• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Analisis kebutuhan

Banguntapan, SMA 1 Seyegan, SMA 1 Cangkringan, dan SMA N 2 Ngaglik, ternyata penerapan pembelajaran jarak jauh sangat sulit dilaksanakan.

Pembelajaran jarak jauh merupakan cara baru pendidik dalam menyampaikan pembelajaran akan suatu materi. Hal ini menyebabkan munculnya berbagai masalah. Masalah yang sering ditemukan oleh pendidik dari lima sekolah adalah terkait materi, akses internet, dan interaksi antara peserta didik dan pendidik saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Hal ini karena pendidik masih menyesuaikan cara baru dalam menyampaikan pembelajaran.

Penerapan pembelajaran jarak jauh pada mata pelajaran Biologi yang sulit diterapkan adalah materi sistem imun kelas XI. Materi ini dirasa sulit dijelaskan kepada peserta didik oleh para pendidik yang diwawancarai.

Pendidik mengatakan peserta didik merasa abstrak dan sulit dalam memahami materi sistem imun pada bagian mekanisme kerja sistem imun.

Penerapan pembelajaran jarak jauh membuat ketercapaian penyampaian materi sistem imun menjadi lebih sulit. Pendidik memerlukan media pembelajaran yang interaktif pada materi sistem imun untuk meningkatkan semangat belajar peserta didik. Salah satu media interaktif yang dapat mendukung pembelajaran jarak jauh adalah media interaktif dengan aplikasi Articulate Storyline. Menurut Qosyim dan Priyonggo (2017) media

pembelajaran interaktif bertujuan untuk mendapatkan umpan balik dari pengguna atau peserta didik sehingga pemahaman materi menjadi meningkat.

Media interaktif articulate storyline merupakan aplikasi perangkat lunak digunakan oleh peneliti dalam membuat media pembelajaran interaktif.

Meskipun aplikasi articulate storyline jarang digunakan oleh pendidik karena kurang mengenal aplikasi, articulate storyline merupakan suatu aplikasi yang memiliki fungsi mirip dengan microsoft power point, yaitu dapat digunakan untuk presentasi. Aplikasi articulate storyline lebih kreatif dan inovatif daripada aplikasi microsoft power point. Menurut Sapitri dan Bentri (2017) articulate storyline memiliki kelebihan, yaitu adanya timeline, states, triggers, button, picture, video dan audio yang mudah dioperasikan untuk membuat media yang interaktif. Perpaduan fitur tersebut membuat materi dalam aplikasi media interaktif articulate storyline menjadi lebih bervariasi.

Media interaktif articulate storyline memerlukan aplikasi website 2 apk builder untuk mengubah bentuk publish dari web menjadi aplikasi.

Menurut Yasin dan Ducha (2016) aplikasi articulate storyline layak digunakan pada materi sistem reproduksi manusia kelas XI. Aplikasi articulate storyline dapat digunakan sebagai media pembelajaran interaktif.

Berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian tentang “Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Menggunakan Articulate Storyline pada Materi Sistem Imun Kelas XI”. Penelitian ini berbeda dari penelitian lain sebab peneliti membuat desain media menggunakan kreativitas dari peneliti

dalam menciptakan suatu media pembelajaran yang interaktif. Selain itu juga materi dan sekolah yang digunakan berbeda.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana kualitas media interaktif articulate storyline pada materi sistem imun untuk kelas XI?

2. Bagaimana kelayakan media interaktif articulate storyline pada materi sistem imun untuk kelas XI?

C. Batasan masalah

1. Pengembangan media interaktif articulate storyline difokuskan pada mata pelajaran biologi kelas XI materi sistem imun.

2. Analisis kebutuhan dilakukan di SMA Negeri dan SMA swasta yang memiliki kualitas yang hampir sama.

3. Validitas media articulate storyline dilihat berdasarkan hasil validasi ahli materi, media, dan guru mata pelajaran biologi.

D. Tujuan penelitian

1. Mengetahui kualitas media interaktif articulate storyline pada materi sistem imun untuk kelas XI.

2. Mengetahui kelayakan media interaktif articulate storyline pada materi sistem imun untuk kelas XI?

E. Manfaat penelitian a. Bagi peneliti

Peneliti mendapat pengalaman baru dalam mengembangkan suatu media pembelajaran interaktif menggunakan aplikasi yang jarang digunakan, tetapi memberikan banyak kelebihan.

b. Bagi pendidik

Pendidik memperoleh media pembelajaran yang interaktif yang dapat digunakan selama pembelajaran jarak jauh sehingga peserta didik dapat mengikuti pembelajaran dengan baik.

c. Bagi sekolah

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dan data bagi sekolah dalam penggunaan media pembelajaran untuk kegiatan belajar mengajar selama pembelajaran jarak jauh.

d. Bagi Prodi Pendidikan Biologi USD

Hasil penelitian ini dapat menambah pustaka dan berpeluang untuk dikembangkan.

