BAB V ANALISA KEBUTUHAN KNOWLEDGE MANAGEMENT
5.10 Analisis Fitur KMS untuk Tacit Knowledge
Bagian ini akan membahas analisis terhadap pengetahuan tacit yang digunakan pada proses penelitian di PNJ. Sesuai dengan kerangka dari Ecology of Knowledge Management, langkah dalam mengelola pengetahuan tacit ini adalah dengan menggolongkan apakah pengetahuan tacit yang ada bisa diolah menjadi pengetahuan explicit dan seberapa penting pengetahuan tersebut untuk diolah menjadi explicit. Bila tidak bisa diolah menjadi explicit, maka akan tetap menjadi pengetahuan tacit hanya yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi orang kunci yang bisa memahami knowledge tersebut. Sedangkan untuk tacit knowledge yang bisa dirubah menjadi explicit maka akan dianalisa mekanisme KM dan proses SECI yang digunakan.
Pengetahuan Tacit Bisakah dibuat explicit
Kenapa harus dibuat explicit
Identifikasi Orang Kunci
Proses
Knowledge tentang penggalian ide dan bahan untuk judul penelitian
Bisa Knowledge ini merupakan kelimuan yang langka di PNJ sehingga bila dikelola maka akan menjadi sumber ide untuk peneliti lain
Menjadi dorongan untuk peneliti lain yang masih belum ada ide untuk meneliti
- Eksternalisasi
Knowledge tentang kecepatan proses penelitian
Tidak - Peneliti dengan
pengalaman meneliti lebih dari sepuluh tahun
Sosialisasi Tabel 5.10 Analisa Pengetahuan Tacit
Dari kedua knowledge yang termasuk tacit knowledge, didapatkan bahwa ada satu buah knowledge yang bisa dirubah menjadi explicit knowledge yaitu untuk knowledge tentang penggalian ide dan bahan untuk penelitian. Dapat dilakukannya perubahan menjadi explicit ini didasarkan pertimbangan bahwa keilmuan tersebut memang didapatkan dari sebuah proses yang panjang karena pengalaman seseorang dalam melakukan penelitian. Namun meskipun demikian, keilmuan yang diperoleh melalui proses yang panjang tersebut, bukanlah hal yang susah untuk dibagikan kepada orang lain, hanya memang karena selama ini yang terjadi adalah tidak adanya media atau sarana untuk membagikan hal tersebut.
Sehingga perlu sebuah fasilitas baik itu forum diskusi maupun fasilitas TI lainnya yang bisa menjaga keilmuan tersebut. Sedangkan untuk knowledge tentang kecepatan proses penelitian dikategorikan tacit knowledge yang tidak bisa dirubah menjadi explicit knowledge karena knowledge tersebut bukanlah knowledge yang dengan mudah untuk dibagikan kepada orang lain, didokumentasikan, dikategorikan dan dijelaskan. Memerlukan waktu dan pengalaman yang cukup lama untuk bisa menguasai keilmuan ini. Tindak lanjut atas keilmuan ini adalah dibiarkan tetap menjadi tacit hanya dilakukan identifikasi atas orang yang menguasai keilmuan tersebut. Dari hasil identifikasi yang ada, didapatkan bahwa individu yang menguasai knowledge sesuai dengan spesifikasi seperti dimaksud yaitu peneliti dengan pengalaman lebih dari sepuluh tahun telah menguasai knowledge tersebut.
5.11 Identifikasi Infrastruktur Knowledge Management
Pada tahapan ini, akan dilakukan identifikasi terhadap infrastruktur KM yang digunakan sebagai dukungan terhadap pelaksanaan proses KM dan kesuksesan terhadap pelaksanaan implementasi KMS. Adapun analisis infrastruktur akan dilakukan terhadap budaya organisasi, struktur organisasi, infrastruktur TI, dan lingkungan fisik.
5.11.1 Budaya Organisasi
Budaya berbagi pengetahuan dalam sebuah organisasi akan membantu mempercepat proses pertukaran dan penyimpanan pengetahuan. Dengan budaya
pengetahuan ini maka keilmuan akan tetap lestari dan dapat berkembang dengan baik. Penilaian terhadap budaya pengetahuan di PNJ dilakukan dengan melakukan wawancara kepada personil yang terlibat penelitian. Semua responden menyatakan bahwa budaya berbagi pengetahuan di PNJ masih rendah, hampir tidak ada forum diskusi yang secara khusus memfasilitasi pertukaran pengetahuan antar peneliti. Namun, meskipun demikian semua beranggapan bahwa tingkat kepentingan terhadap pengelolaan pengetahuan di PNJ sangat penting dan harus dilakukan pengelolaan dengan baik.
