BAB IV: ANALISIS DATA
B. Analisis Hasil Akhir Menggunakan Cognitive Behavior Therapy
91
3. Tahap akhir
Tahap akhir ini adalah tahap evaluasi atau follow up. Dalam
proses konseling konseli melakukan treatmen dan menjalankannya
selama kurang lebih dua minggu. Setelah konseli melaksanakan
treatment tersebut nampak peruahan yang terjadi pada diri konseli. Secara perlahan konseli menunjukan perubahan seperti merawat
kecantikan tubuhnya atau wajahnya, konseli juga mengatur jadwal
tidurnya dengan tidak memikirkan hal-hal yang membuatnya merasa
mengalami kecemasan.
B. Analisis hasil akhir menggunakan Cognitive Behavior Therapy (CBT) Islami pada Seorang Gadis yang Menderita Insomia di Driyorejo Gresik
Dalam analisis hasil akhir dari Cognitive Behavior Therapy (CBT)
Islami yang dilakukan untuk penderita insomnia apakah ada perubahan
pada diri konseli antara sebelum dan sesudah dilaksanakannya Cognitive
Behavior Therapy (CBT) Islami dapat digambarkan pada tabel di bawah ini.
Tabel 4.1
Perubahan perilaku konseli setelah diberikan konseling
No Kondisi Konseli Sebelum Sesudah
Ya Tidak Ya Tidak
1 Tidur pagi X X
2 Kurang percaya diri X X
3 Takut X X
4 Cemas X X
92
6 Membaca Al-Qur’an jarang sering
7 Membaca doa
sehari-hari
X X
Pembuktian dari perubahan dapat dijelaskan pada tabel 4.1
setelah dilaksanakannya Cognitive Behavior Therapy (CBT) Islami
untuk mengatasi insomnia. Melihat tingkat keberhasilan tersebut, dapat
disimpulkan dengan membandingkan sebelum menggunakan Cognitive
Behavior Therapy (CBT) Islami dengan sesudah menggunakan
Cognitive Behavior Therapy (CBT) Islami terdapat perubahan dengan
ditunjukan pada tabel 4.1 sudah ada beberapa point yang tidak dialami
lagi oleh konseli. Begitu juga dengan tingkah laku sehari-hari konseli,
sekarang konseli sudah sering untuk membaca Al-Qur’an dan doa
sehari-hari khususnya membaca doa terapi untuk insomnia.
Dari hasil akhir Cognitive Behavior Therapy (CBT) Islami sudah
terlihat membawa perubahan bagi konseli dalam masalah insomnia
secara perlahan, dan gejala-gejala yang muncul secara perlahan hilang.
Gejala tersebut bisa dikatakan hilang karena faktor yang nampak dalam
diri konseli setiap kali bertatap muka melakukan wawancara sesudah
melaksanakan treatment. Sekarang konseli menjadi percaya diri bahwa
dirinya mampu, bahwa Allah membuat konseli lebih sabar lagi.
Menghilangkan kecemasan yang ada pada diri konseli sehingga konseli
bisa mengatur jadwal tidurnya meskupun awalnya konseli merasa
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Prosees menggunakan Cognitive Behavior Therapy (CBT) Islami
pada seorang gadis yang menderita insomnia di Driyorejo Gresik
yaitu tahap yang pertama yaitu mengubah pemikiran negatif yang
ada pada konseli. Konseli selalu berpikir bahwa tidak yakin untuk
bisa masuk kerja lagi, pemikirannya sudah tidak optimis saat
akan melamar pekerjaan. Saat konseli memikirkan hal negatif
konselor meminta konseli untuk memenangkan diri dengan
memejamkan mata sambil berbicara kepada diri sendiri dengan
keyakinan bahwa Allah selalu bersama hambaNya yang pantang
menyerah dan Allah pasti menolong hambaNya. Meskipun tidak
bersama konselor, konselor mengintruksikan selalu melakukan
seperti itu ketika pemikiran negatifnya datang. Kedua, melakukan
penugasan rumah seperti yang ada pada jadwal sehari-hari.
Seperti setiap pagi selalu berolah raga, kemudian selalu tidur di
waktu yang sama, dan lain sebagainya.
2. Berdasarkan hasil proses Cognitive Behavior Therapy (CBT)
Islami pada seorang gadis yang menderita insomnia di Driyorejo
Gresik dapat dinyatakan berhasil karena dengan membandingan
94
(CBT) Islami bahwa sebelum CBT Islami dilakukan konseli
merasakan gejala-gejala pada diri konseli tetapi sesudah
melakukan CBT Islami maka gejala itu berkurang. Meskipun
awalnya konseli merasa sangat sulit untuk melakukannya tetapi
konseli mencoba sedikit demi sedikit sehingga konseli merasa
ada perubahan pada dirinya.
