• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Hasil Pelaksanaan & Refleksi

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN. A. Analisis Situasi (Halaman 44-50)

Jumlah jam program : 5 jam Analisis pelaksanaan

: Belanja dilakukan lebih dari satu kali karena kebutuhan yang selalu bertambah tiap harinya, terutama kebutuhan untuk menghias PAUD. Pengeluaran : Rp. 950.000,00

Sumber Pengeluaran

: Swadaya PAUD Pelangi Nusa dan Mahasiswa

Peran Mahasiswa : Pelaksana Program

Faktor Pendukung : Akses belanja mudah karena letak toko saling berdekatan

Faktor Penghambat

: Kesulitan menentukan waktu belanja karena adanya proker lain yang sedang berjalan

Cara Mengatasi : Pembagian jobdes dengan teman satu kelompok PPL

Hasil / Keluaran : segala kebutuhan yang menunjang terlaksananya program program di SKB terlah terpenuhi dan bisa digunakan.

d. Pendampingan TBM

Pendampingan TBM di SKB Kulon Progo yakni dengan membersihkan perpustakaan, memilah buku yang terkena banjir, melabeli buku, melayani warga belajar yang meminjam

C. Analisis Hasil Pelaksanaan & Refleksi

Keberhasilan dalam Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di SKB Kulon Progo tidak terlepas dari partisipasi dan kerjasama dari semua pihak terutama dari pihak SKB Kulon Progo yang telah memberikan dorongan kepada kami sehingga selama proses pembelajaran kegiatan PPL dapat berjalan dengan lancar. Peran dari Dosen Pembimbing Lapangan, Kepala SKB Kulon Progo, Pendamping Mahasiswa di SKB Kulon Progo dan seluruh pamong belajar dan karyawan SKB Kulon Progo yang membantu

45

kami dalam melaksanakan berbagai program baik individu maupun kelompok. Mahasiswa PPL berperan sebagai perencana, pelaksana, serta evaluator dalam menjalankan program-programnya. Hal ini tidak terlepas dari bimbingan DPL dan pembimbing lapangan program-program yang direncanakan dapat berjalan dan tentunya relevan dengan keilmuan PLS. Tidak hanya itu, partisipasi dari pihak SKB Kulon Progo Kab. Kulon Progo, para pendidik dan petugas administrasi di PAUD Pelangi Nusa dan peserta (kelompok sasaran) merupakan faktor pendukung dalam menjalankan program PPL

Dengan mengacu pada analisis hasil setelah mengadakan PPL di SKB Kulon Progo ini dapat disampaikan beberapa hal sebagai berikut : a. Metode dan pendekatan yang digunakan untuk PPL dengan sasaran yang

berbeda-beda, berbeda-beda pula metode dan pendekatan yang digunakan.

b. Dalam menghadapi anak-anak atau orang dewasa (warga Paket) berbeda-beda, hal ini berkenaan dengan perkembangan.

c. Metode dan pendekatan yang digunakan dalam menghadapi warga belajar orang dewasa dalam hal ini warga belajar kursus menjahit yaitu student center.

d. Setiap peserta didik atau warga belajar baik PAUD atau Kejar Paket memiliki karakteristik yang berbeda dalam minat, kebutuhan dan kemauan belajar.

e. Evaluasi diberikan baik dengan lisan maupun tertulis (menggunakan penskoran) untuk mengetahui kelemahan, kelebihan dari program sehingga kedepannya program terlaksana dengan lebih baik.

46

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Kesimpulan akhir selama kami melaksanakan program Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) yang dilaksanakan di Sanggar Kegiatan Belajar Kulon Progo Kab. Kulon Progo antara lain:

1. Program Utama Kelompok

Program utama kelompok yang kami laksanakan adalah program peningkatan suasana ruang belajar PAUD, Outbond Edukatif, Analisis Kebutuhan Lembaga, Jum’at bersih, Lomba Mewarnai. Program tersebut telah berhasil dilaksanakan dengan baik. Adapun keberhasilan dari program yang dilaksanakan tidak terlepas dari bimbingan dan bantuan para pamong yang senantiasa memberikan masukan dan saran guna kelancaran kegiatan. Penulis berharap semua program yang telah terlaksana dapat memberikan manfaat positif bagi semua pihak. Walaupun terdapat beberapa hambatan dalam melaksanakan program-program tersebut namun hambatan tersebut berhasil kami atasi dengan baik.

Terjalinnya koordinasi yang baik dapat menunjang pelaksanaan PPL, dengan koordinasi yang baik pula permasalahan yang menyangkut program PPL dapat segera terpecahkan dengan cepat dan baik.

2. Program Tambahan

Program tambahan yang dilaksanakan meliputi, Penyusunan data dan presensi warga belajar kesetaraan, Apel pagi, Pembuatan Buku Induk, Lomba dalam rangka memperingati 17 Agustus. Detail dari kegiatan program tambahan di lampirkan dalam lampiran guna melengkapi informasi. Kami juga berharap dengan terlaksananya program tambahan yang kami telah laksanakan dapat mendatangkan manfaat dan dapat memberikan kontribusi positif bagi semua pihak yang telibat didalamnya.

Melalui Program Praktik Pengalaman Lapangan, kami berusaha untuk menumbuh kembangkan sikap dan kepribadian sebagai seorang pendidik, dan fasilitator yang memiliki sikap dewasa dalam bertindak dan berpikir serta disiplin dalam melaksanakan tugas dan kewajiban selain itu

47

juga memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan lembaga dan masyarakat di sekelilingnya.