6

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Belajar dan pembelajaran

Belajar merupakan suatu proses peserta didik secara positif dan berkelanjutan yang disebabkan oleh kematangan, pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi (Hanafy, 2014). Menurut Pane dan Dasopang (2017) belajar adalah suatu kegiatan yang dilakukan peserta didik secara sadar melalui interaksi dengan lingkungan sekitarnya. Suyono dan Hariyanto (2011) menambahkan bahwa belajar adalah suatu kegiatan peserta didik dalam memahami dan memaknai suatu materi untuk memperoleh pengetahuan dan meningkatkan keterampilan. Belajar adalah suatu proses untuk mengembangkan kemampuan diri sehingga terjadi perubahan dalam keterampilan, pengetahuan, sikap, dan nilai yang dialami peserta didik.

Pembelajaran adalah proses hubungan antara pendidik dan peserta didik secara terstruktur untuk mencapai sesuatu (Fakhrurrazi, 2018).

Menurut Pane dan Dasopang (2017) pembelajaran adalah suatu tindakan yang dilakukan pendidik dalam mempersiapkan pendukung pembelajaran sehingga peserta didik mengikuti proses belajar dengan baik. Menurut undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 pembelajaran adalah suatu hubungan pendidik dan peserta didik dengan lingkungan belajarnya. Wiyani (2014) menambahkan bahwa pembelajaran adalah suatu proses, cara, dan perbuatan yang mengarahkan peserta didik untuk

belajar. Pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan pendidik, peserta didik, dan sumber belajar dalam suatu lingkungan untuk mempelajari suatu materi.

Belajar dan pembelajaran merupakan kegiatan yang saling berkaitan satu sama lain. Belajar merupakan suatu kegiatan untuk meningkatkan kapasitas peserta didik, sedangkan pembelajaran adalah kegiatan yang telah dirancang dan dilaksanakan pendidik untuk mendukung proses belajar dalam mencapai tujuan pembelajaran. Melalui kegiatan belajar dan pembelajaran di kelas pendidik dapat menyampaikan materi dengan baik kepada peserta didik.

B. Pembelajaran jarak jauh

Teknologi adalah suatu alat bantu yang mempermudah kehidupan manusia. Teknologi digunakan untuk memecahkan suatu masalah menggunakan ilmu pengetahuan (Rusman dkk., 2015). Penggunaan teknologi berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Teknologi terus berkembang secara pesat. Menurut (Ahmad, 2012) perkembangan teknologi memberikan kemudahan bagi umat manusia, tetapi adanya perkembangan teknologi dapat memberikan dampak positif dan negatif bagi manusia. Dampak pemanfaatan teknologi ditentukan oleh penggunanya.

Pemanfaatan teknologi dalam bidang pendidikan memberikan pengaruh yang sangat signifikan. Pemanfaatan teknologi yang baik oleh pendidik membuat kegiatan belajar mengajar di kelas menjadi lebih

interaktif. Pendidik menjadi lebih mudah dan terstruktur dalam menyampaikan suatu materi kepada peserta didik. Pemanfaatan teknologi pada bidang pendidikan memberikan dampak yang baik. Pemanfaatan teknologi mempermudah pendidik dalam menyampaikan materi kepada peserta didik. Hal ini membuat ketercapaian materi yang diberikan pendidik dapat diterima dengan baik oleh peserta didik.

Pembelajaran jarak jauh adalah kegiatan pembelajaran yang direncanakan dan dilaksanakan pada tempat yang berbeda secara sistematis (Abidin dkk., 2020). Pembelajaran jarak jauh dilakukan pendidik dan peserta didik dalam teknologi yang tidak terbatas ruang dan waktu. Teknologi tersebut berupa sarana dan prasarana, seperti laptop, komputer, smartphone, dan jaringan internet, tetapi tidak semua peserta didik memiliki laptop, komputer, dan jaringan internet yang memadai.