B. Saran
Dalam penelitian ini penulis yang juga peneliti sekaligus sebagai
konselor menyadari akan banyaknya kesalahan dan konselor juga jauh
dari kesempurnaan. Maka dari itu, penulis yang sekaligus peneliti
berharap ada karya selanjutnya yang lebih baik untuk menyempurnakan
penelitian yang sudah ada.
Peneliti memberikan saran-saran agar kedepannya banyak peneliti yang
lebih baik lagi:
1. Bagi konseli
Bagi koseli, jangan pernah menyerah dalam menghadapi
suatu permasalahan karena setiap pemasalahan pasti selalu ada
jalan keluarnya. Jangan lupa bahwa Allah selalu ada di dekat kita
yang akan setiap saat membantu disaat kesusuahan. Serahkan
apapun permasalahan itu kepada Allah dan selalu berpikir positif
dalam segala hal karena pemikiran bisa menuntun suatu tindakan.
Jika pemikiran positif maka tindakan juga terarah kepada hal-hal
95
tetapi jadikanlah sebuah pembelajaran dan juga pengalaman
hidup karena dengan masalah kita bisa lebih dewasa dalam
menghadapi segala macam rintangan.
2. Bagi konselor
Bagi konselor berusaha untuk selalu belajar mengasah
kemampuan dalam hal membantu orang lain yang kesusahan
dengan menggunakan bimbingan dan konseling islam.
3. Bagi pembaca
Bagi para pembaca, khususnya mahasiswa bimbingan dan
konseling islam agar melakukan penelitian yang lebih baik lagi
kedepannya khususnya yang menggunakan Cognitive Behavior
Therapy (CBT). bagi mahasiswa bimbingan dan konseling islam
yang ingin menggunakan Cognitive Behavior Therapy (CBT)
diharapkan kepada para peneliti untuk menyempurnakan
DAFTAR PUSTAKA
Akhiriwan, M. Hafiz, Bimbingan Konseling Islam dengan Cognitive Behavior
Therapy dalam Mencegah Masalah Kesehatan Mental (AXIETY) Seorang Siswa di Madarasah Aliyah Bilingual Krian Sidoaro, Skripsi: Fakultas Dakwah, 2014
Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian dan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta,
2006
Bungin, Berhan, Metode Penelitian Sosial: Format-Format Kualitatif dan
Kuantitatif, Surabaya: Universitas Airlangga, 2001
Dariyo, Agoes, Psikologi Perkembangan Dewasa Muda, Jakarta: PT Gramedia
Widiasarana Indonesia, 2003
Davision, Gerald C, Psikologi Abnormal, Jakarta: PT Grafindo Persada, 2006 Gunarsah, Singgih D, Konseling dan Psikoterapi, Jakarta: PT BPK Gunung Mulia,
2010
Hurlock, Elizabeth B, Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan dalam Hidup,
Jakarta: Erlangga, 1980
Jahja, Yudrik, Psikologi Perkembangan, Jakarta: Kencana, 2011
Knoers & Haditio, Monks, Psikologi Perkembangan Pengantar dalam Berbagai
Bagaiannya, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2006
Kusuma, Widjaja, Kedaruratan psikiatrik dalam Praktek, Jakarta: Profesional
Books, 1997
Mariani, Rosleney, Psikologi Perkembangan, Bandung: CV Pustaka Setia, 2015
Maulidyah, Kusnul, Bimbingan Konseling Islam dengan Cognitive Behavior
Therapy untuk Mengurangi Kecemasan Akibat Culture Shock Mahasiswa dari Malaysia di Universitas Islam Negri Sunan Ampel Surabaya, Skripsi: Fakultas Dakwah, 2015
Milne, Ailen & Wilding, Cristine, Cognitive Behavioural Therapy, Jakarta:
Kreatif Media Jakarta, 2003
Mulyana, Metode penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2002 Nevid, Jeffrey S, Psikologi Abnormal, Jakarta: penerbit Erlangga, 2003
Oemardi, Kasandra, Pendekatan Cognitive Behavior dalam Psikoterapi, Jakarta:
KreativMedia Jakarta, 2003
Rafknowledge, Insomnia dan Gangguan Tidur Lainnya, Jakarta: PT Elex Media
Komputindo, 2004
Soedarmaji, Hartono Boy, Psikologi Konseling, Surabaya: Press UNIPA, 2006
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, R&D, Bandung:
ALFABETA, 2014
Susilo, Yekti, Cara Jitu Mengatasi Insomnia, Jakarta: CV ANDI OFFSET,2011 Tyrer, Peter, Mengatasi Insomnia, Jakarta: Penerbit ArcAN,1985
Zaenudin, Abu Bakar, Psikologi dalam Prespektif Hadist, Jakarta: PT Pustaka