DATA DAN ANALISIS KINERJA JARINGAN
IV.2 Analisis Kinerja Kasus 2
Analisa kinerja kasus 2 meliputi pengukuran download dan upload yang dilakukan berdasarkan jarak yang mempunyai ukuran file 50 MB yang terdiri dari pengukuran throughput,delay, dan packet loss dalam kondisi tempat noiseless.
IV.2.1 Throughput
Hasil pengukuran parameter throughput noiseless WLAN 802.11b dan 802.11g berdasarkan jarak pada ukuran file 50 MB dapat dilihat pada Tabel 4.4 dan Gambar 4.4.
Tabel 4.4 Rata-rata pengukuran throughput pada ukuran file 50MB kondisi noiseless.
Jarak (Meter) 5 50 75
Mode G Upload (Mbps) 11.12 2.9 0.9392 Mode G Download (Mbps) 5.37 2.79 1.041667 Mode B Upload (Mbps) 4.35 2.23 0.7675 Mode B Download (Mbps) 4.21 2.25 1.0092
Gambar 4.4. Grafik throughput download dan upload noiseless ukuran file 50MB.
Hasil pengukuran throughput berdasarkan jarak dengan melakukan download dan upload data yang telah ditentukan pada WLAN 802.11b dan 802.11g dapat dilihat pada Tabel 4.4 dan Gambar 4.4. Besar throughput saat pengambilan data jarak 5 meter sangat baik karena client dan server sangat dekat jaraknya dan kuat sinyal yang diterima client sangat baik sehingga mempengaruhi besarnya throughput. Penurunan throughput pada WLAN 802.11b dan WLAN 802.11gsaat pengukuran jarak 50 meter dipengaruhi oleh turunnya kuat sinyal pada client karena jarak yang jauh sehingga mempengaruhi besar throughput sehingga fragmentasi paket data pada layerphysical dan MAC menjadi lebih lama.
Propagasi sinyal yang diterima WLAN 802.11b menjadi menurun karena jarak yang jauh dan memungkinkan terkena gangguan membuat besar throughput turun. Jika dibandingkan dengan WLAN 802.11g, kualitas throughput lebih besar karena menggunakan modulasi OFDM yang lebih resisten terhadap gangguan, jangkuan sinyal yang baik dan tidak mudah terhambat. Saat download dan upload pada jarak 75 meter kualitas throughput menurun karena dipengaruhi oleh kuat sinyal yang sangat rendah.
IV.2.2 Delay
Hasil pengukuran parameter delay noiseless wlan 802.11b dan 802.11g berdasarkan jarak pada ukuran file 50 MB dapat dilihat pada Tabel 4.5 dan Gambar 4.5.
Tabel 4.5 Rata-rata pengukuran delay pada ukuran file 50MB kondisi noiseless Ukuran File 50 MB 5 50 75 Mode G Upload (ms) 0.92 3.36 10.52 Mode G Download (ms) 1.58 3.14 9.07 Mode B Upload (ms) 1.95 4.08 11.19 Mode B Download (ms) 1.99 3.65 12.9
Gambar 4.5 Grafik delay download dan uploadnoiseless pada ukuran file 50 MB.
Hasil pengukuran delay berdasarkan jarak dengan melakukan download dan upload data yang telah ditentukan pada WLAN 802.11b dan 802.11g dapat dilihat pada Tabel 4.5 dan Gambar 4.5. Pada jarak 5 meter delay WLAN 802.11b dan WLAN 802.11g sangat baik karena rata–rata delay lebih cepat dari pada pengukuran jarak 50 meter dan 75 meter untuk download dan upload data. Hal tersebut dipengaruhi kuat sinyal yang baik sehingga besarnya throughput yang diterima cukup baik.
