BAB IV ANALISIS DATA
B. Analisis Hasil Proses Terapi “Dialectical Behavior T herapy (DBT) Dan
101
B. Analisis Hasil Proses Terapi “Dialectical Behavior Therapy (DBT) Dan
Mindfulness Therapy” Dalam Mengurangi Kecanduan Merokok
Mahasiswa Malaysia Di Surabaya.
Untuk melihat hasil akhir dari pelaksanaan terapi DBT dan Mindfulness Therapy Dalam Mengurangi Kecanduan Merokok Mahasiswa Asal Malaysia Di Surabaya. Dan juga proses-proses terapi disamping itu, motivasi dari setiap sesi terapi bisa membantu meningkatkan keterampilan adaptasi diri. Supaya lebih jelas lihat tabel dibawah ini.
Tabel 4.3
Kondisi Konseli Sesudah Pelaksanaan Terapi
No KONDISI KONSELI SEBELUM SETELAH
Ya Tidak Ya Tidak
1 Pemarah
2 Suka menyendiri
3 Sulit untuk melakukan
ibadah
4 Aktif dalam organisasi
5 Berkhayal dan hilang
nafsu makan
6 merokok
7 Sering minta pendapat
teman-teman
8 Mencuba sesuatu yang
baru
9 Tidak menjaga waktu
makan
102
Setelah dilakukan terapi, ada dampak yang sudah tidak dilakukan lagi oleh konseli, akan tetapi ada beberapa perilaku yang masih ada pada konseli dan diyakini konseli sendiri berusaha memperbaiki diri.
Perilaku yang sudah berkurangan dari diri konseli.
1. Konseli mendapat perubahan daripada seorang yang pendiam, tertutup dan malas memberi pendapat, malah semakin bersifat terbuka dan semakin bisa bersosialisasi dan giat melakukan ketaatan kepada Allah SWT.
2. Sebelumnya konseli kelihatan malas di kelas, cepat berputus asa apabila tertekan dengan kondisi keluarga serta tidak mudah konseli memahami keluarga yang selalu memberi dampak yang negatif, dan mals belajar, tidak mempunyai nafsu makan, setelah diterapi dengan terapi deep breathing, konseli bertambah semangat, dan kelihatan kemas dan sering meminta pendapat dari teman-teman untuk meningkatkan bakat dan mengasah dirinya agar bisa beradaptasi di lingkungan manapun ia berada.
Berdasarkan table diatas konselor dapat melihat tingkat keberhasilan atau tingkat-tingkat kekurangan penggunaan terapi DBT dan Mindfulness Therapi dengan mengunakan pendekatan terapi deep breathing, terhadap konseli yang mengalami kecanduan merokok, stress dan depresi. Bagi memastikan tingkat keberhasilan tersebut, konselor berpedoman pada presentase kualitatif perubahan perilaku dengan standart uji sebagai berikut :
a. ≥ 75% atau 70% sampai dengan 100% (dikategorikan berhasil) b. 60% sampai dengan 75% (cukup berhasil)
103
Dari tabel diatas, dapat diketahui 13 gejala perilaku yang kelihatan sebelum proses emotion challenges dan juga terapi. Akan tetapi, setelah proses dan analisis berdasarkan tabel diatas dengan melihat perubahan setelah adanya proses tersebut.
1) Gejala yang tidak nampak 9 point jadi, 8/9 x 100% = 88 2) Gejala yang nampak = 9 point, jadi 8/9 x 100% = 8
Berdasarkan hasil presentase diatas dapat diketahui bahwa terapi DBT dan Mindfulness Therapy Dalam Mengatasi Kecanduan Merokok Mahasiswa Asal Malaysia Di Surabaya.
