BAB IV: ANALISIS DAN PEMBAHASAN
A. Analisis Deskriptif Data Penelitian
Analisis deskriptif digunakan untuk melihat bagaimana tren atau perkembangan data pada variabel penelitian yang akan diteliti, yaitu data pertumbuhan sukuk korporasi, jumlah uang beredar, inflasi, nilai tukar rupiah, BI rate, dan bagi hasil deposito mudharabah.
1. Pertumbuhan Sukuk Korporasi
Tren data pertumbuhan sukuk korporasi dari tahun 2011 sampai April 2015 ialah meningkat setiap tahunnya, walaupun dalam waktu satu tahun nilai emisi sukuk korporasi hanya bertambah beberapa kali. Hal ini dapat dilihat dari tabel dibawah ini.
Tabel 4.1. Data Jumlah Nilai Emisi Sukuk Korporasi (Januari 2011-April 2015) Bulan Tahun 2011(1) 2012(5) 2013(4) 2014(4) 2015(1) Jan 7,815.0 7,915.40 9,790.40 11,994.4 12,956.40 Feb 7,815.0 7,915.40 10,169.40 11,994.4 12,956.40 Mar 7,815.0 7,915.40 11,294.40 11,994.4 12,956.40 Apr 7,915.4 7,915.40 11,294.40 11,994.4 13,517.00 Mei 7,915.4 8,165.40 11,294.40 11,994.4 - Jun 7,915.4 9,265.40 11,415.40 12,294.4 - Jul 7,915.4 9,390.40 11,415.40 12,294.4 - Ags 7,915.4 9,390.40 11,415.40 12,294.4 - Sep 7,915.4 9,390.40 11,415.40 12,294.4 - Okt 7,915.4 9,390.40 11,415.40 12,594.4 - Nov 7,915.4 9,590.40 11,415.40 12,727.4 - Des 7,915.4 9,790.40 11,994.40 12,917.4 -
50
Jumlah nilai emisi pada awal tahun 2011 ialah sebesar 7.815 miliar rupiah. Pada bulan April jumlah nilai emisi sukuk korporasi bertambah menjadi 7,915.4 miliar rupiah. Jumlah tersebut tidak bertambah lagi sampai akhir bulan Desember 2011. Dengan demikian pada tahun 2011 sukuk korporasi hanya tumbuh satu kali.
Pada awal tahun 2012 jumlah nilai emisi sukuk korporasi ialah sebesar 7,915.4 miliar rupiah. Pada bulan Mei, Juni, dan Juli nilai emisi sukuk korporasi bertambah berturut-turut. Lalu dua bulan terakhir yaitu di bulan November dan Desember terjadi peningkatan nilai emisi, sehingga di tahun 2012 sukuk korporasi mengalami pertumbuhan nilai emisi sebanyak lima kali dengan jumlah nilai emisi terakhir sebesar 9,790.4 miliar rupiah diakhir tahun.
Pada tahun 2013 terjadi peningkatan jumlah nilai emisi sebanyak empat kali yaitu dibulan Februari, Maret, Juni dan Desember. Dimana pada awal tahun jumlah nilai emisi sukuk korporasi ialah sebesar 9,790.4 miliar rupiah dan diakhir tahun sebesar 11,994.4 miliar rupiah.
Pada tahun 2014 terjadi peningkatan jumlah nilai emisi sebanyak empat kali yaitu dibulan Juni, Oktober, November dan Desember. Dimana pada awal tahun jumlah nilai emisi sebesar 11,994.4 miliar rupiah dan diakhir tahun sebesar 12,917.4 miliar rupiah.
Sedangkan di tahun 2015 dari bulan Januari sampai bulan April terjadi peningkatan jumlah nilai emisi sebanyak satu kali pada bulan April. Dimana pada awal tahun jumlah nilai emisi ialah sebesar 12,956.4 miliar rupiah dan diakhir tahun sebesar 13,517 miliar rupiah.
2. Jumlah Uang Beredar
Tren data jumlah uang beredar dari bulan Januari 2011 sampai April 2015 ialah meningkat setiap tahunnya. Hal ini dapat dilihat dari tabel dibawah ini.
