BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2 Pengujian Sifat Fisik Tanah Asli
Adapun hasil uji sifat fisik tanah asli ditunjukkan pada Tabel 4.1, yaitu
• Kadar air, w (water content)
• Berat spesifik, Gs (specific gravity)
• Angka pori, e (void ratio)
• Berat volume basah, γ (moist unit weight)
• Berat volume kering, γd (dry unit weight)
• Kadar abu
• Kadar organik
• pH tanah
• Kandungan mineral
Tabel 4.1 Data uji sifat fisik tanah (index properties)
No. Pengujian Hasil Sifat fisik tanah gambut
1. Kadar air (w) 492,50 % 100-1300 %
2. Berat spesifik (Gs) 1,30 1,25 – 1,8
3. Angka pori (𝑒) 2,64 5 - 15
4. Berat volume basah (γ) 1,19 gr/cm3 5. Berat volume kering (γd) 0,20 gr/cm3
terdapat pada tanah gambut asli ditunjukkan pada Tabel 4.2 berikut.
Tabel 4.2 Hasil pengujian pH, kadar abu, dan kadar organik tanah gambut No. Data Pengujian Hasil Klasifikasi Tanah Gambut
Berdasarkan ASTM D 4427-18
1 Keasaman (pH) 4 Highly acidic peat
2 Kadar abu (%) 0,57
Low ash peat 3 Kadar organik (%) 99,24
(Sumber: Balai Riset Dan Standarisasi Industri Medan, 2021)
Berdasarkan hasil pengujian seperti pada Tabel 4.2 menurut ASTM D4427-18 (20D4427-18) dapat ditentukan bahwa kadar abu dari sampel tanah yang diteliti sebagai low ash peat (tanah gambut dengan kadar abu rendah) karena mengandung kadar abu 0,57% atau lebih kecil dari 5% dan ditinjau dari keasaman sampel tanah termasuk jenis highly acidic peat.
4.4 Unsur Mineral Tanah Gambut
Pengujian unsur mineral tanah gambut dilakukan di Balai Riset dan Standarisasi Industri Medan. Adapun unsur mineral yang terkandung dalam tanah gambut yang diuji ialah Kalsium (CaO), Besi (Fe2O3), Silika (SiO2) dan Aluminium (Al2O3). Kandungan-kandungan tersebut termasuk menguntungkan bagi suatu konstruksi. Sedangkan unsur yang tidak menguntungkan berupa Magnesium (MgO), Kalium (K2O) dan Natrium (Na2O). Kandungan mineral tanah gambut Desa ditunjukkan oleh Tabel 4.3 berikut.
1 Silika (SiO2) 12,50
2 Aluminium (Al2O3) 5,25
3 Besi (Fe2O3) 1,08
4 Kalsium (CaO) 1,33
5 Magnesium (MgO) 11,73
6 Kalium (K2O) 0,25
7 Natrium (Na2O) 0,27
(Sumber: Balai Riset Dan Standarisasi Industri Medan, 2021)
4.5 Hasil Pengujian Pemadatan (Compaction Test )
Dari hasil uji pemadatan di laboratorium dengan menggunakan pemadatan proctor standar diperoleh kadar air optimum 33,78% dengan berat isi kering 0,57 gr/cm³ . Dapat dilihat pada Gambar 4.1 berikut.
Gambar 4.1 Grafik uji pemadatan standar
0.45 0.50 0.52 0.55 0.54
0.947 0.883
0.00 0.20 0.40 0.60 0.80 1.00 1.20 1.40 1.60 1.80 2.00
25.00 30.00 35.00 40.00
Berat volume kering, d(gr/cm3)
Kadar air, w (%)
Zero Air Void Line
Berat isi kering maksimum Kadar air optimum Titik Pengujian
Berdasarkan pengujian di laboratorium didapatkan perbandingan sifat fisik tanah gambut Desa Lau Mulgap, Desa Palupake, Desa Pulo Tagor Baru seperti ditunjukkan pada Tabel 4.4 berikut.
Tabel 4.4 Perbandingan sifat fisik tanah gambut desa Lau Mulgap, Desa Palupake dan Desa Pulo Tagor Baru
No. Pengujian
Hasil Pengujian Desa
Lau Mulgap
Desa Palupake
Desa Pulo Tagor Baru
1 Kadar air (w) 492,50% 426,77% 288,86%
2 Berat spesifik (Gs) 1,30 1,30 1,34
3 Angka pori (e) 2,64 2.46 2,24
4 Berat volume basah (γ) 1,19 gr/cm3 1,11 gr/cm3 1,37 gr/cm3 5 Berat volume kering (γd) 0,20 gr/cm3 0,37 gr/cm3 0,37 gr/cm3
Klasifikasi tanah gambut berdasarkan nilai kadar abu, kadar organik dan tingkat keasaman (pH) ditunjukkan pada Tabel 4.5 berikut.
Tabel 4.5 Perbandingan klasifikasi tanah gambut Desa Lau Mulgap, Desa Palupake dan Desa Pulo Tagor Baru
No. Pengujian
Hasil Pengujian Desa
Lau Mulgap
Desa Palupake
Desa Pulo Tagor Baru
1 Kadar abu (%) 0,57 5,23 2,3
2 Kadar organic (%) 99,22 94,77 97,70
3 Keasaman (pH) 4,00 4,00 4,00
Berdasarkan pengujian di Balai Riset dan Standarisasi Industri Medan diperoleh perbandingan unsur mineral tanah gambut Desa Lau Mulgap, Desa Palupake dan Desa Pulo Tagor Baru seperti ditunjukkan Tabel 4.6 berikut.
