• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV : ANALISIS DATA

B. Analisis Hasil Pelaksanaan Konseling

Perilaku Agresif Seorang Remaja Korban Perceraian Orang Tua

Setelah melakukan proses bimbingan dan konseling dengan terapi

realitas menggunakan teknik WDEP pada seorang remaja yang

mempunyai perilaku agresif karena korban perceraian orang tua, maka peneliti dapat mengetahui hasil dari pelaksanaan bimbingan dan konseling yang dilakukan konselor cukup membawa perubahan pada diri konseli. Teknik WDEP dapat mengurangi perilaku agresif meskipun belum bisa meninggalkan secara maksimal atau belum mencapai hasil yang signifikan 100%.

Dari hasil observasi dan wawancara yang konselor lakukan terhadap konseli dan informan lainnya, dapat diketahui bahwa perubahan yang dialami konseli diantaranya adalah konseli mulai mempunyai tali silaturrahmi kepada keluarnya, terutama lebih terbuka dengan orang tuanya. Dalam salah satu pertemuan dengan konseli dan informan disebutkan bahwa sebenarnya konseli ingin menjadwal waktu nongkrong, menurutnya hal ini sedikit sulit karena jika sudah asyik ngobrol lupa waktu. Konseli juga bersikap lebih terkontrol meskipun terkadang masih tidak bisa menjaga pola berfikir dengan teratur. Konseli juga terlihat mulai menghabiskan banyak waktu dengan kegiatan-kegiatan baru yang menurutnya lebih bermanfaat, untuk sekedar mengisi waktu luangnya jika nongkrong maupun di warkop hanya sebagai hiburan (menenangkan diri).

Berikut ini adalah hasil lain dari observasi yang telah dilakukan oleh konselor terhadap konseli baik sebelum dan sesudah proses konseling dan treatment:

Tabel 4.1

Perilaku yang ditunjukkan konseli sebelum proses konseling

NO

Perilaku yang tampak sebelum proses terapi

Sangat terlihat Sedikit terlihat Tidak terlihat 1 Berfikir negatif ð 2 Nongkrong ð 3 Pergaulan bebas ð 4 Minum alkohol ð 5 Mencuri ð

Saat konselor melakukan follow up pada hari Minggu, 28 Mei 2017, konseli sudah terlihat menunjukkan perubahan perilaku kearah yang lebih baik. Dan ini adalah hasil perilaku yang ditunjukkan konseli setelah menjalani proses konseling:

Tabel 4.2

Perilaku yang ditunjukkan konseli setelah proses konseling

NO Perilakuyang tampak setelah

proses terapi Sangat terlihat Sedikit terlihat Tidak terlihat 1 Berfikir negatif 2 Nongkrong 3 Pergaulan bebas 4 Minum alkohol 5 Mencuri

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari hasil penelitian konseling dengan judul Konseling Realitas dalam Mengatasi Perilaku Agresif Seorang Remaja Korban Perceraian Orang Tua (Studi kasus Desa Sukosewu Kecamatan Sukosewu Kabupaten Bojonegoro).

Pertama, proses penelitian dengan konseling realitas dalam mengatasi perilaku agresif seseorang remaja korban perceraian orang tua (studi kasus di Desa sukosewu Kecamatan Sukosewu kabupaten bojonegoro) telah dilakukan dengan lima tahapan terapi yakni identifikasi masalah, diagnosis, prognosis, treatment dan evaluasi/follow up. Diantara teknik yang dilakukan pada teratment ini adalah dengan teknik WDEP (Want, Doing, Evaluation dan Plans) yang dilakukan adalah pertama Want (Apa yang diinginkan) yakni Konselor meminta konseli mengungkapkan keinginannya terhadap diri sendiri, orang tua maupun keluarga, kedua Doing (apa yang dilakukan) yakni konselor meminta konseli menjelaskan beberapa sikap dan perilaku yang dilakukan saat ini dan untuk mencapai keinginan yang diharapkan, Evaluation (menilai diri secara cermat) yakni konselor mendorong konseli untuk menyadari perilaku-perilaku yang dilakukan setelah orang tuanya bercerai dan membandingkan antara perilaku yang tidak menguntungkan dan yang baik untuk konseli, Plans (merencanakan tindakan yang bertanggung jawab) yakni membimbing

konseli ke arah perubahan untuk dirinya dengan merencanakan tindakan yang bertanggung jawab sesuai dengan keinginannya agar mencapai identitas keberhasilan sesuai harapan dan realitas yang ada dan bisa meyesuaikan diri, orang lain serta lingkungan.

