BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2. Analisis Hasil Pengolahan Data
4.2.1. Uji Normalitas
Uji Normalitas digunakan untuk mengetahui apakah suatu data mengikuti sebaran normal atau tidak. penelitian ini mengunakan uji normalitas metode Kolmogorov Smirnov. Berdasarkan pengolahan data SPSS 21.0 maka diperoleh :
Tabel 4.4 Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov
Residual
Kolmogorof- Smirnov 0.735
Nilai Signifikansi (2-tailed) 0.653
Sumber : Lampiran 4.4
Tabel 4.4 menunjukkan bahwa nilai signifikansi dua arah dari residual data lebih dari alpha (0.05), sehingga dapat disimpulkan dengan
Uji Kolmogorov-Smirnov menunjukkan residual data telah tersebar normal. Dengan demikian asumsi normalitas terpenuhi.
4.2.2. Uji Asumsi Klasik
4.2.2.1. Hasil Uji Multikolinieritas
Uji Multikolinieritas pada penelitian ini digunakan untuk mendeteksi adanya gejala multikolinieritas dalam pengujian hubungan antar variabel bebas. Hal ini tampak pada nilai Varian Inflation Factor (VIF) untuk setiap variabel bebas. Jika nilai VIF kurang dari 10 maka menunjukkan antar variabel bebas tidak saling berkorelasi atau saling bebas.
Tabel 4.5 Uji Multikolinieritas
Variabel Bebas (X) VIF Kesimpulan
Pendapatan (X1) 1.217 Non Multikolinieritas Jaminan (X2) 1.217 Non Multikolinieritas
Sumber : Lampiran 4.5
Berdasarkan hasil pengujian menggunakan SPSS 21.0 menunjukkan bahwa nilai Varian Inflation Factor (VIF) dari semua variabel bebas meliputi Pendapatan (X1) dan Jaminan (X2) kurang dari 10, sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat korelasi antar variabel bebas X1 dan X2. Dengan demikian asumsi multikolinieritas terpenuhi.
4.2.2.2. Hasil Uji Autokorelasi
Pengujian autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi linier terdapat korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode sebelumnya ( t-1 ). Masalah ini timbul karena residual tidak bebas dari satu observasi ke observasi lainnya. Hal ini sering ditemukan pada data time series. Untuk mengetahui ada atau tidaknya gejala autokorelasi maka perlu dilihat kriteria Durbin-Watson sebagai berikut :
Tabel 4.6 Uji Autokorelasi
Variabel Bebas (X) Durbin-Watson
X1, X2 1.729
Sumber : Lampiran 4.6
Dari tabel Durbin Watson diperoleh bahwa dL = 1.343 dan dU = 1.584. Karena statistik Durbin Watson (d) = 1.729 > dU dan kurang dari 4-dU sehingga dapat disimpulkan bahwa residual saling bebas dan asumsi autokorelasi terpenuhi.
4.2.2.3. Hasil Uji Heterokedastisitas
Heterokedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual suatu pengamatan ke pengamatan yang lain. Dengan menggunakan Rank Spearman maka didapatkan hasil sebagai berikut :
Tabel 4.7 Uji Heterokedastisitas menggunakan Rank Spearman
X1 X2
Residual
Koefisien korelasi -0.043 -0.112 Nilai Signifikansi (2-tailed) 0.808 0.522
Sumber : Lampiran 4.7
Hasil analisis menggunakan SPSS 21.0 menunjukkan bahwa nilai signifikansi 2 arah dari korelasi antara residual dengan dua variabel X1 dan X2 adalah lebih dari alpha (0.05) , sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah heterokedastisitas pada model regresi. Dengan demikian asumsi heterokedastisitas terpenuhi.
