BAB IV TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PREKTEK
C. Analisis Hukum Islam terhadap Penghitungan
Penarikan arisan pada koperasi Mitra Bahagia tidak sesuai dengan jumlah uang yang terkumpul dari semua peserta. Dalam praktek arisan di koperasi Mitra Bahagia, iuran yang terkumpul tidak semuanya diserahkan pada peserta yang memperoleh undian, tetapi perolehannya hanya Rp3.000.000,-. Misalnya, pada bulan pertama jumlah peserta 1000 dengan pembayaran Rp 100.000,- terkumpul Rp 100.000.000,- akan tetapi jumlah uang yang diserahkan kepada peserta yang mendapatkan penarikan yaitu Rp 3.000.000,-, setelah penarikan diserahkan pada peserta, sisa pembayaran arisan yaitu Rp 97.000.000,- masuk pada kas koperasi Mitra Bahagia. Bulan kedua, peserta berkurang 1 (satu) menjadi 999, dengan pembayaran Rp 100.000,- terkumpul Rp 99.900.000,- akan tetapi jumlah uang yang diserahkan kepada peserta yang mendapatkan penarikan yaitu Rp 3.000.000,-,
58
setelah penarikan diserahkan pada peserta sisa pembayaran arisan yaitu Rp 96.900.000,- masuk pada kas koperasi Mitra Bahagia, sampai seterusnya hingga akhir periode pada jangka waktu 30 bulan.
Dengan demikian terdapat sisa pembayaran dalam setiap putaranya. Sisa dana tersebut dimasukkan pada kas koperasi untuk kegiatan investasi dalam bentuk penyaluran kredit dengan imbalan bunga 0,75% per bulan.
Investasi yang dilakukan oleh koperasi Mitra Bahagia memberikan kredit kepada nasabah koperasi dengan bunga 0,75%. Jika dihitung sisia pembayaran arisan yang terkumpul untuk penyaluran kredit yaitu:
Pada bulan pertama sisa uang terkumpul Rp 97.000.000,- x 0,75= Rp 72.750.000,-. Pada putaran kedua sisa uang yang terkumpul Rp 96.900.000,-x 0,75= Rp 72.675.000,-. Pada putaran terakhir sisa uang yang terkumpul Rp 94.100.000,- x 0,75= Rp 70.575.000,-. Rasio laba yang diperoleh koperasi Mitra Bahagia dalam kegiatan investasi dari dana arisan yang dikelola pada akhir periode sebesar Rp 70.575.000,-.
Koperasi Mitra Bahagia mendapatkan keuntungan yang sangat banyak, jika sisa dana arisan dikelola koperasi Mitra Bahagia maka peserta yang belum mendapatkan arisan atau peserta yang mendapatkan arisan hingga akhir periode maka mendapatkan imbalan dan disini akan tercerminkan keadilan ekonomi.
Unsur ketidakadilan antara keuntungan yang di dapat oleh koperasi Mitra Bahagia dengan peserta pada akhir periode, tidak di beritahukan
59
kepada peserta keuntungan yang di dapat, tanpa harus mengurangi kewajiban peserta yang sudah mendapatkan.
BAB V
PENUTUP
A.
KesimpulanDalam bab V kali ini penulis akan memaparkan beberapa kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis. Adapun kesimpulan ini adalah sebagai berikut:
1. Praktek arisan dilaksanakan di koperasi Mitra Bahagia pada awal bulan setiap tangal 1 (satu), jumlah peserta lebih dari 1000, dengan iuran Rp 100.000,- per bulan, dalam jangka waktu 30 bulan, dengan penarikan sebesar Rp 3.000.000,-. Jika peserta yang mendapat penarikan arisan maka sudah lepas dari kewajiban untuk membayar, sedangkan peserta yang belum mendapatkan pada jangka waktu yang ditetapkan maka dibagikan serentak di akhir periode dengan penarikan sama Rp 3.000.000,-. Sisa pembayaran peserta arisan dikelola oleh koperasi dalam bentuk penyaluran kredit dengan bunga 0,75 %.
2. Menurut analisis hukum Islam, praktek arisan yang dijalankam oleh koperasi Mitra Bahagia tidak sesuai dengan hukum Islam yang ditinjau dari 3 aspek yaitu pembayaran, penarikan dan penghitungan.
a. Dalam pembayaran arisan di koperasi Mitra Bahagia terdapat unsur ketidakadilan antara peserta yang mendapatkan penarikan diawal, tengah dan di akhir. Jika peserta arisan sudah mendapatkan penarikan
61
maka peserta sudah lepas dari kewajiban membayar sampai jatuh tempo yang ditentukan, sedangkan peserta yang mendapatkan arisan di akhir periode tetap membayar seperti arisan pada umumnya. Meskipun mengandung unsur ketidakadilan tetapi mendatangkan keuntungan bagi peserta dan koperasi.
b. Penarikan arisan yang terjadi di koperasi Mitra Bahagia terdapat unsur masysir (perjudian), riba dan ketidakadilan.
c. perhitungan arisan di koperasi Mitra Bahagia tidak sepenuhnya uang yang terkumpul diserahkan pada peserta, terdapat sisa dari pembayaran arisan yang dana tersebut dikelola oleh keperasi Mitra Bahagia untuk kegiatan investasi dalam bentuk penyaluran kredit dengan imbalan bunga 0,75 % per bulan. Jika sisa pembayaran tersebut digunakan untuk investasi maka peserta yang mendapat di akhir seharusnya mendapat keuntungan yang lebih besar sehingga tercermin keadilan ekonomi. B. Saran
Dari beberapa kesimpulan diatas, penulis memberikan saran-saran sebagaimana teori hutang piutang (al-Qard}) dan investasi pada mestinya. Adapun saran-saran dari penulis adalah sebagai berikut :
1. Bagi peserta arisan terlebih dahulu memahami ketentuan-ketentuan arisan, jangan terlalu ambisi untuk mendapat diawal, tengah dan diakhir dengan keuntungan yang berlipat sehingga mengabaikan syariat Islam.