Pihak manajemen PNJ telah menyatakan bahwa pengetahuan adalah hal yang sangat penting sehingga harus dikelola secara berkesinambungan dan disebarluaskan sehingga dapat diterima seluruh peneliti. Meskipun bentuk dukungan sampai saat ini belum teraplikasi dalam kegiatan sehari-hari, namun pihak PNJ mendukung siapa saja yang ingin berkontribusi dalam peningkatan pengetahuan.
Sementara dari pihak peneliti terutama dalam hal motivasi untuk mencari dan membagi pengetahuan layak untuk diberikan dukungan. Meskipun saat ini hanya ada satu jurusan di PNJ yaitu jurusan Administrasi Niaga yang mulai membudayakan untuk berbagi pengetahuan. Namun hal ini sudah selayaknya diapresiaikan dan diberikan dukungan dengan baik oleh PNJ, sehingga juga bisa menjadi contoh bagi peneliti lainnya.
5.11.2 Struktur Organisasi
Setelah melakukan observasi di PNJ dan P3M, dapat disimpulkan bahwa struktur organisasi di PNJ dan P3M tergolong struktur yang tersentraliasasi. Pengambilan keputusan yang berhubuang dengan kegiatan penelitian menjadi wewenang Pembantu Direktur Bidang Akademik dan Kepala P3M. Bentuk organisasi dengan karakteristik perguruan tinggi seperti PNJ ini hanya akan berpengaruh pada saat pengembilan keputusan yang berkaitan dengan kebijakan. Namun untuk sebuah proses bagaimana perputaran pengetahuan dijalankan, akan tidak banyak berpengaruh. Hal ini disebabkan karena dosen selaku peneliti tidak banyak terikat
dengan struktur organisasi yang ada dan kedudukan dosen terhadap struktur tersebut tidak mengikat secara langsung.
5.11.3 Infrastruktur TI
Pusat Komputer (Puskom) adalah unit khusus di PNJ yang mempunyai tugas mengelola infrastruktur dan sistem informasi yang saat ini digunakan untuk dukungan operasional PNJ. Analisis terhadap infrastruktur TI dilakukan dengan cara observasi langsung dan wawancara kepada staf TI. PNJ memiliki sepuluh titik jaringan yang saling terhubung, dimana tiap titik tersebut mewakili masing-masing jurusan dan unit di PNJ. Sebagai penghubung antar titik tersebut maka digunakan teknologi Virtual Private Network (VPN), dimana teknologi yang digunakan yaitu Multi Protocol Label Switching (MPLS) dengan kecepatan 1 Mbps. Disamping itu, untuk kebutuhan internet, selama ini PNJ memenuhinya dengan cara terhubung dengan UI yaitu dengan bandwidth sebesar 2 Mbps.
Untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur KMS, maka analisa dilakukan dengan melihat dari sisi bagaimana KMS terhubung, ragam data dan informasi yang saat ini digunakan, dan artefak atau tempat penyimpanan dokumen yang saat ini digunakan. KMS akan dibangun dengan menggunakan koneksi internet. Sehingga dosen tidak hanya dapat mengaksesnya pada saat dikantor saja, namun pada saat mereka berada diluar kantor pun juga dapat mengakses KMS tersebut.
Keragaman data dan informasi yang berhubungan dengan KMS dan saat ini digunakan PNJ adalah mengenai buku perpustakaan, database penelitian, dan dokumen penelitian baik elektronik maupun non elektronik. Sehingga saat ini ada dua macam repository, yaitu elektronik dalam bentuk PDF atau MS. Word dan repository Non elektronik yang disimpan dalam almari P3M dan masing-masing peneliti.
