BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA BAPPEDA TAHUN LALU
2.2 Analisis Kinerja Pelayanan Dinas Kesehatan
Berisikan kajian terhadap capaian kinerja pelayanan Dinas Kesehatan berdasarkan indikator kinerja yang sudah ditentukan dalam SPM, maupun terhadap IKK sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 dan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007.
2.3 Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Dinas Kesehatan
Berisikan uraian mengenai sejauhmana tingkat kinerja pelayanan Dinas
Kesehatan dan hal kritis yang terkait dengan pelayanan Dinas Kesehatan,
permasalahan dan hambatan yang dihadapi dalam menyelenggarakan tugas dan
fungsi Dinas Kesehatan, dampak terhadap pencapaian visi
danmisikepaladaerah, terhadap capaian program nasional, tantangan dan
peluang dalam meningkatkan pelayanan Dinas Kesehatan dan formulasi isu-isu
penting berupa rekomendasi dan catatan yang strategis untuk ditindaklanjuti
dalam perumusan program dan kegiatan prioritas tahunan yang direncanakan.
2.4 Review Terhadap Rancangan Awal RKPD
Berisikan uraian mengenai proses yang dilakukan yaitu membandingkan antara rancangan awal RKPD dengan hasil analisis kebutuhan, penjelasan mengenaialasan proses tersebut dilakukan, penjelasan temuan-temuan setelah proses tersebut dan catatan penting tehadap perbedaan dengan rancangan awal RKPD.
2.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat
Dalam bagian ini diuraikan hasil kajian terhadap program/ kegiatan yang diusulkan para pemangku kepentingan berdasarkan hasil dari penelitian lapangan dan pengamatan musrenbang kabupaten.
BAB III : TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN
3.1 Telaah Terhadap Kebijakan Nasional
Penelaahan yang menyangkut arah kebijakan dan prioritas pembangunan nasional dan yang terkait dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Kesehatan.
3.2 Tujuan dan Sasaran Renja Dinas Kesehatan
Perumusan tujuan dan sasaran didasarkan atas rumusan isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi Dinas Kesehatan yang dikaitkan dengan sasaran target kinerja Dinas Kesehatan.
3.3 Program dan Kegiatan
Berisikan penjelasan mengenai faktor-faktor yang menjadi bahan pertimbangan terhadap rumusan program dan kegiatan, uraian rekapitulasi program dan kegiatan, serta penjelasan jika rumusan program dan kegiatan tidak sesuai rancangan awal RKPD.
BAB IV : PENUTUP
4.1 Pedoman Transisi
4.2 Kaidah Pelaksanaan
4.3 Rencana Tindak Lanjut
BAB II
EVALUASI PELAKSANAAN RENJA DINAS KESEHATAN TAHUN LALU
2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja Dinas Kesehatan Tahun Lalu dan Capaian Renstra Dinas Kesehatan
Proses penyusunan suatu perencanaan erat kaitannya dengan proses evaluasi, dari hasil evaluasi dapat teridentifikasi dua hal yaitu sejauh mana proses perencanaan pembangunan dilaksanakan oleh seluruh OPD dan permasalahan-permasalahan yang menghambat pelaksanaan perencanaan pembangunan tersebut. Hasil evaluasi tersebut sangat penting sebagai bahan masukan untuk menentukan kebijakan-kebijakan perencanaan pembangunan di tahun-tahun mendatang.
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2016-2021 yang memuat indikator keberhasilan suatu proses perencanaan pembangunan untuk kurun waktu 5 (lima) tahun, dijadikan tolak ukur untuk menilai sejauh mana perencanaan pembangunan telah dilaksanakan. Renstra tersebut juga merupakan panduan Dinas Kesehatan selaku OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mukomuko.
Dari evaluasi terhadap rencana dan pelaksanaan kegiatan tahun lalu terdapat beberapa permasalahan yang dapat di identifikasikan sebagai berikut :
1. Masih terdapat kinerja sasaran yang belum optimal walaupun rencana kerja telah dilaksanakan terutama dalam pelaksanaan kebijakan Bupati selaku kepala daerah;
2. Jumlah dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang harus ditingkatkan;
3. Masih kurang optimalnya pelayanan dasar kepada masyarakat yang dikarenakan masih banyaknya masyarakat yang belum memahami prosedur dan ketentuan yang telah ditetapkan sebagai dasar pelayanan serta sistem yang digunakan masih belum optimal;
4. Kurangnya Pemahaman Masyarakat mengenai penerapan dan Prosedur pelaksanaan peraturan hukum (Peraturan Daerah) yang berlaku.
Adapun upaya penanganan yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko untuk meminimalisir permasalahan-permasalahan sebagaimana dimaksud diatas diantaranya :
1. Meningkatkan kinerja personil, sehingga dapat melaksanakan tugas baik itu sesuai
dengan tupoksi yang ada maupun tugas lainnya dengan lebih optimal.