Melalui penerapan pembelajaran jarak jauh, pendidik berharap peserta didik dapat fokus pada pembelajaran dengan cara lebih aktif dalam menyampaikan pendapat dan idenya melalui berbagai platform yang telah disediakan pendidik untuk belajar. Namun hal tersebut tidak sesuai dengan harapan yang dinginkan, sebab selama pembelajaran jarak jauh peserta didik menjadi malas dan bosan. Hal tersebut juga dialami pendidik bahwa bahwa pembelajaran jarak jauh tidak efektif sehingga penyampaian materi pembelajaran menjadi tidak maksimal (Putria, dkk., 2020).

Pembelajaran jarak jauh merupakan salah satu pemanfaatan teknologi di bidang pendidikan. Penerapan pembelajaran jarak jauh

dilaksanakan saat wabah covid-19 terjadi. Hal ini dilakukan untuk memutuskan rantai penyebaran covid-19. Hal ini sesuai dengan Kemendikbud RI No 719/P/2020 yang menyatakan bahwa pembelajaran jarak jauh merupakan pelaksanaan kurikulum pada kondisi khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik. Penerapan pembelajaran jarak jauh merupakan salah satu kegiatan yang dapat mengembangkan kemampuan pendidik dalam menyesuaikan perkembangan zaman (Handarini, 2020).

C. Media pembelajaran

Media berarti perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan (Mahnun, 2012). Media digunakan dalam suatu kegiatan untuk mempermudah dan memperjelas hal yang ingin disampaikan. Media yang biasa digunakan dalam pengajaran kelas disebut media pembelajaran.

Media pembelajaran adalah suatu perantara dalam menyampaikan materi untuk meningkatkan pemahaman materi peserta didik selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Media pembelajaran berupa fisik dan teknik yang digunakan pendidik untuk membantu proses belajar sehingga materi dapat diberikan secara efektif dan efisien kepada peserta didik. Menurut Tafonao (2018) media pembelajaran adalah bentuk penyampaian materi pembelajaran dari pendidik kepada peserta didik untuk mendukung proses belajar. Media pembelajaran dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat belajar peserta didik. Menurut Miftah (2013) media pembelajaran adalah

suatu bentuk komunikasi pendidik dengan peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Menurut Yusufhadi (2011) media pembelajaran dibagi menjadi beberapa jenis sebagai berikut.

1) Media penyaji, terdiri atas:

a. kelompok satu: grafis, bahan cetak, dan gambar diam, b. kelompok dua: media proyeksi diam,

c. kelompok tiga: media audio,

d. kelompok empat: audio ditambah media visual diam, e. kelompok lima: gambar hidup (film),

f. kelompok enam: televisi, dan g. kelompok tujuh: multimedia.

2) Media Objek

Media objek adalah benda tiga dimensi yang mengandung informasi, melalui ciri fisiknya, yaitu ukuran, berat, bentuk, susunan, warna, dan fungsi.

3) Media Interaktif

Media interaktif membuat peserta didik tidak hanya memperhatikan penyajian atau objek yang disediakan pendidik, tetapi juga ikut berinteraksi selama mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Menurut Wina (2014) media pembelajaran memiliki beberapa fungsi, yaitu sebagai berikut.

1. Fungsi komunikatif

Media pembelajaran digunakan untuk menyampaikan informasi dari pendidik kepada peserta didik selama kegiatan belajar mengajar.

2. Fungsi motivasi

Media pembelajaran digunakan untuk memotivasi peserta didik sehingga terangsang untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar secara tekun dan serius.

3. Fungsi kebermaknaan

Media pembelajaran digunakan untuk meningkatkan pemahaman materi peserta didik, tidak hanya pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorikm, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

4. Fungsi penyamaan persepsi

Media pembelajaran digunakan untuk menyajikan suatu informasi materi yang sama kepada peserta didik sehingga peserta didik memiliki pandangan yang sama terhadap informasi materi yang diberikan.

5. Fungsi individualitas

Media pembelajaran digunakan untuk dapat melayani gaya dan minat belajar peserta didik yang berbeda-beda.

Media pembelajaran memiliki beberapa manfaat dalam kegiatan belajar mengajar. Menurut Daryanto (2013) media pembelajaran memiliki beberapa manfaat, yaitu sebagai berikut.

1. Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis.

2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, tenaga, dan daya indra.

3. Menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara peserta didik, pendidik, dan sumber belajar.

4. Memungkinkan peserta belajar mandiri sesuai dengan bakat dan minatnya.

5. Memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman, dan menimbulkan persepsi yang sama.

6. Pembelajaran mengandung lima komponen yang terdiri atas komunikasi, guru bahan pembelajaran, media pembelajaran, peserta didik, dan tujuan pembelajaran.

