BAB III METODE PENELITIAN
4.1 Hasil Penelitian
4.1.1 Analisis Instrumen Penelitian
Uji coba instrumen dilakukan sebelum pengambilan data hasil belajar siswa. Uji coba instrumen penelitian dilakukan untuk mengetahui validitas, reliabilitas, daya beda, dan taraf kesukaran soal. Instrumen dalam penelitian ini adalah tes. Tes tersebut berupa soal pilihan ganda sebanyak 50 butir yang diuji cobakan di SD lain yang tidak digunakan sebagai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, tetapi masih dalam satu gugus yang sama yaitu Gugus Plangkawati Semarang. Uji coba soal dilakukan dalam satu gugus karena kondisinya relatif sama, tetapi SD yang digunakan sebagai tempat uji coba soal
letaknya jauh dari SD yang digunakan sebagai tempat penelitian, sehingga kerahasiaan soal terjamin.
4.1.1.1 Validitas Soal
Butir soal yang diujikan berjumlah 50 soal pilihan ganda dengan materi perubahan lingkungan fisik. Uji validitas butir soal dalam penelitian ini menggunakan rumus korelasi biserial ( ). Hasil perhitungan dikonsultasikan pada ( ) dengan taraf signifikan 5%. Harga ( ) jika N = 41 dan taraf signifikannya 5% adalah 0,308. Jika > maka butir soal dinyatakan valid. Hasil analisis menyebutkan bahwa dari 50 soal terdapat 40 soal yang valid dan terdapat 10 soal yang tidak valid. Rekapitulasi hasil analisis validitas soal dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut
Tabel 4.1
Hasil Uji Validitas Soal
Kriteria Butir Soal
Valid 1, 2, 4, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 14, 16, 18, 19, 20, 21, 22, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 31, 32, 33, 34, 35, 36, 37, 39, 40, 41, 42, 44, 46, 47, 48, 50. Tidak Valid 3, 5, 13, 15, 17, 23, 38, 43, 45, 49.
Untuk menjelaskan perbandingan jumlah soal yang valid dan tidak valid dapat dilihat pada gambar 4.1
Gambar 4.1
Diadram Validitas Soal 4.1.1.2 Reliabilitas Soal
Reliabel adalah kemantapan alat ukur dalam pengertian bahwa alat ukur tersebut dapat diandalkan atau memiliki keajekan hasil. Perhitungan reliabilitas dilakukan untuk menguji keajegan instrumen sesuai dengan pendapat Sugiyono (2010:173), instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama.
Reliabilitas soal dihitung menggunakan rumus korelasi K-R 20. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan diperoleh sebesar 0,918. Harga lebih besar dari dengan klasifikasi sehingga soal reliabel dengan kriteria sangat tinggi.
4.1.1.3 Daya Beda Soal
Daya beda soal diklasifikasikan menjadi tiga kategori, yaitu jelek (soal tidak dipakai), cukup (soal diterima namun diperbaiki) dan baik (soal diterima dengan baik). Daya beda soal dapat dilihat dari besarnya angka pada indeks deskriminasi. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, pada 50 butir soal terdapat 8 butir soal kategori jelek, 22 butir soal kategori cukup, dan 20 butir soal
80% 20%
Diagram Validitas Soal
Valid
kategori baik. Rekapitulasi hasil analisis daya beda soal dapat dilihat pada tabel 4.2 sebagai berikut
Tabel 4.2
Hasil Uji Daya Beda Soal
Kriteria Butir Soal
Baik 1, 2, 6, 9, 11, 22, 26, 28, 29, 30, 32, 33, 35, 36, 37, 38, 40, 41, 42, 48 Cukup 4, 5, 7, 8, 10, 12, 14, 16, 18, 19, 20, 21, 24, 25, 27, 31, 34, 39, 44, 46, 47, 50 Jelek 3, 13, 15, 17, 23, 43, 45, 49
Untuk memperjelas tabel di atas dapat dilihat pada gambar 4.2 berikut
Gambar 4.2
Diagram Hasil Uji Daya Beda Soal 4.1.1.4 Taraf Kesukaran Soal
