BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN
B. Analisis Hasil Penelitian
1. Peranan Internal Auditor dalam Perusahaan
Dalam bab sebelumnya telah diuraikan mengenai peranan internal auditor secara garis besar, dimana peran audit memegang peranan paling besar dalam mendukung tercapainya tujuan perusahaan.
Apabila dilihat kembali uaraian peran internal auditor yang tercantum dalam bab sebelumnya dan dibandingkan dengan fungsi pengawasan intern perusahaan, maka dapat dilihat bahwa internal audit merupakan salah satu unsur dalam memperkuat sistem pengawasan intern.
Pemeriksaan yang dilakukan oleh internal auditor bukanlah untuk mencari kesalahan, melainkan apabila dalam pemeriksaan didapati kesalahan, penyimpangan atau hambatan, maka internal auditor harus segera mencari jalan/solusi untuk mengatasinya. Internal auditor diharapkan dapat menjadi rekan sesungguhnya dalam setiap upaya perbaikan yang diajukannya, karena saran tersebut bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas setiap bagian.
Pemeriksaan yang dilakukan internal auditor bertujuan untuk merekomendasikan perbaikan yang perlu dengan maksud untuk :
a) Landasan ketaatan terhadap kebijaksanaan manajemen dan menilai apakah kebijaksanaan manajemen cukup memadai,
b) Meningkatkan efisiensi dan efektifitas perusahaan, c) Meningkatkan efektifitas divisi untuk mencapai tujuan d) Menilai kinerja karyawan
e) Mengidentifikasi berbagai kelemahan sistem pengendalian agar tidak terulang lagi di masa mendatang.
Dalam melakukan pemeriksaan dan membuat laporan, internal auditor memiliki Standar profesi internal audit, yang menekankan pada kualitas profesional auditor serta cara auditor mengambil pertimbangan dan keputusan. Hasil audit akan dapat dipakai dengan penuh keyakinan, jika pihak manajemen mengetahui dan mengakui tingkat profesionalisme internal auditor, sehingga diperlukan syarat yang diberlakukan dan dipatuhi oleh internal auditor sebagai suatu standar perilaku berupa kode etik yang menuntut disiplin diri internal auditor.
Pedoman dan Kode etik yang harus dipegang teguh oleh Internal Auditor pada PT Buana Finance yaitu :
a. bersikap jujur, obyektif, cermat dan sungguh-sungguh dalam melaksanakan tugas,
b. memiliki integritas dan loyalitas tinggi terhadap perusahaan serta divisi internal audit,
c. harus selalu mempertahankan sikap independent dalam semua hal yang berhubungan dengan penugasan Internal Auditor,
d. tidak menerima pemberian dalam bentuk apapun dan dari siapapun, baik langsung maupun tidak langsung yang diduga dapat mengganggu pertimbangan profesional auditor,
e. memelihara dan mempertahankan moral, serta martabat sebagai Internal Auditor,
f. melaksanakan seluruh penugasan dengan menggunakan kompetensi profesional yang dimilikinya,
g. mematuhi sepenuhnya standar profesional intrenal audit, kebijakan perusahaan dan peraturan perundangan,
h. tidak memanfaatkan informasi yang diperoleh untuk kepentingan atau keuntungan pribadi dengan alasan apapun yang diduga dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan,
i. melaporkan semua hasil penugasan yang material dengan mengungkapkan kebenaran sesuai fakta yang ada dan tidak menyembunyikan hal-hal yang dapat merugikan perusahaan.
2. Kedudukan Internal Auditor dalam Perusahaan
Dalam menjalankan kegiatan opoersionalnya, setiap perusahaan mempunyai struktur organisasi, yang menggambarkan kedudukan, pembagian wewenang, tugas dan tanggung jawab setiap bagian yang ada dalam perusahaan.
Kedudukan internal auditor yang berada langsung di bawah Direksi. Dengan demikian, kedudukan internal auditor dalam perusahaan sangat penting bagi Direksi dan Komite Audit.
Internal Audit secara langsung membantu Direksi agar pengendalian internal Perusahaan berjalan sesuai dengan kebijakan dan prosedur yang ditetapkan. Internal Audit bertanggung jawab secara operasional kepada Direktur Utama, namun secara administratif bertanggungjawab kepada Komite Audit. Adanya tanggungjawab ganda tersebut memastikan bahwa Internal Audit memperoleh dukungan penuh maupun akses ke pihak manajemen Perusahaan agar dapat menjalankan pekerjaannya secara efektif.