Palupake dan Desa Pulo Tagor Baru No. Data Pengujian Desa
Lau Mulgap
Desa Palupake
Desa Pulo Tagor Baru
1 Silika (SiO2) 12,50% 14,31% 10,35%
2 Aluminium (Al2O3) 5,25% 11,30% 3,67%
3 Besi (Fe2O3) 1,08% 2,34% 1,37%
4 Kalsium (CaO) 1,33% 1,42% 1,74%
5 Magnesium (MgO) 11,73% 8,62% 9,79%
6 Kalium (K2O) 0,25% 0,21% 0,67%
7 Natrium (Na2O) 0,27% 0,22% 0,48%
4.7 Hubungan Kadar Air Terhadap Nilai CBR
Pengujian CBR di laboratorium dilakukan tanpa perendaman (0 hari) dan dengan beberapa variasi waktu perendaman, yaitu 2 hari, 4 hari dan 6 hari dengan kadar air optimum yang diperoleh pada pengujian pemadatan (compaction test).
Dari hasil pengujian di laboratorium didapat hubungan kadar air dan nilai CBR dari sampel tanah gambut Desa Lau Mulgap Kecamatan Mardingding Kabupaten Karo dapat dilihat pada Tabel 4.7 dan Gambar 4.2.
Tabel 4.7 Hubungan nilai kadar air dengan nilai CBR Hari Nilai kadar air rata-rata (%)
(w) Nilai CBR rata-rata (%)
0 33,42 1,80
2 45,48 1,70
4 54,74 1,50
6 80,45 1,30
Gambar 4.2 Grafik hubungan nilai kadar air dengan nilai CBR
Dari Gambar 4.2 dapat dilihat bahwa nilai CBR mengalami penurunan. Hal tersebut terjadi karena kadar air tanah semakin meningkat setelah dilakukan perendaman. Semakin tinggi kadar air tanah maka kekuatan tanah menjadi berkurang dan mengakibatkan penurunan nilai CBR.
4.8 Hubungan Berat Volume Terhadap Nilai CBR
Semakin lama suatu tanah gambut direndam maka berat volume basah dari sampel tanah tersebut akan semakin meningkat. Hal ini disebabkan oleh banyaknya air yang diserap oleh sampel tanah sehingga menyebabkan pengembangan.
Hubungan berat volume dengan nilai CBR dapat kita lihat pada Tabel 4.8 dan Gambar 4.3.
Tabel 4.8 Hubungan nilai berat volume basah dengan nilai CBR Hari Nilai berat volume rata -rata (gr/cm³)
(γ)
Nilai CBR rata-rata (%)
0 0,69 1,80
2 0,71 1,70
4 0,73 1,50
6 0,77 1,30
0.00 0.40 0.80 1.20
25.00 35.00 45.00 55.00 65.00 75.00 85.00
Nilai CBR (%)
Kadar air, w (%)
Gambar 4.3 Grafik hubungan nilai berat volume dengan nilai CBR
Dari Gambar 4.3 dapat dilihat bahwa nilai CBR menurun saat nilai berat volume meningkat. Hal ini terjadi karena lamanya waktu perendaman berpengaruh terhadap peningkatan kadar air tanah, dimana semakin besar kadar air tanah maka berat volume juga akan meningkat sehingga daya dukung tanah menurun.
4.9 Hubungan Berat Volume Terhadap Kadar Air
Semakin lama waktu perendaman maka kadar air pada tanah semakin besar hal ini menyebabkan semakin besar pula berat volume pada sampel tanah.
Hubungan antara berat volume dan kadar air dapat dilihat pada Tabel 4.9 dan Gambar 4.4.
Tabel 4.9 Hubungan nilai berat volume dengan nilai kadar air Hari Nilai kadar air rata-rata (%)
(w)
Nilai berat volume basah rata -rata (gr/cm³) (γ)
0 33,42 0,69
2 45,48 0,71
4 54,74 0,73
6 80,45 0,77
1.00 1.10 1.20 1.30 1.40 1.50 1.60 1.70
0.67 0.69 0.71 0.73 0.75 0.77 0.79
Nilai CBR (%)
Berat volume, γ (gr/cm3)
Gambar 4.4 Grafik hubungan nilai berat volume basah dengan nilai kadar air Dari Gambar 4.4 dapat dilihat bahwa semakin lama waktu perendaman maka kadar air dan berat volume juga akan meningkat.
4.10 Hubungan Berat Volume Kering Terhadap Kadar Air
Semakin lama waktu perendaman sampel tanah maka semakin besar penambahan kadar air sehingga berat volume kering semakin kecil. Perbandingan dari keduanya dapat kita lihat pada Tabel 4.10 dan Gambar 4.5.
