• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

B. Analisa Data

3. Analisis Hubungan Variabel Penelitian

Setelah membuat klasifikasi untuk setiap variabel, tahap selanjutnya adalah menganalisis hubungan antar variabel untuk menjawab rumusan masalah penelitian ini. Alat yang digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel adalah tabel silang (crosstabs). Analisis crosstabs dilakukan untuk memperoleh insight data mengenai dua variabel. Terdapat beragam alat statistik yang dapat digunakan untuk menganalisis hubungan dalam analisis

crosstabs ini. Pada penelitian ini, penulis akan menggunakan alat statistik

gamma. Gamma adalah salah satu alat untuk menganalisis korelasi/.hubungan antarvariabel yang berskala ordinal. Berikut ini adalah hasis analisis untuk menjawab rumusan masalah:

a. Hubungan Pengungkapan CSR dan ROA

Untuk menganalisis hubungan antara pengungkapan CSR dan ROA, kita perlu mengetahui insight dari kedua variabel tersebut. Berikut ini adalah crosstabs (tabulasi silang) antara pengungkapan CSR dan ROA:

Tabel 5.6. Tabulasi Silang Variabel Pengungkapan CSR dan ROA

Kategori ROA Total

Sangat Rendah

Rendah Sedang Tinggi

Kategori CSRDI Sangat Rendah Jumlah 2 29 147 13 191 % dari total 0,56% 8,08% 40,95% 3,62% 53,21% Rendah Jumlah 0 16 121 5 142 % dari total 0% 4,46% 33,70% 1,39% 39,55% Sedang Jumlah 0 0 20 6 26 % dari total 0% 0% 5,57% 1,67% 7,24% Total Jumlah 2 45 288 24 359 % dari total 0,56% 12,53% 80,22% 6,69% 100% Sumber : Data diolah

Kategori pertama dalam variabel ROA adalah sangat rendah (-0,3349 sampai dengan -0,1675). Terdapat sebanyak 2 anggota populasi sasaran yang memiliki kategori sangat rendah. Kedua anggota populasi sasaran tersebut mengungkapkan CSR pada kategori sangat rendah dengan tingkat

Corporate Social Responsibility Disclosure Index (CSRDI) 0 - 0,19.

Kategori kedua dalam variabel ROA adalah rendah (-0,1674 sampai dengan 0) terdapat 45 anggota populasi sasaran yang memiliki kategori rendah. Sebanyak 29 diantaranya mengungkapkan CSR dengan kategori sangat rendah yaitu pada tingkat CSRDI 0 – 0,19 dan sisanya sebanyak 16 anggota populasi sasaran mengungkapkan CSR dengan kategori rendah yaitu pada tingkat CSRDI 0,20 – 0,39.

Kategori ketiga pada variabel ROA adalah perusahaan dengan ROA sedang (0,0001 – 0,2083). Tabel 5.6. menunjukkan bahwa sebanyak 288 anggota populasi memiliki ROA sedang. Sebanyak 147 diantaranya

mengungkapkan CSR pada kategori CSRDI sangat rendah (0 – 0,19), sebanyak 121 mengungkapkan CSR pada kategori CSRDI rendah (0,20 – 0,39), dan sisanya sebanyak 20 mengungkapkan CSR pada kategori CSRDI sedang (0,40 – 0,59).

Kategori keempat pada variabel ROA adalah tinggi (0,2084 – 0,4165). Pada tabel diatas menunjukkan bahwa sebanyak 24 memiliki ROA tinggi. Sebanyak 13 diantaranya mengungkapkan CSR pada kategori CSRDI sangat rendah (0 – 0,19), sebanyak 5 mengungkapkan CSR pada kategori CSRDI rendah (0,20 – 0,39), dan sisanya sebayak 6 anggota populasi mengungkapkan CSR pada kategori CSRDI sedang (0,40 – 0,59).

Dari tabulasi silang antara variabel pengungkapan CSR dengan variabel ROA, tidak ditemukan pola hubungan diantara kedua variabel tersebut. Tabel 5.6. menunjukkan bahwa anggota populasi yang termasuk dalam keempat kategori ROA, lebih banyak mengungkapkan CSR tidak lengkap, yaitu pada tingkat CSRDI 0 – 0,19.