Bisa dijelaskan bahwa dalam pemberian terapi DBT dan Mindfulness
Therapi, yang telah dilaksanakan konselor dapat dinyatakan berhasil karena pada awalnya ada 9 point yang dialami oleh konselor sebelum proses bantuan diberikan, namun setelah bantuan diberikan 8 dari 9 point tersebut telah beransur berkurangan. Perubahan sepenuhnya adalah terletak pada konseli sendiri bagaimana memperbaiki keseharian fokusnya pada rohani dan juga aktivitas yang sehat.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Setelah penelitian, konselor dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Proses terapi “Dialectical Behavior Therapy dan Mindfulness” dalam mengatasi
kecanduan merokok mahasiswa Malaysia di Surabaya. Setelah melakukan identifikasi, diagnosis konselor melakukan proses terapi deep brathing melalui senaman penapasan dengan beberapa kaedah serta pratek daripada konselor untuk konseli untuk meningkatkan pemikiran yang positif dalam menangani masalah stress yang berlaku kepada konseli, dapat disimpulkan bahwa diantara beberapa aspek dari keyakinan positif, pemikiran yang positif yang berpengaruh terhadap dengan terapi DBT dan Mindfulness, sekiranya konseli yang dominan pada diri konseli itu oerubahan dari pola fikirnya di positif pikirannya dimana kepercayaan positif konseli terbangun dengan kokoh setelah diyakinkan pada setiap sesi yang dijalaninya berpengaruh terhadap perilaku konseli karna manusia bedasarkan apa yang ia pikirkan. Disamping itu juga, konselor menggunakan beberapa langkah-langkah dan juga beberapa sesi dalam terapi “Dialectical Behavior Therapy dan Mindfulness Therapy”, kesemua fungsi bagi mengurangi gejala gangguan stress dan depresi serta kecanduan merokok yang dialami oleh konseli.
2. Hasil akhir dari proses “Dialectical Behavior Therapy dan Mindfulness” dalam mengatasi kecanduan merokok mahasiswa Malaysia di Surabaya, dapat dinyatakan berhasil. Melihat perubahan itu dapat dilihat dari gejala yang tidak Nampak dari yaitu 9 point jadi, 8/9 x 100% = 88, manakah gejala yang Nampak = 9 point, jadi 8/9 x 100% = 88 (9 dikatagorikan berhasil) walaupun masih ada
sedikit dorongan atau input negatif untuk lebih bersemangat yang dialami konseli. Adanya perubahan positif yang ada pada diri konseli terutama dari kepercayaan diri konseli iaitu bisa beradaptasi baik dengan teman-temannya, terima masa lalu dan belajar dari pengalaman, buang pikiran negatif, berani mencuba sesuatu yang baru serta dari segi ibadah, dekat kepada Allah SWT, sebelumnya seorang yang pasif kini kini kembali jadi aktif dan sentiasa berpikiran positif dan tidak putus asa dengan namannya kegagalan dan mencuba yang terbaik dan terus mencuba
sehingga Berjaya setelah mendapat Terapi DBT dan Mindfulness Therapy.
B. SARAN
Dalam penelitian ini, konselor menyadari masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, konseli kepada konselor atau pun peneliti selanjutnya yang ingin mendalami kajian berkaitan tema ini, bisa melakukan dengan lebih baik, dan lebih berhasil. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka dapat dikemukan saran sebagai berikut :
1. Terapi Deep Breathing ini seharusnya lebih menekankan aspek yang lebih luas pada changing your thingking, change your beliefs, change your behaviour, change your attitude, serta meredakan segala stress atau depresi dan terakhir setelah semua aspek ini bisa diterapkan dengan lebih rinci dan mendalam maka akan lebih mudah mengubah persepsi dan wil change your life. Dan kekurangan dalam pengembangan dalam pengembangan teori asas pada studi kasusu yang perlu diperbaiki sesuai kebutuhan konseli.
2. Terapi Deep Breathing pada masyarakat maupun individu, hendaklah
3. Sebagai seorang konselor harus meningkatkan kreativitas pola pikir dan cara pandang terhadap sesuatu masalah tersebut. Maka, perlunya peningkatan skill dan mutu layanan agar masyarakat dan individu merasakan kepelbagaian metode-metode dalam pengembangan minda seseorang konseli. Di tambahkan sumber-sumber rujukan bagi konselor dikembangkan secara teoritik yang lebih banyak akan lebih menambah efektifnya terapi ini buat konseli.
4. Langkah-langkah serta sesi-sesi perlu dikuasai oleh konselor agar
membantu konseli mudah memahami apa langkah yang mudah bagi konseli
dalam mengaplikasikan terapi deep breathing, tersebut dan membina
kekuatan semangat meningkat spiritual life skill konseli dengan mengambil tempoh waktu yang tidak terlalu lama.