3. Program Insidental

Program insidental yang telah terlaksana yaitu : Pendampingan TPA Pelangi Nusa, FGD, Diskusi proker dengan pamong, Penyebaran undangan, Latihan baris berbaris, Pelaksanaan kegiatan Pawai bersama Dinas Pendidikan, Belanja keperluan SKB Kulon Progo. Program insidental yang kami laksanakan dirasa dapat mendatangkan manfaat bagi pembaca ataupun pihak lain. Dengan mengikuti program insidental tersebut, pengalaman kami selama melaksanakan PPL menjadi bertambah.

Dengan program PPL, mahasiswa sebagai calon pendidik, tenaga kependidikan, maupun pengelola program yang berkompeten akan memiliki semangat dalam membantu mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai salah satu peran serta dalam membangun bangsa. Disamping hal-hal yang telah disebutkan di atas ada beberapa hal yang akan sangat bermanfaat dalam pelaksanaan PPL, yaitu :

a. Bagi Mahasiswa

1. Dapat mengembangkan cara berpikir dengan membuat desain program

sampai evaluasi program, sehingga mahasiswa mampu

mengaplikasikan di lingkungan sekitar setelah melaksanakan PPL 2. Dapat memperdalam pengertian, pemahaman, dan penghayatan

tentang pelaksanaan program pendidikan luar sekolah.

3. Mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan bekal yang telah diperolehnya selama perkuliahan ke dalam proses pembelajaran dan atau kegiatan kependidikan lainnya.

4. Dapat mendewasakan cara berpikir dan meningkatkan daya penalaran mahasiswa dalam melakukan penelaahan, perumusan dan pemecahan masalah pendidikan yang ada di lembaga.

5. Dapat mengenal dan mengetahui secara langsung kegiatan proses pembelajaran dan atau kegiatan lainnya di tempat praktik.

b. Bagi Lembaga

1. Memperoleh bantuan tenaga dan pikiran dalam mengelola PAUD dan TPA serta program kesetaraan.

2. Memperoleh inovasi program menarik bagi warga belajar di SKB Kulon Progo.

48

c. Bagi Universitas Negeri Yogyakarta

1. Mendapatkan masukan tentang perkembangan pelaksanaan praktik kependidikan sehingga kurikulum, metode, dan pengelolaan proses pembelajaran di kampus UNY agar dapat lebih disesuaikan dengan tuntutan nyata di lapangan.

2. Mendapatkan masukan tentang kasus kependidikan yang berharga yang dapat dipergunakan sebagai bahan pengembangan penelitian. 3. Dapat memperluas dan meningkatkan jalinan kerjasama dengan pihak

lembaga ataupun instansi lainnya.

B. SARAN

Untuk meningkatkan keberhasilan serta optimalisasi Praktek Pengalaman Lapangan PPL pada tahun yang akan datang, maka kami mengajukan saran-saran sebagai berikut :

1. Kepada Tim Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) UNY

a. Pihak UNY hendaknya lebih proaktif serta lebih kooperatif dalam menjalin kerjasama dengan Dinas-dinas terkait, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup dan lain-lain. Sehingga dengan terjalinnya hubungan yang baik dapat memudahkan konektivitas mahasiswa dalam melaksanakan program.

b. Selain itu perlu adanya kerja sama yang baik antara SKB Kulon Progo dengan pihak UNY, sebab dalam pelaksanaan kurikulumnya banyak terdapat kesamaan dan kesesuaian diantara keduanya, khususnya dalam bidang studi. Dengan demikian, dapat membuka kesempatan bagi para mahasiswa UNY khususnya jurusan Pendidikan Luar Sekolah, untuk bersama-sama meningkatkan program-program pengajaran bidang luar sekolah yang akan diselenggarakan.Hendaknya Tim Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) UNY mengkaji ulang mengenai jumlah jam yang seharusnya dicapai oleh kelompok PPL. Jika jumlah SKS yang perlu dicapai 3 SKS maka hendaknya ditegaskan kembali untuk jumlah jam, 3 SKS menjadi 128 jam bukan 256 jam meskipun dilaksanakan dalam 2 bulan.

c. Hendaknya Tim Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) UNY mengkaji ulang mengenai pelaksanaan KKN dan PPL yang bersamaan, karena banyak anggota kelompok, khususnya kelompok PPL SKB Kulon Progo yang jatuh sakit karena beban pikiran dan kondisi tubuh yang tidak stabil, disebabkan karena harus fokus pada dua cabang (KKN dan PPL).

49

2. Bagi mahasiswa peserta PPL UNY

a. Hendaknya antar mahasiswa bisa saling memahami dan berkoordinasi satu sama lain, sehingga akan memudahkan dalam melaksanakan program yang telah direncanakan.

b. Mahasiswa hendaknya lebih bisa memahami program-program apa yang sesuai dengan kebutuhan lembaga namun tetap mengingat peran mahasiswa sebagai transformator dilapangan.

c. Mahasiswa diharapkan lebih bisa bermasyarakat dan bersosialisasi dengan warga lembaga sehingga dapat lebih persuasif dalam melaksanakan program yang melibatkan warga atau lembaga sekitar.

d. Praktek Pengalaman Lapangan yang telah dilakukan hendaknya benar-benar dijadikan sebagai pengalaman dan bekal serta media praktek lapangan bagi peserta PPL untuk hidup dan beradaptasi di lingkungan pekerjaan dengan baik.

e. Sebagai pembelajaran bagi peserta PPL untuk lebih belajar arti kerja sama satu sama lain sehingga tercipta tim yang solid dan saling menghargai

50

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN. A. Analisis Situasi (Halaman 44-50)

Dokumen terkait