• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

3. Analisis Instrumen Penelitian

Sebelum melaksanakan penelitian terlebih dahulu peneliti menyusun instrumen penelitian berupa tes kecerdasan logis matematis dan tes prestasi belajar. Setelah menyusun instrumen penelitian, peneliti harus melakukan beberapa pengujian agar instrumen tersebut layak digunakan untuk mengambil data-data penelitian. Kisi–kisi tes kecerdasan logis matematis dapat dilihat pada Lampiran 7.

a. Instrumen Tes Kecerdasan Logis Matematis

Instrumen tes kecerdasan logis matematis yang disusun berupa soal tes pilihan ganda dengan memilih jawaban yang tepat ada empat pilihan A, B, C atau D. Instrumen tes kecerdasan logis matematis yang dibuat sebanyak 35 butir soal untuk uji coba berdasarkan kisi-kisi yang dibuat. Kisi-kisi tes kecerdasan logis commit to user

matematis terdiri dari 9 butir soal kemampuan berpikir dedukti, 6 butir soal kemampuan berpikir induktif, 7 butir soal kemampuan memahami pola pada gambar, 6 butir soal kemampuan memahami tentang pola angka dan 7 butir soal kemampuan melakukan operasi matematis. Dari 35 butir soal tersebut diambil 20 butir soal yang terdiri dari 5 butir soal kemampuan berpikir dedukti, 5 butir soal kemampuan berpikir induktif, 5 butir soal kemampuan memahami pola pada gambar, 4 butir soal kemampuan memahami tentang pola angka dan 6 butir soal kemampuan melakukan operasi matematis yang digunakan untuk mengumpulkan data kecerdasan logis matematis.

1) Uji Validitas Isi Butir Soal Tes Kecerdasan Logis Matematis

Butir soal tes kecerdasan logis matematis terlebih dahulu perlu divalidai oleh validator yang ahli di bidangnya, untuk mengetahu kelayakan butir-butir soal yang dibuat peneliti. Uji validasi isi ini dilakukan oleh tiga orang dosen psikolog yang ahli di bidang pendidikan yaitu Nur Fauziyah, S.Psi, Psi, M.Pd., Pratista Arya Satwika, S.Psi, M.Psi., dan Choiriyah Widyasari M.Psi. Terdapat beberapa saran dari validator berkaitan dengan validasi antara lain bahasa yang digunakan dalam butir soal dibuat sesuai dengan siswa SMP yang menggunakan kecerdasan konkret ke abstrak, kesesuaian antara kisi-kisi yang dibuat dengan butir soal, tata bahasa dan format penulisan butir soal menggunakan EYD yang benar. Lembar validasi dapat dilihat pada Lampiran 8. 2) Uji Coba Butir Soal Tes Kecerdasan Logis Matematis

Selain divalidasi, butir soal tes ini harus diujicobakan terlebih dahulu dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kesukaran, daya beda dan kereliabelan butir soal tes. Uji

coba butir soal tes dilakukan pada 2 kelas yaitu kelas VIIC dan VIID SMP N 3 Kebakkramat sebanyak 63 siswa.

a) Uji Tingkat Kesukaran

Butir soal yang digunakan dalam penelitian ini adalah butir soal dengan kategori sedang yang mempunyai indeks kesukaran 0,3≤ P ≤ 0,7. Butir soal yang memiliki indeks kesukaran P < 0,3 atau P > 0,7 tidak digunakan dalam penelitian ini. Rangkuman hasil perhitungan indeks kesukaran butir tes kecerdasan logis matematis dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4.5 Rangkuman Hasil Perhitungan Indeks Kesukaran Butir Soal Tes Kecerdasan Logis

Matematis

Indeks Kesukaran Nomor Butir Soal Kategori

P < 0,3 4 , 21, 28 Sukar 0,3 ≤ P ≤ 0,7 2, 3, 4, 5, 6, 8, 9, 10, 11, 13, 15, 16, 17, 18, 19, 22, 23, 24, 25, 27, 29, 30, 32, 33, 34, 35 Sedang P > 0,7 1, 7, 14, 20, 26, 31 Mudah

Berdasarkan tabel 4.5 terdapat 26 butir soal dengan kategori sedang yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data kecerdasan logis matematis yaitu butir soal nomor 2, 3, 4, 5, 6, 8, 9, 10, 11, 13, 15, 16, 17, 18, 19, 22, 23, 24, 25, 27, 29, 30, 32, 33, 34, dan 35. b) Uji Daya Beda