5. Konseli maupun individu yang mengalami kecanduan merokok disebabkan
stress dan depresi, hendaklah permasalahan yang dihadapi dikongsikan pada konselor, untuk mencapai kebahagian, kesenangan, dan kesuksesan harusnya kita sebagai hamba, memohon ataupun meminta rahmatnya yaitu dengan merubah cara kehidupan yang lebih baik lagi.
6. Kedepannya diharapkan dapat dimasukkan materi-materi yang bisa
digunakan lebih meluas ke peringkat internasional, langkah-langkahnya, presur-prosedur lebih teratur.
DAFTAR PUSTAKA
B. Hurlock, Elizabeth, 1980, Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Kehidupan, Erlangga, Jakarta
Mcleod, John, 2006, Pengantar Konseling Teori & Studi Kasus, KENCANA, Jakarta
Gerungan, Dr. W.A, 2010, Dipl. Psych. PSIKOLOGI SOSIAL, PT Refika Aditama, Bandung
A.Baron, Robert, 2002, Mengevaluasi Dunia Sosial,Jakarta
Khoo, Adam, 2015, Master Your Mind Design Your Destiny, Gramedia, Jakarta
Rahmad, Muhammad, 2015, Power Of Mind, PT. Rama, Jakarta
Joseph Pear, Garry Martin, 2015, Modifikasi Perilaku Makna dan Penerapannya, Pustaka
Pelajar, yogyarkata
Linehan, Marsha, Ph.D., 2001, Dialectical Behaviour Therapy, Linda Dimeff, California
Komalasan, Dra. Gantina, M.Psi. 2011, Teori dan Teknik Konseling, PT INDEKS, Jakarta
T. Erford, Bradley, 2016, 40 Teknik, Yang Harus Diketahui Setiap Konselor, 40 Teknik, Yang Harus Diketahui Setiap Konselor, Yogyarkarta
Sukmana, Teddie, 2009, Mengenal Rokok & Bahayanya, BE CHAMPION, Jakarta
J.Sugito, 2007, Stop Rokok, PENEBAR PLUS Swadaya, Jakarta
Sugiyono, 2011, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan R&D, Alfabeta, Bandung
Arikunto, Suharsimi, 2002, Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek, PT Rineka Cipta, Yogyakarta
Idrus, Muhammad, 2009, Erlangga, Metode Penelitian Ilmu Sosial Pendekatan Kualitatif dan
Kuantitatif, Jakarta
Arikunto, Suharsimi, 2002, PT Rineka Cipta,Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek, Yogyakarta
Sugiyono, 2011, Alfabeta, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan R&D Bandung
Joseph Pear Garry Martin, 2015, Modifikasi Perilaku Makna Dan Penerapan, PUSTAKA PELAJAR Jakarta
N.L., & Berliner Gage, 1979, D. Educational Psychology
C., Asri, Budiningsih,2005, Belajar dan Pembelajaran, PT Rineka Cipta, Jakarta
Nata Wijaya, Rahman, 1987, , Pendekatan-pendekatan Dalam Penyeluhan Kelompok, CV Dopenogor, Bandung
Martinis, Yamin,2001, Paradigma Baru Pembelajaran, Gaung Persada Press, Jakarta
Ibid 117 47 Ibid 118
Namora, dan Lubis Lumongga,2011, Memahami Dasar-Dasar Konseling, KDT, Jakarta
T. Erford, Bradley, 2016, 40 Teknik, Yang Harus Diketahui Setiap Konselor, 40 Teknik, Yang Harus Diketahui Setiap Konselor, Yogyarkarta
Husaini Aiman, 2006, Tobat Merokok, Pustaka Iman, Jakarta
Kabo Peter, 2014, Penyakit Jantung Koroner Atau Alamiah, FKUI, Jakarta
Lisa Nengah Sutrisna Juliana, 2013, W, Narkoba, Psikotropika dan Gangguan Jiwa, Nuha
Medika, Jakarta
Atkinson Sam, The Psychology Book, Dorling Kinderlsy Limited, New York
T.M Marreli,2008, Buku Saku Dokumentasi Keperawatan Edisi 3, EGC, Jakarta
Pangkalan Ide, 2010, Whole Brain Trainning For Social Interlelligent, PT Elex Media Komputido, Jakarta