Tabel 4.10 Hubungan nilai berat volume kering dengan nilai kadar air Hari Nilai kadar air rata-rata (%)
(w)
Nilai berat volume kering rata-rata (gr/cm³) (γd)
0 33,42 0,50
2 45,48 0,48
4 54,74 0,46
6 80,45 0,42
0.60 0.65 0.70 0.75
25.00 35.00 45.00 55.00 65.00 75.00 85.00
Berat volume, γ(gr/cm3)
Kadar air, w (%)
Gambar 4.5 Grafik hubungan nilai berat volume kering dengan nilai kadar air
Dari Gambar 4.5 dapat dilihat semakin besar kadar air pada tanah maka berat volume kering tanah menurun. Hal ini terjadi karena lamanya waktu perendaman maka semakin besar pula jumlah air yang masuk ke dalam pori-pori tanah sehingga berat tanah kering semakin kecil.
4.11 Hubungan Angka Pori Terhadap Waktu Perendaman
Lamanya waktu perendaman berpengaruh pada angka pori benda uji, semakin lama perendaman benda uji maka angka pori akan semakin tinggi.
Hubungan keduanya dapat dilihat pada Tabel 4.11 dan Gambar 4.6.
Tabel 4.11 Hubungan nilai angka pori dengan waktu perendaman Waktu perendaman (hari) Nilai angka pori (e)
0 2,59
2 2.62
4 2.71
6 2.80
0.38 0.40 0.42 0.44 0.46 0.48 0.50
25.00 35.00 45.00 55.00 65.00 75.00 85.00
Berat volume kering, γd(g
Kadar air, w (%)
Gambar 4.6 Grafik hubungan nilai angka pori dengan waktu perendaman
Dari Gambar 4.6 dapat dilihat bahwa semakin lama waktu perendaman, nilai angka pori akan meningkat karena banyaknya air yang masuk ke dalam pori tanah.
4.12 Hubungan Angka Pori Terhadap Kadar Air
Semakin lama waktu perendaman yang diberikan pada tanah gambut maka nilai angka pori semakin besar. Hal ini disebabkan karena tanah banyak menyerap air sehingga pori-pori pada tanah gambut semakin mengembang. Hubungan keduanya dapat kita lihat pada Tabel 4.12 dan Gambar 4.7.
Tabel 4.12 Hubungan nilai angka pori dengan nilai kadar air Hari Nilai kadar air rata-rata (%)
(w)
Nilai angka pori (e)
0 33,42 2,59
2 45,48 2,62
4 54,74 2,71
6 80,95 2,80
2.00 2.30 2.60 2.90
0 1 2 3 4 5 6 7
Angka pori, e
Waktu perendaman (hari)
Gambar 4.7 Grafik hubungan nilai angka pori dengan nilai kadar air
Dari Gambar 4.7 dapat dilihat bahwa nilai angka pori meningkat seiring bertambahnya kadar air. Hal ini terjadi karena banyaknya air yang masuk kedalam pori-pori tanah akan membuat volume pori tanah meningkat sehingga volume tanah keringnya menurun, dimana angka pori merupakan perbandingan nilai volume pori dengan volume tanah kering.
4.13 Hubungan Angka Pori Terhadap Nilai CBR
Semakin tingginya nilai angka pori maka nilai CBR akan semakin rendah.
Hubungan keduanya dapat dilihat pada Tabel 4.13 dan Gambar 4.8.
Tabel 4.13 Hubungan nilai angka pori dengan nilai CBR Hari Nilai angka pori (e) Nilai CBR rata-rata (%)
0 2,59 1,80
2 2,62 1,70
4 2,71 1,50
6 2,80 1,30
2.00 2.30 2.60 2.90
25.00 35.00 45.00 55.00 65.00 75.00 85.00
Angka pori, e
Kadar air, w (%)
Gambar 4.8 Hubungan nilai angka pori terhadap nilai CBR
Dari Gambar 4.8 dapat dilihat semakin besar nilai angka pori maka nilai CBR mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh masuknya air ke dalam pori tanah yang mengakibatkan menurunnya nilai CBR tanah. Semakin lamanya hari perendaman, maka nilai angka pori semakin meningkat.
4.14 Hubungan Waktu Perendaman Terhadap Pengembangan (Swelling) Semakin lama waktu perendaman maka semakin tinggi pula nilai pengembangan (swelling) yang didapat. Hal ini disebabkan oleh penambahan air pada sampel tanah akibat perendaman. Hubungan keduanya dapat dilihat pada Tabel 4.14 dan Gambar 4.9.
Tabel 4.14 Hubungan waktu perendaman dengan nilai pengembangan (swelling) Waktu perendaman (hari) Nilai swelling (%)
0 0,00
2 3,33
4 6,67
6 10,00
2.50 2.60 2.70 2.80
1.20 1.40 1.60 1.80 2.00
Angka pori, e
Nilai CBR (%)
Gambar 4.9 Grafik hubungan waktu perendaman dengan nilai pengembangan (swelling)
Dari Gambar 4.9 dapat dilihat bahwa nilai swelling (pengembangan) meningkat seiring lamanya waktu perendaman. Hal ini terjadi karena kadar air pada tanah yang semakin meningkat sehingga menyebabkan volume tanah mengalami pengembangan.
4.15 Hubungan Waktu Perendaman Terhadap Nilai CBR
Lama waktu perendaman sangat berpengaruh terhadap nilai CBR yang diperoleh, semakin lama waktu perendaman maka akan semakin kecil nilai CBR yang dihasilkan. Lama waktu perendaman pada percobaan ini adalah 0 hari, 2 hari, 4 hari, dan 6 hari. Hubungan dari keduanya dapat dilihat pada Tabel 4.15 dan Gambar 4.10.
