• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

C. Analisis Data

2. Analisis Hasil Wawancara

Wawancara dibagi menjadi 3 kali pertemuan karena jumlah siswa

yang diwawancarai sebanyak 15 siswa. Pertemuan pertama dilakukan pada

Kamis, 5 Maret 2015, pertemuan kedua pada Jumat, 6 Maret 2015, dan

pertemuan ketiga pada Sabtu, 7 Maret 2015. Peneliti melakukan

wawancara kepada semua siswa untuk mengetahui bagaimana faktor-

faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa dalam pemecahan masalah

matriks. Berikut merupakan garis besar hasil wawancara:

Tabel 4.9 Garis Besar Hasil Wawancara

No. Subyek Tanggapan Alasan

1. S_1 a. Soalnya sulit

b. Belajar kalau ada tugas saja

c. Membaca berulang-ulang, menulis yang diketahui dan yang ditanyakan, mengecek

Soalnya sulit karena bentuknya soal

cerita, dan saya tidak terbiasa

mengerjakan soal cerita apalagi pada materi matriks karena biasanya kalau dikelas guru memberikan latihan soal bukan soal cerita. Saya bingung mau belajar apa kalau tidak ada PR, karena tidak ada buku paket matematika. Saya baca berulang-ulang biar paham mbak, tapi saya tidak menulis kesimpulan karena

kembali jawaban yang dianggap benar. d. Tergantung suasana hati, nasehat orang tua, cara mengajar guru

tidak terbiasa. Saya hanya mengecek jawaban yang benar saja, karena saya hanya yakin itu benar. Suasana hati mempengaruhi kegiatan belajar karena ketika suasana hati saya sedang tidak baik, maka saya akan malas untuk melakukan segala hal. Selain itu ketika orang tua menasehati saya, saya akan

belajar karena mereka memberikan

perhatiannya kepada saya. Cara mengajar

guru juga merupakan hal yang

berpengaruh, karena ketika guru mampu memberikan suasana belajar yang tidak

membosankan maka saya akan

bersemangat untuk mengikuti proses belajar 2. S_2 a. Soalnya susah b. Tidak rajin belajar c. Menulis yang diketahui dan yang ditanyakan, menjawab soal, menulis kesimpulan, tapi tidak mengecek kembali d. Tergantung materinya, dan kalau ada teman belajar

Soalnya susah, karena bentuknya soal cerita sehingga saya tidak yakin saat

mengerjakan. Kalau guru sering

memberikan latihan soal yang bentuknya

soal cerita mungkin saya bisa

mengerjakan, tapi selama ini kalau latihan soal bentuknya soal langsungan. Saya terkadang belajar di rumah kalau diingatkan oleh bapak atau ibu. Saat mengerjakan soal kemarin, karena saya

merasa soalnya susah jadi saya

menuliskan yang diketahui dan yang ditanyakan pada soal terlebih dahulu, setelah mendapatkan ide saya menjawab, dan menulis kesimpulannya. Saya tidak mengecek kembali sebelum dikumpul karena malas. Sekalipun bapak dan ibu saya sudah mengingatkan untuk belajar di rumah, saya terkadang tidak mematuhinya karena kalau belajar di rumah tidak ada teman belajar. Saya lebih semangat belajar matematika kalau ada teman belajar bareng sehingga ada yang saya ajak bertukar pikiran. Selain itu materi yang dipelajari juga berpengaruh karena ketika materinya mudah dipahami maka saya akan lebih semangat lagi untuk berlatih dan mengerjakan soal.