Internet
(FO UI) Internet
Web server Database akademik E-learning Perpustakaan
Sentral
Router
Jur Mesin Jur Elektro Jur Sipil Jur Akuntansi Jur Administrasi niaga
Perpustakaan Gedung akademik Manageable switch Manageable switch Manageable switch Manageable switch Manageable switch
Manageable switch
Manageable switch
Gambar 5.4 Arsitektur Jaringan PNJ 5.11.4 Lingkungan Fisik
Dalam melakukan observasi terhadap lingkungan fisik, maka penulis melakukannya dengan cara observasi secara langsung ke ruangan-ruangan yang biasa dipakai untuk pelaksanaan proses KM di PNJ. Pada gedung Direktorat PNJ di lantai 2 yaitu ruangan P3M, terdapat dua ruang yang sering digunakan sebagai tempat rapat, training dan evaluasi kegiatan penelitian. Ruang tersebut tepatnya berada pada ruangan P3M dan ruang rapat kecil samping ruang P3M.
Sementara untuk diskusi pada tingkat jurusan, di tiap-tiap jurusan memiliki dua ruangan yang bisa dipakai sebagai dukungan terhadap proses KM. Dari ketersediaan lingkungan fisik yang digunakan sebagai dukungan terhadap proses KM, maka ruangan yang ada sudah saat ini dirasakan cukup baik sebagai dukungan infrastruktur fisik.
5.12 Tinjauan Fitur KMS Berdasarkan KM Solution dan Foundation Setelah semua tahapan pada kerangka pikir penelitian dilakukan, maka didapatkan kesimpulan akhir berupa fitur untuk KMS. Bila digambarkan sesuai dengan diagram SECI, maka dihasilkan akhir fitur KMS adalah sebagai berikut:
Gambar 5.5 Pemetaan Fitur ke Dalam Proses SECI
Dari gambar tersebut terlihat bahwa semua proses SECI memiliki keterwakilan dalam fitur KMS. Sehingga proses KM yang terjadi akan berlangsung secara terus menerus. Kemudian, dari hasil analisa terhadap SECI proses tersebut serta analisis sebelumnya, maka dapat dilakukan mapping kedalam KM solution dan foundation untuk mengetahui terpenuhinya persyaratan proses KM di PNJ. Adapun hasil pemetaannya adalah sebagai berikut:
Gambar 5.6 Pemetaan terhadap KM solution dan foundation
Dari gambar tersebut terlihat bahwa semua tahapan mulai dari KM Infrasturktur, KM Mechanism dan Technologies, KM Systems, dan KM Proses telah terpenuhi unsur-unsurnya.
5.13 Perancangan Knowledge Management System
Pada tahapan sebelumnya dimana telah dilakukan analisis yang menghasilkan fitur KMS. Kebutuhan tersebut merupakan bagian dari requirement untuk merancang aplikasi KMS. Dari fitur KMS yang dihasilkan, akan dilakukan perancangan kebutuhan KMS baik secara fungsional maupun non fungsional.
5.13.1 Kebutuhan Fungsional Knowledge Management System
Bagian ini akan digambarkan bagaimana relasi antara sistem dengan objek diluar sistem. Relasi tersebut bermanfaat untuk melihat kebutuhan fungsional dari sistem
KMS yang akan dibangun. Penggambaran antara actor dan sistem dapat dilihat seperti berikut ini:
Gambar 5.7 Use Case Diagram KMS
Pada gambar 5.7 dapat diketahui bahwa ada sepuluh use case yang merupakan fitur dasar dari KMS. Actor merupakan orang yang berhubungan dengan sistem KMS, dimana dalam gambar di atas dituliskan sebagai user. Dalam pelaksanaannya user ini adalah peneliti. Sedangkan administrator atau admin merupakan orang yang berperan dalam pengaturan sistem KMS. Dalam pelaksanaannya admin ini nantinya adalah staf P3M.
5.13.1.1 Activity Diagram Mencari Pengetahuan
Gambar 5.8 Activity Diagram Mencari Pengetahuan
Pada saat login ke dalam aplikasi pertama kali, pengguna dapat memasuki menu pencarian pengetahuan. Aktivitas pencarian pengetahuan ini dapat dilakukan oleh user secara umum yang ingin melakukan eksplorasi terhadap KMS. Cara pencarian pengetahuan ini dilakukan dengan cara memasukkan key word pada kategori untuk mendapatkan pengetahuan yang dikehendaki dan akan muncul hasil berupa daftar pengetahuan yang sesuai dengan kategori pencarian tersebut.
5.13.1.2 Activity Diagram Mengisi Survei
Gambar 5.9 Activity Diagram Mengisi Survei
Aktivitas ini adalah kegiatan survei yang ingin dilakukan oleh P3M untuk mengetahui perkembangan penelitian di PNJ. User dapat mengisi survei dengan login terlebih dahulu dan memilih menu survei. Kemudian setelah masuk ke menu survei bisa melakukan pengisian survei dan menyimpan survei yang sudah diisi.