Tabel 4.15 Hubungan waktu perendaman dengan nilai CBR Waktu perendaman (hari) Nilai CBR rata-rata (%)
0 1,80
2 1,70
4 1,50
6 1,30
0.00 2.00 4.00 6.00 8.00
0 1 2 3 4 5 6 7
Pengembangan(%)
Waktu perendaman (hari)
Gambar 4.10 Grafik hubungan waktu perendaman dengan nilai CBR
Dari Gambar 4.10 dapat dilihat bahwa semakin lamanya waktu perendaman, maka nilai CBR akan menurun. Hal ini terjadi karena jumlah air yang semakin banyak masuk ke dalam pori-pori tanah sehingga mengakibatkan nilai CBR tanah menurun.
4.16 Hasil Pengujian Unconfined Compression Test (UCT)
Dalam pengujian ini akan didapat nilai kuat tekan bebas tanah (qu). Sampel yang diuji adalah tanah asli atau undisturbed. Hasil pengujian kuat tekan bebas (UCT) dengan sampel tanah asli diperlihatkan pada Tabel 4.16
0.50 1.50
0 1 2 3 4 5 6 7
Nilai CBR (%)
Waktu perendaman (hari)
(%) (kg/cm2) (kg/cm2) (kg/cm2)
(kg/cm2) Percobaan 1 Percobaan 2 Percobaan 3
0 0 0 0 0
0,20 0,0238 0,0243 0,0238 0,0240
0,40 0,0376 0,0376 0,0371 0,0374
0,60 0,0455 0,0460 0,0455 0,0457
0,80 0,0496 0,0502 0,0491 0,0496
1,00 0,0522 0,0517 0,0517 0,0519
1,20 0,0551 0,0551 0,0541 0,0548
1,40 0,0550 0,0550 0,0545 0,0548
1,60 0,0549 0,0549 0,0549 0,0549
1,80 0,0558 0,0558 0,0553 0,0556
2,00 0,0576 0,0576 0,0566 0,0573
2,20 0,0593 0,0593 0,0588 0,0591
2,40 0,0610 0,0605 0,0605 0,0607
2,60 0,0622 0,0617 0,0612 0,0617
2,80 0,0642 0,0642 0,0637 0,0640
3,00 0,0657 0,0653 0,0644 0,0651
3,20 0,0663 0,0663 0,0654 0,0660
3,40 0,0628 0,0633 0,0633 0,0631
3,60 0,0608 0,0608 0,0603 0,0606
3,80 0,0561 0,0570 0,0574 0,0568
4,00 0,0508 0,0512 0,0508 0,0509
Gambar 4.11 Grafik perbandingan kuat tekan tanah (qu) rata-rata dengan regangan (strain)
Dari gambar 4.11 dapat dilihat bahwa semakin tinggi regangan maka nilai kuat tekannya juga akan semakin tinggi. Tanah mengalami keruntuhan pada regangan 3,40%.
0.000 0.010 0.020 0.030 0.040 0.050 0.060 0.070
0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4
qu(Kg/cm2)
Strain (%)
5.1. Kesimpulan
Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
1. Tanah gambut Desa Lau Mulgap Kecamatan Mardingding Kabupaten Karo memiliki kadar air (wc) yaitu 492,50%, berat spesifik (Gs) sebesar 1,30, berat volume basah (γb) sebesar 1,19 gr/cm³, berat volume kering (γd) 0,20 gr/cm³, angka pori sebesar 2,64 dan nilai kadar abu sebesar 0,57%
2. Sampel diklasifikasikan sebagai tanah gambut berkadar abu rendah (low ash peat) karena memiliki kadar abu sebesar 0,57% (lebih kecil dari 5%) menurut ASTM D 4427-18
3. Sampel memiliki tingkat keasaman (pH) 4,00 dan diklasifikasikan sebagai highly acidic karena pH < 4,50 menurut ASTM D 4427-18
4. Hasil uji pemadatan proctor standard menghasilkan nilai kadar air optimum tanah sebesar 33,78 % dan berat isi kering maksimum sebesar 0,57 gr/cm³
5. Nilai uji swelling CBR soaked 2 hari adalah sebesar 3,33%, 4 hari sebesar 6,67%
dan 6 hari sebesar 10,00%
6. Jumlah penumbukan dan berat alat penumbuk pada metode standard proctor dan modified proctor sangat berpengaruh terhadap nilai berat isi kering yang akan dihasilkan. Dimana pada metode modified proctor dengan jumlah tumbukan 30 dan 65 kali akan menghasilkan berat isi kering yang lebih besar dibandingkan dengan metode standard proctor yang mana menggunakan 25 tumbukan
7. Nilai CBR unsoaked adalah sebesar 1,80 %.
8. Nilai CBR soaked 2 hari adalah sebesar 1,70 %, 4 hari sebesar 1,50 dan 6 hari sebesar 1,30 %
9. Lama waktu perendaman sangat berpengaruh terhadap nilai kadar air, berat volume basah, berat volume kering, angka pori, swelling dan nilai CBR. Semakin lama waktu perendaman, maka kadar air dan berat isi volume basah akan meningkat sedangkan berat isi volume kering dan nilai CBR akan menurun 10. Tanah asli atau undisturbed memiliki kuat tekan sebesar 0,07 kg/cm2
Bowles (1992), tanah gambut ini termasuk kedalam kategori very poor.
