• Tidak ada hasil yang ditemukan

MENGGUNAKAN ECOMIX

G. Analisis Hasil Penelitian

Semua hasil yang didapat dari pelaksanaan penelitian akan ditampilkan dalam bentuk tabel, grafik hubungan serta penjelasan-penjelasan yang didapat dari :

1. Hasil dari pengujian sampel tanah asli yang ditampilkan dalam bentuk

tabel dan digolongkan berdasarkan sistem klasifikasi tanah AASHTO dan USCS.

2. Dari hasil pengujian sampel tanah asli terhadap masing-masing pengujian

seperti uji analisis saringan, uji berat jenis, uji kadar air, uji batas

atterberg, uji pemadatan tanah dan uji CBR ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik yang nantinya akan didapatkan kadar air kondisi optimum.

3. Dari hasil pengujian CBR terhadap masing-masing variasi campuran kadar

semen dan Ecomix setelah waktu pemeraman ataupun perendaman

ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik.

4. Analisis mengenai perubahan karakteristik pada pencampuran Ecomix

dengan sampel tanah setelah pemeraman 7 hari dan perendaman 4 hari dengan mengacu pada perubahan nilai dari parameter-parameter pengujian

seperti pengujian CBR, pengujian batas-batas atterberg dan pengujian

46

a. Dari hasil pengujian berat jenis didapatkan hasil pengujian yang

ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik. Dari tabel dan grafik nilai berat jenis tersebut maka akan didapatkan penjelasan perbandingan

antara pengaruh masing-masing kadar semen + Ecomix terhadap nilai

berat jenisnya.

b. Dari hasil pengujian laboratorium untuk parameter batas-batas

konsistensi yang terdiri dari 3 parameter yaitu batas plastis (PL), batas

cair (LL) dan indeks plastisitas (PI), yang kemudian dipaparkan

hasilnya bentuk tabel dan grafik. Dari tabel dan grafik nilai batas cair dan batas plastis tersebut maka akan didapatkan penjelasan

perbandingan antara pengaruh masing-masing kadar semen + Ecomix

dengan nilai batas cair dan batas plastisnya (batas atterberg).

c. Hasil pengujian parameter CBR, nilai kekuatan daya dukung campuran

akan ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik hubungan antara nilai peningkatan / penurunan nilai CBR dalam kondisi pemeraman selama 7 hari dan rendaman selama 4 hari. Dari tabel dan grafik nilai CBR tersebut maka akan didapatkan penjelasan mengenai perbandingan kualitas daya dukung tanah yang terjadi pada masing-masing penetrasi.

5. Dari seluruh analisis hasil penelitian tersebut, maka akan didapat

kesimpulan berdasarkan tabel dan grafik yang didapat dari data hasil penelitian.

47

Gambar 3.1. Diagram Alir Penelitian Ya

Pengambilan Sampel Tanah Asli

Cek Syarat Tanah Organik

Pembuatan Benda Uji dengan Variasi Campuran :

1. Semen 0% + 1gr Ecomix 4. Semen 0% + 2gr Ecomix 7. Semen 0% + 3gr Ecomix 2. Semen 2% + 1gr Ecomix 5. Semen 2% + 2gr Ecomix 8. Semen 2% + 3gr Ecomix 3. Semen 3% + 1gr Ecomix 6. Semen 3% + 2gr Ecomix 9. Semen 3% + 3gr Ecomix

Pemeraman 7 hari + Perendaman 4 hari

Tidak

Pengujian Tanah Campuran 1. Pemadatan (proctor modified)

2. Batas Atterberg

3. CBR Laboratorium Unsoaked dan Soaked

4. Berat Jenis

Pengujian Sifat Fisik Tanah Asli :

1. Analisa Saringan 3. Batas Atteberg

2. Berat Jenis 4. Uji Kadar Air

Pengujian Sifat Mekanis Tanah Asli : 1. Pemadatan (proctor modified)

2. CBR Laboratorium Unsoaked dan Soaked

3. Penentuan Kadar Air Optimum

Analisis Hasil Kesimpulan

Selesai

V. PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengujian dan pembahasan yang telah dilakukan terhadap

sampel tanah organik yang distabilisasi menggunakan Ecomix, maka

diperoleh beberapa kesimpulan, antara lain :

1. Sampel tanah yang digunakan dalam penilitian ini berasal dari Desa Rawa

Sragi, Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. berdasarkan sistem klasifikasi AASHTO digolongkan pada kelompok tanah A-7-6. Tanah golongan ini termasuk golongan buruk hingga kurang baik jika digunakan sebagai tanah dasar. Berdasarkan klasifikasi USCS digolongkan kedalam kelompok OH yaitu tanah organik dengan plastisitas sedang sampai dengan tinggi.