Pada pengukuran jarak 50 meter terjadi peningkatan delay pada WLAN 802.11b dan WLAN 802.11g. Peningkatan delay WLAN 802.11b terjadi karena turunnya kuat sinyal yang diterima dan adanya redaman saat propagasi sinyal wireless. Jika dibandingkan delay WLAN 802.11g lebih baik disebabkan oleh teknik modulasi OFDM mampu membawa paket data lebih baik dalam proses transfer data
dan kemampuan transfer data lebih maksimal, yaitu : 54 Mbps jika dibandingkan dengan DSSS hanya 11 Mbps.
Pengukuran pada jarak 75 meter besar delay 802.11b mengalami peningkatan cukup besar disebabkan oleh lemahnya kuat sinyal yang diterima, WLAN 802.11g besar delay cukup besar akan tetapi lebih baik dari WLAN 802.11b disebabkan teknik modulasi yang digunakan memiliki performansi lebih baik.
IV.2.3 Packet Loss
Hasil pengukuran parameter packet loss noiseless wlan 802.11b dan 802.11g berdasarkan jarak pada ukuran file 50 MB dapat dilihat pada Tabel 4.6 dan Gambar 4.6.
Tabel 4.6 Rata-rata pengukuran packet loss pada ukuran file 50MB kondisi noiseless.
Jarak (Meter) 5 50 75
Mode G Upload (%) 0 0.3 5.8 Mode G Download (%) 0.4 0.1 5.7
Mode B Upload (%) 0 0 7
Mode B Download (%) 0.2 2 1
Gambar 4.6. Grafik packet loss download dan upload noiseless pada ukuran file 50MB.
Hasil pengukuran persentasepacket loss berdasarkan jarak dengan melakukan download dan upload data pada WLAN 802.11b dan 802.11g dapat dilihat pada Tabel 4.6 dan Gambar 4.6. Pengukuran pada jarak 5 meter persentase packet loss sangat baik pada WLAN 802.11b dan WLAN 802.11g hal ini dipengaruhi oleh jarak sehingga kuat sinyal yang diterima oleh client sangat baik.
Pengukuran pada jarak 50 meter persentase packet loss WLAN 802.11g dan WLAN 802.11b upload berdasarkan standarisasi ITU dikategorikan sangat baik karena persentase packet loss tidak lebih dari 1% dan persentase packet loss WLAN 802.11b download dikategorikan sedang. Persentase packet loss WLAN 802.11g pada jarak 75 meter dikategorikan buruk karena banyak paket data yang hilang saat transfer data, dan akan mempengaruhi kualitas throughput ditambah system ack saat re-transfer paket data yang hilang akan membebani jaringan. Jika dibandingkan dengan persentase packet loss WLAN 802.11b, dikategorikan baik untuk download sedangkan untuk upload dikategorikan buruk. Hal tersebut dipengaruhi oleh jarak yang sangat jauh dan adanya redaman, refleksi, difraksi dan scattering saat propagasi sinyal.
IV.3 Analisis Kinerja Kasus 3
Analisa kinerja kasus 3 meliputi pengukuran download dan upload yang dilakukan berdasarkan besar ukuran file yang berjarak 50 meter yang terdiri dari pengukuran throughput,delay, dan packet loss dalam kondisi tempat noise.
IV.3.1 Throughput
Hasil pengukuran parameter throughput noise WLAN 802.11b dan 802.11g berdasarkan ukuran file pada jarak 50 meter dapat dilihat pada Tabel 4.7 dan Gambar 4.7.
Tabel 4.7 Rata-rata pengukuran throughput pada jarak 50 meter kondisi noise. Ukuran File (MB) 25 50 100 Mode G Upload (Mbps) 4.72 4.43 4.14 Mode G Download (Mbps) 2.58 2.75 2.84 Mode B Upload (Mbps) 2.82 2.82 2.93 Mode B Download Mbps) 2.5 2.74 2.46
Gambar 4.7. Grafik throughputdownload dan upload noise pada jarak 50 Meter.