Taraf kesukaran soal digunakan untuk mengukur mudah sukarnya soal. Indeks kesukaran soal dibagi menjadi tiga kriteria yaitu mudah, sedang dan sukar. Dari perhitungan taraf kesukaran dengan berbantuan Microsoft Excel 2007,
0 10 20 30
Baik Cukup Jelek
20
22
8
Diagram Hasil Analisi Daya Beda Soal
Jelek Cukup Baik
terdapat 12 butir soal kategori mudah, 25 butir soal kategori sedang, dan 13 butir soal kategori sukar. Rekapitulasi hasil analisis taraf kesukaran soal dapat dilihat pada tabel 4.3 sebagai berikut
Tabel 4.3
Hasil Uji Taraf Kesukaran Soal
Kriteria Butir Soal
Mudah 3, 7, 8, 15, 17, 18, 20, 23, 24, 30, 38, 43 Sedang 1, 2, 4, 6, 9, 11, 14, 16, 22, 26, 27, 29, 32, 33, 34, 35, 36, 37, 39, 40, 42, 44, 45, 48, 49 Sukar 5, 10, 12, 13, 19, 21, 25, 28, 31, 41, 46, 47, 50
Berikut perbandingan hasil analisis tafar kesukaran soal apabila dilihat dalam diagram di bawah ini
Gambar 4.3
Diagram Hasil Uji Taraf Kesukaran Soal
4.1.2 Analisis Data Awal
Analisisi data awal digunakan untuk mengetahui kemampuan awal populasi sebelum dilakukan pengambilan sampel. Analisis terdiri dari uji
0 5 10 15 20 25
Mudah Sedang Sukar
12
25
13
Diagram Hasil Analisis Taraf Kesukaran Soal
Sukar Sedang Mudah
normalitas dan homogenitas pada nilai mata pelajaran IPA siswa kelas IV SDN Gugus Plangkawati Semarang. Perhitungan uji normalitas dan homogenitas data satu gugus dapat dijelakan sebagai berikut:
4.1.2.1 Uji Normalitas Populasi
Uji normalitas data satu gugus menggunakan uji Liliefors berbantuan microsoft excel. Uji normalitas data dilakukan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak. Hasil perhitungan dapat dilihat dalam Tabel 4.4
Tabel 4.4
Hasil Uji Normalitas Populasi
Data Jumlah
Siswa Lo
Lt
(5%) Keterangan
SDN Gedawang 01 43 0,1306 0,135 Ho diterima, data berdistribusi normal SDN Gedawang 02 41 0,1244 0,138 Ho diterima, data
berdistribusi normal SDN Banyumanik 01 38 0,1272 0,144 Ho diterima, data
berdistribusi normal SDN Pudakpayung 01 40 0,0912 0,140 Ho diterima, data
berdistribusi normal SDN Pudakpayung 02 46 0,0945 0,131 Ho diterima, data
berdistribusi normal SDN Pudakpayung 03 44 0,125 0,134 Ho diterima, data
berdistribusi normal Dari perhitungan uji normalitas dengan menggunakan rumus Liliefors berbantuan Microsoft Excel 2007 pada data populasi di SDN Gugus Plangkawati Semarang menunjukkan bahwa Lt Lo dengan taraf signifikan 5% sehingga disimpulkan bahwa data populasi SDN Gugus Plangkawati Semarang berdistribusi normal.
Uji homogenitas varians populasi digunakan untuk menentukan apakah varians populasi homogen atau tidak. Sebelum menentukan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol secara cluster random sampling, terlebih dahulu populasi harus homogen. Uji homogenitas populasi dalam penelitian ini menggunakan rumus pengujian Homogenitas Barlett berbantuan Microsoft Excel 2007. Berikut hasil perhitungan uji Homogenitas populasi dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.5
Hasil Uji Homogenitas Populasi
Kelompok Jumlah Siswa X 2 hitung X2tabel (5%) Keterangan
SDN Gedawang 01 43 7,667 14,07 Ho diterima, data mempunyai varians yang sama (homogen) SDN Gedawang 02 41 SDN Banyumanik 01 38 SDN Pudakpayung 01 40 SDN Pudakpayung 02 46 SDN Pudakpayung 03 44
Berdasarkan data di atas dapat diketahui x2hitung sebesar 7,667. Untuk signifikansi 5% diperoleh x2tabel sebesar 14,07. Karena x2hitung< x2tabel maka data satu gugus mempunyai varians yang sama atau bisa disebut homogen.