3. S_3 a. Soalnya biasa

saja

b. Membaca

berulang-ulang,

menulis yang

Sebenarnya soal yang diberikan biasa saja, tapi ada sesuatu yang bermasalah yaitu soal yang diberikan bentuknya soal cerita sehingga harus dibaca berulang- ulang kali agar paham. Setelah paham

diketahui, ditanya, menulis kesimpulan, mengecek hasil akhir c. Jarang belajar kalau di rumah d. Tergantung diri sendiri, tempat belajar, dan teman.

baru saya tulis apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan. Tujuannya saya menulis ini agar mempermudah saya ketika mencari penyelesaiannya. Di akhir saya tulis kesimpulan dan saya cek kembali jawabannya. Saya mengecek kembali untuk meyakinkan bahwa saya benar menjawabnya, walaupun soal no.5 tidak saya kerjakan karena sulit dan kekurangan waktu. Saya kalau di rumah jarang belajar matematika karena tidak ada yang mengingatkan. Jadi saya akan belajar ketika saya ingin belajar. Selain karena keinginan dari diri sendiri, tempat belajar, dan teman juga berpengaruh. Karena ketika tempat belajarnya tidak ribut dan nyaman maka membuat saya fokus untuk belajar. 4. S_4 a. Soalnya susah b. Jarang belajar kalau di rumah c. Menulis yang diketahui, menjawab soal d. Tergantung suasana hati, teman belajar, dan relasi guru

dengan saya

ketika di kelas

Soalnya susah, karena saya jarang latihan soal yang bentuknya soal cerita. Kalau di kelas, guru juga jarang memberikan latihan soal bentuknya soal cerita makanya kemarin ngerasa susah. Saya juga orangnya jarang belajar kalau tidak ada tugas maupun ulangan, jadi kesulitan kalau ngerjain soal seperti ini. Langkah awal saya menuliskan apa yang diketahui,

baru menjawab. Tapi saya lupa

menuliskan kesimpulan dan tidak

mengecek kembali. Saya kurang yakin dengan jawaban yang saya tulis karena malamnya saya belum belajar untuk persiapan ulangan ini. Saya senang belajar

matematika, tetapi itu tergantung

bagaimana relasi antara guru matematika dengan saya. Saya jarang berlatih soal- soal matematika, tapi kalau ada teman untuk belajar bareng, saya jadi rajin untuk berlatih. 5. S_5 a. Susah soalnya b. Jarang belajar kalau di rumah c. Tergantung suasana hati, dan orang tua. d. Menulis

kembali

soalnya, lalu menjawab,

Soal yang kemarin itu susah karena bentuknya soal cerita jadi guru belum mengajarkan di kelas. Tapi setelah dibaca-baca berulang kali jadi sedikit paham. Karena saya lupa beberapa

materinya, terutama materi operasi

perkalian pada matriks jadi saya

mengalami kesulitan saat menjawab soal no.4. Saya di rumah jarang belajar dan latihan soal karena banyak kegiatan

membuat kesimpulan,

dan dicek

kembali hasil akhirnya

lainnya. Biasanya belajar matematika kalau disuruh orang tua. Jadi orang tua itu bagi saya faktor yang mempengaruhi saat saya belajar. Langkah pertama saya yaitu menulis kembali soalnya, karena bingung kalau nulis yang diketahui saja. Setelah

itu baru saya jawab dan buat

kesimpulannya. Saya belum yakin dengan apa yang saya jawab, walaupun sudah saya cek berulang kali hasilnya sebelum saya kumpulkan. 6. S_6 a. Kepikiran agak susah b. Jarang belajar kalau di rumah c. Langsung jawab, tapi yang nomor 5 ditulis apa yang diketahui, baru mengecek hasil akhirnya walaupun tidak semua saya cek

d. Karena orang

tua, dan

tergantung materinya.

Pertama kali baca soal kepikiran agak susah karena bentuknya soal cerita. Saya kalau di rumah jarang belajar dan latihan soal cerita. Di sekolah guru juga tidak pernah memberikan latihan soal matriks yang bentuknya soal cerita. Biasanya soal yang diberikan bentuknya uraian singkat. Makanya kemarin merasa kesulitan saat jawab. Kemarin saat menjawab saya tidak menuliskan apa yang diketahui karena kalau belajar matematika sudah terbiasa tidak menuliskan yang diketahui, dan yang ditanyakan. Saya juga tidak menulis kesimpulannya. Hanya saja di akhir saya cek kembali jawaban yang saya tulis, walaupun tidak semua karena waktu yang disediakan tidak cukup. Saya semangat belajar matematika karena orang tua, karena mereka sudah membiayai sekolah saya, selain itu tergantung materinya mbak karena kalau materinya susah saya duluan menyerah.