Hasil pengukuran throughput berdasarkan ukuran file dengan melakukan download dan upload data pada WLAN 802.11b dan 802.11g dapat dilihat pada Gambar 4.7. Pengukuran besar throughput download dan upload data 25 MB memiliki performansi lebih baik dari pada pengukuran data 50 MB dan 100 MB karena semakin besar data semakin lama jaringan memproses paket data tersebut. Dengan adanya noise maka kualitas jaringan WLAN 802.11b dan WLAN 802.11g menurun sehingga proses transfer data menjadi mudah terjadi overhead mempengaruhi besar throughput.
Pengukuran download dan upload data 50 megabyte performansi throughput WLAN 802.11b dan WLAN 802.11g tidak berbeda jauh, hal ini dipengaruhi oleh noise yang cukup besar dari lingkungan sekitar wireless. Semakin besar noise yang diterima maka kualitas jaringan dan kuat sinyal semakin buruk. Pengukuran upload
data WLAN 802.11g memiliki besar throughput cukup baik dipengaruhi oleh kemampuan server dalam memberikan layanan dan kuat sinyal yang cukup baik.
IV.3.2 Delay
Hasil pengukuran parameter delay noise WLAN 802.11b dan 802.11g berdasarkan ukuran file pada jarak 50 meter dapat dilihat pada Tabel 4.8 dan Gambar 4.8
Tabel 4.8 Rata-rata pengukuran delay pada jarak 50 meter kondisi noise. Ukuran File (MB) 25 50 100 Mode G Upload (ms) 1.7 1.99 2.1 Mode G Download (ms) 3.45 3 3.02 Mode B Upload (ms) 3.11 3.08 2.99 Mode B Download (ms) 3.19 3 3.26 .
Gambar 4.8. Grafik delay download dan upload noise pada jarak 50 Meter.
Hasil pengukuran delay berdasarkan ukuran file dengan melakukan download dan upload data pada WLAN 802.11b dan 802.11g dapat dilihat pada Tabel 4.8 dan Gambar 4.8. Pengukuran waktu delay ukuran data 25 MB secara garis besar tidak berbeda jauh dengan pengukuran data 50 MB dan 100 MB, untuk WLAN 802.11b dan WLAN 802.11g. Hal ini dipengaruhi oleh interfensi dari lingkungan dan noise.
Hal tersebut mempengaruhi kinerja jaringan menjadi lebih sibuk memungkinkan terjadi overhead sehingga waktu delay menjadi lebih lama karena besarnya throughput berkurang. Pengukuran delay upload WLAN 802.11g cukup baik karena server dapat melayani proses upload dengan baik dan modulasi OFDM lebih resisten terhadap interfensi dari gelombang radio lainnya jika dibandingkan dengan teknik modulasi DSSS WLAN 802.11b.
IV.3.3 Packet Loss
Hasil pengukuran parameter packet loss noise WLAN 802.11b dan 802.11g berdasarkan besar data dapat dilihat padaTabel 4.9 dan Gambar 4.9.
Tabel 4.9 Rata-rata pengukuran packet loss pada jarak 50 meter kondisi noise. Ukuran File (MB) 25 50 100 Mode G Upload (%) 0 0 0 Mode G Download (%) 0 0.5 0 Mode B Upload (%) 0 0 0.5 Mode B Download (%) 0.3 0.9 0.5
Hasil pengukuran persentase packet loss berdasarkan bukuran file dengan melakukan download dan upload data pada WLAN 802.11b dan 802.11g dapat dilihat pada Gambar 4.9. Pengukuran persentase packet loss download dan upload data 25 MB WLAN 802.11b dan WLAN 802.11g berdasarkan standarisasi ITU -T X.642 sangat baik karena persentase packet loss kurang dari 1%.
Pengukuran persentase packet loss untuk data 50MB untuk WLAN 802.11b download cukup meningkatkan karena overhead pada jaringan disebabkan oleh interfensi dari lingkungan sekitar sehingga mempengaruhi throughput dan kuat sinyal yang diterima. Dengan ini persentase packet loss pada WLAN 802.11g lebih rendah dibanding WLAN 802.11b karena jangkuan sinyal yang baik dan tidak mudah terhambat.