Metode yang digunakan pada pembuatan roti manis ubi jalar adalah
metode adonan cepat (Subarna, 1992) karena metode ini lebih mudah dan
cepat dibandingkan dengan metode pembuatan roti manis lainnya. Komposisi
bahan pada pembuatan roti manis disajikan pada Tabel 15.
Tabel 15. Komposisi Bahan Pembuatan Roti Manis
Bahan Jumlah (%)
Tepung
Ragi
Garam
Gula
Susu skim
Margarin
Telur
Air
Bread improver
100
2.5
1.5
22
4
16
10
50
1.6
(a) (b) (c)
Gambar 26. Roti Manis Ubi Jalar Termodifikasi Fisik Tanpa Perlakuan Awal
(a) Tepung teknik 1; (b) Tepung teknik 2; (c) Tepung teknik 3
Komposisi ini berdasarkan pada hasil tinjauan pustaka (Winata, 2001).
Waktu pembentukan cream adalah +15 menit. FinalProofing dilakukan pada
alat proofing yang sudah diatur suhu dan kelembaban yaitu berturut-turut 38
0C
dan 80-85% selama 45 menit. Waktu pemanggangan roti berkisar antara 20-40
menit dengan suhu pemanggangan 300
0F.
a. Pengembangan Roti
Pengamatan terhadap pengembangan roti manis ubi jalar secara
visual memperlihatkan bahwa roti manis ubi jalar tidak memiliki daya
kembang yang baik. Hal ini disebabkan ubi jalar tidak memiliki gluten
dimana gluten berfungsi untuk mempertahankan udara yang masuk ke
dalam adonan pada saat proses pengadukan, dan gas CO
2yang dihasilkan
oleh ragi pada waktu fermentasi, sehingga adonan menjadi mengembang.
b. Warna Roti
Secara visual, faktor warna memegang peranan penting dan
menentukan pilihan suka atau tidak suka terhadap produk. Semakin lama
pemanggangan, warna produk akan semakin coklat karena terjadinya reaksi
pencoklatan. Warna yang lebih pucat akan menimbulkan kesan produk
belum matang, sedangkan warna yang terlalu coklat menimbulkan kesan
gosong. Warna kerak roti yang baik menurut U.S. Wheat Associates (1983)
yang diacu oleh Sulistianing (1995) adalah coklat kekuningan atau
keemasan, sedangkan warna remah adalah putih terang.
Pengamatan terhadap warna roti secara visual dimana warna kerak
(crust) yang dihasilkan adalah coklat kemerahan dari tepung tanpa
pemasakan awal dan pengeringan drum dryer (teknik 3). Sedangkan warna
remah (crumb) yang dihasilkan adalah kuning kecoklatan. Untuk tepung
tanpa pemasakan awal dan pengeringan sinar matahari dan oven (teknik 1
dan 2), warna keraknya adalah kuning pucat, sedangkan warna remahnya
adalah putih kekuningan.
c. Rasa
Rasa dinilai dengan tanggapan rangsangan kimiawi oleh indra
pencicip (lidah), dimana akhirnya keseluruhan interaksi antara sifat-sifat
aroma, rasa, dan tekstur merupakan keseluruhan rasa makanan yang dinilai
(Nasution, 1980). Rasa yang mendominasi pada roti manis ubi jalar
berbahan dasar tepung hasil pengolahan teknik 1 dan 2 adalah rasa tepung
ubi jalar yang masih mentah. Sedangkan pada roti manis berbahan dasar
tepung hasil pengolahan teknik 3 adalah rasa roti yang cukup matang
dengan sedikit rasa manis.
d.Aroma
Syarat aroma tercium adalah ada sejumlah komponen volatil yang
berasal dari makanan yang dapat dihirup. Aroma roti terutama dihasilkan
dari proses fermentasi dan asam-asam lemak yang bersifat volatil yang
berasal dari shortening. Fermentasi gula oleh ragi akan memberikan aroma
khas pada roti. Aroma yang didapatkan pada roti manis ubi jalar yang
dihasilkan adalah aroma khas ubi jalar.
e. Tekstur
Sifat keras atau lunaknya tekstur roti tergantung pada besarnya gaya
atau tekanan yang dibutuhkan untuk menimbulkan perubahan bentuk atau
ukuran dari roti tersebut. Sedangkan sifat kasar atau halusnya remah roti
tergantung pada vibrasi yang berasal dari permukaan remah roti yang
bergelombang, yang dapat dirasakan pada saat terjadi pergeseran
permukaan pada kulit (Sulistianing, 1995).