Setelah mengetahui insight data dari variabel pengungkapan CSR dan ROA, selanjutnya adalah menganalisis hubungan dari kedua variabel tersebut. Alat analisis yang digunakan untuk menganalisis hubungan dalam penelitian ini adalah koefisien gamma. Berikut ini adalah tabel yang menunjukkan hubungan antara pengungkapan CSR dan ROA:

Tabel 5.7. Hubungan Pengungkapan CSR dan ROA Value Asymp. Std. Errora Approx. Tb Approx. Sig. Ordinal by Ordinal Gamma 0,251 0,114 2,110 0,035 N of Valid Cases 359

Sumber: Data diolah

Tabel 5.7. menunjukkan informasi mengenai hubungan pengungkapan CSR dan ROA yang dianalisis dengan nilai koefisien gamma. Dari tabel tersebut diketahui bahwa nilai koefisien gamma sebesar 0,251 yang menunjukkan bahwa kekuatan hubungan antara pengungkapan CSR dengan ROA adalah lemah. Nilai korelasi Gamma yang positif menunjukkan arah hubungan yang searah, sehingga apabila tingkat pengungkapan CSR tinggi maka ROA pada perusahaan tinggi.

b. Hubungan Pengungkapan CSR dan ROE

Untuk menganalisis hubungan antara pengungkapan CSR dan ROE, kita perlu mengetahui insight dari kedua variabel tersebut. Berikut ini adalah

Tabel 5.8. Tabulasi Silang Variabel Pengungkapan CSR dan ROE

Kategori ROE Total

Sangat Rendah

Rendah Sedang Tinggi

Kategori CSRDI Sangat Rendah Jumlah 7 37 146 1 191 % dari total 1,95% 10,31% 40,67% 0,28% 53,21% Rendah Jumlah 2 12 127 1 142 % dari total 0,56% 3,34% 35,38% 0,28% 39,55% Sedang Jumlah 0 0 23 3 26 % dari total 0% 0% 6,41% 0,84% 7,24% Total Jumlah 9 49 296 5 359 % dari total 2,51% 13,65% 82,46% 1,40% 100% Sumber: Data diolah

Kategori pertama dalam variabel ROE adalah sangat rendah (-0,7870 - -0,3936). Tabel 5.8. menunjukkan bahwa sebanyak 9 anggota populasi sasaran memiliki ROE sangat rendah. Sebanyak 7 diantaranya mengungkapkan CSR pada kategori CSRDI sangat rendah (0 – 0,19) dan 2 sisanya mengungkapkan CSR pada kategori CSRDI rendah (0,20 – 0,39).

Kategori kedua dari variabel ROE adalah rendah (-0,3935 – 0). Tabel diatas menunjukkan bahwa sebanyak 49 anggota populasi sasaran memiliki kategori ROE rendah. Sebanyak 37 diantaranya mengungkapkan CSR pada kategori CSRDI sangat rendah (0 – 0,19) dan sisanya 12 anggota populasi sasaran mengungkapkan CSR pada kategori CSRDI rendah (0,20 – 0,39).

Kategori ketiga pada variabel ROE adalah sedang (0,0001 – 0,2083). Tabel 5.8. menunjukkan bahwa sebanyak 296 anggota populasi sasaran memiliki ROE dengan kategori sedang. Sebanyak 146 diantaranya mengungkapkan CSR pada kategori CSRDI sangat rendah (0 – 0,19),

sebanyak 127 mengungkapkan CSR pada kategori CSRDI rendah (0,20 – 0,39), dan sisanya sebanyak 23 mengungkapkan CSR pada kategori CSRDI sedang (0,40 – 0,59).

Dari tabulasi silang antara variabel pengungkapan CSR dengan variabel ROE, tidak ditemukan pola hubungan diantara kedua variabel tersebut. Tabel 5.8. menunjukkan bahwa anggota populasi yang termasuk dalam keempat kategori ROE, lebih banyak mengungkapkan CSR tidak lengkap, yaitu pada tingkat CSRDI 0 – 0,19.

Setelah mengetahui insight data dari variabel pengungkapan CSR dan ROE, selanjutnya adalah menganalisis hubungan dari kedua variabel tersebut. Alat analisis yang digunakan untuk menganalisis hubungan dalam penelitian ini adalah koefisien gamma. Berikut ini adalah tabel yang menunjukkan hubungan antara pengungkapan CSR dan ROE:

Tabel 5.9. Hubungan Pengungkapan CSR dan ROE

Value Asymp. Std. Errora

Approx. Tb Approx. Sig. Ordinal by

Ordinal Gamma

0,561 0,102 4,642 0,000

N of Valid Cases 359

Sumber: Data diolah

Tabel 5.9. menunjukkan informasi mengenai hubungan pengungkapan CSR dan ROE yang dianalisis dengan nilai koefisien gamma. Dari tabel tersebut diketahui bahwa nilai koefisien gamma sebesar 0,561 menunjukkan bahwa kekuatan hubungan antara pengungkapan CSR dengan ROE adalah

cukup kuat. Nilai korelasi Gamma yang positif menunjukkan arah hubungan yang searah, sehingga apabila tingkat pengungkapan CSR tinggi maka ROE pada perusahaan tinggi.

