BIDANG SOSIAL BUDAYA DAN PEMERINTAHAN KOTA SEMARANG
TINJAUAN PUSTAKA
3. Analisis Komparasi Deskriptif
Analisis komparasi deskriptif yaitu analisis yang digunakan untuk membandingkan suatu hal dengan hal yang lain. Pada kajian ini analisis komparasi deskriptif dimaksudkan untuk menyandingkan informasi yang ada di dalam RA-RPJMD Kota Semarang Tahun 2021-2026, RT-RA-RPJMD Tahun 2021-2025 dan LKPJ ATA Walikota Semarang Tahun 2020, daftar penelitian yang sudah dilakukan, serta best practice. Analisis komparasi deskriptif dilakukan pada tahap identifikasi gap penelitian. Pada tahap tersebut, peneliti mengkomparasikan data dan informasi yang termuat didalam ketiga dokumen perencanaan diatas untuk mencari kekosongan/gap penelitian dengan bidang urusan yang ada di pemerintahan Kota Semarang. Sementra itu, komparasi deskriptif untuk best practice dimaksudkan untuk mendapatkan referensi usulan judul penelitian yang di terapkan di daerah/kota lain. Hasil dari analisis ini akan dinilai menggunakan kuesioner oleh OPD dan lembaga/institusi yang terkait dengan bidang sosial, budaya, dan pemerintahan di Kota Semarang.
42 4. Analisis Prioritas
Pada penelitian ini analisis prioritas digunakan untuk menentukan prioritas penelitian dan pengembangan pada bidang sosial, budaya dan pemerintahan yang akan dilaksanakan oleh OPD terkait di 5 tahun mendatang, yaitu tahun 2021-2025.
Pada tahap analisis ini, peneliti menggunakan form kuesioner yang berisikan tabel penilaian sebagai instrument penelitian. Gambaran kuesioner penelitian sebagaimana yang tampak pada Tabel IV.1, menunjukkan OPD dapat memberikan penilaian tingkat kepentingan dari setiap judul penelitian yang sudah dikelompokkan berdasarkan bidang urusan.
3.5 Kerangka Analisis
Kerangka analisis disusun dari input, proses, hingga output. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan 5 data utama sebagai input, yaitu RA-RPJMD Kota Semarang 2021-2026, LKPJ ATA 2020, daftar penelitian terdahulu di bidang sosial, budaya, dan pemerintahan dari stakeholder terkait, kuesioner yang diberikan kepada stakeholder, dan best practice dari kota lain sebagai referensi judul/kegiatan penelitian. RA-RPJMD Tahun 2021-2026 dan LKPJ ATA 2020 menjadi input dalam analisis identifikasi arah dan capaian pembangunan. analisis ini dilakukan dengan Teknik analisis konten untuk menghasilkan output berupa gambaran arah serta capaian pembangunan bidang sosial, budaya, dan pemerintahan Kota Semarang.
Gambaran arah dan capaian pembangunan kemudian dianalisis bersama dengan hasil dari kajian strategis kelitbangan Tahun 2016-2021 yaitu Roadmap Penelitian. Daftar penelitian yang sudah terlaksa juga menjadi input pada tahap analisi ini. Daftar penelitian tersebut diperoleh dari wawancara kepada setiap perwakilan OPD. Ketiga input tersebut kemudian digunakan untuk analisis gap antara penelitian yang sudah dilakukan dengan setiap bidang urusan yang terkait dengan bidang sosial, budaya, dan pemerintahan. Pada tahap analisis ini dilakukan Teknik analisis komparasi deskriptif secara statistik maupun kualitatif untuk
43
mengidentifikasi penelitian apa saja yang sudah dilakukan oleh setiap bidang urusan dari tahun 2016-2020.
Output dari analisis ini kemudian menjadi input dalam analisis kebutuhan penelitian dengan menelaah best practice dari kota lain sebagai referensi usulan judul penelitian bidang sosial, budaya, dan pemerintahan tahun 2021-2026.
Kebutuhan penelitian ini diklasterisasi berdasarkan bidang urusan dilengkapi dengan pelaksana/penanggungjawab dan sumber pendanaan pelaksanaan penelitian dan pembangunan. Kebutuhan penelitian yang telah tersusun akan diverifikasi dan dianalisis dengan teknik analisis prioritas. Pada pelaksanaannya, digunakan form kuesioner sebagai instrumen penelitian dan akan diisi OPD terkait. Hasil dari analisis prioritas akan disusun menjadi roadmap penelitian. Proses analisis dan tahapan penelitian ini digambarkan dalam kerangka analisis Gambar 4.1 dan Gambar 4.2 berikut.