5.13.1.3 Activity Diagram Mencari Buku
Gambar 5.10 Activity Diagram Mencari Buku
Sesuai dengan hasil analisa sebelumnya, bahwa aplikasi perpustakaan akan terhubung dengan KMS ini. Hal ini dilakukan untuk memudahkan peneliti dalam mendapatkan referensi dari buku-buku perpustakaan yang bermanfaat untuk proses penelitian. Setelah peneliti melakukan login, peneliti dapat langsung memasuki menu perpustakaan untuk kemudian dapat melakukan pencarian buku sesuai dengan cara memasukkan kata kunci pada kriteria-kriteria pencarian buku yang dikehendaki.
5.13.1.4 Activity Diagram Mengelola Artikel
Gambar 5.11 Activity Diagram Mengelola Artikel
Wiki merupakan media yang digunakan untuk mengelola artikel. Dalam menggunakan aplikasi wiki, user dapat langsung login dan kemudian masuk ke menu wiki dan memilih jurusan. Dari menu wiki yang ada dua hal yang user lakukan yaitu mencari artikel dan menambah artikel. Pada saat menambah artikel,
user melalui pengetahuan yang dimiliki dapat menambah artikel. Artikel yang dituliskan tersebut disimpan dalam KMS untuk kemudian dapat dibaca oleh user lainnya. Sedangkan pada saat proses mencari artikel, selain membaca artikel tersebut, user dapat melakukan kegiatan menghapus artikel khusus artikel yang sudah dia tuliskan kemudian melakukan edit atas artikel yang sudah ditulis.
5.13.1.5 Activity Diagram Mengelola Dokumen
Gambar 5.12 Activity Diagram Mengelola Dokumen Penelitian
Dokumen penelitian yang dimanfaatkan oleh user, berbentuk jurnal, dan dokumen penunjang kegiatan penelitian seperti yang sudah dijelaskan dalam analisa sebelumnya.User setelah login dapat langsung memilih menu dokumen. Dari menu dokumen tersebut, user mendapatkan dua pilihan dokumen yaitu jurnal atau dokumen penelitian. Menu jurnal, user dimungkinkan untuk menambahkan koleksi jurnal pribadi sedangkan menu dokumen penelitian, user hanya dapat mengunduh dokumen yang disediakan P3M.
5.13.1.6 Activity Diagram Mengikuti Forum Diskusi
Gambar 5.13 Activity Diagram Mengikuti Forum Diskusi
Bila ingin melakukan aktivitas diskusi dalm forum KMS, maka user dapat melakukannya dengan mudah. Langkahnya yaitu setelah user login, maka user memilih menu forum diskusi. Dalam forum diskusi tersebut ada dua aktivitas yang bisa dilakukan, yaitu membuat diskusi yang baru atau mencari topik diskusi yang menarik. Pada saat mencari forum diskusi yang menarik, maka user dapat sekedar membaca diskusi tersebut atau ingin ambil bagian dalam memberikan pendapat ke forum. Aktivitas memberikan pendapat dalam diskusi atau membuat topik baru dalam diskusi selalu diakhiri dengan penyimpanan topik.
5.13.1.7 Activity Diagram Mengikuti Chatting
Gambar 5.14 Activity Diagram Melakukan Chatting
Setelah login, kemudian user memilih menu chatting untuk melakukan komunikasi secara real time kepada peneliti lain yang sedang online. Sebagai ID
untuk melakukan chattingini adalah username dari peneliti. Setelah masuk kedalam menu chatting maka di daftar kontak chatting akan muncul peneliti yang sedang online.
5.13.1.8 Activity Diagram Input Survei
Gambar 5.15 Activity Diagram Input Survei
Aktivitas ini merupakan aktivitas yang hanya dilakukan oleh admin. Pada saat P3M akan melakukan survei terhadap perkembangan atau hal lainnya terkait penelitian, maka admin melakukan upload materi survei ke dalam KMS. Setelah login sebagai admin, maka dapat langsung masuk ke survei dan memilih menu input survei.
5.13.1.9 Activity Diagram Menambahkan Dokumen Penelitian
Gambar 5.16 Activity Diagram Menambahkan Dokumen Penelitian
Penambahan dokumen penelitian juga aktivitas yang hanya bisa dilakukan oleh admin. Setiap ada dokumen penelitian yang baru dan akan ditambahkan ke dalam sistem, maka yang dilakukan admin adalah melakukan upload ke dalam KMS.