Dalam penelitian ini, butir soal yang digunakan adalah butir soal dengan indeks daya pembeda D ≥ 0,3. Jika tidak memenuhi indeks daya pembeda tersebut, butir soal tidak digunakan dalam penelitian. Rangkuman hasil perhitungan daya beda dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4.6 Rangkuman Hasil Perhitungan Daya Beda Indeks Daya

Beda

Nomor Butir Soal Katergori

D < 0,3 1, 4, 7, 14, 20, 21, 26, 28, 31 Tidak dipakai D ≥ 0,3 2, 3, 5, 6, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 15, 16, 17, 18, 19, 22, 23, 24, 25, 27, 29, 30, 32, 33, 34, 35 Dipakai

Berdasarkan Tabel 4.6 terdapat 26 butir soal dengan daya beda D ≥ 0,3 yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data kecerdasan logis matematis yaitu butir soal nomor 2, 3, 5, 6, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 15, 16, 17, 18, 19, 22, 23, 24, 25, 27, 29, 30, 32, 33, 34, dan 35.

Berdasarkan analisis indeks kesukaran dan indeks daya beda butir soal yang dapat digunakan adalah butir soal 2, 3, 5, 6, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 15, 16, 17, 18, 19, 22, 23, 24, 25, 27, 29, 30, 32, 33, 34, dan 35. Berarti terdapat 26 butir soal yang mungkin dapat diberikan pada kelas eksperimen. Perhitungan indeks kesukaran dan indek daya beda dapat dilihat di Lampiran 9. Dalam penelitian ini peneliti hanya mengambil 25 butir soal. Oleh karena itu peneliti memilah butir soal yang baik berdasarkan indikator yang diukur dan diperoleh bahwa butir soal nomor 3 yang tidak dipakai dengan alasan masih ada beberapa soal yang lebih baik dengan indikator yang sama denga butir soal nomor 3. Butir soal tes dapat dilihat pada Lampiran 10.

c) Uji Reliabilitas

Suatu butir instrumen dikatakan reliabel jika indeks reliabilitas instrumen rcommit to user 11 ≥ 0,7. Dalam penelitian ini,

butir soal digunakan apabila indeks reliabilitas butir soal

r11 ≥ 0,7. Berdasarkan perhitungan diperoleh koefisien reliabilitas sebesar 0,715 untuk 25 butir soal. Koefisien tersebut lebih dari 0,7 berarti tes tersebut reliabel dan dapat digunakan untuk mengumpulkan data kecerdasaan logis matematis.

b. Instrumen Tes Prestasi Belajar

Instrumen tes prestasi belajar yang disusun berupa soal tes pilihan ganda dengan memilih jawaban yang tepat ada empat pilihan A, B, C atau D. Instrumen tes prestasi belajar yang dibuat sebanyak 40 butir soal untuk uji coba berdasarkan kisi-kisi tes prestasi belajar. Kisi-kisi tes prestasi belajar dapat dilihat di Lampiran 11. Dari 40 butir soal tersebut diambil 25 butir soal yang digunakan untuk mengumulkan data prestasi belajar.

1) Uji Validitas Isi Tes Prestasi belajar

Uji validitas tes prestasi belajar dilakukan dengan menggunakan pedoman validasi berupa lembar check list oleh tiga orang validator yang ahli di bidangnya yaitu Dra. Nining Setyaningsih, M.Si., M. Noor Kholid, M.Pd. dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Surono, S.Pd. guru matematika SMP N 1 Mojogedang. Terdapat beberapa saran dari validator terkait dengan validasi tes prestasi belajar antara lain menggunakan kata kerja operasional, perumusan indikator lebih spesifik dan ada beberapa soal yang kurang sesuai dengan aspek kognitif. Lembar validasi dapat dilihat pada Lampiran 12.