Sumber : Analisis Tim Peneliti, 2021
Gambar 4.1 Tahapan Penelitian
44
Sumber : Analisis Tim Peneliti, 2021
Gambar 4.2 Kerangka Analisis
45 3.6 Kerangka Kerja
Adapun input, output, tahapan penelitian dan analisis dapat disusun dalam kerangka kerja sebagai berikut (Gambar 4.3).
Sumber: Tim Peneliti, 2021 Gambar 4.3 Kerangka Kerja
46 3.7 Jadwal Penelitian
Penelitian ini dilakukan dalam jangka waktu 3 bulan kalender. Berikt ini merupakan rencana penyelesaian penelitian.
Tabel IV.2 Jadwal Rencana Pelaksanaan Penelitian
No Kegiatan April Mei Juni Juli
a. Kompilasi data-data penelitian OPD terdahulu b. Kuesioner kepada OPD terkait
3 Penyusunan Laporan Akhir a. Kompilasi data b. Analisis data
- Identifikasi gambaran arah pembangunan - Identifikasi capaian pembangunan
- Identifikasi gap penelitian
- Identifikasi kebutuhan penelitian - Penyusunan roadmap
c. Pengumpulan laporan akhir 4 Penyelesaian Administrasi
Sumber : Tim Peneliti, 2021
3.8 Tenaga Ahli/Peneliti
Tenaga ahli/peneliti yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan Kajian Strategis Kelitbangan Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kota Semarang tahun 2021-2026 antara lain:
1. Ketua Tim
Ketua tim dari pelaksanaan kegiatan ini sebanyak 1 orang, berpendidikan minimal S1 Perencanaan Wilayah dan Kota dengan pengalaman minimal 10 tahun.
Tugas utama dari ketua tim adalah memimpin dan mengkoordinir seluruh kegiatan anggota tim dalam pelaksanaan pekerjaan selama 90 (sembilan puluh) hari penuh hingga pekerjaan dinyatakan selesai.
47 2. Anggota Tim
Anggota tim dari pelaksanaan kegiatan ini sebanyak 1 orang, berpendidikan minimal S1 Perencanaan Wilayah dan Kota dengan pengalaman minimal 5 tahun.
Tugas utama dari anggota tim yaitu membantu ketua tim dalam melaksanakan seluruh kegiatan dalam pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan jadwal penugasannya selama 90 (sembilan puluh) hari penuh hingga pekerjaan dinyatakan selesai.
3. Asisten
Asisten dari pelaksanaan kegiatan ini sebanyak 1 orang dengan pendidikan minimal S1 Perencanaan Wilayah dan Kota. Tugas utama dari asisten yaitu membantu anggota tim dalam melaksanakan seluruh kegiatan dalam pelaksanan pekerjaan sesuai dengan jadwal penugasannya selama 90 (sembilan puluh) hari penuh hingga pekerjaan dinyatakan selesai.
48 BAB IV
GAMBARAN UMUM PENELITIAN
Bab ini membahas mengenai kondisi kegiatan penelitian dan pengembangan yang ada di Kota Semarang, dilengkapi dengan pembahasan terkait mengenai tantangan yang dihadapi pada kegiatan penelitian dan pengembangan khususnya sosial, budaya, dan pemerintahan.
4.1 Kondisi Terkini Penelitian dan Pengembangan Kota Semarang
Kegiatan Kajian Strategis Kelitbangan Bidang Sosial, Budaya, dan Pemerintahan Kota Semarang tahun 2021-2026 dilakukan dengan tujuan yaitu menyusun roadmap kelitbangan yang akan dilakukan oleh OPD setiap tahunnya.
Penyusunan roadmap penelitian dilakukan dengan memperhatikan daftar penelitian yang telah dilaksanakan oleh BAPPEDA maupun OPD Kota Semarang dan pihak-pihak terkait yang berfokus pada pembangunan sosial, budaya, dan pemerintahan.
Hal ini bertujuan untuk mengetahui penelitian yang telah dicapai dan yang masih terkendala dalam pelaksanaannya. Selain itu juga diharapkan hasil dari penelitian ini bisa efektif dalam pencapaian visi misi Kota Semarang, dengan cara memetakan penelitian terdahulu berdasarkan bidang urusan pemerintahan.