Setelah login sebagai admin, maka dapat langsung masuk ke menu dokumen dan memilih menu dokumen penelitian. Kemudian dokumen dapat ditambahkan sesuai dengan skema penelitian.
5.13.1.10 Activity Diagram Mengelola Pengguna
Gambar 5.17 Activity Diagram Mengelola Pengguna
Aktivitas mengelola user hanya dapat dilakukan oleh admin. Dalam melakukan pengelolaan terhadap fitur ini, admin harus terlebih dahulu login ke dalam KMS kemudian masuk ke dalam menu administrasi user. Dari menu ini admin memiliki dua pilihan yaitu untuk menambah profil user dan mengubah profil tersebut.
Profil user berisikan daftar user yang dapat mengakses KMS dan disesuaikan dengan hak aksesnya. Pada masing-masing halaman dalam KMS terdapat fungsi
view, write, edit, dan delete. Bagian akhir dari aktivitas ini adalah dilakukannya penyimpanan terhadap profil user.
5.13.2 Desain Knowledge Management System
Perancangan terhadap desain KMS selanjutnya adalah dengan melakukan perancangan terhadap Skema Basis data/Logical Record Structure, arsitektur sistem, infrastruktur, dan perancangan user interface. Pada bagian ini, akan membahas secara khusus tentang perancangan desain dari KMS.
5.13.2.1 Perancangan Skema Basis Data/Logical Record Structure
Perancangan terhadap skema basis data KMS dibagi menjadi tiga modul utama yaitu modul chat, modul survei, dan modul forum. Pembagian ini didasarkan atas keterhubungan antar fungsi modul. Modul chat digunakan untuk fungsi chatting.
Modul survei digunakan untuk fungsi survei, sedangkan modul forum digunakan untuk fungsi forum diskusi, manajemen dokumen, dan wiki. Secara lebih jelas perancangan terhadap skema basis data/Logical Record Structure (LSR) untuk aplikasi KMS ditunjukkan seperti gambar berikut.
Gambar 5.18 Skema Basis Data/Logical Record Structure KMS
Penjelasan untuk masing-masing modul pada LSR diatas adalah pertama modul chat, yaitu terdiri dari tiga tabel yang saling berelasi yaitu tabel ref_users, tabel chat, dan tabel ref_chat_room. Tabel ref_users berisikan seluruh nama pengguna KMS yang dapat melakukan chatting. Tabel ref_chat_room berisikan room yang dapat diakses pengguna untuk melakukan chatting, sedangkan tabel chat merupakan tabel transaksi antara user dengan chat room. Relasi antara tabel ref_user dengan ref_chat_room merupakan relasi many to many, dimana satu user dapat mengakses banyak chat room, dan sebaliknya. Namun karena relasi ini membutuhkan tabel chat, sehingga terjadi relasi antara tabel ref_user dengan tabel chat yaitu one to many, dan relasi antara tabel chat dengan tabel transaksi ref_chat_room yaitu many to one. Disamping itu, user dapat melakukan chatting dengan user yang lainnya tanpa melalui tebel ref_chat_room. Pada kondisi user melakukan chatting dengan user yang lainnya, nilai tabel ref_chat_room adalah null, sedangkan untuk nilai from dan to berisikan id_user dari orang yang melakukan chatting.
Kedua yaitu modul survei terdiri atas lima tabel, yaitu tabel ref_user, tabel jawaban_user, tabel ref_jawaban, tabel ref_pertanyaan, dan tabel ref survei. Tabel ref_user berelasi secara langsung dengan tabel ref_jawaban, dimana relasi antar keduanya adalah relasi many to many. Namun relasi tersebut membutuhkan tabel transaksi yang lain yaitu tabel jawaban_user, tabel tersebut digunakan untuk menyimpan jawaban dari user. Sedangkan tabel survei berelasi one to many dengan tabel ref_pertanyaan, yaitu satu buah survei terdiri dari banyak pertanyaan. Tabel ref_pertanyaan berelasi one to many dengan tabel ref_jawaban, dimana satu pertanyaan memiliki banyak jawaban.
