BAB 4. ANALISIS DAN PEMBAHASAN
4.3 Analisis Data
4.3.2. Analisis Kecerdasan Logika Matematika
Analisis selanjutnya adalah karakteristik kecerdasan logika matematika. Karakteristik yang pertama dalam kecerdasan logika matematika adalah klasifikasi.
Untuk dapat mengetahui terpenuhi atau tidaknya karakteristik klasifikasi, subjek diminta mengerjakan langkah pertama pada tahap pengerjaan tes kecerdasan logika matematika. Terdapat tiga soal pemecahan masalah yaitu soal nomor 1, 2, dan 3 pada tes kecerdasan logika matematika. Berikut ini adalah jawaban salah satu siswa yang dapat menuliskan langkah pengerjaan yang pertama tes kecerdasan logika matematika dengan benar.
Soal nomor 1 Soal nomor 2
Soal nomor 3
Gambar S05 Klasifikasi
Siswa dapat menuliskan informasi yang diketahui dan yang ditanyakan dari soal minimal 2 soal dari nomor 1, 2, dan 3 pada tes kecerdasan logika matematika dengan benar.
Karakteristik kecerdasan logika matematika yang selanjutnya adalah membandingkan. Untuk dapat melihat muncul atau tidaknya karakteristik membandingkan, maka dibuat langkah pengerjaan yang kedua pada lembar jawaban siswa. Berikut ini adalah jawaban salah satu siswa yang dapat menuliskan langkah pengerjaan yang kedua tes kecerdasan logika matematika dengan benar.
Soal nomor 3
Gambar S03 Membandingkan
Siswa memenuhi karakteristik membandingkan jika dapat menuliskan hubungan yang diketahui dan yang ditanyakan, juga dapat menuliskan langkah-langkah yang akan dilakukan untuk menjawab minimal 2 soal dari soal nomor 1, 2, dan 3 pada tes kecerdasan logika matematika dengan benar.
Karakteristik kecerdasan visual spasial yang ketiga adalah operasi hitung matematika. Soal yang digunakan untuk melihat muncul atau tidaknya karakteristik operasi hitung matematika adalah soal nomor 1, 2, dan 3 pada tes kecerdasan logika matematika. Berikut ini adalah jawaban salah satu siswa yang dapat menuliskan langkah pengerjaan yang ketiga tes kecerdasan logika matematika dengan benar.
Soal nomor 1 Soal nomor 2
Soal nomor 3
Siswa dikatakan memiliki operasi hitung matematika jika dapat melakukan operasi hitung matematika dengan benar dan sesuai minimal 2 soal dari soal nomor 1, 2, dan 3 pada tes kecerdasan logika matematika.
Karakteristik kecerdasan logika matematika selanjutnya adalah penalaran deduktif dan induktif. Soal yang digunakan untuk melihat muncul atau tidaknya karakteristik penalaran deduktif dan induktif adalah soal nomor 4 pada tes kecerdasan logika matematika. Berikut ini adalah jawaban salah satu siswa yang dapat menuliskan jawaban pada soal nomor 4 tes kecerdasan logika matematika dengan benar.
Jawaban soal nomor 4:
Gambar S04 Penalaran Deduktif dan Induktif
Siswa memenuhi karakteristik penalaran deduktif dan induktif jika dapat menuliskan ukuran tabung dan kerucut sehingga dibuktikan bahwa memiliki volume yang sama, serta dapat menarik kesimpulan terhadap ukuran tabung dan kerucut yang memiliki volume yang sama berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan.
Karakteristik kecerdasan logika matematika selanjutnya adalah membentuk hipotesis. Soal yang digunakan untuk melihat muncul atau tidaknya karakteristik membentuk hipotesis adalah soal nomor 1, 2 dan 3 pada tes kecerdasan logika matematika. Berikut ini adalah jawaban salah satu siswa yang dapat yang memenuhi karakteristik membentuk hipotesis.