2. Kepada pihak koperasi, praktek arisan yang terjadi sangat bagus untuk menarik anggota, tetapi jangan hanya berorientasi kepada keuntungan
62
yang besar saja, harus memperhatikan keadilan bagi semua peserta sehingga tidak bertentangan dengan syariat Islam.
DAFTAR PUSTAKA
Achmadi, Abu dan Cholid Narbuko. Metodologi Penelitian. Jakarta : PT Bumi Aksara, 1997.
Al-Ghazali, Muhammad bin Yazin dan Hafidz bin Abdullah dan. Sunan Ibnu Majah. Juz II. Beirut Lebanon: Dar al Kutub al-Ilmiah.
Anas. ‚Tinjauan Hukum Islam Terhadap Jual Beli Arisan di Kelurahan Tanah Kali Kedinding Kecamatan Kenjeran Kota Madya Surabaya‛ . Skripsi-- IAIN Sunan Ampel, Surabaya, 2003.
Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Bumi Aksara, 2006.
As Shan ani. Subulus Salam. Juz III. Terjemah Abu bakar Muhammad. Surabaya: al-Ikhlas, 1995.
Az-Zuhaili, Wahbah. Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu. Jilid V, Jakarta: Gema Insani, 2011.
Basyir, Ahmad Azhar. Asas-Asas Hukum Muamalah. Yogyakarta: VII press, 2000.
Chomariyah, Nur. ‚Tinjauan Hukum Islam Terhadap Arisan Jajan dengan Sistem Bagi Hasil di Kelurahan Sukomanunggal Kecamatan Sukomanunggal‛.
Skripsi--IAIN Sunan Ampe, Surabaya, 2009.
Depag RI. Al-Qur’an dan Terjemahnya. Jakarta: Pentafsir al-Qur’an, 1997.
Hartini, Endang. Wawancara. Lamongan. Tanggal 14 November 2014.
Hasan, Ali. Berbagai Macam Transaksi dalam Islam. Jakarta: Raja Gravindo, 2003.
Hidayat, Taufik. Buku Pintar Investasi Syariah. Jakarta: Mediakita, 2011.
Husnah, Khotimatul. ‚Analisis Hukum Islam Terhadap Praktek Arisan Haji di Desa Pangkah Kulon Kecamatan Ujung Pangkah Kabupaten Gresik‛.
Skripsi--IAIN Sunan Ampel, Surabaya, 2001.
Lathif, Azharudin. Fiqh Muamalah. Jakarta: UIN Jakarta Press, 2005. Manan, Abdul. Hukum Ekonomi Syaria’ah. Jakarta: Kencana, 2012.
64
Muslich, Ahmad Wardi. Fiqih Muamalah. Jakarta: Amzah, 2010.
Muslim, Imam Abi Khusaun. Shahih Muslim. Juz V. Beirut Lebanon: Dar Kitab Ulumiyah, 677H.
Nafik HR, Muhammad. Bursa Efek dan Investasi Syariah. Jakarta: Ikrar Mandiri Abadi, 2009.
Nasution, Nurul Huda dan Mustafa Edwin. Investasi pada Pasar Modal Syariah. Jakarta: Kencana 2007.
Noor, Juliansyah. Metodologi Penelitian. Jakarta: Kencana, 2011.
Nor, Moh. Ahidin. ‚Tinjauan Hukum Islam Terhadap Arisan Piow Pasar Baru Magetan Kabupaten Magetan‛ . Skripsi--IAIN Sunan Ampel, Surabaya, 2008.
Ponorogo, Jurusan Syariah STAIN. Jurnal Kajian Hukum dan Sosial. Ponorogo: Justitia Islamica, 2005.
Sabiq, Sayyid. Fiqh Sunnah. Kairo: Dar al-Fath Lil I’lam al-‘Araby, 1995.
Sudarsono. Kamus Hukum. Jakarta: Rineka Cipta, 1992.
Sufandi, Dumairi Nor dkk. Ekonomi Syariah Versi Salaf. Pasuruan: Pustaka Sidogiri, 2007.
Sugiono. Metodologi Penelitian Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2007.
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif. Bandung: Alfabeta, 2011. Sulase.Wawancara. Lamongan. Tanggal 10 Oktober 2014.
Surah, Abi Isa Muhammad ibn. Sunan at-Tirmidzi. Juz 3. Beirut: Dar al-Fikr, 1995.
Suwarno SP.Wawancara. Lamongan. Tanggal 7 November 2014. Syafei, Rahmat. Fiqih Muamalah. Bandung: Pustaka Setia, 2001. Vifah.Wawancara. Lamongan. Tanggal 1 November 2014. Wiwin. Wawancara. Lamongan. Tanggal 14 November 2014.