ANALISIS, VALIDASI DAN IMPLEMENTASI AWAL SISTEM
5.3. Analisis Implementasi Kerangka Sistem Pada Studi Kasus Tenant PIT UNS
Pada sub bab ini akan dianalisis implementasi kerangka sistem yang sudah disusun dengan menggunakan studi kasus pada tenant PIT UNS. Tenant PIT UNS yang akan dijadikan studi kasus adalah tenant untuk baterai Li-Ion dan baterai panel akustik. Kedua tenant tersebut dipilih karena termasuk tenant yang berpotensi di PIT UNS dan menjadi rekomendasi dari pejabat PIT UNS dalam penelitian ini. Sedangkan implementasi dilakukan dengan memberikan rekomendasi strategi tahap inkubasi berikutnya berdasarkan posisi tenant saat ini dalam sebuah mini manual book. Tanggapan dari tenant maupun pengelola PIT digunakan sebagai saran dan rekomendasi kerangka sistem maupun penelitian.
5.3.1. Analisis Posisi Inkubasi Tenant
Posisi inkubasi tenant dilihat berdasarkan pada kerangka bisnis yang sudah disusun.
1. Tenant Baterai Li-Ion
Tenant dari produk baterai Li-Ion adalah seorang mahasiswi program magister UNS. Tenant tersebut masuk di dalam kegiatan inkubasi PIT UNS melalui seleksi yang dilaksanakan oleh PIT UNS pada tahun 2014. Sedangkan akses tenant ke teknologi baterai Li-Ion dilakukan melalui kuliah teknoprersip.
Selama diinkubasi sejak tahun 2014, tenant sudah melakukan berbagai kegiatan penguatan teknologi seperti uji produksi dan uji pasar. Hasil dari pengujian produksi dan pengujian pasar pun sudah dipublikasikan dalam artikel ilmiah. Namun status HKI produk baterai Li-Ion masih dalam tahap registrasi. Dalam kegiatan penguatan kemampuan kewirausahaan tenant, tenant baterai Li-Ion sudah mengikuti berbagai pelatihan yang diadakan oleh PIT UNS maupun instansi lain seperti BIT BPPT. Tenant juga sudah mengikuti berbagai pameran produk
V - 33
yang diadakan dalam tingkat regional maupun nasional. Dalam kegiatan promosi tenant juga telah mengisi beberapa acara diskusi panel dan seminar. Selain itu tenant dengan produk baterainya pun pernah diliput oleh media lokal maupun nasional. Inisiasi kemitraan juga telah dibentuk dengan sebuah perusahaan baterai di Indonesia.
Aktivitas inkubasi yang telah dilaksanakan oleh tenant produk baterai Li-Ion sudah cukup padat dan menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan, bahkan sudah mampu menjual beberapa unit produk.
Dalam melaksanakan kegiatan inkubasi selama ini, tenant produk baterai Li-Ion mendapatkan dukungan dana utama dari institusi pemerintah yaitu LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan).
Namun periode pemberian dana dari LPDP telah berakhir. Untuk melanjutkan kegiatan inkubasi di PIT UNS, tenant mendapatkan dukungan dana dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.
2. Tenant Panel Akustik
Seperti tenant produk baterai Li-Ion, tenant produk panel akustik juga seorang mahasiswi program sarjana UNS. Tenant tersebut masuk kegiatan inkubasi PIT UNS melalui seleksi yang diadakan oleh PIT UNS bersama dengan BIT BPPT. Sehingga tenant tersebut merupakan tenant co-inkubasi (inkubasi bersama) PIT UNS – BIT BPPT. Akses tenant ke teknologi panel akustik juga melalui kuliah teknoprenersip.
Selama diinkubasi sejak tahun 2014, tenant sudah melakukan berbagai kegiatan penguatan teknologi seperti uji produksi dan uji pasar. Hasil dari pengujian produksi dan pengujian pasar pun sudah dipublikasikan dalam artikel ilmiah. Namun HKI produk panel akustik masih dalam proses registrasi. Dalam kegiatan penguatan kemampuan kewirausahaan tenant, tenant panel akustik sudah mengikuti berbagai pelatihan yang diadakan oleh PIT UNS maupun instansi lain seperti BIT BPPT. Tenant juga sudah mengikuti berbagai pameran produk yang diadakan dalam tingkat regional maupun nasional. Dalam kegiatan promosi tenant juga telah mengisi beberapa acara diskusi
V - 34
panel dan seminar. Selain itu tenant dengan produk panel akustik pun pernah diliput oleh media. Aktivitas inkubasi yang telah dilaksanakan oleh tenant produk panel akustik sudah cukup padat dan menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan.
Namun tenant panel akustik masih perlu mengembangkan pembentukan kemitraan dan akses pasar. Penjualan produk panel akustik masih minim. Hasil dari uji pasar pun masih menunjukkan adanya beberapa hambatan untuk memasuki target pasar. Kendati demikian, tetap ada market intention yang cukup tinggi dari hasil uji pasar.
Dalam melaksanakan kegiatan inkubasi selama ini, tenant produk panel akustik mendapatkan dukungan dana utama dari BIT BPPT yang merupakan mitra PIT UNS dan institusi yang ikut menginkubasi tenant panel akustik. Namun periode pemberian dana dari BIT BPPT telah berakhir. Untuk melanjutkan kegiatan inkubasi di PIT UNS, tenant mendapatkan dukungan dana dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.