Tugas dan fungsi Internal Audit mengacu pada Rencana Audit Tahunan yang telah disetujui oleh Komite Audit dan Direktur Utama. Selanjutnya Internal Audit memberikan laporan secara periodik kepada Direktur Utama dan Komite Audit yang menjabarkan hasil analisa audit secara keseluruhan, dengan penekanan khusus terhadap penyimpangan/pelanggaran serta rekomendasi perbaikannya.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
Setelah melakukan analisis dalam bab sebelumnya, maka akan diperoleh kesimpulan yang merupakan inti dari seluruh pembahasan terhadap permasalahan yang dibuat dalam penulisan ini serta menyampaikan beberapa saran yang perlu atau baik ditujukan untuk PT Buana Finance Medan, maupun pihak luar perusahaan yang bersangkutan yang berkaitan dengan penulisan ini.
A. Kesimpulan
Dalam pelaksanaan pemeriksaan, internal auditor di PT Buana Finance mengacu pada Rencaana Audit Tahunan yang telah disetujui oleh Komite Audit dan Direktur Utama.
Secara operasional Internal auditor betanggung jawab kepada Direktur Utama dan secara administratif Internal Auditor bertanggung jawab kepada Komite Audit.
Peranan internal auditor dalam perusahaan sudah memadai pada umumnya karena pemeriksaan yang dilakukan internal auditor bukanlah untuk mencari kesalahan, melainkan membantu melakukan perbaikan dengan memberikan solusi apabila terdapat kesalahan atau penyimpangan guna tercapainya tujuan perusahaan. Hal ini sangat membantu pihak manajemen dalam menjalankan tanggung jawabnya.
Kedudukan Internal Auditor pada PT Buana Finance dalam struktur organisasi perusahaan telah mamadai dan cukup independen dari fungsi pengawasan. Dimana dalam struktur organisasi perusahaan dapat dilihat bahwa kedudukan internal auditor berada dibawah Direktur Utama yang secara langsung membantu Direksi agar pengendalian internal Perusahaan berjalan sesuai dengan kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan.
B. Saran
Internal Auditor sebaiknya tetap mengikuti perkembangan yang terjadi di dalam perusahaan dan mampu menentukan pemeriksaan apa saja yang dibutuhkan untuk mampu mengadakan pengawasan secara berkelanjutan dengan selalu memperbaharui program kerja pemeriksaan tahunan yang telah disusun.
Internal auditor sebaiknya terus mengikuti dan memantau setiap kebijakan yang diambil manajemen berkaitan dengan informasi yang dihasilkan bagian audit.
Internal auditor diharapkan dapat lebih meningkatkan kinerjanya dalam melaksanakan audit keuangan dan operasional serta menilai pengendalian, pengelolaan dan pelaksanaannya serta memberikan saran-saran perbaikan bagi pihak manajemen.
Untuk mempercepat proses pemeriksaan di lingkup yang luas, sebaiknya dilakukan penambahan staf internal auditor. Dan dalam hal pemilihan staf internal auditor, perlu dilakukan dengan cermat dan teliti, dengan memperhatikan kompetensi yang dimiliki oleh seorang internal auditor.
DAFTAR PUSTAKA
Agoes, Sukrisno, 2004. Auditing (Pemeriksaan Akuntan), Jilid Kedua, Edisi Ketiga, Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.
Efendi, Arief. 2006. Perkembangan Profesi Internal Audit Abad 21. Makalah disajikan dalam kuliah umum, Universitas Internasional Batam, Batam 11 Desember.
Boynton, C. William, Raymond N. Jhonson, Walter G. Kell, 2002. Modern Auditing. Alih Bahasa Paul A. Rajoe, Gina Gania, Ichsan Setiyo Budi, Jilid Pertama, Erlangga, Jakarta.
Guy, Dan M., Alderman, C Wayne., Winters, Alan J., Auditing, Edisi Kelima, Jilid Dua, Penerjemah Paul A Rajoe, Ichsan Setiyo Budi, Erlangga, Jakarta.
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. 2004. Buku Petunjuk Teknik Penulisan Proposal Penelitian dan Penulisan Skrips, Fakultas Ekonomi USU, Medan.
Messier, William F. Jr dan Steven M. Glover dan Douglas F. Prawitt, 2005. Auditing & Assurance Sevice A Sistematic Approach, Buku II, Edisi 4, Penerjemah Nuri Hinduan, Salemba Empa, Jakarta.
Mulyadi, 2002. Auditing, Edisi Keenam, Cetakan Pertama, Salemba Empat, Jakarta.
Mulyadi, 2001. Sistem Akuntansi, Edisi Ketiga, Cetakan Ketiga, Salemba Empat, Jakarta.
Nazir, Moh, 2005, Metode Penelitian, Ghalia Indonesia, Jakarta.
Sawyer’s, Lawrance B, Mortimer A. Dittenhofer, James H. Scheiner, 2005. Sawyer’s Internal Auditing, Penerjemah Desi Adhariani, Salemba Empat, Jakarta.
Tugiman, Hiro, 1997. Standar Profesional Audit Internal, Edisi Kelima, Penerbit Kanisius, Yogyakarta.