Persyaratan nilai CBR minimum untuk ondisi kering adalah 6,00% dan untuk kondisi terendam air adalah 4,00%.
5.2. Saran
Beradasarkan penelitian yang dilakukan mengenai variasi lama perendaman tanah gambut terhadap nilai CBR maka penulis memberikan saran bahwa:
1. Lebih memperhatikan pembacaan dial saat pengujian CBR dan UCT, agar diperoleh hasil yang lebih akurat.
Afrianto, I. (2008). Penggunaan Bahan Geosynthetics Untuk Perkuatan Tanah Gambut. Universitas Indonesia.
Akroyd, T. N. W. (1957). Laboratory Testing in Soil Engineering (Soil Mechanic).
Ansor, Z. A. (2014). Pengaruh Lama Waktu Curing Terhadap Nilai CBR dan Swelling pada Tanah Ekspansif di Bojonegoro dengan Campuran 6% Abu Sekam dan 4% Fly Ash. Universitas Brwaijaya. Malang. Universitas Brawijaya. Malang.
ASTM D1997-13. (2013). Standard Test Method for Laboratory Determination of The Fiber Content of Peat Samples vy Dry Mass.
ASTM D1997-91. (2008). Standard Test Method for Laboratory Determination of the Fiber Content of Peat Samples by Dry Mass. ASTM International, 91(Reapproved 2008).
ASTM D2607-69. (1969). Classification of Peats, Mosses, Humus, and Related Products (Withdrawn 1990).
ASTM D2974-14. (2014). Standard Test Methods for Moisture, Ash, and Organic Matter of Peat and Other Organic Soils.
ASTM D2976-15. (2015). Standard Tes Method for pH of Peat Materials.
ASTM D2980-17-el. (2017). Standard Test Method for Saturated Density, Moisture-Holding Capacity, and Porository of Saturated Peat Material.
ASTM D4427-18. (2018). Standard Classification of Peat Samples by Laboratory Testing.
ASTM D5715-14. (2006). Estimating the Degree of Humification of Peat and Other Organic Soils (Visual/Manual Method).
Bowles, J. E. (1992). Analisis dan Desain Pondasi Jilid 1. Erlangga.
Budi, G. S. (2011). Pengujian Tanah di Laboratoeium Penjelasan dan Panduan.
Graha Ilmu.
Das, B. M. (1995). Mekanika Tanah dan Prinsip Rekayasa Geoteknik. Erlangga.
Destari, M. (2019). Perubahan Nilai California Bearing Ratio (CBR) Unsoaked Pada Tanah Lempung Dengan Penambahan Fly Ash Dan Renolith.
Universitas Sriwijaya.
Teknologi Medan.
Hardiyatmo, H. C. (2002). Mekanika Tanah 1. Gajah Mada Univeristy Press.
Hasugian, A. (2020). Pengaruh Variasi Lama Perendaman Terhadap Nilai CBR Tanah Gambut Desa Nagasaribu Kecamatan Lintong Nihuta Kabupaten Humbang Hasundutan. Universitas Sumatera Utara.
Mutalib, A. A., J. S. Lim, M. H. Wong, L. K. (1991). Characterization, distribution and utilization of peat in Malaysia.
Nugroho, K. G., Gianinazzi, and Widjaja-Adhi, I. P. G. (1997). Soil Hydraulic Properties of Indonesia Peat. Samara Publishing.
Ritung, S. (2011). Peta Lahan Gambut Indonesia Skala 1:250.000. In Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian.
Roesyanto, & Lestari, T. P. (2020). Study of CBR (California Bearing Ratio) value on peat soil of Asahan Regency Sumatera Utara Province. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 801(1).
https://doi.org/10.1088/1757-899X/801/1/012019.
Roesyanto, & Manik, A. (2018). Pengaruh Waktu Perendaman Terhadap Nilai CBR (California BEaring Ratio) Tanah Gambut Perkebunan IV Ajamu Panai Hulu Labuhan Batu Utara. Universitas Sumatera Utara.
Roesyanto, & Taminta, B. (2020). Review CBR (California Bearing Ratio) value on peat soil Paya Pinang plantation of sub-district Laut Tador Batubara Regency. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 801(1).
https://doi.org/10.1088/1757-899X/801/1/012018.
SNI 1738. (2011). Cara Uji CBR (California Bearing Ratio) Lapangan. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta. Indonesia.
SNI 1742. (2008). Cara Uji Kepadatan Ringan untuk Tanah. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta. Indonesia.
SNI 1744. (2012). Metode Uji CBR Laboratorium. Badan Standarisasi Nasional.
Jakarta. Indonesia.
SNI 1964. (2008). Cara Uji Berat Jenis Tanah. Badan Standarisasi Nasional.
Jakarta. Indonesia.
SNI 3638. (2012). Metode Uji Kuat Tekan-Bebas Tanah Kohesif. Badan Standar Nasional.
Soedarmo, G. D. (1997). Mekanika Tanah I. Kanisius.
Tecnikal, D. (2016). Stabilisasi Tanah Gambut Menggunakan Serbuk Bata Merah.
Universitas Sebelas Maret.
Terzaghi, K. (n.d.). Mekanika Tanah dalam Praktek Rekayasa Jilid 1. Erlangga.