4.2.3. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis regresi ini dilakukan untuk mengetahui besar pengaruh antara variabel bebas yang terdiri dari Pendapatan (X1) dan Jaminan (X2) terhadap variabel respon yaitu Pemberian Kredit (Y). Berikut adalah hasil analisis menggunakan SPSS 21.0 :
Tabel 4.8 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda
u
Sumber : Lampiran 4.8
Model Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta (Constant) -6141331.744 7231305.646 -.849 .402 X1 2.491 .348 .445 7.157 .000 X2 1.126 .105 .670 10.763 .000
Berdasarkan hasil ana`lisis menggunakan SPSS 21.0 di atas, maka dapat dibentuk persamaan regresi sebagai berikut:
Y = -6141331.744 + 2.491 X1 + 1.126 X2
Dari persamaan regresi yang telah dibentuk, maka dapat diperoleh informasi bahwa :
1. Konstanta (a) sebesar -6141331.744
Nilai koefisien β0 sebesar -6141331.744 menunjukkan bahwa apabila variabel Pendapatan (X1) dan Jaminan (X2) bernilai konstan maka besarnya nilai keputusan pemberian kredit yaitu -6141331.744 satuan.
2. Koefisien regresi linier berganda a. Untuk koefisien β1 = 2.491
Nilai koefisien β1 sebesar 2.491 nilai β1 yang positif menunjukan adanya hubungan yang searah antara keputusan pemberian kredit (Y) dengan nilai pendapatan (X1) yang artinya jika nilai pendapatan (X1) naik sebesar satu satuan, maka besarnya nilai keputusan pemberian kredit (Y) akan naik sebesar 2.491 satuan dengan asumsi bahwa variabel bebas lainnya bersifat konstan.
b. Untuk koefisien β2 = 1.126
Nilai koefisien β2 sebesar 1.126 nilai β2 yang positif menunjukan adanya hubungan yang searah antara nilai jaminan (Y) dengan nilai jaminan (X2) yang artinya jika nilai jaminan kredit (X2) naik sebesar satu satuan, maka besarnya nilai keputusan pemberian kredit (Y) juga akan naik sebesar 1.126 satuan dengan asumsi bahwa
4.2.4. Uji F
Uji F digunakan untuk menguji cocok atau tidaknya model regeresi yang dihasilkan untuk mengetahui pengaruh X1 (pendapatan) dan X2 (jaminan) terhadap Y (pemberian kredit). Hasil pengujian menggunakan SPSS 21.0 maka diperoleh hasil sebagai berikut :
Tabel 4.9 Hasil Analisis Uji F
Model F Signifikansi
X1, X2 141.254 0.000
Sumber : Lampiran 4.9
Berdasarkan Tabel 4.9 dapat diketahui bahwa nilai signifikansi sebesar 0.000 kurang dari alpha (0.05) maka H0 ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa model yang digunakan dalam penelitian ini telah cocok untuk menguji hipotesis yang diajukan. Selain itu dapat diketahui pula secara bersama-sama variabel Pendapatan ( X1 ) dan Jaminan ( X2 ) berpengaruh terhadap variabel Pemberian kredit ( Y ) pada Bank Jatim Cabang Pasuruan.
Tabel 4.10 Koefisien Determinasi (R square / R2) Model Summary
Model R square
1 0.898
Sumber : Lampiran 4.10
Berdasarkan hasil pengujian menggunakan SPSS 21.0 juga dapat diketahui bahwa besar koefisien determinasi (R2) yang dihasilkan model adalah sebesar 0.898. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Pendapatan
(X1) dan Jaminan ( X2 ) dalam model mampu menjelaskan variabel Pemberian Kredit ( Y ) sebesar 89.8% dan sisanya 10.2% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.
4.2.5. Uji t
Pengujian secara parsial bertujuan untuk mengetahui apakah secara parsial variabel Pendapatan X1 dan Jaminan X2 berpengaruh terhadap variabel Pemberiam Kredit Y . Dengan hipotesis pengujian adalah:
1. H0 : 1 = 0 (variabel X1 tidak berpengaruh terhadap variabel respon) H1 : 1 0 (variabel X1 berpengaruh terhadap variabel respon) 2. H0 : 2 = 0 (variabel X2 tidak berpengaruh terhadap variabel respon)
H1 : 2 0 (variabel X2 berpengaruh terhadap variabel respon)
Hasil pengujian menggunakan SPSS 21.0 maka diperoleh hasil sebagai berikut :
Tabel 4.11 Hasil Analisis Uji t
Sumber : Lampiran 4.11
Berdasarkan Tabel 4.11 dapat diketahui bahwa dapat diperoleh informasi bahwa :
Model Unstandardized Coefficients T Sig.