7. S_7 a. Ada kendala,

bingung

b. Baca berulang kali, setelah itu langsung jawab c. Nomor 1, 2, 3

dicek kembali, tapi nomor 4 dan 5 tidak

Pertama baca soalnya saya merasa ada kendala dan bingung, karena saya tidak belajar sebelum tes. Selain itu juga karena bentuknya soal cerita, dan saya belum pernah mengerjakan soal seperti ini. Biasanya guru memberi latihan soal pilihan ganda atau soal langsungan, misalnya ada matriks A + matriks B. Setelah membaca berulang-ulang kali, saya langsung menjawab soal tanpa menulis apa yang diketahui dan yang ditanyakan, karena saya tidak biasa

mengerjakan soal dengan langkah-

langkah seperti itu. Setelah selesai menjawab, saya hanya mengecek jawaban

nomor 1, 2, dan 3 saja karena saya yakin hanya tiga nomor itu yang benar.

8. S_8 a. Tidak susah b. Menulis yang diketahui, menulis kesimpulannya, dan mengecek kembali beberapa nomor saja c. Pengaruh orang tua.

Sebenarnya tidak susah, hanya saja karena saya belum belajar dan tidak terbiasa dengan soal yang bentuknya soal cerita

jadinya mengalami kendala ketika

menjawab. Untuk mempermudah dalam menjawab, saya menuliskan apa yang diketahui dan yang ditanyakan baru setalah itu saya jawab. Saya juga menulis kesimpulannya, walaupun tidak semua nomor karena ada yang kelupaan. Jawaban yang saya cek kembali hanya yang saya yakini benar saja, yaitu nomor 1, 2, 3. Sisanya tidak saya cek. Saya rajin belajar di rumah dan rajin mengerjakan tugas matematika karena pengaruh dan nasehat dari orang tua terutama bapak.

9. S_9 a. Susah b. Jarang belajar di rumah c. Langsung jawab, dan tidak dicek kembali d. Tergantung interaksi guru dengan saya, dan tergantung suasana hati

Soalnya susah karena biasanya kalau latihan soal di kelas bentuknya pilihan ganda atau jawaban singkat. Kemarin itu soalnya dalam soal cerita jadi lupa caranya dan selama belajar belum diajarin soal yang seperti itu. Kalau di rumah saya jarang belajar matematika, jadi saya tidak begitu bisa dalam mengerjakan soal matematika apalagi bentuknya soal cerita. Kemarin itu saya langsung jawab tidak menulis yang diketahui, ditanyakan, kesimpulan, dan tidak mengecek kembali karena malas dan tidak cukup waktunya. Saya senang belajar matematika, tetapi tergantung bagaimana interaksi guru dengan saya ketika mengajar di kelas. Selain itu tergantung suasana hati saya. Kalau saya lagi bosan dan jenuh tentu saya tidak akan mau untuk belajar matematika. 10. S_10 a. Bingung b. Langsung jawab c. Suka belajar matematika kalau lagi semangat

Bingung saat pertama baca soal karena

bentuknya soal cerita, jadi harus

memahami setiap kalimat. Kemarin itu saya langsung jawab saja, karena sudah terbiasa seperti itu. Saya tidak menulis kesimpulan karena lupa dan tidak terbiasa. Saya semangat saat suasana hati lagi mendukung saja. Jadi kalaupun lelah tapi saya semangat pasti saya tetap belajar.

b. Tidak belajar c. Langsung jawab d. Tergantung guru, dan teman belajar

lupa kalau ada ulangan, makanya tidak belajar, dan soalnya bentuknya cerita jadi susah. Begitu selesai membaca soal, saya langsung jawab karena malas menulisnya.

Saya tidak begitu suka belajar

matematika, karena isinya hanya hitung-

hitungan. Terkadang saya semangat

mengikuti pelajaran matematika ketika guru yang mengajar tidak membosankan, dan ketika ada teman belajarnya sehingga ada yang mengajari saya.