Data penelitian dan pengembangan didapatkan dari berbagai sumber, yaitu berasal dari OPD langsung maupun dari dokumen perencanaan seperti RT-RPKMD Kota Semarang Tahun 2021-2025 serta laporan pertanggungjawaban pemerintah Kota Semarang yaitu LKPJ dan LKjIP (Laporan Kinerja Intansi Pemerintah) Kota Semarang. Dokumen tersebut memuat data penelitian dan pengembangan yang sudah dilaksanakan oleh OPD yang bertanggungjawab. Data penelitian dan pengembangan tersebut kemudian dikelompokkan berdasarkan bidang urusan pemerintahan, yaitu urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar, urusan pemerintahan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar, dan
49
urusan pemerintahan pilihan yang kemudian terdapat beberapa bidang urusan di setiap urusan pemerintahan tersebut.
Data-data penelitian dan pengembangan yang sudah dilaksanakan oleh OPD di bidang sosial, budaya dan pemerintahan pada tahun 2016-2021 tersebut telah di rekap dan dapat dilihat pada Tabel IV.1.
Tabel IV.1 Rekap Penelitian dan Pengembangan Bidang Sosial, Budaya, dan Pemerintahan Kota Semarang Tahun 2016-2021
Bidang Urusan Pemerintahan Jumlah Penelitian
Jumlah
Pengembangan Total Urusan Pemerintahan Wajib yang Berkaitan dengan Pelayanan Dasar
Pendidikan 13 3 16
Kesehatan 8 4 12
Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan
Masyarakat 16 14 30
Sosial 1 9 10
Urusan Pemerintahan Wajib yang Tidak Berkaitan dengan Pelayanan Dasar
Tenaga Kerja 0 21 21
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 5 11 16
Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil 20 1 21
Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana 0 2 2
Komunikasi dan Informatika 16 14 30
Urusan Bidang Pemerintahan Lainnya Urusan Pendukung Urusan Pemerintahan
Sekretariat Daerah 0 0 0
Sekretariat DPRD 0 0 0
Urusan Penunjang Urusan Pemerintahan
Penelitian, dan Pengembangan 29 0 33
Perencanaan 0 0 0
Keuangan 0 0 0
50
Bidang Urusan Pemerintahan Jumlah Penelitian
Jumlah
Pengembangan Total
Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan 0 0 0
Penghubung 0 0 0
Unsur Pengawasan Urusan Pemerintahan
Pengawas (Inspektorat Daerah) 0 0 0
Unsur Kewilayahan
Kecamatan 0 0 0
Unsur Pemerintahan Umum
Kesatuan Bangsa dan Politik 0 0 0
120 127 247
Sumber : Tim Peneliti, 2021
Tabel IV.1 merupakan hasil rekap data penelitian dan pengembangan yang sudah dikumpulkan melalui survei primer dan sekunder. Berdasarkan tabel tersebut maka diketahui bahwa OPD di bidang sosial, budaya, dan pemerintahan telah melakukan penelitian dan pengembangan sebanyak 247 kegiatan pada tahun 2016-2021. Untuk memudahkan analisis maka data penelitian di kelompokkan berdasarkan bidang urusan sesuai dengan arahan klasifikasi dan nomenklatur urusan pemerintahan yang termuat dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 20014.
Sehingga terdapat 25 bidang urusan yang terkait dengan bidang sosial, budaya, dan pemerintahan. 25 bidang urusan tersebut dikelompokkan dalam tiga kelompok utama yaitu urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar, urusan pemerintahan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar, dan urusan pemerintahan pilihan.
Adapun bidang urusan yang memiliki kegiatan penelitian dan pengembangan paling banyak yaitu Bidang Urusan Penelitian dan Pengembangan. Bidang penelitian dan pengembangan melakukan telah penelitian sebanyak 33 kegiatan pada tahun 2016-2021. Hal ini membuktikan bahwa Bidang Urusan Penelitian dan Pengembangan telah melakukan perannya sebagai lembaga think tank yang berkontribusi dalam proses perumusan kebijakan pemerintahan Kota Semarang berdasarkan penelitian dan pengembangan agar pembangunan dapat berjalan dengan optimal.
51
Selanjutnya, terdapat Bidang Urusan Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat serta Bidang Urusan Komunikasi dan Informatika yang masing-masing memiliki total sebanyak 30 kegiatan pada tahun 2016-2021. Kedua bidang urusan tersebut juga memiliki perbandingan yang sama antara jumlah penelitian dan pengembangan, yaitu 16 kali melakukan penelitian dan 14 kali melakukan kegiatan pengembangan pada tahun 2016-2021.