2. Bahan campuran Ecomix yang digunakan sebagai bahan stabilisasi pada tanah organik mampu meningkatkan kekuatan daya dukungnya. Hal ini dikarenakan

Ecomix mampu mengikat semen dan mengurangi kadar air pada sampel tanah mengakibatkan pori-pori tanah mengecil dan ikatan antar partikel meningkat. Secara rinci peningkatan daya dukung tanah dapat dilihat dari hasil uji CBR, yaitu :

a. Hasil pengujian untuk CBR tanpa rendaman (CBR Unsoaked) dengan

86

tanah asli. Peningkatan CBR terus terjadi seiring dengan penambahan

Ecomix dan kadar semen. Pada tanah asli nilai CBR sebesar 18,12%,

dan setelah distabilisasi pada kadar tertinggi (Ecomix 3 gr dan semen 3

% ) nilai CBR menjadi 24,27%.

b. Hasil pengujian untuk CBR rendaman (CBR Soaked) dengan waktu

perendaman selama 4 hari mengalami peningkatan yang sama seperti CBR tanpa rendaman, peningkatan terus terjadi hingga kadar tertinggi (Ecomix 3 gr dan semen 3 %). Pada tanah asli nilai CBR sebesar 3,94 %, dan setelah distabilisasi pada kadar tertinggi meningkat menjadi 8,63%.

3. Penggunaan campuran Ecomix sebagai bahan stabilisasi terhadap tanah

organik Desa Rawa Sragi, Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur, miningkatkan nilai berat jenis tanah pada setiap penambahan campuran terhadap berat jenis tanah asli. Hal ini disebabkan pori-pori

tanah yang dikelilingi zat additive Ecomix dan semen yang berat jenisnya

lebih besar dibandingkan tanah organik membentuk lapisan yang sulit dipisahkan dan ditembus air.

4. Penambahan campuran Ecomix dan semen terhadap tanah organik Desa

Rawa Sragi, Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur, mampu menurunkan nilai indeks plastisitas (PI) yang berakibat pada berkurangnya potensi pengembangan tanah tersebut.

5. Melihat hasil pengujian CBR Rendaman (CBR Soaked), Liquid Limit Test

dan Plastic Limit Test dapat disimpulkan bahwa tanah yang telah

87

3 % dari sampel tanah dapat digunakan sebagai lapisan subgrade pada

konstruksi jalan karena nilai CBRnya ≥ 6 %. Tetapi menurut standar Bina

Marga, tanah ini kurang baik digunakan sebagai subgarde karena nilai

indeks plastisitasnya (PI) diatas 10 %.

6. Dengan didapatnya nilai-nilai yang terukur dari hasil pengujian di

Laboraturium, dapat disimpulkan bahwa dengan penambahan campuran

Ecomix dan semen pada sampel tanah organik, Ecomix dapat digunakan sebagai salah satu bahan alternatif untuk stabilisasi tanah organik.

B. Saran

Untuk penelitian selanjutnya mengenai stabilisasi tanah dengan menggunakan zat additive Ecomix, disarankan beberapa hal dibawah ini untuk dijadikan bahan pertimbang, antara lain :

1. Sebagai bahan stabilisasi tanah organik dapat menggunakan kadar semen

3% 4% dan 5% sedangkan pengunaan Ecomix 2gr, 3gr dan 5gr karena

kadar campuran semen dan Ecomix dalam penelitian ini belum didapat

kadar campuran yang optimum.

2. Untuk mengetahui efektif atau tidaknya campuran Ecomix perlu diteliti

lebih lanjut untuk tanah dari daerah yg lain dengan menggunakan campuran yang sama, sehingga akan diketahui nilai nyata terjadinya

perubahan akibat pengaruh penambahaan Ecomix.

3. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui sifat campuran

88

4. Sebaiknya dilakukan pembersihan alat dan mesin sebelum melakukan

pengujian-pengujian di laboratorium, hal ini akan mempengaruhi hasil pengujian yang didapat.

5. Penelitian yang lebih luas masih diperlukan, khususnya, untuk

meningkatkan jaminan stabilitas tanah organik terhadap daya tahan terhadap perubahan iklim ataupun efek jangka panjang.

Dokumen terkait