• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Belajar Fisika

2. Analisis Inferensial

a.Uji Asumsi dasar ( Uji Prasyarat Analisis ) 1) Uji Normalitas

Uji normalitas merupakan salah satu uji prasyarat analisis yang bertujuan untuk mengetahui apakah data-data yang diperoleh dari hasil penelitian terdidtribusi secara normal atau tidak, baik itu dikelas eksperimen maupun kontrol. Pada penelitian ini, pengujian normalitas menggunakan Shapiro-Wilk pada taraf signifikan 0,05. Adapun hasil perhitungan uji normalitas pada penelitian ini, sebagai berikut: a) Motivasi Belajar Fisika

Hasil analisis uji normalitas untuk data motivasi belajar fisika peserta didik dapat dilihat pada tabel 4.13 berikut:

Tabel 4.13 Uji Normalitas motivasi belajar fisika kelas X IPA 4 (kelas eksperimen) dan X IPA 3 (kelas kontrol) MAS As’Adiyah Puteri Sengkang

Shapiro-Wilk X IPA 4(kelas ekperimen) X IPA 3 (kelas kontrol)

Sig 0,05 0,001 0,809

Analisis secara SPSS menunjukkan data bahwa kelas eksperimen tidak berdistribusi normal sedangkan kelas kontrol berdistribusi normal. Berdasarkan hasil analisis SPSS pada kelas eksperimen diperoleh nilai signifikan yang lebih kecil dari 0,05 yaitu sebesar 0,001 pada kolom Shapiro-Wilk, sedangkan pada kelas

kontroldiperoleh nilai signifikan yang lebih besar senilai 0,809 pada kolom

Shapiro-Wilk. Nilai signifikan yang diperoleh pada kelas eksperimen tersebut lebih kecil dari

0,05 (sig. 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa skor motivasi belajar peserta didik kelas eksperimen tidak berdistribusi normal dan nilai signifikan yang diperoleh pada kelas kontrol tersebut lebih besar dari 0,05 (sig. 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa skor motivasi belajar peserta didik kelas kontrolberdistribusi normal. Sebaran skor motivasi belajar kelas eksperimen dan kelas pembanding dapat ditunjukkan pada gambar berikut:

Gambar 4.5: Grafik Distribusi Normal Skor Motivasi Belajar Fisika Kelas X IPA 4 dan X IPA 3

Berdasarkan Gambar 4.5 yang menujukkan sebuah grafik ditribusi normal motivasi belajar fisika pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dimana terdapat sebuah titik-titik dan garis lurus. Titik tersebut merupakan titik yang mewakili data, semakin banyak titik-titiknya berarti variasi data juga semakin banyak, begitupun sebaliknya. Sedangkan garis lurus menggambarkan sebuah garis kurva normal. Data

dikatakan berdistribusi normal apabila titik-titik tersebut sejajar dengan kurva normal atau saling berdekatan atau jarak antara titik-tiik dengan garis kurva normal tidak berjauhan. Hal ini berarti semakin jauh jarak titik-titik dari garis kurva normal, maka data yang diperoleh tidak berdistribusi normal. Pada grafik kelas eksperimen terlihat bahwa titik tersebut berjauhan atau memiliki jarak yang terlalu jauh sehingga data tersebut dikatakan tidak berdistribusi normal sedangkan pada grafik kelas kontrol terlihat bahwa titik tersebut berdekatan atau tidak memiliki jarak yang terlalu jauh sehingga data tersebut dikatakan berdistribusi normal. Hasil selengkapnya dapat dilihat pada lampiran C.2 pada halaman 121-122.

b) Hasil Belajar Fisika

Hasil analisis uji normalitas untuk data hasil belajar peserta didik dapat dilihat pada tabel 4.14 berikut:

Tabel 4.14Uji Normalitas hasil belajar fisika kelas X IPA 4 (kelas eksperimen) dan X IPA 3 (kelas kontrol) MAS As’Adiyah Puteri Sengkang