Tingginya intensitas penelitian yang dilakukan oleh Bidang Urusan Komunikasi dan Informatika didorong oleh adanya program pengembangan Smart City di Kota Semarang. Bidang Urusan Komunikasi dan Informatika memiliki peran yaitu memberikan pelayanan informasi publik dan penyediaan infrastruktur berbasis teknologi informatika untuk menunjang kegiatan pelayanan publik dan pemerintahan. Selain itu, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang terus berkembang pesat juga menjadi salah satu alasan mengapa bidang urusan komunikasi dan informatika terus melakukan terobosan. Kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh bidang komunikasi dan informatika diarahkan pada terwujudnya keterbukaan informasi public dan membentuk masyarakat yang responsive terhadap pembangunan yaitu melalui proses komunikasi dua arah antar pemerintah dan masyarakat.
Selanjutnya, berdasarkan hasil survei primer dan sekunder diketahui bahwa terdapat 11 bidang urusan yang belum melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan pada tahun 2016-2021. Beberapa bidang urusan yang tidak melakukan penelitian memang tidak memiliki usulan kegiatan penelitian dari kegiatan kajian kelitbangan sebelumnya. Namun beberapa bidang lain sudah memiliki usulan dari kajian kelitbangan sebelumnya. Salah satu bidang urusan yang sudah memiliki usulan namun belum malaksanakan penelitian yaitu bidang urusan statistik. Hal ini tentunya tidak sesuai dengan harapan pemerintah, karena pada periode tersebut pemerintah melalui Litbang Bappeda telah melakukan kajian penyusunan kegiatan kelitbangan yang menghasilkan roadmap penelitian untuk setiap bidang urusan. Penelitian dan pengembangan yang tidak terlaksana dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Adapun salah satu faktor yang mempengaruhi
52
pelaksanaan dari usulan penelitian yang telah disusun. Salah satu faktor yang dapat menghambat OPD dalam pelaksanaan penelitian dan pengembangan yaitu sumber dana.
Sumber : Analisis Tim Peneliti, 2021
Gambar 4.1 Persentase Perbandingan Pelaksanaan Penelitian dan Pengembangan Kota Semarang Tahun 2016-2021
Hasil rekapan data penelitian dan pengembangan secara keseluruhan ditunjukkan oleh Gambar 4.1 dan Gambar 4.2. Berdasarkan Gambar 4.1 dapat diketahui perbandingan jumlah kegiatan penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan oleh OPD secara keseluruhan pada tahun 2016-2021. Kegiatan pengembangan lebih banyak dilakukan yaitu sebanyak 127 (51%) kegiatan sementara kegiatan penelitian yaitu 124 kegiatan (49%).
Selanjutnya, Gambar 4.2 memberikan gambaran perbandingan jumlah kegiatan penelitian dan pengembangan pada setiap bidang urusan. Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa bidang penelitian dan pengembangan, bidang urusan komunikasi dan informatika serta bidang urusan ketentraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat memiliki jumlah kegiatan penelitian dan pengembangan paling banyak dibandingkan bidang urusan lainnya.
51% 49%
Penelitian Pengembangan
53
Sumber : Analisis Tim Peneliti, 2021
Gambar 4.2 Perbandingan Jumlah Penelitian dan Pengembangan Berdasarkan Bidang Urusan tahun 2016-2021
54
Kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilaksanakan oleh OPD terdistribusi pelaksanaannya di setiap tahunnya yaitu tahun 2016-2021. Rekap distribusi data penelitian dan pengembangan per tahunnya dapat dilihat pada Tabel IV.2 berikut.