4.1.3 Analisis Data Akhir
4.1.3.1 Analisis Data Pretest
Sekolah yang digunakan sebagai penelitian, yaitu SDN Gedawang 01 sebagai kelompok eksperimen dan SDN Gedawang 02 sebagai kelompok kontrol, sebelum diberikan perlakuan kedua SD tersebut harus memiliki kondisi awal yang sama terlebih dahulu. Sehingga perlu dilakukan uji normalitas, uji homogenitas,
uji kesamaan rata-rata dari nilai pretest tentang materi Perubahan Lingkungan Fisik. Data pretest memberikan gambaran kemampuan awal siswa sebelum diberikan perlakuan. Hasil analisis dapat dilihat pada Tabel 4.6
Tabel 4.6
Nilai Pretest Kelompok Eksperimen dan kelompok Kontrol
Data Kelompok Jumlah
Siswa Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-rata Pretest Eksperimen 43 82,50 27,50 64,6 Kontrol 41 80 27,50 63,23
Berdasarkan tabel 4.6 nilai pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dapat diperjelas pada diagram di bawah ini
Gambar 4.4
Nilai Pretest Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol 4.1.3.1.1 Uji Normalitas
Uji normalitas dihitung menggunakan uji Liliefors berbantuan program microsoft excel. Dengan hasil perhitungan pada nilai pretest kelompok
80 82.5 27.5 27.5 63.23 64.6 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90
Kelompok Kontrol Kelompok Eksperimen
Diagram nilai pretest kelompok kontrol dan
eksperimen
Nilai Tertinggi
Nilai Terendah
eksperimen diperoleh Lo = 0,0924. Lkritik 5% dari jumlah data sebanyak 43 adalah 0,135. Karena Lo < Lkritik yaitu 0,0924 < 0,135 maka Ho diterima, sehingga data kelompok eksperimen berdistribusi normal. Sedangkan untuk kelas kontrol diperoleh Lo = 0,1117. Lkritik 5% dari jumlah data sebanyak 41 adalah 0,138. Karena Lo < Lkritik yaitu 0,1117 < 0,138 maka Ho diterima, sehingga data kelompok kontrol juga berdistribusi normal.
4.1.3.1.2 Uji Homogenitas Dua Varians
Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah data mempunyai varians yang sama atau berbeda. Perhitungan uji homogenitas antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dihitung menggunakan rumus F dengan berbantuan microsoft excel. Dari hasil perhitungan diperoleh Fhitung sebesar 1,0778 sedangkan nilai Ftabel sebesar 1,87. Karena Fhitung < Ftabel, maka Ho diterima dan data bersifat homogen.
4.1.3.1.3 Uji Kesamaan Rata-rata
Setelah dilakukan uji normalitas dan homogenitas dapat disimpulkan bahwa data pretest berdistribusi normal dan mempunyai varians yang tidak berbeda. Uji kesamaan rata-rata nilai pretest menggunakan rumus Polled Varian berbantuan program microsoft excel menghasilkan thitung sebesar 1,85011, dan nilai ttabel sebesar 2,02 pada taraf kesukaran 5% dan dk sebesar 82. Karena thitung < ttabel yaitu 1,85011 < 2,02, maka Ho diterima yaitu tidak ada perbedaan antara kedua kelompok. Ketiga uji yang dilakukan peneliti menunjukkan bahwa kelompok eksperimen dan kontrol memiliki kondisi awal yang sama. Rekapitulasi
hasil uji normalitas, homogenitas, dan kesamaan rata-rata dapat dilihat pada tabel 4.7
Tabel 4.7
Hasil Analisis Data Pretest
Uji Kelompok Nilai Keterangan
Normalitas Eksperimen Lo = 0,0924 Terima Ho, data berdistribusi normal
Kontrol Lo = 0,1117 Terima Ho, data berdistribusi normal
Homogenitas Eksperimen dan Kontrol
Fhitung= 1,0778 Terima Ho, kedua kelompok mempunyai varians yang tidak berbeda.
Kesamaan rata-rata
Eksperimen dan Kontrol
thitung = 1,85011 Terima Ho, tidak ada perbedaan antara kedua kelompok
4.1.3.2 Analisis Data Posttest
Analisis akhir digunakan peneliti untuk menganalisis nilai posttest antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol untuk mengetahui kemampuan akhir yang diperoleh siswa setelah diberikan perlakuan. Berikut nilai posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dapat dilihat pada tabel 4.8
Tabel 4.8
Nilai Posttest Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol
Data Kelompok Jumlah
Siswa Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-rata Posttest Eksperimen 43 98 63 80,02 Kontrol 41 88 50 73,88
Berdasarkan tabel 4.8 nilai posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dapat diperjelas pada diagram dibawah ini
Gambar 4.5
Nilai Posttest Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Kemudian nilai posttest kedua kelompok tersebut diuji normalitas, homogenitas dua varians, uji t dan uji gain.