Shapiro-Wilk X IPA 4(kelas ekperimen) X IPA 3 (kelas kontrol)

Sig 0,05 0,000 0,017

Analisis secara SPSS menunjukkan data tidak terdistribusi normal.Berdasarkan hasil analisis SPSS pada kelas eksperimen diperoleh nilai signifikan yang lebih kecil dari 0,05 yaitu sebesar 0,000 pada kolom Shapiro-Wilk, sedangkan pada kelas kontrol diperoleh nilai signifikan yang lebih kecil pula sebesr 0,017 pada kolom Shapiro-Wilk. Nilai signifikan yang diperoleh tersebut lebih besar dari 0,05 (sig. 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa skor hasil belajar peserta didik kelas eksperimen dan kelas kontrol tidak terdistribusi secara normal. Sebaran

skor hasil belajar kelas eksperimen dan kelas pembanding dapat ditunjukkan pada gambar berikut:

Gambar 4.6: Grafik Distribusi Normal Skor Hasil Belajar Fisika Kelas X IPA 4 dan Kelas X IPA 3

Berdasarkan Gambar 4.6 yang menujukkan sebuah grafik ditribusi normal hasil belajar fisika pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, dimana terdapat sebuah titik-titik dan garis lurus. Titik tersebut merupakan titik yang mewakili data, semakin banyak titik-titiknya berarti variasi data juga semakin banyak, begitupun sebaliknya. Sedangkan garis lurus menggambarkan sebuah garis kurva normal. Data dikatakan berdistribusi normal apabila titik-titik tersebut sejajar dengan kurva normal atau saling berdekatan atau jarak antara titik-tiik dengan garis kurva normal tidak berjauhan. Hal ini berarti semakin jauh jarak titik-titik dari garis kurva normal, maka data yang diperoleh tidak berdistribusi normal. Pada gambar 4.6 terlihat bahwa titik tersebut berjauhan atau memiliki jarak yang terlalu jauh sehingga data tersebut dikatakan tidak berdistribusi normal. Hasil selengkapnya dapat dilihat pada lampiran C.1 pada halaman 119-120.

2 ) Uji Homogenitas a) Motivasi Belajar Fisika

Pengujian homogenitas pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan uji homogenitas Fmaks yaitu dengan membandingkan varians terbesar dan varians terkecil pada dua kelas yang dijadikan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan hasil pengujian homogenitas diperoleh FHitungsebesar 1,4692 dan FTabel sebesar 2,16. PBerdasarkan nilai yang diperoleh bahwa FHitung< FTabelmaka disimpulkan bahwa data tersebut homogen atau varians dari kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah homogen. Selain pengujian manual menunjukkan populasi homogen, hal ini juga ditunjukkan pada pengujian dengan menggunakanprogram SPSS ditunjukkan bahwa nilai signifikan 0,932menunjukkan data lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang diperoleh homogen. Hasil selengkapnya dapat dilihat pada lampiran D.2 pada halaman 125.

b) Hasil Belajar Fisika

Pengujian homogenitas pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan uji homogenitas Fmaks yaitu dengan membandingkan varians terbesar dan varians terkecil pada dua kelas yang dijadikan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan hasil pengujian homogenitas secara manual diperoleh FHitungsebesar 4,1851 dan FTabel sebesar 2,16. Berdasarkan nilai yang diperoleh bahwa FHitung FTabelmaka disimpulkan bahwa data tersebut tidak homogen atau varians dari kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah tidak homogen. Selain pengujian manual menunjukkan populasi homogen, hal ini juga ditunjukkan pada pengujian dengan menggunakan program SPSS ditunjukkan bahwa nilai signifikan 0,109 menunjukkan

data lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang diperoleh homogen. Hasil selengkapnya dapat dilihat pada lampiran D.1. pada halaman 124.

3) Uji Hipotesis Penelitian

Dokumen terkait