Media pembelajaran digunakan oleh pendidik untuk menunjang hubungan peserta didik dan pendidik. Media pembelajaran mempermudah pendidik dalam memberikan materi kepada peserta didik sehingga lebih mudah dipahami. Media pembelajaran memiliki jenis, fungsi, dan manfaat yang berbeda-beda. Penggunaan media pembelajaran bertujuan untuk meningkatkan kemampuan diri peserta didik dalam menerima materi.

D. Media interaktif

Media interaktif adalah suatu media yang berbasis teknologi dan komunikasi dalam pemakaiannya. Media interaktif adalah suatu cara penyampaian materi pendidik kepada peserta didik yang melibatkan antara manusia dan sistem yang dibuat secara terstruktur dalam suatu pembelajaran. Media interaktif bertujuan untuk merangsang peserta didik untuk terlibat aktif dalam memanfaatkan media yang telah dibuat (Satriansyah, 2016). Menurut Arrosyida (2012) menambahkan media interaktif merupakan hal yang menyangkut software dan hardware yang digunakan sebagai perantara antara pendidik dan peserta didik untuk memperoleh respon balik peserta didik dalam pembelajaran.

Media interaktif berbentuk multimedia. Multimedia adalah suatu media yang memadukan antara teks, gambar, audio, video, dan animasi dalam penyajian suatu materi. Multimedia menurut Satriansyah (2016) dibagi menjadi dua yaitu multimedia linier dan multimedia interaktif.

Multimedia linier adalah multimedia yang tidak dilengkapi alat pengontrol, tetapi dapat dioperasikan oleh pengguna, sedangkan multimedia interaktif adalah multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol dan dapat dioperasikan oleh pengguna.

Media interaktif memiliki kelebihan dapat mengatasi kebosanan peserta didik, sangat baik untuk belajar mandiri peserta didik, fleksibel, meningkatkan motivasi, dan dapat dikontrol oleh pengguna. Namun, media interaktif memiliki kelemahan, yaitu hanya dapat berfungsi sesuai

dengan yang diprogramkan, memerlukan persiapan yang matang dan teliti, peralatan komputer harus memadai, dan perlu penyesuaian peserta didik (Dewi dan Dewi, 2019).

E. Materi Sistem Imun

Materi sistem imun kelas XI, dengan kompetensi dasar sesuai dengan kurikulum 2013 pada Permendikbud No 37 Tahun 2018, yaitu sebagai berikut.

KD 3.14 : Menganalisis peran sistem imun dan imunisasi terhadap proses fisiologi di dalam tubuh.

KD 4.14 : Melakukan kampanye pentingnya partisipasi masyarakat dalam program dan imunisasi serta kelainan dalam sistem imun.

Penomoran kompetensi dasar pada pelaksanaan pembelajaran jarak jauh terdapat perubahan. Perubahan penomoran kompetensi dasar dilakukan dengan menghapus beberapa materi pada masing-masing jenjang sekolah. Berdasarkan hal tersebut materi sistem imun yang seharusnya pada kompetensi dasar 3.14 diubah menjadi 3.12 karena ada dua kompetensi dasar yang dihapus selama pembelajaran jarak jauh kelas XI SMA. Menurut Irnaningtyas (2014) sistem imun atau sistem pertahanan tubuh adalah suatu sistem yang berperan dalam mengenal, menghancurkan, dan menetralkan benda-benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Kemampuan tubuh dalam mengatasi benda-benda asing disebut imunitas. Sistem imun dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu sebagai berikut.

1. Fungsi sistem pertahanan tubuh adalah mempertahankan tubuh dari patogen, melindungi tubuh dari agen lingkungan eksternal, memisahkan sel-sel yang sudah rusak, dan mengenali serta menghancurkan sel abnormal.

2. Mekanisme pertahanan tubuh dibagi menjadi dua, yaitu pertahanan nonspesifik (alamiah) dan pertahanan spesifik (adaptif). Pertahanan nonspesifik meliputi pertahanan fisik, kimia, dan mekanis terhadap agen infeksi, fagositosis, inflamasi, dan zat antimikroba nonspesifik yang diproduksi tubuh. Pertahanan spesifik meliputi komponen respons imunitas spesifik, interaksi antibodi dan antigen, jenis imunitas, sel-sel yang terlibat dalam respons imunitas, mekanisme respons imunitas humoral, dan mekanisme respons imunitas seluler.