Kedua, hasil proses pendekatan konseling realitas yang dilakukan dalam mengurangi perilaku agresif pada seorang remaja korban perceraian orang tua tepatnya di Desa Sukosewu Kecamatan Sukosewu Kabupaten Bojonegoro adalah konseli mampu melaksanakan rencana-rencana yang disusun sesuai komitmennya, konseli juga berkomitmen untuk mengurangi perilaku yang menyimpang meskipun belum bisa meninggalkan perilaku tersebut dan konseli sudah berjanji akan meninggalkannya. Perubahan menjadi individu atau seorang remaja yang diharapkan sesuai dengan keinginannya memang bertahap, namun sudah terlihat bahwa dia melaksanakan rencana yang dibuat dengan baik, oleh karena itu proses terapi realitas kepada konseli dikatakan berhasil meskipun belum 100%. B. Saran

Saran dari hasil penelitian konseling dengan judul Konseling Realitas dalam Mengatasi Perilaku Agresif Seorang Remaja Korban Perceraian Orang Tua (Studi kasus Desa Sukosewu Kecamatan Sukosewu Kabupaten Bojonegoro).

Pertama, bagi peneliti selanjutnya agar lebih memperdalam teknik terapi realitas dan benar-benar mengaplikasikan setiap langkah-langkah khususnya pada teknik WDEP.

Kedua, bagi peneliti atau konselor harus tetap memantau perkembangan dan tetap menjalin tali silaturrahim dengan konseli untuk dalam membantu mencapai keinginannya meskipun pelaksanaan konseling telah selesai, dan peneliti harus terus belajar memperdalam keilmuan konseling dan melatih diri untuk membantu orang-orang disekitanrnya dalam menemukan solusi atas masalah yang dihadapi dengan profesional.

Ketiga, bagi konseli harus semangat dalam mencapai tujuannya, bisa istiqomah dengan rencana yang dibuatnya, bisa lebih terbuka dengan orang tua, keluarga, orang lain serta dengan lingkungan.

Keempat, bagi orang tua terutama sang ayah harus senantiasa meluangkan sedikit waktu untuk anak dan memberikan perhatian yang lebih kepada konseli khususnya yang berkaitan dengan perilaku-perilaku yang dilakukannya, wajib memarahi jika memang yang konseli lakukan itu adalah perilaku yang menyimpang.

DAFTAR PUSTAKA

Lumongga Lubis Namora, Memahami Dasar-Dasar Konseling Dalam Teori Dan

Praktik, Jakarta: Kencana Prenada Media Grup, 2011.

Karhe Barbara,Prilaku Agresif,Yogyakarta: PUSTAKA PELAJAR, 2005.

Sudarsono,Kenakalan Remaja,Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1995.

Koencoroningrat, Metode-Metode Penelitian Masyarakat, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1981.

Wardi Bahtiar,Metodologi Penelitian Ilmu Dakwah,Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1987.

Moleong dan Lexy, Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: PT. Remaja

Rosdakarya, 2009.

Nazir Moh,Metode Penelitian, Jakarta: Ghalia Indonesia, 1988. Suparmoko,Metode Penelitian Praktis, Yogyakarta: BPFE, 1995.

Suryo dan Djumhur, Bimbingan dan Konseling di Sekolah, Bandung: CV. Ilmu, 1975.

Sugiarto, Metode Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Bandung: Alfabeta, 2008.

Nazir Moh,Metode Penelitian,Jakarta: Ghalia Indonesia, 1999. Tobroni dan Suprayono Imam,Metodologi Penelitian Sosial-Agama. Corey Gerald,Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi.

AT Andi Mappiare, Pengantar Konseling dan Psikoterapi, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2011.

Widodo Bernardus, Keefektifan Konseling Kelompok Realitas Mengatasi

Persoalan Perilaku Disiplin Siswa di Sekolah, Jurnal Widya Warta No. 02, Juli, 2010.

Karsih, Komalasari Gantina, Wahyuni Eka, Teori dan Teknik Konseling, Jakarta: PT INDEKS Permata, 2011.

Fauziah Nurul Rizqa, Penerapan Konseling Kelompok Realita Teknik WDEP Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII-H SMP Negeri 2 Mojosari, Jurnal BK Unesa, Volume 3 No. 1 Tahun 2013.

Adiputra Sofwan, Teknik WDEP System Dalam Meningkatkan Keterampilan Belajar Siswa Undeachiever, Jurnal Fokus Konseling STKIP Muhammadiyah Pringsewu Lampung, Volume 2 No.1, Januari, 2016. Masrohah Ali, Penerapan Konseling Kelompok Realita Teknik Wdep Untuk

Meningkatkan Disiplin Belajar Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Rogojampi Banyuwangi, Jurnal mahasiswa Bimbingan dan Konseling UNESA Vol 4, No 3, 2014.

Sofyan Willis,Remaja dan Masalahnya, Bandung: Alfabeta, 2010. Koeswara,Agresi Manusia, Bandung: PT. Eresco, 1998.

Donny dan Baron Robert.Psikologi Social, Jakarta: Erlangga Jilid II, 2002.

Yusuf Syamsu dan Nurihsan Juntika, Landasan Bimbingan dan Konseling, Bandung: Rosda, 2005.

Rimm Siyvia, Mendidik dan Menerapkan Disiplin pada Anak Prasekolah, Jakarta: PT. Gramedia, 2003.

Tim penyusun Kamus Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Kamus Besar

Bahasa Indonesia Edisi Kedua, Jakarta: Balai Pustaka, 1997.

Soemiyati, Hukum perkawinan islam dan Undang-undang perkawinan,

Yokyakarta: Liberty, 2007.

Dokumen terkait