12. S_12 a. Tidak susah b. Membaca berulang kali, menulis yang diketahui, yang ditanyakan dan kesimpulannya, tetapi tidak mengecek kembali. c. Jarang belajar kalau di rumah. d. Tergantung kakak

Tidak susah, hanya saja harus dibaca berulang-ulang kali karena bentuknya soal cerita. Setelah paham baru saya tulis apa yang diketahui, yang ditanyakan dan selanjutnya saya jawab. Di akhir saya tulis kesimpulannya, tetapi tidak saya cek kembali karena waktunya tidak cukup. Saya hanya menjawab nomor 1, 2, 3 karena terlalu lama membaca, makanya nomor 4 dan 5 belum saya jawab. Di rumah saya jarang belajar. Saya akan belajar kalau ada kakak saya karena saya bisa minta kakak untuk mengajari matematika. 13. S_13 a. Susah b. Langsung dijawab c. Tidak dicek d. Tergantung suasana, dan kalau disuruh sama Bapak

Susah soalnya, karena kalimat pada soal sulit dipahami. Biasanya soal yang diberikan guru bentuknya langsungan, bukan soal cerita. Soalnya langsung saya jawab karena malas menulis apa yang diketahui, yang ditanyakan, kesimpulan, dan mengecek kembali. Saya suka belajar matematika kalau suasana kelasnya ceria, dan tidak tegang. Selain itu saya juga belajar karena disuruh bapak, kalau tidak disuruh saya tidak belajar.

14. S_14 a. Sedikit susah

b. Baca dulu, tulis yang diketahui, baru dijawab, dan tulis kesimpulan c. Tidak dicek kembali d. Tergantung suasana belajar, dan tergantung teman

Sedikit susah, karena belum pernah mengerjakan soal matriks yang bentuknya soal cerita kalau di kelas. Guru biasanya memberikan latihan soal langsungan. Saya suka belajar matematika tapi tidak suka yang bentuknya soal cerita. Kemarin itu saya baca terlebih dahulu soalnya baru

ditulis yang diketahui dan yang

ditanyakan agar jelas. Kalau sudah menemukan cara penyelesaian baru saya jawab, dan tulis kesimpulan. Tapi saya lupa mengecek kembali jawaban yang

saya tulis karena tidak terbiasa. Saya suka belajar matematika sambil mendengarkan musik yang melow atau lembut nadanya, dan tergantung dengan teman sekitar juga. Kalau ada teman belajarnya, saya jadi lebih semangat. 15. S_15 a. Sulit b. Tidak pernah belajar matematika c. Langsung jawab d. Kalau ada teman belajarnya

Sulit, karena bentuknya soal cerita. Biasanya kalau di kelas diajarin pakai soal yang langsungan. Saya juga tidak pernah matematika kalau di rumah, jadi sulit memahami maksud soal dengan cepat. Makanya kemarin itu saya langsung jawab setelah membaca soal berulang- ulang kali. Saya tidak mengecek kembali karena malas dan membutuhkan waktu yang banyak. Saya mau belajar kalau ada temannya ketika belajar. Karena kalau ada temannya jadi ada yang ngajarin.