3. Faktor yang memengaruhi sistem pertahanan tubuh adalah genetik, fisiologis, stres, usia, hormon, olahraga, tidur, nutrisi, zat berbahaya, racun tubuh, dan penggunaan obat-obatan.

4. Gangguan sistem pertahanan tubuh meliputi alergi, penyakit autoimun, dan imunodefisiensi.

Penyampaian materi sistem imun melalui proses pembelajaran.

Pembelajaran yang baik adalah kegiatan yang mampu memperoleh respons balik peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Pendidik menggunakan media pembelajaran dalam memperoleh respons balik peserta didik selama kegiatan belajar mengajar. Pada penelitian ini, dikembangkan suatu media

interaktif yang dirancang untuk mendapatkan respons peserta didik sehingga materi dapat tersampaikan dengan baik.

F. Articulate storyline

Articulate storyline adalah aplikasi yang memiliki fungsi seperti microsoft power point. Aplikasi articulate storyline jarang digunakan pendidik dalam pembuatan suatu media, padahal aplikasi articulate storyline memiliki berbagai fitur yang mendukung pembuatan media pembelajaran interaktif. Menurut Purnama (2014) articulate storyline merupakan aplikasi untuk presentasi. Aplikasi articulate storyline tidak kalah menarik dari aplikasi media interaktif lainnya. Hal ini didukung oleh Yumini (2015) bahwa aplikasi articulate storyline layak digunakan dalam menunjang proses belajar mengajar.

Aplikasi articulate storyline menurut Amiroh (2019) merupakan salah satu multimedia authoring tools yang digunakan dalam pembuatan media interaktif yang berisi gabungan gambar, teks, suara, grafik, animasi, dan video. Articulate storyline merupakan suatu program aplikasi yang dibuat secara sederhana untuk membantu pengguna dalam berkreasi. Hasil yang diperoleh dapat dibagikan dalam bentuk CD, Web, Aplikasi, Word, dan LMS yang dapat diakses secara offline maupun online. Tampilan articulate storyline dapat dilihat pada Gambar 2.1 - 2.5, sedangkan contoh hasil publish project articulate storyline pada aplikasi dapat dilihat pada Gambar 2.6.

Gambar 2. 1. Halaman utama Articulate Storyline

Gambar 2. 2. Jendela kerja Articulate Storyline

Gambar 2. 3. Fitur Articulate Storyline

Gambar 2. 4. Trigger pada Articulate Storyline

Gambar 2. 5. Pilihan publish hasil kerja Articulate Storyline

Gambar 2. 6. Hasil publish project Articulate Storyline aplikasi

G. Penelitian relevan

Penelitian relevan dapat dilihat pada Tabel 2.1.

Tabel 2. 1. Penelitian relevan

No Judul Penelitian Hasil

1. Nugraheni (2017

Hasil penelitian menunjukkan bahwa media interaktif articulate storyline layak digunakan. Hal ini tampak dari hasil validasi ahli materi sebesar 72,3% dan validasi ahli media sebesar 78,54%.

Media interaktif articulate storyline juga mampu meningkatkan minat belajar peserta didik. Hal ini tampak dari hasil N-gain sebesar 0,71 dan hasil pendapat guru dengan N-gain sebesar 0,8.

2. Satriansyah (2016) Penggunaan Media Interaktif pada Pembelajaran Konsep Usaha dan Energi di MTsS Ulumul Quran Banda Aceh

Hasil penelitian menunjukkan bahwa media interaktif meningkatkan hasil belajar peserta didik. Hal ini terlihat dari nilai pre-test sebesar 51,58% dan post-test sebesar 72,63%. Respons peserta didik dalam memanfaatkan media pembelajaran interaktif sebesar 81,21%.

No Judul Penelitian Hasil 3. Yasin dan Ducha

(2016) Kelayakan Teoritis Multimedia Interaktif Berbasis Articulate Storyline Materi Sistem Reproduksi Manusia Kelas XI SMA

Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimedia interaktif articulate storyline sangat layak digunakan. Hal ini tampak dari hasil validasi media sebesar 3,96%

dan validasi materi 3,92%.

H. Desain diagram penelitian

Desain diagram penelitian relevan dapat dilihat pada Gambar 2.7.

