Peta kontur daerah penelitian

Peta ini berfungsi sebagai informasi tentang elevasi yang digunakan se-bagai data untuk penentuan desain bangunan sipil.

280 m

5.5. Kapasitas Daya yang Dihasilkan

Daya listrik yang dihasilkan dapat dihitung dengan memakai persamaan : P = g.Q.𝐻𝑒𝑓𝑓. π‘›π‘‘π‘œπ‘‘

dimana :

P = daya terbangkitkan (Kw), g = gravitasi = 9.81 π‘š /𝑠2, Q = debit (π‘š3/𝑠),

Heff = tinggi effektif (m) dan

Ξ·tot =efisiensi total.

Debit rencana diambil pada probabilitas kejadian 90%, sehingga diperoleh Q = 3.58 m3/det, dan Hnetto diperoleh sebesar 23.23 m. . Pada penelitian ini, efisiensi turbin dan generator dipakai adalah 0.85 (asumsi) efisiensi penstock diperoleh 0.9 dan efisiensi saluran 0.9 . Dengan demikian, maka daya listrik output adalah : P = 9.81 m2/s x 3.58 m3/s x 23.23 m x 0.85 x 0.77 x 0.9

= 480.566 Kw = 480566 watt

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

Setelah dilakukan analisa potensi pada sungai Deli, maka penulis mengam-bil kesimpulan sebagai berikut :

1. Debit yang dihitung menggunakan metode F.J. Mock adalah sebesar 0.02 π‘š3/dtk. Sehingga nilai tersebut tidak memungkinkan digunakan sebagai es-timasi PLTMH

2. Debit yang diambil menggunakan debit AWLR dengan probabilitas 90%

yaitu 3.58 π‘š3/dtk. Maka nilai debit ini yang dipakai sebagai estimasi untuk PLTMH.

3. Saluran pembawa berbentuk trapesium dengan dimensi lebar bawah 4.7 me-ter, lebar atas 2.34 meter dan tinggi 2.04 meter.

4. Penstock menggunakan jenis pipa galvanis dengan panjang 100 meter dan diameter 0.61 meter.

5. Dari penelitian ini, dengan nilai perencanaan debit pada sungai Deli sebesar 3.58 π‘š3/π‘‘π‘‘π‘˜ dan tinggi jatuh air 29 m didapat hasil daya sebesar 480566 KW.

6.2. Saran

Untuk membangun PLTMH pada sungai Deli diperlukan analisa lebih lanjut mengenai :

1. Pengukuran debit sungai secara berkelanjutan 2. Analisa sedimentasi dilokasi bendung

3. Menghitung perencanaan seluruh komponen PLTMH.

4. Melakukan perhitungan rencana anggaran biaya yang mencakup semua tahapan pembangunan PLTMH.

DAFTAR PUSTAKA

Arismunandar, A, Kuwahara S. 1991, Teknik Tenaga Listrik Jilid 1, PT. Pradnya Paramitha, Jakarta.

Dandekar, M.M, Sharma K. N.1991,. Pembangkit Listrik Tenaga Air. Universitas Indonesia Press.

Departemen Lingkungan Hidup, R.I (2009). Pemanfaatan Air Hujan, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 12/2009.

Kamiana, I Made. 2011. Teknik Perhitungan Debit Rencana Bangunan Air. Graha Ilmu, Yogyakarta.

Limantara, Lily Montarcih. 2010. Hidrologi Praktis. Lubuk Agung, Bandung.

Manohar, K. and friends. 2009. Hydropower Energy Resources in Nigeria. Volume 4. Nomor 1. (ISSN : 1816 – 949).

Patty, O. F. 1994. Tenaga Air. Jakarta: Erlangga.

Ramli Kadir. 2010, Perencanaan Pembuatan Pembangkit Listrik Tenaga MikroHi-dro di sungai Marimpa Kecamatan Pinembani. Tugas akhir, Palu: Universi-tas Tadulako

Rivaldy Yustianto, 2018. Studi Potensi Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohuidro (PLTMH) pada aliran sungai Berkail pada kabupaten Langkat.

Tugas Akhir, Medan, Universistas Sumatera Utara.

Seyhan, E., & Subagyo, S. (1990). Dasar-dasar Hidrologi. Gadjah Mada Univer-sity Press.

Shaw, E. (2005). Hydrology in practice. CRC press.

Sosrodarsono, S., & Takeda, S. (2003). Hidrologi untuk Perairan. PT. Pradnya Par-amita. Jakarta.

Wijaya, W . dkk .2012. Analisa Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hi-dro di Sungai Logawa Kecamatan Kedung Banten Kabupaten Banyumas.

Transient, Volume 1, Nomor 3, September 2012:24-34 (ISSN:23029927).

Dokumen terkait