Wesley, L. D. (1977). Mekanika tanah (Cetakan VI). Badan Penerbit Pekerjaan Umum.
LAMPIRAN A
SUMMARY RESULT
Index Properties
Summary of Laboratory Test Result Sampel
1
Sampel 2
Sampel 3
Sampel
4 Rata-rata Water Content (%) 509,46 475,53 421,43 - 492,50
Spesific Gravity 1,30 1,30 - - 1,30
Void Ratio 2,59 2,62 2,71 2,80 2,64
Compaction Test
Summary of Laboratory Test Result Penambahan air (%)
3 6 9 12 15
Berat isi kering (gr/cm3) 0,45 0,50 0,52 0,55 0,54
Kadar air (%) 28,67 29,47 30,11 32,47 36,36
Berat isi kering
maksimum (gr/cm3) 0,57
Kadar optimum (%) 33,78
CBR Laboratory Test Summary of Laboratory Test Result 0 hari 2 hari 4 hari 6 hari
CBR (%) 1,80 1,70 1,50 1,30
Swelling Test Summary of Laboratory Test Result 0 hari 2 hari 4 hari 6 hari
Swelling (%) 0 3,33 6,67 10
(%) (kg/cm2) (kg/cm2) (kg/cm2)
(kg/cm2) Percobaan 1 Percobaan 2 Percobaan 3
0 0 0 0 0
0,20 0,0238 0,0243 0,0238 0,0240
0,40 0,0376 0,0376 0,0371 0,0374
0,60 0,0455 0,0460 0,0455 0,0457
0,80 0,0496 0,0502 0,0491 0,0496
1,00 0,0522 0,0517 0,0517 0,0519
1,20 0,0551 0,0551 0,0541 0,0548
1,40 0,0550 0,0550 0,0545 0,0548
1,60 0,0549 0,0549 0,0549 0,0549
1,80 0,0558 0,0558 0,0553 0,0556
2,00 0,0576 0,0576 0,0566 0,0573
2,20 0,0593 0,0593 0,0588 0,0591
2,40 0,0610 0,0605 0,0605 0,0607
2,60 0,0622 0,0617 0,0612 0,0617
2,80 0,0642 0,0642 0,0637 0,0640
3,00 0,0657 0,0653 0,0644 0,0651
3,20 0,0663 0,0663 0,0654 0,0660
3,40 0,0628 0,0633 0,0633 0,0631
3,60 0,0608 0,0608 0,0603 0,0606
3,80 0,0561 0,0570 0,0574 0,0568
4,00 0,0508 0,0512 0,0508 0,0509
LAMPIRAN B
SIFAT FISIK TANAH
(INDEX PROPERTIES)
KADAR AIR (WATER CONTENT) (SNI 1965:208)
Sampel : Tanah Gambut Lokasi : Desa Lau Mulgap
Dikerjakan : Elisabeth Kristin Rumahorbo
No Sampel 1 2 3
a Berat krus + tanah basah (gr) 33.60 38.05 39.90
b Berat krus + tanah kering (gr) 14.75 15.70 16.30
c Berat Air (gr) 18.85 22.35 23.60
d Berat krus (gr) 11.05 11.00 10.70
e Berat tanah kering (gr) 3.70 4.70 5.60
f Kadar air (w) (%) 509.46 475.53 421.43
g Kadar air rata-rata (%) 492.50
Fakultas Teknik – Departemen Teknik Sipil UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Jl. Perpustakaan No 1. Kampus USU Medan
B-1
BERAT JENIS (SPECIFIC GRAVITY) (SNI 1964:2008)
Sampel : Tanah Gambut Lokasi : Desa Lau Mulgap
Dikerjakan : Elisabeth Kristin Rumahorbo
No. Percobaan I II
No. Piknometer 1 2
a Berat Piknometer (W1) (gr) 56,65 55,85
b Berat Piknometer + Tanah (W2) (gr) 79,40 76,40
c Berat Tanah (W2-W1) (gr) 22,75 20,55
d Berat Piknometer + Tanah + Air (W3) (gr) 159,80 159,50 e
Berat Piknometer + Air Sebelum
Koreksi (W4) (gr) 154,90 154,70
f Temperatur (T°C) (gr) 30,00 30,00
g Faktor Koreksi (gr) 0,9974 0,9974
h
Berat Piknometer + Air Setelah
Koreksi (W4') (gr)
154,50 154,30
i Isi Tanah (W2 - W1 + W4 - W3) (gr) 17,45 15,75
Berat Jenis 1,30 1,30
Berat Jenis Rata-rata 1,30
Fakultas Teknik – Departemen Teknik Sipil UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Jl. Perpustakaan No 1. Kampus USU Medan
B-2
ANGKA PORI (VOID RATIO)
Sampel : Tanah Gambut Lokasi : Desa Lau Mulgap
Dikerjakan : Elisabeth Kristin Rumahorbo
LANGKAH PENGUJIAN PERHITUNGAN SATUAN 0 HARI 2 HARI 4 HARI 6 HARI
BERAT RING W1 gr 54.55 54.55 54.55 54.55
BERAT CAWAN W2 gr 2.80 2.82 3.05 2.98
BERAT RING + CAWAN +
TANAH BASAH W3 gr 85.53 96.66 118.84 125.98
BERAT TANAH BASAH W= W3-W2-W1 gr 28.18 39.29 61.24 68.45
VOLUME RING (TANAH
BASAH) V Cm3 58.88 58.88 58.88 58.88
BERAT VOLUME TANAH