Tabel 4.2. Data Jumlah Uang Beredar (Januari 2011-April 2015)
Bulan Tahun 2011 2012 2013 2014 2015 Jan 2,436,679 2,854,978 3,268,789 3,652,145 4,174,826 Feb 2,420,191 2,849,796 3,280,420 3,642,809 4,218,123 Mar 2,451,357 2,911,920 3,322,529 3,660,298 4,246,361 Apr 2,434,478 2,927,259 3,360,928 3,730,101 4,274,906 Mei 2,475,286 2,992,057 3,426,305 3,789,058 - Jun 2,522,784 3,050,355 3,413,379 3,865,758 - Jul 2,564,556 3,054,836 3,506,574 3,895,835 - Ags 2,621,346 3,089,011 3,502,420 3,895,116 - Sep 2,643,331 3,125,533 3,584,081 4,009,857 - Okt 2,677,205 3,161,726 3,576,869 4,024,153 - Nov 2,729,538 3,205,129 3,614,520 4,076,294 - Des 2,877,220 3,304,645 3,727,887 4,170,731 -
Pada tahun 2011 hampir setiap bulannya jumlah uang beredar terjadi peningkatan. Hanya pada bulan Februari dan April jumlah uang beredar terjadi penurunan. Jumlah uang beredar terendah pada tahun 2011 berada di bulan Februari sebesar 2,420,191 miliar rupiah dan jumlah uang beredar tertinggi berada di bulan Desember sebesar 2,877,220 miliar rupiah.
Pada tahun 2012 hampir setiap bulannya terjadi peningkatan jumlah uang beredar. Hanya sekali terjadi penurunan jumlah uang beredar dalam kurun waktu satu tahun tersebut yakni dibulan Februari, dimana jumlah uang
52
beredarnya sebesar 2,849,796 miliar rupiah dan jumlah uang beredar tertinggi berada di bulan Desember sebesar 3,304,645 miliar rupiah.
Pada tahun 2013 terjadi penurunan jumlah uang beredar sebanyak tiga kali yakni dibulan Juni, Agustus dan Oktober. Jumlah uang beredar terendah berada di bulan Januari sebesar 3,268,789 miliar rupiah dan jumlah uang beredar tertinggi berada dibulan Desember sebesar 3,727,887 miliar rupiah.
Pada tahun 2014 terjadi penurunan jumlah uang beredar sebanyak dua kali yakni di bulan Februari dan Agustus. Dimana jumlah uang beredar terendah berada di bulan Februari sebesar 3,642,809 miliar rupiah dan jumlah uang beredar tertinggi berada di bulan Desember sebesar 4,170,731 miliar rupiah. Sedangkan pada tahun 2015 dari bulan Januari sampai bulan April jumlah uang beredar terus meningkat dimana pada Januari jumlah uang beredar sebesar 4,174,826 miliar rupiah dan bulan April jumlah uang beredar sebesar 4,274,906.
3. Inflasi
Tren data laju inflasi dari bulan Januari 2011 sampai bulan April 2015 ialah berfluktuasi. Dimana dalam kurun waktu tersebut inflasi yang terjadi masih berada dalam kondisi inflasi ringan yakni dibawah 10%. Berikut data laju inflasi dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 4.3. Data Laju Inflasi (Januari 2011-April 2015)
Bulan Tahun
2011 2012 2013 2014 2015
Jan 7.02% 3.65% 4.57% 8.22% 6.96%
Feb 6.84% 3.56% 5.31% 7.75% 6.29%
Apr 6.16% 4.50% 5.57% 7.25% 6.79% Mei 5.98% 4.45% 5.47% 7.32% - Jun 5.54% 4.53% 5.90% 6.70% - Jul 4.61% 4.56% 8.61% 4.53% - Ags 4.79% 4.58% 8.79% 3.99% - Sep 4.61% 4.31% 8.40% 4.53% - Okt 4.42% 4.61% 8.32% 4.83% - Nov 4.15% 4.32% 8.37% 6.23% - Des 3.79% 4.30% 8.38% 8.36% -
Pada tahun 2011 laju inflasi ialah berfluktuasi. Dimana laju inflasi terendah berada di bulan Desember sebesar 3.79% dan laju inflasi tertinggi berada dibulan Januari sebesar 7.02%. Sedangkan di tahun 2012 laju inflasi cenderung meningkat trennya. Dimana laju inflasi terendah berada dibulan Januari sebesar 3.65% dan tertinggi berada dibulan Oktober sebesar 4.61%.