5.3.2. Analisis Penentuan Rekomendasi Strategi Tahapan Inkubasi
Rekomendasi strategi/langkah inkubasi tenant yang menjadi studi kasus kemudian ditentukan setelah posisi inkubasi tenant dianalisis. Rekomendasi diberikan untuk tenant maupun untuk pengelola PIT UNS.
1. Rekomendasi untuk Produk Baterai Li-Ion
Produk baterai Li-Ion sudah memiliki tingkat kesiapan yang tinggi.
Nilai TRL produk baterai Li-Ion pada saat memasuki kegiatan inkubasi PIT UNS adalah 7. Dengan berbagai aktivitas inkubasi yang telah diikuti oleh tenant, nilai TRL produk baterai Li-Ion bisa meningkat menjadi bernilai 8. Kendati demikian belum ada pengukuran TRL lagi oleh tenant, inventor maupun pengelola PIT UNS. Terjualnya beberapa unit produk juga menjadi salah satu indikator diterimanya produk tersebut di pasar.
Tenant produk baterai Li-Ion sebaiknya mulai menyiapkan diri untuk memasuki tahap pasca inkubasi yaitu penguatan kemitraan untuk
V - 35
akselerasi bisnis dan pendirian PPBT dalam bentuk spin-off.
Kemitraan yang dibentuk sebaiknya lebih banyak dengan perusahaan-perusahaan pengguna baterai Li-Ion. Selain dengan kemitraan, akselerasi bisnis dapat juga dilakukan dengan promosi. Promosi dilakukan untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap produk baterai Li-Ion sehingga muncul lebih banyak permintaan pasar. Sedangkan dalam persiapan pendirian PPBT, tenant perlu membuat sebuah rencana bisnis yang matang untuk memperoleh modal pendirian PPBT.
Bagi pengelola PIT UNS, produk baterai Li-Ion perlu difasilitasi agar segera mandiri dan lulus inkubasi. Pengelola dapat memberikan rekomendasi mitra perusahaan maupun institusi kepada tenant.
Pengelola juga dapat mendampingi tenant dalam menyiapkan rencana bisnis dan pencarian dana pendirian PPBT. Pelatihan-pelatihan yang diberikan oleh PIT UNS kepada tenant sebaiknya lebih mengarah ke persiapan produksi massal, penetrasi pasar dan manajemen keuangan perusahaan. Dengan membantu percepatan bisnis produk baterai Li-Ion, PIT UNS dapat mewujudkan target pembentukan PPBT pada tahun 2015 selain juga mewujudkan target Rencana Strategi Bisnis UNS.
2. Rekomendasi untuk Produk Panel Akustik
Produk panel akustik sudah memiliki tingkat kesiapan yang tinggi.
Nilai TRL produk panel akustik pada saat memasuki kegiatan inkubasi PIT UNS adalah 7. Dengan berbagai aktivitas inkubasi yang telah diikuti oleh tenant, nilai TRL produk panel akustik bisa meningkat menjadi bernilai 8. Kendati demikian belum ada pengukuran TRL lagi oleh tenant, inventor maupun pengelola PIT UNS. Namun masih ada masalah dalam hal pemasaran produk.
Tenant panel akustik sebaiknya lebih menggiatkan kegiatan promosi produk selagi mematangkan desain produk. Kegiatan promosi tersebut juga dapat dilakukan dengan membangun kemitraan dengan calon konsumen. Tenant juga dapat melakukan uji coba produk dalam skala
V - 36
kecil ke salah satu target pasar sebagai salah satu bentuk promosi produk. Selain itu tenant juga dapat memulai untuk mencari peluang skema pendanaan untuk pendirian PPBT.
Pengelola PIT UNS perlu untuk memfasilitasi produk panel akustik terutama dalam bidang pemasaran. Panel akustik dapat dipromosikan melalui berbagai pameran, seminar dan berbagai kegiatan PIT UNS lainnya. Pengelola juga dapat menawarkan promosi berupa penggunaan produk panel akustik pada infrastruktur gedung PIT UNS.
Pelatihan-pelatihan yang ditujukan untuk tenant panel akustik juga lebih mengarah pada analisis pasar dan pemasaran.
5.3.3. Analisis Tanggapan dan Rekomendasi Implementasi
Rekomendasi langkah inkubasi tenant sesuai kerangka sistem yang telah disusun telah diserahkan kepada tenant baterai Li-Ion dan panel akustik. Posisi inkubasi tenant dijelaskan melalui gambaran framework inkubasi usulan PIT UNS. Langkah selanjutnya yang harus dijalankan oleh tenant dijelaskan melalui SOP yang telah disusun dan kerangka sistem melalui best practice PIT UNS dari hasil benchmarking.
Dari hasil implementasi, tenant memberikan tanggapan bahwa kerangka sistem yang disusun sudah cukup jelas dan mampu menggambarkan proses inkubasi di PIT UNS. Tenant juga dapat mengidentifikasi posisi inkubasi mereka saat ini. Namun tenant memberikan rekomendasi untuk lebih menggambarkan bagian pelatihan dan mentoring tenant. Coaching mengenai organisasi dan bisnis juga pelatihan yang diadakan oleh tenant perlu dikembangkan agar fokus inkubasi tidak hanya pada produk teknologi namun juga tenant.