Gambar 2. 7. Desain diagram penelitian relevan Media Pembelajaran

Media Interaktif Articulate Storyline

Satriansyah (2016) dengan judul Penggunaan Media Interaktif pada Pembelajaran Konsep Usaha dan Energi di MTsS Ulumul Quran Banda Aceh memiliki tujuan untuk mengetahui hasil belajar dan respon peserta didik terhadap media belajar interaktif pada materi usaha dan energi.

Nugraheni (2017) dengan judul Pengembangan Media Pembelajaran

Interaktif menggunakan Articulate Storyline pada Mata Pelajaran Sejarah Indonesia Kelas X di SMK Negeri 1 Kebumen memiliki tujuan untuk melihat penerapan media interaktif articulate storyline terhadap peningkatan minat belajar peserta didik pada Mata Pelajaran Sejarah Indonesia.

Yasin dan Ducha (2016) dengan judul Kelayakan Teoritis Multimedia Interaktif Berbasis Articulate Storyline Materi Sistem Reproduksi Manusia Kelas XI SMA memiliki tujuan untuk mengetahui kelayakan

multimedia interaktif articulate storyline pada materi sistem reproduksi.

Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Articulate Storyline pada Materi Sistem Imun untuk Kelas XI

I. Kerangka berpikir

Biologi merupakan salah satu mata pelajaran yang sulit bagi peserta didik. Hal ini karena setiap materi di dalam pembelajaran saling berkaitan dengan materi lainnya. Salah satu permasalahan materi yang sulit dipahami oleh peserta didik adalah sistem imun pada pembelajaran PJJ.

Permasalahan lainnya berupa kurangnya interaksi dalam pembelajaran dan akses internet yang sulit.

Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan pemahaman suatu materi, akses internet, dan interaksi dalam pembelajaran adalah dukungan media yang digunakan. Media bertujuan untuk membuat peserta didik tertarik pada pembelajaran yang dilakukan. Salah satu media yang dapat mendukung hal tersebut adalah media interaktif. Media interaktif merupakan perantara pembelajaran yang dibuat pendidik untuk mendapatkan respons peserta didik selama kegiatan belajar mengajar.

Melalui media tersebut peserta didik diharapkan lebih mudah memahami dan memaknai materi pembelajaran yang diberikan.

Menurut Nugraheni (2017) pengembangan media interaktif articulate storyline dapat meningkatkan minat belajar peserta didik.

Satriansyah (2016) menambahkan bahwa media interaktif dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik, dan Yasin dan Ducha (2016) menyatakan bahwa multimedia interaktif articulate storyline sangat layak digunakan pada materi sistem reproduksi manusia kelas XI SMA. Oleh karena itu, peneliti akan melakukan penelitian, Pengembangan Media

Pembelajaran Interaktif Articulate Storyline pada Materi Sistem Imun untuk Kelas XI.

Beberapa prosedur dilakukan dalam pembuatan media pembelajaran interaktif articulate storyline, yaitu survei kebutuhan, merancang media interaktif articulate storyline, dan validasi oleh ahli materi, ahli media, dan guru mata pelajaran biologi. Survei kebutuhan untuk mengetahui potensi dan permasalahan yang terjadi serta kebutuhan guru dalam pembelajaran dilakukan di lima sekolah. Selanjutnya peneliti merancang media interaktif articulate storyline. Media yang telah dibuat kemudian divalidasi oleh ahli materi, ahli media, dan guru mata pelajaran biologi. Hasil validasi yang dilakukan untuk mengetahui kelayakan pengembangan media pembelajaran untuk digunakan dalam pembelajaran. Media interaktif articulate storyline diharapkan layak digunakan untuk membantu guru dalam menciptakan variasi media pembelajaran interaktif bagi peserta didik. Skema kerangka berpikir dapat dilihat pada Gambar 2.8.

Gambar 2. 8. Skema kerangka berpikir Solusi

Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Articulate Storyline pada Materi Sistem Imun untuk Kelas XI

Validasi

Validasi ahli dan guru mata pelajaran biologi Harapan

1. Media interaktif articulate storyline dianggap layak diujicobakan pada ruang lingkup terbatas.

2. Media interaktif articulate storyline dapat memudahkan guru dalam berinteraksi dengan peserta didik.

Hasil

Media pembelajaran interaktif articulate storyline yang terintegrasi dibagikan dalam bentuk data pada whatsapp dan dipasang untuk menjadi aplikasi untuk mempelajari materi sistem imun kelas XI

Potensi Masalah

1. Peserta didik sulit memahami materi sistem imun

2. Kurangnya interaksi dalam pembelajaran

3. Akses internet yang sulit

3. Akses internet yang sulit

Dokumen terkait