Correlation (Partial) B Std. Error (Constant) -6141331.744 7231305.646 -.849 .402 Pendapatan 2.491 .348 7.157 .000 .785 Jaminan 1.126 .105 10.763 .000 .885
1. Interpretasi untuk β1
Dari hasil analisis diperoleh nilai signifikansi untuk β1 adalah sebesar 0.000 kurang dari alpha (0.05), sehingga H0 ditolak dan dapat disimpulkan bahwa secara parsial variabel Pendapatan X1 berpengaruh terhadap Pemberian kredit Y.
Nilai R2 untuk variabel X1 sebesar (0.785)2 = 0.616 yang menunjukkan bahwa kontribusi parsial yang diberikan variabel Pendapatan X1 terhadap model adalah sebesar 61.6%, sedangkan sisanya 38.4% diperoleh dari variabel lain.
2. Interpretasi untuk β2
Dari hasil analisis diperoleh nilai signifikansi untuk β2 adalah sebesar 0.000 kurang dari alpha (0.05), sehingga H0 ditolak dan dapat disimpulkan bahwa secara parsial variabel Jaminan X2 berpengaruh terhadap Pemberian Kredit Y. Nilai jaminan kredit berpengaruh signifikan terhadap keputusan pemberian kredit oleh debitur kepada Bank baik, jadi nilai jaminan kredit berpengaruh terhadap keputusan pengambilan kredit.
Nilai R2 untuk variabel X2 sebesar (0.885)2 = 0.783 yang menunjukkan bahwa kontribusi parsial yang diberikan variabel Jaminan X2 terhadap model adalah sebesar 78.3%, sedangkan sisanya 21.7% diperoleh dari variabel lain.
4. 3Pembahasan Hasil Penelitian
Hasil analisis yang telah dilakukan diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa model regresi yang digunakan dalam penelitian ini telah cocok untuk menguji hipotesis yang diajukan dan kedua variabel independen mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pemberian kredit di Bank Jatim Cabang Pasuruan. Hal ini ditunjukan variabel Pendapatan dan Jaminan sebesar 89.8% dan sisanya 10.2% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.
Berdasarkan hasil uji t, kedua variabel mempunyai pengaruh yaitu variabel Pendapatan dan Jaminan terhadap Keputusan Pemberian Kredit di Bank Jatim Cabang Pasuruan, hal ini ditunjukan dengan tingkat signifikasi sebesar 0.000 untuk variabel Pendapatan (X1) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Keputusan Pemberian Kredit. Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian Jandry R. Merung (2013) yang menyebutkan bahwa penghasilan nasabah tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pemberian kredit. Interpretasinya bahwa, dalam memberikan pinjaman/kredit penghasilan nasabah merupakan salah satu faktor yang penting digunakan sebagai pertimbangan oleh pihak bank. Jika debitur ingin melakukan kredit maka bank akan melihat dari besar kecilnya penghasilan nasabah dengan jumlah permohonan kredit sehingga bank dapat merealisasikan atau tidak kredit yang diajukan.
ini sama dengan penelitian Windy Putri Andini (2010) yang menyebutkan colleteral (jaminan) berpengaruh terhadap keputusan pemberian kredit dan Moch Adam Sudharta (2010) yang menyebutkan jaminan kredit memberikan kontribusi dalam keputusan pemberian kredit. Interprestasinya bahwa, jaminan yang diberikan oleh debitur baik bersifat fisik maupun non fisik yaitu seperti kepemilikan harta (rumah, tanah, dan kendaraan) dijaminankan untuk menanggung pembayaran kredit macet. Calon debitur umumnya wajib menyediakan jaminan berupa agunan yang berkualitas tinggi dan mudah dicairkan yang nilainya minimal sebesar jumlah kredit atau pembiayaan yang diberikan kepada bank. Jaminan yang diberikan akan digunakan oleh pihak bank apabila nasabah tidak dapat membayar pinjamannya pada waktu yang telah ditentukan.