Tekstur permukaan dan remah roti manis ubi jalar yang dihasilkan
dari tepung hasil pengolahan teknik 1 dan 2 adalah keras dan kasar,
sedangkan untuk tepung hasil pengolahan teknik 3 dihasilkan roti dengan
tekstur permukaan yang lunak dari permukaannya yang bergelombang serta
tekstur remah yang halus.
A.
KESIMPULAN
Hasil analisis karakteristik ubi jalar varietas sukuh menunjukkan
bahwa rata-rata kadar air sebesar 61.48 % bb atau 159.83 %bk, kadar abu 0.72
%bb atau 1.87 %bk, kadar protein 1.29 %bb atau 3.35 %bk, kadar lemak 0.19
%bb atau 0.49 %bk, dan kadar karbohidrat 36.32 %bb atau 94.29 %bk.
Pada penelitian ini dilakukan modifikasi fisik tepung ubi jalar dengan
berbagai teknik pengolahan (meliputi penghancuran, perlakuan pemasakan
awal, dan teknik pengeringan). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan,
dapat disimpulkan bahwa faktor perlakuan teknik pengolahan berpengaruh
nyata terhadap kadar air, densitas kamba, warna (L, a, b), sifat mikroskopis
granula pati, IPA dan IKA, pati tergelatinisasi, sifat amilografi tepung, dan
stabilitas terhadap pembekuan dan thawing produk tepung ubi jalar (siklus 1
dan siklus 2). Perlakuan teknik 4, 5, dan 6 meningkatkan densitas kamba,
menurunkan kecerahan, meningkatkan derajat hue, menghilangkan efek
birefrigence, mengubah ukuran dan bentuk granula pati, menaikkan IPA dan
IKA, menurunkan suhu awal gelatinisasi, viskositas puncak, viskositas balik,
viskositas jatuh, dan meningkatkan stabilitas pasta. Perlakuan teknik 3 dan 6
menurunkan kecerahan, meningkatkan derajat hue, menghilangkan efek
birefrigence, mengubah ukuran dan bentuk granula pati, menaikkan IPA dan
IKA, menaikkan absorbansi pati tergelatinisasi, menurunkan suhu awal
gelatinisasi, viskositas balik, viskositas jatuh, dan meningkatkan stabilitas
pasta.
Penelitian dilanjutkan dengan aplikasi pada pembuatan roti manis ubi
jalar. Kondisi proses yang digunakan yaitu waktu pembentukan cream selama
+ 15 menit, suhu dan kelembaban finalproofing yaitu berturut-turut 38
0C dan
80-85% selama 45 menit, serta waktu pemanggangan roti berkisar antara 20-
40 menit dengan suhu pemanggangan 300
0F. Roti manis ubi jalar tidak
memiliki daya kembang yang baik, warna kerak (crust) yang dihasilkan
adalah coklat kemerahan dan kuning pucat, serta warna remah (crumb) yang
mendominasi pada roti manis ubi jalar berbahan dasar tepung hasil
pengolahan menggunakan teknik 1 dan 2 adalah rasa tepung ubi jalar yang
masih mentah. Sedangkan pada roti manis berbahan dasar tepung hasil
pengolahan teknik 3 adalah rasa roti yang cukup matang dengan sedikit rasa
manis. Roti manis ini beraroma khas ubi jalar. Tekstur roti manis ubi jalar
yang dihasilkan dari tepung hasil pengolahan teknik 1 dan 2 adalah keras dan
kasar, sedangkan untuk tepung dengan pengolahan teknik 3 dihasilkan roti
dengan tekstur permukaan yang lunak dan halus.
Dalam dokumen
Karakterisasi Sifat Fisikokimia Tepung Ubi Jalar (Ipomoea Batatas)
(Halaman 89-93)