2) Uji coba Tes Prestasi belajar

Setelah instrumen tes prestasi divalidasi dan diperbaiki sesuai dengan saran validator, peneliti melakukan uji coba untuk mengetahui kelayakan tes yang akan diberikan di kelas eksperimen. Uji coba tes prestasi belajar matematika commit to user

dilakukan di kelas VIIC dan VIID SMP N 3 Kebakkramat sebanyak 65 siswa. Alasan mengambil kelas VII disesuaikan dengan kelas eksperimen yang diambil karena pada materi pokok bahasan Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel sudah diberikan oleh guru matematika di sekolah tersebut. Pada kelas eksperimen materi pokok bahasan Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel belum diajarkan oleh guru matematika, sehingga akan diajarkan oleh peneliti dengan menggunakan model pembelajaran CPS dengan pendekatan saintifik, TAPPS dengan pendekatan saintifik dan STAD dengan pendekatan saintifik. Pada uji coba tes prestasi belajar akan dianalisis tingkat kesukaran, daya beda dan reliabilitasnya. Perhitungan indek tingkat kesukaran dan daya beda dapat dilihat di Lampiran 13.

a) Uji Tingkat Kesukaran

Butir soal yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal dengan kategori sedang yang mempunyai indeks kesukaan 0,3≤ P ≤ 0,7. Butir soal yang memiliki indeks kesukaran P<0,3 atau P > 0,7 tidak digunakan dalam penelitian ini. Rangkuman hasil perhitungan indeks kesukaran butir tes prestasi belajar dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4.7 Rangkuman Hasil Perhitungan Indeks Kesukaran Butir Soal Tes Prestasi Belajar

Matematika Indeks

Kesukaran

Nomor Butir Soal Kategori

P < 0,3 10, 13,18, 20, 21, 35, 38, 39 Sukar 0,3 ≤ P ≤ 0,7 4, 5, 6, 7, 8, 9, 11, 12, 14, 15, 16,

19, 23, 24, 26, 27, 28, 29, 30, 31,32, 33, 34, 35, 36, 37, 40

Sedang

Berdasarkan Tabel 4.7 terdapat 26 butir soal dengan kategori sedang yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data kecerdasan logis matematis yaitu butir soal nomor 4, 5, 6, 7, 8, 9, 11, 12, 14, 15, 16, 19, 23, 24, 26, 27, 28, 29, 30, 31,32, 33, 34, 35, 36, 37, dan 40.

b) Uji Daya Beda

Dalam penelitian ini, butir soal yang digunakan adalah butir soal dengan indeks daya pembeda D ≥ 0,3. Jika tidak memenuhi indeks daya pembeda tersebut, butir soal tidak digunakan dalam penelitian. Rangkuman hasil perhitungan daya beda dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4.8 Rangkuman Hasil Perhitungan Daya Beda

Indeks Daya Beda Nomor Butir Soal Katergori

D < 0,3 1, 2, 3, 10, 13, 17, 18, 20, 21, 22, 25, 35, 38, 39 Tidak dipakai D ≥ 0,3 4, 5, 6, 8, 7, 9, 11, 12, 14, 15, 16, 19, 23, 24, 26, 27, 28, 29, 30, 31, 32, 33, 34, 36, 37, 40 Dipakai

Berdasarkan Tabel 4.8 terdapat 26 butir soal dengan daya beda D ≥ 0,3 yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data prestasi belajar yaitu butir soal nomor 4, 5, 6, 8, 7, 9, 11, 12, 14, 15, 16, 19, 23, 24, 26, 27, 28, 29, 30, 31, 32, 33, 34, 36, 37, dan 40.

Berdasarkan analisis indeks kesukaran dan indeks daya beda butir soal yang dapat digunakan adalah butir soal. Berarti terdapat 26 butir soal yang mungkin dapat diberikan pada kelas eksperimen. Dalam penelitian ini peneliti hanya mengambil 25 butir soal. Oleh karena itu commit to user

peneliti memilah butir soal yang baik berdasarkan indikator yang diukur dan diperoleh bahwa butir soal nomor 5 yang tidak dipakai dengan alasan masih ada beberapa soal yang lebih baik dengan indikator yang sama denga butir soal nomor 5. Butir soal tes yang digunakan dapat dilihat pada Lampiran 14.

c) Uji Reliabilitas

Suatu butir instrumen dikatakan reliabel jika indeks reliabilitas instrumen r11 ≥ 0,7. Dalam penelitian ini, butir soal digunakan apabila indeks reliabilitas butir soal

r11 ≥ 0,7. Berdasarkan perhitungan diperoleh koefisien reliabilitas sebesar 0,852 untuk 25 butir soal. Koefisien tersebut lebih dari 0,7 berarti tes tersebut reliabel dan dapat digunakan untuk mengumpulkan data prestasi belajar.

Dokumen terkait