Pada tahun 2013 inflasi yang terjadi cukup tinggi dibandingkan dengan inflasi di tahun-tahun sebelumnya. Dimana dari bulan Juli sampai bulan Desember tingkat inflasi berada disekitar angka 8%. Inflasi mencapai puncak tertinggi di bulan Agustus sebesar 8.79%, sedangkan inflasi terendah berada dibulan Januari sebesar 4.57%.
Pada tahun 2014 laju inflasi cukup berfluktuasi. Dimana pada awal tahun inflasi masih cukup tinggi yakni sebesar 8.22% dan terjadi penurunan di tengah bulan lalu meningkat lagi pada akhir bulan, Laju inflasi terendah berada dibulan Agustus sebesar 3.99% dan laju inflasi tertinggi berada dibulan Desember sebesar 8.36%. Sedangkan pada bulan Januari 2015 tingkat inflasi menurun bila dibandingkan dengan akhir tahun 2014 menjadi 6.96%. Dimana
54
tingkat inflasi terendah berada dibulan Februari sebesar 6.29% dan tertinggi berada dibulan Januari.
4. Nilai Tukar
Tren data nilai tukar dari bulan Januari 2011 sampai April 2015 ialah cenderung meningkat. Berikut data nilai tukar dapat dilihat dari tabel dibawah ini.
Tabel 4.4. Data Nilai Tukar (Januari 2011-April 2015)
Bulan Tahun 2011 2012 2013 2014 2015 Jan 9,057 9,000 9,698 12,226 12,625 Feb 8,823 9,085 9,667 11,634 12,863 Mar 8,709 9,180 9,719 11,404 13,084 Apr 8,574 9,190 9,722 11,532 12,937 Mei 8,537 9,565 9,802 11,611 - Jun 8,597 9,480 9,929 11,969 - Jul 8,508 9,485 10,278 11,591 - Ags 8,578 9,560 10,924 11,717 - Sep 8,823 9,588 11,613 12,212 - Okt 8,835 9,615 11,234 12,082 - Nov 9,170 9,605 11,977 12,196 - Des 9,068 9,670 12,189 12,440 -
Pada tahun 2011 nilai tukar berfluktuasi. Dari bulan Januari nilai tukar menurun sampai bulan Mei. Hal ini mengindikasikan terjadi penguatan pada rupiah. Lalu dari bulan Agustus nilai tukar mulai melemah sampai bulan November. Nilai rupiah terhadap USD pada tahun 2012 terkuat berada dibulan Juli sebesar 8,508 rupiah. dan nilai rupiah terlemah berada dibulan Desember sebesar 9,068 rupiah.
Pada tahun 2012 tren nilai tukar rupiah terhadap USD ialah naik. Hal ini mengindikasikan terjadi pelemahan nilai rupiah. Dimana nilai rupiah terkuat berada dibulan Januari sebesar 9,000 rupiah dan nilai rupiah terlemah terhadap USD berada dibulan Desember sebesar 9,670 rupiah.
Pada tahun 2013 tren nilai tukar rupiah terhadap USD ialah naik. Hal ini mengindikasikan terjadi pelemahan nilai rupiah. Sedangkan penguatan nilai rupiah terjadi hanya dua kali dalam kurun waktu tersebut yakni dibulan Februari dan Oktober.Nilai rupiah terlemah berada dibulan Desember sebesar 12,189 rupiah dan terkuat berada dibulan Februari sebesar 9,667 rupiah.
Pada tahun 2014 nilai tukar rupiah terhadap USD melemah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dimana seluruh nilai tukar ditahun 2014 berada diatas 10%. Nilai tukar rupiah terlemah berada dibulan Desember sebesar 12,440 rupiah. Hingga tahun 2015 nilai tukar rupiah terus mengalami pelemahan, dimana nilai tukar terlemah sepanjang tahun 2011 sampai bulan April 2015 berada dibulan Maret sebesar 13,084 rupiah.
5. BI rate
Tren data BI rate dari bulan Januari 2011 sampai April 2015 menunjukkan data cenderung stagnan. Hal ini dapat dilihat dari tabel dibawah ini.