Ketiga yaitu modul forum diskusi terdiri dari tabel ref_user, tabel ref_forum_user, tabel forum_posting, tabel forum_file, tabel forum_topik, tabel forum_messages, tabel forum_category, dan tabel forum_status_user. Tabel ref_forum_user berisikan data pribadi dari user tersebut seperti avatar, status moderator, gender, alamat, dan jumlah posting. Tabel forum_forum_posting berisikan transaksi seperti pembuat topik dan balasan atas topik tersebut. Tabel forum_file digunakan untuk menyimpan deskripsi dari file seperti nama file, ukuran file, dan siapa yang
upload. Tabel forum_topik digunakan untuk menyimpan deskripsi dari topik seperti judul, berapa jumlah posting, dan berapa yang sudah melihat. Tabel forum_messages berisikan posting yang di tampilkan oleh user. Tabel ref_forum_category berisikan apakah posting dari user termasuk ke dalam kategori wiki, forum diskusi, atau manajemen dokumen. Tabel ref_forum_status_user berisikan status dari user, apakah sebagai moderator atau sebagai user biasa.
5.13.2.2 Perancangan Arsitektur Knowledge Management System
Arsitektur KMS yang didesain terdiri atas tiga layer yaitu presentation layer, bussines layer, dan data layer. Berikut ini merupakan gambar arsitektur dari KMS penelitian.
Gambar 5.19 Arsitektur Knowledge Management System
Sesuai dengan gambar 5.19 di atas, bagian presentation layer terdiri dari komponen yang berguna untuk berinteraksi dengan user. Secara umum, komponen ini menjadi penghubung antara user dengan business logic pada business layer. Presentation layer mengandung komponen antara lain web user interface (Web UI) dan presentation logic components. Presentation logic components merupakan platform teknologi yang digunakan untuk pembuatan user interface, untuk KMS ini dikembangkan dengan menggunakan teknologi PHP.
Pada business layer berisikan fitur utama dari sistem yang akan dibangun serta penggabungan dari business logic yang saling berhubungan. Pada perancangan KMS ini business layer yang dikembangkan terdiri atas chatting, wiki, survei, manajemen dokumen, dan forum diskusi.
Bagian data layer merupakan bagian yang menyediakan akses kepada data source. Layer terdiri atas data access components, service agents, dan data helpers/utilities yang terhubung dengan data source yaitu database KMS dan database perpustakaan.
5.13.2.3 Perancangan Infrastruktur Knowledge Management System
Perancangan terhadap infrastruktur KMS yang dikembangkan menggunakan infrastruktur yang saat ini digunakan oleh PNJ. Infrastruktur yang akan dimanfaatkan meliputi jaringan, hardware, dan operating system. KMS dipersiapakan untuk dapat diakses oleh kurang lebih lima ratus pengguna secara bersamaan, dan aplikasi yang dikembangkan berbasis open source. Atas pertimbangan tersebut maka web server yang digunakan adalah apache web server dan database yang dipakai adalah MySQL, sedangkan untuk aplikasi pada sisi client akan menggunakan web browser untuk memudahkan akses terhadap aplikasi KMS sehingga untuk kebutuhan software dan hardware KMS dapat diklasifikasikan seperti tabel 5.11 berikut ini.
Tabel 5.11 Kebutuhan Minimum Hardware dan Software
Komponen Kebutuhan Minimum
Web Server Database Server Client Computer Hardware
Processor 64 bit, Core 2 Duo
64 bit, Core 2 Duo
Core Duo, 1,3 GHz
Memory/RAM 2 GB 2 GB 1 GB
Harddisk 500 GB 500 GB 500 GB
Software
Sistem Operasi Win Server 2003 Win Server 2003 Win XP, SP 3 Software Operation Apache Web
Server
MySQL Web Browser
Atas pertimbangan efektifitas dan kemudahan akses dari KMS ini, maka KMS dapat diakses melalui jaringan internet dan intranet. Sehingga user dapat mengakses KMS ini dari mana saja. Atas pertimbangan tersebut, maka topologi infrastruktur untuk KMS adalah sebagai berikut:
KMS
Perpustakaan
Firewall
Router
Gambar 5.20 Infrastruktur KMS
5.13.2.4 Perancangan User Interface Knowledge Management System
Perancangan User Interface ini akan menjelaskan alur menu pada KMS dan perancangan terhadap layar KMS. Alur halaman KMS akan dijelaskan dengan
Perancangan User Interface ini akan menjelaskan alur menu pada KMS dan perancangan terhadap layar KMS. Alur halaman KMS akan dijelaskan dengan