Soal nomor 1:
Soal nomor 3:
Gambar S29 Membentuk hipotesis
Siswa memenuhi karakteristik membentuk hipotesis jika dapat menafsirkan jawaban yang diperoleh. Menafsirkan jawaban yang dimaksud adalah siswa dapat menuliskan cara atau langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah dan dapat membuktikan kebenaran dai cara yang dituliskan. Siswa dengan karakteristik membentuk hipotesis, harus memenuhi karakteristik membandingkan dan karakteristik operasi hitung matematika.
Karakteristik kecerdasan logika matematika yang terakhir adalah memeriksa kembali. Soal yang digunakan untuk melihat muncul atau tidaknya karakteristik memeriksa kembali adalah soal nomor 1, 2, dan 3 pada tes kecerdasan logika matematika. Berikut ini adalah jawaban salah satu siswa yang dapat menuliskan langkah pengerjaan yang terakhir tes kecerdasan logika matematika dengan benar.
Soal nomor 1 Soal nomor 2
Soal nomor 3
Gambar S24 Memeriksa Kembali
Siswa memenuhi karakteristik memeriksa kembali jika dapat melakukan perhitungan ulang atau dengan menggunakan cara lain untuk minimal 2 soal dari soal nomor 1, 2, dan 3 pada tes kecerdasan logika matematika sehingga dapat menguatkan jawaban yang telah diperoleh pada perhitungan awal yang dilakukan.
Karakteristik kecerdasan visual spasial dan logika matematika yang dimiliki subjek penelitian disajikan pada tabel 4.1
Tabel 4.1 Karakteristik Kecerdasan Visual Spasial dan Kecerdasan Logika Matematika yang Dimiliki oleh Siswa Kelas XI IPA 8 SMA Negeri 2 Jember
Subjek
Karakteristik Kecerdasan
Visual Spasial Jumlah Subjek Karakteristik Kecerdasan Logika Matematika Jumlah
1 2 3 4 1 2 3 4 5 6 S01 √ √ √ 3 S01 √ √ √ √ 4 S02 √ √ √ 3 S02 √ 1 S03 √ √ 2 S03 √ √ √ √ √ 5 S04 √ √ √ 3 S04 √ √ √ √ 4 S05 √ √ 2 S05 √ √ √ √ √ 5 S07 √ √ 2 S07 √ √ √ √ 4 S08 √ 1 S08 √ 1 S09 √ √ √ 3 S09 √ √ √ √ 4 S10 √ √ 2 S10 √ 1 S11 √ √ √ √ 4 S11 √ √ √ √ 4 S12 √ √ √ 3 S12 √ √ √ √ 4 S13 √ 1 S13 √ √ √ 3 S14 √ √ 2 S14 √ √ √ 3 S15 √ √ √ 3 S15 √ √ √ √ √ 5 S16 √ 1 S16 √ 1 S17 √ 1 S17 √ 1 S18 √ √ 2 S18 √ √ √ √ √ 5 S19 √ √ √ 3 S19 √ √ √ √ 4 S20 √ √ √ √ 4 S20 √ 1 S21 √ 1 S21 √ √ √ √ 4
Subjek
Karakteristik Kecerdasan
Visual Spasial Jumlah Subjek Karakteristik Kecerdasan Logika Matematika Jumlah
1 2 3 4 1 2 3 4 5 6 S22 √ √ 2 S22 √ √ √ √ 4 S23 √ √ √ √ 4 S23 √ √ √ √ √ 5 S24 √ √ √ 3 S24 √ √ √ √ √ √ 6 S25 √ 1 S25 √ 1 S26 √ √ √ 3 S26 √ 1 S27 √ √ √ 3 S27 √ √ 2 S28 √ √ √ 3 S28 √ 1 S29 √ √ √ 3 S29 √ √ √ √ √ 5 S30 √ √ 2 S30 √ 1 S32 √ √ √ 3 S32 √ √ √ 3 S33 √ √ √ 3 S33 √ √ 2 S34 √ √ √ 3 S34 √ √ √ √ 4 S35 √ 1 S35 √ √ 2 S36 √ 1 S36 √ 1 S37 √ √ √ √ 4 S37 √ √ √ √ 4 S38 √ √ 2 S38 √ √ √ 3 Jumlah 16 20 19 32 Jumlah 31 19 23 12 16 8 Keterangan:
Kecerdasan Visual Spasial: Kecerdasan Logika Matematika: 1. Pengimajinasian 2. Pengonsepan 3. Pemecahan Masalah 4. Menemukan Pola 1. Klasifikasi 2. Membandingkan