2. Mengadakan pelatihan bagi aparatur, guna mendukung peningkatan kinerja aparatur itu sendiri;
3. Mengadakan kegiatan sosialisasi kepada aparatur dan masyarakat mengenai peraturan dan prosedur berkaitan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dalam mendukung peningkatan kinerja aparatur yang lebih optimal;
Adapun evaluasi pelaksaan rencana kerja dan capaian Renstra OPD Dinas
Kesehatan Kabupaten Mukomuko sampai dengan tahun berjalan (tahun 2017) disajikan
pada tabel berikut :
Dari tabel 2.1 diatas dapat diketahui beberapa program yang sesuai dengan RPJMD namun ada juga yang kegiatan tambahan di rencana kerja tahun 2017, untuk lebih jelasnya sebagai berikut :
Program yang terdapat dalam RPJMD
1. Program Administrasi Perkantoran ( Rutin)
2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur (Rutin)
3. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
4. Program Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur
5. Program Kebijakan dan Manajemen Pembangunan Kesehatan 6. Program Pengadaan Obat dan Perbekalan Kesehatan
7. Program Promosi kesehatan dan pemberdayaan Masyarakat 8. Program pelayanan kesehatan penduduk miskin
9. Program Perbaikan gizi Masyarakat 10. Program Upaya Kesehatan Masyarakat
11. Program Pengadaan, Peningkatan, Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas, Pustu dan Jaringannya
12. Program Kesehatan Ibu Melahirkan dan Anak
Program yang tidak terdapat dalam RPJMD
1. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Kesehatan
2. Program pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan
3. Program pengawasan pangan dan Makanan Berbahaya
4. Program pelayanan di bidang kemasyarakatan
2.2 Analisis Kinerja Pelayanan Dinas Kesehatan
Dinas Kesehatan merupakan Perangkat Daerah yang mempunyai tugas dan fungsi sebagai penyelenggara urusan wajib bidang kesehatan di daerah seperti yang diamanatkan pada Undang Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pemerintah Daerah.
Pembentukan Organisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Mukomuko sedangkan rincian tugas pokoknya diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Mukomuko Nomor 28 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko.
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Mukomuko Nomor 10 Tahun 2016 Organisasi Perangkat Daerah Dinas Kesehatan mempunyai tugas “melaksanakan urusan wajib/pemerintahan daerah di bidang kesehatan berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan” dengan uraian tugas pokok sebagai berikut :
1. Perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya;
2. Penyelenggaraan Pelayanan umum sesuai dengan lingkup tugasnya;
3. Pembinaan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugasnya;
4. Pembinaan terhadap unit pelaksana teknis dinas dalam lingkup tugasnya;
5. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya
Maksud dari dibuatnya Rencana kerja (Renja) Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko tahun 2018 adalah untuk menentukan arah pelaksanaan pembangunan serta sebagai acuan atau pedoman dalam perencanaan kegiatan selama kurun waktu 1 (satu) tahun yang sesuai dengan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Pembangunan yang telah ditetapkan oleh Bupati/Wakil Bupati Kabupaten Mukomuko periode 2016-2021.
Tujuan dari Penyusunan Rencana Kerja (Renja) ini adalah mewujudkan visi dan misi Bupati/Wakil Bupati Kabupaten Mukomuko kedalam rencana kegiatan pembangunan dan sebagai dasar untuk melaksanakan program dan kegiatan oleh OPD.
Berdasarkan Permendagri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan
Keuangan Daerah, terdapat 9 program yang perlu mendapat alokasi anggaran terkait
dengan Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Kesehatan. Dalam 3 tahun terakhir , Pemerintah
Kabupaten Mukomuko menyediakan anggaran pembangunan Kesehatan sesuai
dengan peraturan tersebut.
Untuk melakukan penilaian terhadap hasil evaluasi Rencana Kerja ditetapkan kaidah penilaian sebagai berikut :
No Uraian Evaluasi Kategori Nilai
1 Apabila suatu program/kegiatan memenuhi/ melampaui target kinerja yang ditetapkan
Berhasil
2 Apabila suatu program/kegiatan meningkat dari tahun sebelumnya namun belum mencapai target kinerja yang ditetapkan
Berhasil Namun Perlu Ditingkatkan 3 Apabila suatu program/kegiatan tidak memenuhi target
kinerja yang ditetapkan dan menurun dari tahun sebelumnya
Kurang Berhasil
Jenis indikator yang dikaji sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan kinerja pelayanan sesuai dengan tugas dan fungsi Dinas Kesehatan di tampilkan dalam tabel terlampir. Tabel 2.2 berisikan kajian terhadap capaian kinerja pelayanan Dinas Kesehatan berdasarkan indikator kinerja yang sudah ditentukan dalam SPM yang mengacu kepada Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 828/MENKES/SK/IX/2008.
TABEL 2.2
KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN RI NOMOR : 828/MENKES/SK/IX/2008
STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KESEHATAN
PENCAPAIAN PROGRAM PEMBANGUNAN KESEHATAN KABUPATEN MUKOMUKO BERDASARKAN JENIS PELAYANAN DAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL TAHUN 2016
NO JENIS PELAYANAN INDIKATOR TARGET
1 Cakupan kunjungan ibu hamil K-4 95 84.96 95 2 Cakupan komplikasi kebidanan
yang ditangani
80 48.53 95
3 Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompentensi kebidanan
80 81.82 90
4 Cakupan pelayanan nifas 90 72.61 90
5 Cakupan Neonatus dengan komplikasi yang ditangani
80 34.19 100
6 Cakupan kunjungan bayi 90 87 90 7 Cakupan desa/kelurahan
Universal Child Immunization 86 86 88
8 Cakupan pelayanan anak balita 80 73.68 85 9 Cakupan pemberian makanan
pendamping ASI pada usia 6-24 bulan
100 69.63 100
10 Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan
100 100 100
11 Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat
100 91.09 100
12 cakupan peserta KB aktif 75 74.15 67.5
13 Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit
d. Penderita DBD yang ditangani 80 93 120
e. Penemuan penderita diare 100 100 100
14 Cakupan pelayanan kesehatan dasar pasien masyarakat miskin
100 100 95
II PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN
15 Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin
0 0 95
16 Cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yang harus diberikan sarana kesehatan (RS) di Kabupaten/Kota mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi <24 jam
18 Cakupan Desa Siaga Aktif 100 100 100
Dalam dokumen
Rencana Kerja (RENJA)
(Halaman 14-36)