c. Hubungan Pengungkapan CSR dan Return Saham

Untuk menganalisis hubungan antara pengungkapan CSR dan return saham, kita perlu mengetahui insight dari kedua variabel tersebut. Berikut ini adalah crosstabs (tabulasi silang) antara pengungkapan CSR dan return saham:

Tabel 5.10. Tabulasi Silang Variabel Pengungkapan CSR dan Return Saham

Kategori Return Saham Total Sangat

Rendah

Rendah Sedang Tinggi

Kategori CSRDI Sangat Rendah Jumlah 13 68 105 5 191 % dari total 3,62% 18,94% 29,25% 1,39% 53,21% Rendah Jumlah 10 56 71 5 142 % dari total 2,79% 15,60% 19,78% 1,39% 39,55% Sedang Jumlah 2 7 17 0 26 % dari total 0,56% 1,95% 4,74% 0% 7,24% Total Jumlah 25 131 193 10 359 % dari total 6,96% 36,49% 53,77% 2,78% 100% Sumber: Data diolah

Kategori pertama dalam variabel return saham adalah sangat rendah (-0,92 - -0,47). Tabel 5.10. menunjukkan bahwa sebanyak 25 anggota populasi sasaran memiliki return saham sangat rendah. Sebanyak 13 diantaranya mengungkapkan CSR pada kategori CSRDI sangat rendah (0 – 0,19), sebanyak 10 mengungkapkan CSR pada kategori CSRDI rendah (0,20

– 0,39), dan sisanya sebanyak 2 anggota populasi sasaran mengungkapkan CSR pada kategori CSRDI sedang (0,40 – 0,59).

Kategori kedua dari variabel return saham adalah rendah (-0,46 – 0). Tabel diatas menunjukkan bahwa sebanyak 131 anggota populasi sasaran memiliki kategori return saham rendah. Sebanyak 68 diantaranya mengungkapkan CSR pada kategori CSRDI sangat rendah (0 – 0,19), sebanyak 56 mengungkapkan CSR pada kategori CSRDI rendah (0,20 – 0,39) dan sisanya 7 anggota populasi sasaran mengungkapkan CSR pada kategori CSRDI sedang (0,40 – 0,59).

Kategori ketiga pada variabel return saham adalah sedang (0,01 – 2,20). Tabel 5.10. menunjukkan bahwa sebanyak 193 anggota populasi sasaran memiliki return saham dengan kategori sedang. Sebanyak 105 diantaranya mengungkapkan CSR pada kategori CSRDI sangat rendah (0 – 0,19), sebanyak 71 mengungkapkan CSR pada kategori CSRDI rendah (0,20 – 0,39), dan sisanya sebanyak 17 mengungkapkan CSR pada kategori CSRDI sedang (0,40 – 0,59).

Dari tabulasi silang antara variabel pengungkapan CSR dengan variabel return saham, tidak ditemukan pola hubungan diantara kedua variabel tersebut. Tabel 5.10. menunjukkan bahwa anggota populasi yang termasuk dalam keempat kategori return saham, lebih banyak mengungkapkan CSR tidak lengkap, yaitu pada tingkat CSRDI 0 – 0,19.

Setelah mengetahui insight data dari variabel pengungkapan CSR dan return saham, selanjutnya adalah menganalisis hubungan dari kedua variabel tersebut. Alat analisis yang digunakan untuk menganalisis hubungan dalam penelitian ini adalah koefisien gamma. Berikut ini adalah tabel yang menunjukkan hubungan antara pengungkapan CSR dan return saham:

Tabel 5.11. Hubungan Pengungkapan CSR dan Return Saham

Value Asymp. Std. Errora

Approx. Tb Approx. Sig. Ordinal by

Ordinal Gamma

-0,016 0,087 -0,179 0,858

N of Valid Cases 359

Sumber: Data diolah

Tabel 5.11. menunjukkan informasi mengenai hubungan pengungkapan CSR dan return yang dianalisis dengan nilai koefisien gamma. Dari tabel tersebut diketahui bahwa nilai koefisien gamma sebesar -0,016 menunjukkan bahwa hubungan antara pengungkapan CSR dengan return saham adalah sangat lemah. Nilai korelasi Gamma yang negatif menunjukkan arah hubungan berlawanan sehingga apabila tingkat pengungkapan CSR tinggi, maka return saham pada perusahaan rendah.

Dokumen terkait