Pada tahap wawancara semakin terlihat masalah-masalah yang

dialami siswa dalam mengerjakan tes prestasi belajar. Pada dasarnya siswa

mampu memahami masalah pada soal hanya saja siswa mengalami banyak

faktor lain sehingga mempengaruhi kemampuannya dalam memecahkan

masalah matriks. Penyusunan soal dalam bentuk soal cerita merupakan

salah satu hal yang sangat berpengaruh dalam memecahkan masalah

matriks. Berdasarkan hasil wawancara, seluruh siswa mengatakan

kesulitan karena soal yang diberikan dalam bentuk soal cerita. Dari hasil

tes prestasi belajar pada tabel 4.6 dan hasil wawancara dengan 15 siswa,

peneliti memperoleh 8 klasifikasi mengenai kemampuan pemecahan

masalah matriks siswa kelas X, sebagai berikut: (1). Siswa memperoleh

nilai baik, dan menjawab soal sesuai dengan langkah-langkah pemecahan

sesuai langkah-langkah pemecahan masalah, (3). Siswa memperoleh nilai

cukup, dan menjawab soal sesuai dengan langkah-langkah pemecahan

masalah, (4). Siswa memperoleh nilai cukup, tetapi menjawab soal tidak

sesuai langkah-langkah pemecahan masalah, (5). Siswa memperoleh nilai

kurang, tetapi menjawab soal sesuai dengan langkah-langkah pemecahan

masalah, (6). Siswa memperoleh nilai kurang, dan menjawab soal tidak

sesuai dengan langkah-langkah pemecahan masalah, (7). Siswa

memperoleh nilai gagal, tetapi menjawab soal sesuai dengan langkah-

langkah pemecahan masalah, dan (8). Siswa memperoleh nilai gagal, dan

menjawab soal tidak sesuai dengan langkah-langkah pemecahan masalah.

Hasil wawancara dengan siswa S_1, dan S_14 termasuk klasifikasi

ke (2) yaitu siswa memperoleh nilai baik, tetapi menjawab soal tidak

sesuai langkah-langkah pemecahan masalah. Siswa S_14 menyatakan

menjawab soal diawali dengan memahami masalah terlebih dahulu, lalu

menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan, menyelesaikan soal,

menuliskan kesimpulan, tapi siswa tidak mengecek kembali. Siswa S_2,

dan S_9 termasuk klasifikasi ke (4) yaitu siswa memperoleh nilai cukup,

tetapi menjawab soal tidak sesuai langkah-langkah pemecahan masalah.

S_2 tidak mengecek kembali hasil akhir dari apa yang telah dikerjakan,

karena malas sehingga dinyatakan menjawab soal tidak sesuai langkah-

langkah pemecahan masalah. Sedangkan S_9 dalam menjawab soal

langsung pada penyelesaiannya karena malas dan membutuhkan waktu

yaitu siswa memperoleh nilai cukup, dan menjawab soal sesuai dengan

langkah-langkah pemecahan masalah. Ketika menjawab soal siswa mulai

dengan membaca berulang-ulang agar memahami masalah pada soal, lalu

dilanjutkan dengan menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan untuk

mempermudah langkah penyelesaian masalah. Setelah itu siswa

menuliskan kesimpulan, dan terakhir mengecek kembali. Langkah tersebut

dilakukan S_3 pada soal nomor 1, 2, dan 3, tetapi pada soal no.4 siswa

tidak menuliskan kesimpulan karena lupa.

Siswa S_5, S_6, S_7, S_12, S_13, dan S_15 termasuk klasifikasi (6)

yaitu siswa memperoleh nilai kurang, dan menjawab soal tidak sesuai

dengan langkah-langkah pemecahan masalah. Sebagian besar dari siswa

pada kategori ini langsung menjawab soal tanpa menuliskan sesuai

langkah-langkah pemecahan masalah. Sedangkan siswa S_8 termasuk

klasifikasi (5) yaitu siswa memperoleh nilai kurang, tetapi menjawab soal

sesuai dengan langkah-langkah pemecahan masalah. Siswa memperoleh

nilai kurang, tetapi ketika menjawab soal siswa memulainya dengan

memahami masalah, lalu menulis yang diketahui, yang ditanyakan, setelah

itu menjawab soal, menuliskan kesimpulan, dan terakhir siswa mengecek

kembali walaupun hanya pada jawaban nomor 1, 2, dan 3 karena siswa

yakin benar pada jawaban nomor tersebut. Hasil wawancara dengan ketiga

siswa yaitu S_4, S_10, dan S_11 termasuk pada kategori (8) yaitu siswa

memperoleh nilai gagal, dan menjawab soal tidak sesuai dengan langkah-

menjawab soal tanpa sesuai langkah-langkah pemecahan masalah. Alasan

siswa S_10 tidak sesuai langkah-langkah pemecahan masalah karena tidak

terbiasa menjawab soal matematika menggunakan langakh-langkah seperti

itu. S_11 mengatakan tidak sesuai langkah-langkah karena malas.

Sedangkan siswa S_4 memulai dengan memahami soal terlebih dahulu,

lalu menuliskan apa yang diketahui, yang ditanyakan pada soal, dan

menuliskan kesimpulan. Siswa tidak melakukan pengecekan kembali.

Dokumen terkait