3. Operasi Hitung Matematika
4. Penalaran Deduktif dan Induktif 5. Membentuk Hipotesis
Karakteristik menemukan pola merupakan karakteristik kecerdasan visual spasial yang paling banyak dimiliki oleh subjek penelitian, sedangkan karakteristik pengimajinasian merupakan karakteristik kecerdasan visual spasial yang paling sedikit dimiliki oleh subjek penelitian. Karakteristik pengonsepan, pemecahan masalah, dan menemukan pola dimiliki oleh lebih dari 50% dari keseluruhan siswa kelas XI IPA 8 SMA Negeri 2 Jember, sedangkan karakteristik pengimajinasian dimiliki oleh kurang dari 50% dari keseluruhan siswa kelas XI IPA 8 SMA Negeri 2 Jember. Hal tersebut menunjukkan bahwa 75% karakteristik kecerdasan visual spasial dominan dimiliki oleh subjek penelitian. Karakteristik klasifikasi merupakan karakteristik kecerdasan logika matematika yang paling banyak dimiliki oleh subjek penelitian, sedangkan karakteristik memeriksa kembali merupakan karakteristik kecerdasan logika matematika yang paling sedikit dimiliki oleh subjek penelitian. Karakteristik klasifikasi, membandingkan, dan operasi hitung matematika dimiliki oleh lebih dari 50% dari keseluruhan siswa kelas XI IPA 8 SMA Negeri 2 Jember, sedangkan karakteristik penalaran deduktif dan induktif, membentuk hipotesis, dan memeriksa kembali dimiliki oleh kurang dari 50% dari keseluruhan siswa kelas XI IPA 8 SMA Negeri 2 Jember. Hal tersebut menunjukkan bahwa 50% karakteristik kecerdasan logika matematika dominan dimiliki oleh subjek penelitian.
Siswa yang memiliki keseluruhan karakteristik kecerdasan visual spasial adalah S11, S20, S23, dan S37. Siswa yang memiliki keseluruhan karakteristik kecerdasan logika matematika adalah S24. Tidak ada siswa yang memenuhi keseluruhan karakteristik kecerdasan visual spasial sekaligus memiliki keseluruhan karakteristik kecerdasan logika matematika. Siswa dengan kecerdasan visual spasial terendah adalah siswa yang hanya memenuhi satu karakteristik kecerdasan visual spasial, sedangkan siswa dengan kecerdasan visual logika matematika terendah adalah siswa yang hanya memenuhi satu karakteristik kecerdasan logika matematika. Subjek penelitian yang hanya memiliki satu karakteristik kecerdasan visual spasial adalah S08, S13, S16, S17, S21, S25, S35, dan S36. Subjek penelitian yang hanya memiliki satu karakteristik kecerdasan logika matematika adalah S02, S08, S10, S16,
S17, S20, S25, S36, S30, dan S36. Siswa yang terendah pada kecerdasan visual spasial dan logika matematik adalah S08, S16, S17, S25, dan S36. Lima siswa tersebut memiliki satu karakteristik kecerdasan visual spasial dan satu karakteristik kecerdasan logika matematika, namun kecerdasan visual spasial dan kecerdasan logika matematika yang terpenuhi pada lima siswa tersebut tidak memiliki keterkaitan.