4.1.3.2.1 Uji Normalitas
Uji normalitas dihitung menggunakan Liliefors dengan berbantuan microsoft excel. Pada perhitungan nilai posttest kelompok eksperimen diperoleh Lo = 0,1056. Lkritik 5% dari banyaknya data sebanyak 43 adalah 0,135. Karena Lo < Lkritik yaitu 0,1056 < 0,135 maka Ho diterima, sehingga data kelompok eksperimen berdistribusi normal. Sedangkan pada perhitungan kelompok kontrol diperoleh Lo = 0,0775. Lkritik 5% dari jumlah data sebanyak 41 adalah 0,138. Karena Lo < Lkritik yaitu 0,0775 < 0,138 maka Ho diterima, sehingga data kelompok kontrol juga berdistribusi normal.
4.1.3.2.2 Uji Kesamaan Dua Varians
Uji kesamaan varians untuk mengetahui apakah data tersebut mempunyai varians yang sama atau berbeda. Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diuji homogenitasnya menggunakan rumus F dengan berbantuan microsoft excel
88 98 50 50 73.88 80.02 0 20 40 60 80 100 120
Kelompok Kontrol Kelompok Eksperimen
diagram nilai posttest kelompok kontrol dan
eksperimen
Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-rata
dan diperoleh Fhitung sebesar 1,1934 sedangkan nilai Ftabel sebesar 1,87. Karena Fhitung < Ftabel, maka Ho diterima dan data bersifat homogen.
4.1.3.2.3 Uji (T) Posttest
Uji t-test digunakan untuk mengetahui adanya perbedaan rata-rata hasil Post posttest antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hassil perhitungan data posttest pada kelas kontrol dan kelas eksperimen dapat diketahui dari hasil perhitungan menggunakan rumus Polled Varian dengan berbantuan program microsoft excel diperoleh hasil thitung sebesar 9,383, sedangkan ttabel sebesar 2,02 pada taraf kesukaran 5% dan dk sebesar 82. Karena thitung > ttabel yaitu 9,383 > 2,02, maka Ho ditolak dan dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan di antara kedua kelompok tersebut. Rekapitulasi hasil uji kondisi akhir dapat dilihat pada Tabel 4.9
Tebel 4.9
Hasil Analisis Data Posttest
Uji Kelompok Nilai Keterangan
Normalitas Eksperimen Lo = 0,1056 Terima Ho, data berdistribusi normal
Kontrol Lo = 0,0775 Terima Ho, data berdistribusi normal Homogenitas dua varians Eksperimen dan Kontrol
Fhitung = 1,87 Terima Ho, kedua kelompok mempunyai varians yang tidak berbeda. Perbedaan rata-rata Eksperimen dan Kontrol
thitung = 9,38318 Tolak Ho, ada perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok
Hasil analisis uji t nilai posttest kedua kelompok tersebut menyatakan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Berdasarkan hipotesis uji pihak kanan, maka rata-rata kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Keputusan uji diperoleh Ho
ditolak dan Ha diterima yang berarti “model pembelajaran Picture and Picture lebih efektif terhadap hasil belajar IPA materi perubahan lingkungan fisik, maka ada perbedaan antara rata-rata hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah diberikan perrlakuan. Hal ini dapat diartikan bahwa adanya keefektifan penggunaan model pembelajaran Picture and Picture terhadap hasil belajar IPA
pada siswa kelas IV materi perubahan lingkungan fisik.”
4.1.3.2.4 Analisis Uji Gain
Analisis data selanjutnya yaitu dilakukan perhitungan peningkatan (gain) skor rata-rata antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Gain ternormalisasi digunakan untuk menganalisis hasil pretest dan posttest dan untuk menunjukkan tingkat keefektifan perlakuan dari perolehan posttest. Dari perhitungan uji gain kelompok eksperimen diperoleh sebesar 0,44. Karena nilai gain yang diperoleh kurang dari 0,7 maka peningkatan belajar termasuk dalam kategori sedang.
Sedangkan pada kelompok kontrol nilai gain yang diperoleh sebesar 0,29, karena nilai gain yang diperoleh kurang dari 0,3 maka peningkatan belajar termasuk dalam kategori rendah. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar IPA yang menggunakan model pembelajaran Picture and Picture lebih efektif daripada yang menggunakan ceramah bervariasi (tanya jawab, penugasan dan
diskusi). Peningkatan nilai pretest dan posttest dapat dilihat dalam Tabel 4.10 di bawah ini
Tabel 4.10
Peningkatan Nilai Pretest dan Posttest
Kelas Eksperimen Kelas Kontrol
Jumlah Sampel 43 41
Skor Pretest 64,55 63,23
Skor Posttest 80,02 73,88
Rata-rata Gain (x) 0,44 0,29
Kategori Sedang Rendah
Untuk memperjelas tabel 4.10 dapat dilihat dari diagram peningkatan nilai pretest dan posttest sebagai berikut
Gambar 4.6
Diagram Peningkatan Nilai Pretest dan Posttest