BASAH ϒb = W/V gr/cm3 0.48 0.67 1.04 1.16
BERAT RING + CAWAN +
TANAH KERING W4 gr 78.65 78.50 78.25 75.87
BERAT TANAH KERING WS= W4-W1-W2 gr 21.30 21.13 20.65 18.34
BERAT AIR WW= W-WS gr 6.88 18.16 40.59 50.11
KADAR AIR w= WW/WS
*100% % 32.30 85.94 196.56 273.23
BERAT VOLUME TANAH
KERING ϒd= WS/V gr/cm3 0.36 0.36 0.35 0.31
BERAT SPESIFIK GS 1.30 1.30 1.30 1.30
VOLUME TANAH KERING VS= WS/GS 16.38 16.25 15.88 14.11
VOLUME PORI VV= V-VS Cm3 42.49 42.62 43.00 44.77
ANGKA PORI e= VV/VS 2.59 2.62 2.71 2.80
ANGKAPORI RATA RATA 2.64
Fakultas Teknik – Departemen Teknik Sipil UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Jl. Perpustakaan No 1. Kampus USU Medan
B-3
LAMPIRAN C
DATA UJI KEPADATAN TANAH
(COMPACTION TEST)
UJI KEPADATAN TANAH (COMPACTION TEST) (SNI 1743:2008)
Sampel : Tanah Gambut Lokasi : Desa Lau Mulgap
Dikerjakan : Elisabeth Kristin Rumahorbo
Berat tanah basah (gr) 2000 2000 2000 2000 2000
Berat isi kering(γd) =
γtb/(100+w)*100% (gr/cc) 0.45 0.50 0.52 0.55 0.54
Cara Pemadatan Standar
Kadar Air Optimum (%) 33,78
γd max (gr/cm3) 0,57
Fakultas Teknik – Departemen Teknik Sipil UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Jl. Perpustakaan No 1. Kampus USU Medan
C-1
Dry unit weight, γd (gr/cm3)
Water Content, w (%)
Zero Air Void Line Maximum dry unit weight Optimum water content
LAMPIRAN D
DATA PENGUJIAN CBR
(CALIFORNIA BEARING RATIO)
0 CBR OF LABORATORY TEST
(PEMERIKSAAN CBR LABORATORIUM PERENDAMAN 0 HARI SAMPEL 1)
No.Sample : 10 TUMBUKAN Lokasi : DESA LAU MULGAP
Dikerjakan : ELISABETH KRISTIN RUMAHORBO
Waktu (min)
Penurun an (in)
Pembacaan Arloji Beban ( LB )
Tanah basah+cawan (gr) 25,25 Tanah kering+cawan (gr) 21,71 Cawan no: (gr) 10,60
Kalibrasi Alat 30,51 30,51
Berat tanah+mould (gr) 8594 Berat Mould (gr) 7333 Berat tanah basah (gr) 1261 Isi mould (cm³) 2135 Berat isi basah (gr/cm³) 0,59 Berat isi kering (gr/cm³) 0,44 Fakultas Teknik – Departemen Teknik Sipil
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Jl. Perpustakaan No 1. Kampus USU Medan
0
0 CBR OF LABORATORY TEST
(PEMERIKSAAN CBR LABORATORIUM PERENDAMAN 0 HARI SAMPEL 2)
No.Sample : 10 TUMBUKAN Lokasi : DESA LAU MULGAP
Dikerjakan : ELISABETH KRISTIN RUMAHORBO
Waktu (min)
Penurun an (in)
Pembacaan Arloji Beban ( LB )
Tanah basah+cawan (gr) 24,35 Tanah kering+cawan (gr) 20,03 Cawan no: (gr) 8,62
Kalibrasi Alat 30,51 30,51
Berat tanah+mould (gr) 8479 Berat Mould (gr) 7239 Berat tanah basah (gr) 1240 Isi mould (cm³) 2135 Berat isi basah (gr/cm³) 0,58 Berat isi kering (gr/cm³) 0,42 Fakultas Teknik – Departemen Teknik Sipil
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Jl. Perpustakaan No 1. Kampus USU Medan
0
0 CBR OF LABORATORY TEST
(PEMERIKSAAN CBR LABORATORIUM PERENDAMAN 0 HARI SAMPEL 1)
No.Sample : 30 TUMBUKAN Lokasi : DESA LAU MULGAP
Dikerjakan : ELISABETH KRISTIN RUMAHORBO
Waktu
Tanah basah+cawan (gr) 31,42 Tanah kering+cawan (gr) 26,47 Cawan no: (gr) 10,25
Kalibrasi Alat 30,51 30,51
Berat tanah+mould (gr) 9193 Berat Mould (gr) 7776 Berat tanah basah (gr) 1417 Isi mould (cm³) 2135 Berat isi basah (gr/cm³) 0,66 Berat isi kering (gr/cm³) 0,50 Fakultas Teknik – Departemen Teknik Sipil
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Jl. Perpustakaan No 1. Kampus USU Medan
0
CBR OF LABORATORY TEST
(PEMERIKSAAN CBR LABORATORIUM PERENDAMAN 0 HARI SAMPEL 2)
No.Sample : 30 TUMBUKAN Lokasi : DESA LAU MULGAP
Dikerjakan : EISABETH KRISTIN RUMAHORBO
Waktu