Tabel 4.5. Data BI rate (Januari 2011-April 2015)
Bulan Tahun
2011 2012 2013 2014 2015
Jan 6.50% 6.00% 5.75% 7.50% 7.75%
Feb 6.75% 5.75% 5.75% 7.50% 7.50%
56 Apr 6.75% 5.75% 5.75% 7.50% 7.50% Mei 6.75% 5.75% 5.75% 7.50% - Jun 6.75% 5.75% 6.00% 7.50% - Jul 6.75% 5.75% 6.50% 7.50% - Ags 6.75% 5.75% 7.00% 7.50% - Sep 6.75% 5.75% 7.25% 7.50% - Okt 6.50% 5.75% 7.25% 7.50% - Nov 6.00% 5.75% 7.50% 7.75% - Des 6.00% 5.75% 7.50% 7.75% -
Pada tahun 2011 penetapan BI rate didominasi oleh persentase sebesar 6.75%. Lalu mulai November BI rate mengalami penurunan sampai akhir tahun menjadi 6%. Persentase BI rate terus mengalami penurunan ditahun 2012 dimana persentase BI rate didominasi oleh persentase sebesar 5.75%.
Pada tahun 2013 tren BI rate mulai naik dimana pada awal tahun tingkat BI rate sebesar 5.75% lalu terus mengalami peningkatan dan diakhir tahun tingkat BI rate mencapai 7.50%. Angka tersebut tidak meningkat, sampai pada bulan November tahun 2014 tingkat BI rate mengalami peningkatan menjadi 7.75% dan di tahun 2015 tingkat BI rate menurun menjadi 7.50%.
6. Bagi Hasil Deposito Mudharabah
Tren data bagi hasil deposito mudharabah dari bulan Januari 2011 sampai April 2015 ialah berfluktuasi. Berikut data bagi hasil deposito jangka waktu 1 bulan dapat dilihat dari tabel dibawah ini.
Tabel 4.6. Data Bagi Hasil Deposito Mudharabah 1 Bulan (Januari 2011-April 2015)
Bulan Tahun
2011 2012 2013 2014 2015
Feb 5.51% 6.84% 5,49% 5,31% 7,45% Mar 6.50% 6.65% 4,70% 5,65% 7,68% Apr 6.58% 6.82% 3,34% 6,10% 7,01% Mei 6.57% 6.77% 4,74% 7,21% - Jun 6.48% 6.63% 4,77% 7,41% - Jul 6.52% 5.88% 4,96% 6,95% - Ags 6.21% 6.08% 5,00% 7,98% - Sep 7.36% 6.03% 4,82% 8,20% - Okt 7.74% 6.13% 4,90% 8,31% - Nov 7.37% 5.89% 4,62% 7,54% - Des 7.14% 6.06% 6,60% 7,80% -
Pada tahun 2011 persentase bagi hasil deposito mudharabah yang diberikan oleh Bank Syariah cukup berfluktuasi dimana hampir seluruh persentase bagi hasil mudharabah berada diatas 6%. Persentase bagi hasil
mudharabah terendah berada dibulan Agustus sebesar 6.21%. Sedangkan bagi hasil deposito mudhrabah tertinggi berada dibulan Oktober sebesar 7.74%
Pada tahun 2012 persentase bagi hasil deposito mudharabah yang diberikan oleh Bank Syariah rata-rata berada di sekitar 6%. Persentase bagi hasil deposito mudharabah terendah berada di bulan Juli sebesar 5.88% dan persentase bagi hasil deposito mudharabah tertinggi berada dibulan Januari sebesar 7.04%.
Pada tahun 2013 persentase bagi hasil deposito mudharabah yang diberikan oleh Bank Syariah hampir seluruhnya berada dibawah 6%. Dimana persentase bagi hasil deposito mudharabah terendah berada dibulan April sebesar 3.34% dan persentase bagi hasil deposito mudharabah tertinggi berada dibulan Desember sebesar 6.60%.
58
Pada tahun 2014 persentase bagi hasil deposito mudharabah yang diberikan oleh bank syariah cukup berfluktuasi, dimana pada 5 bulan terakhir bank syariah memberikan persentase bagi hasil yang cukup tinggi. Persentase bagi hasil deposito mudharabah terendah berada dibulan Februari sebesar 5.31% dan persentase bagi hasil deposito mudharabah tertinggi berada dibulan Oktober sebesar 8.31%. Sedangkan ditahun 2015 dari bulan Januari sampai April persentase bagi hasil deposito mudharabah yang diberikan rata-rata berada diangka 7%.