Tabel IV.2 Distribusi Jumlah Penelitian dan Pengembangan Per Tahun Berdasarkan Bidang Urusan tahun 2016-2021
Bidang Urusan Pemerintahan Jenis Jumlah Kegiatan Tiap Tahun 2016 2017 2018 2019 2020 2021 Total Urusan Pemerintahan Wajib yang Berkaitan dengan Pelayanan Dasar
Kesehatan Penelitian 0 0 4 4 2 0 10
Pengembangan 0 2 2 0 0 0 4
Pendidikan Penelitian 0 1 1 1 9 0 12
Pengembangan 0 0 1 1 1 0 3
Ketentraman, Ketertiban Umum, dan
Perlindungan Masyarakat Penelitian 0 5 5 5 7 0 22
Sosial Pengembangan 0 6 2 2 5 0 15
Urusan Pemerintahan Wajib yang Tidak Berkaitan dengan Pelayanan Dasar
Tenaga Kerja Penelitian 0 0 0 0 0 0 0
Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
55
Bidang Urusan Pemerintahan Jenis Jumlah Kegiatan Tiap Tahun 2016 2017 2018 2019 2020 2021 Total
Kearsipan Pengembangan 0 0 0 0 0 0 0
Urusan Pemerintahan Pilihan
Pariwisata Penelitian 0 0 4 4 1 0 9
Pengembangan 0 8 0 0 6 0 14
Urusan Bidang Pemerintahan Lainnya Urusan Pendukung Urusan Pemerintahan
Sekretariat Daerah Penelitian 0 0 0 0 1 0 1
Pengembangan 0 0 0 0 2 0 2
Sekretariat DPRD Penelitian 0 0 0 0 1 0 1
Pengembangan 0 0 0 0 2 0 2
Urusan Penunjang Urusan Pemerintahan
Penelitian, dan Pengembangan Penelitian 4 5 9 9 6 0 33
Unsur Pengawasan Urusan Pemerintahan
Kecamatan Penelitian 0 0 0 0 0 0 0
Pengembangan 0 0 0 0 0 0 0
Unsur Pemerintahan Umum
Kesatuan Bangsa dan Politik Penelitian 0 0 0 0 0 0 0
Pengembangan 0 0 0 0 0 0 0
Sumber : Analisis Tim Peneliti, 2021
Berdasarkan data distribusi pelaksanaan penelitian dan pengembangan oleh OPD Kota Semarang yang ditunjukkan pada Tabel IV.2, diketahui bahwa beberapa OPD belum melakukan penelitian dan pengembangan secara rutin setiap tahunnya.
Tidak adanya kegiatan penelitian dan pengembangan pada tahun 2016 di beberapa OPD disebabkan oleh tidak terdapatnya data penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh OPD pada tahun tersebut. Selebihnya, sejak tahun 2017-2021 OPD melakukan penelitian meskipun tidak terdistribusi rata setiap tahun. Beberapa OPD melakukan kegiatan penelitian lebih dari dua kali dalam satu tahun seperti Bidang
56
Urusan Penelitian dan Pengembangan yang melakukan 4 kegiatan penelitian pada tahun 2016, 5 penelitian pada tahun 2017, 9 penelitian pada tahun 2018 dan tahun 2019.
Kegiatan penelitian dan pengembangan bermanfaat pada bidang tugas yang luas. Oleh karena itu kegiatan penelitian dan pengembangan dimanfaatkan oleh beragam OPD. Kebutuhan penelitian dan pengembangan telah dirumuskan sejak tahun-tahun sebelumnya, seperti pada tahun 2016-2021 untuk mencapai visi misi pada tahun tersebut. Terdapat 76 usulan penelitian dan pengembangan yang bergerak dalam bidang sosial, budaya, dan pemerintahan. Pencapaian pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan juga dapat dilihat dari check list pelaksanaan usulan pada tahun 2016-2021 tersebut. Hal tersebut berfungsi untuk menjadi dasar pertimbangan kegiatan penelitian dan pengembangan di 5 tahun mendatang yaitu tahun 2021-2026.
Keterangan check list : V : sudah dilaksanakan X : belum dilaksanakan
Tabel IV.3 Check List Pelaksanaan Usulan Penelitian dan Pengembangan Tahun 2016-2021
No. Urusan No. Usulan Tahun 2016-2021 Pelaksanaan Keterangan Urusan Pemerintahan Wajib yang Berkaitan dengan Pelayanan Dasar
1. Pendidikan 1. Kajian Tata Upacara Bendera Dalam Rangka Mengembangkan Karakter dan Jati Diri Yang Berbudaya dan Berprestasi
X Belum pernah dilaksanakan penelitian atau pengembangan yang sejenis
2. Kajian Pengaruh Pembiasaan Dan Ketauladanan Guru Dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Aktivitas Belajar Mengajar
X Belum pernah dilaksanakan penelitian atau pengembangan yang sejenis
3. Upaya Peningkatan SDM Guru SMP, SMA , SMK Melalui Penguatan Dan Pengembangan Forum MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran)
X Belum pernah dilaksanakan penelitian atau pengembangan yang sejenis
2. Kesehatan 1. Studi Upaya Pemenuhan Tenaga Kesehatan (SDMK) di FKTP
V Telah dilakukan penelitian pada tahun 2018