Tanah basah+cawan (gr) 23,35 Tanah kering+cawan (gr) 19,54 Cawan no: (gr) 8,46
Kalibrasi Alat 30,51 30,51
Berat tanah+mould (gr) 9082 Berat Mould (gr) 7689 Berat tanah basah (gr) 1393 Isi mould (cm³) 2135 Berat isi basah (gr/cm³) 0,65 Berat isi kering (gr/cm³) 0,49
0 Fakultas Teknik – Departemen Teknik Sipil
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Jl. Perpustakaan No 1. Kampus USU Medan
D-2B
CBR OF LABORATORY TEST
(PEMERIKSAAN CBR LABORATORIUM PERENDAMAN 0 HARI SAMPEL 1)
No.Sample : 65 TUMBUKAN Lokasi : DESA LAU MULGAP
Dikerjakan : ELISABETH KRISTIN RUMAHORBO
Waktu
Tanah basah+cawan (gr) 25.23 Tanah kering+cawan (gr) 21.75 Cawan no: (gr) 10.65
Kalibrasi Alat 30.51 30.51
Berat tanah+mould (gr) 9426 Berat Mould (gr) 7671 Berat tanah basah (gr) 1755 Isi mould (cm³) 2135 Berat isi basah (gr/cm³) 0,82 Berat isi kering (gr/cm³) 0,63
0 Fakultas Teknik – Departemen Teknik Sipil
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Jl. Perpustakaan No 1. Kampus USU Medan
0
CBR OF LABORATORY TEST
(PEMERIKSAAN CBR LABORATORIUM PERENDAMAN 0 HARI SAMPEL 2)
No.Sample : 65 TUMBUKAN Lokasi : DESA LAU MULGAP
Dikerjakan : ELISABETH KRISTIN RUMAHORO
Waktu (min)
Penurun an (in)
Pembacaan Arloji Beban ( LB )
Tanah basah+cawan (gr) 23.33 Tanah kering+cawan (gr) 19.87 Cawan no: (gr) 8.54
Berat tanah+mould (gr) 9295 Berat Mould (gr) 7585 Berat tanah basah (gr) 1710 Isi mould (cm³) 2135 Berat isi basah (gr/cm³) 0.80 Berat isi kering (gr/cm³) 0.61
0 Fakultas Teknik – Departemen Teknik Sipil
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Jl. Perpustakaan No 1. Kampus USU Medan
D-2C
CBR OF LABORATORY TEST
(PEMERIKSAAN CBR LABORATORIUM PERENDAMAN 2 HARI SAMPEL 1)
No.Sample : 10 TUMBUKAN Lokasi : DESA LAU MULGAP
Dikerjakan : ELISABETH KRISTIN RUMAHORBO
Waktu (min)
Penurun an (in)
Pembacaan Arloji Beban ( LB )
Tanah basah+cawan (gr) 29.35 Tanah kering+cawan (gr) 23.30 Cawan no: (gr) 10.60
Berat tanah+mould (gr) 8601 Berat Mould (gr) 7333 Berat tanah basah (gr) 1268 Isi mould (cm³) 2135 Berat isi basah (gr/cm³) 0.59 Berat isi kering (gr/cm³) 0.40
0 Fakultas Teknik – Departemen Teknik Sipil
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Jl. Perpustakaan No 1. Kampus USU Medan
0
CBR OF LABORATORY TEST
(PEMERIKSAAN CBR LABORATORIUM PERENDAMAN 2 HARI SAMPEL 2)
No.Sample : 10 TUMBUKAN Lokasi : DESA LAU MULGAP
Dikerjakan : ELISABETH KRISTIN RUMAHORBO
Waktu
Tanah basah+cawan (gr) 28.15 Tanah kering+cawan (gr) 21.62 Cawan no: (gr) 8.48
Kalibrasi Alat 30.51 30.51
Berat tanah+mould (gr) 8485 Berat Mould (gr) 7239 Berat tanah basah (gr) 1246 Isi mould (cm³) 2135 Berat isi basah (gr/cm³) 0.58 Berat isi kering (gr/cm³) 0.39
0 Fakultas Teknik – Departemen Teknik Sipil
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Jl. Perpustakaan No 1. Kampus USU Medan
D-4A
CBR OF LABORATORY TEST
(PEMERIKSAAN CBR LABORATORIUM PERENDAMAN 2 HARI SAMPEL 1)
No.Sample : 30 TUMBUKAN Lokasi : DESA LAU MULGAP
Dikerjakan : ELISABETH KRISTIN RUMAHORBO
Waktu (min)
Penurun an (in)
Pembacaan Arloji Beban ( LB )
Tanah basah+cawan (gr) 26.43 Tanah kering+cawan (gr) 21.34 Cawan no: (gr) 10.60
Berat tanah+mould (gr) 8545 Berat Mould (gr) 7141 Berat tanah basah (gr) 1404 Isi mould (cm³) 2135 Berat isi basah (gr/cm³) 0.66 Berat isi kering (gr/cm³) 0.45
Berat tanah+mould (gr) 8545 Berat Mould (gr) 7141 Berat tanah basah (gr) 1404 Isi mould (cm³) 2135 Berat isi basah (gr/cm³) 0.66 Berat isi kering (gr/cm³) 0.45