• Tidak ada hasil yang ditemukan

VI HASIL DAN PEMBAHASAN 6.1 Analisis Risiko Produksi dan Risiko Harga

6.5. Analisis Manajemen Risiko yang Telah diterapkan CV AB Farm

Analisis manajemen risiko yang diterapkan di CV AB Farm dapat dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Alat bantu yang digunakan untuk menganalisis manajemen risko CV ABFarm adalah dengan mewawancara pihak-pihak terkait seperti Manajer Farm, Kepala Kandang dan Anak Kandang. Analisis deskriptif juga dilakukan dengan membaca data produksi dan keuangan CV ABFarm selama periode pengamatan.

Manajemen risiko yang telah diterapkan CV ABFarmadalah manajemen risiko produksi, umumnya manajemen proses produksi dapat dibagi menjadi manajemen persiapan kandang, manajemenbrooding atau pemanasan, manajemen periode pertumbuhan, manajemen periode pemanenan, dan manajemen pasca panen. Lima proses produksi tersebut saling terkait, sehingga manajemen risiko pada masing-masing periode menunjang kesuksesan periode berikutnya.

6.5.1. Manajemen Risiko Pra Produksi 1. Manajemen Risiko Persiapan kandang a. Mencuci dan Mensterilisasikan Kandang

Persiapan kandang pada CV AB Farm dimulai dengan membersihkan kandang yang telah digunakan untuk pemeliharaan periode sebelumnya. Kandang yang telah dikosongkan lalu dibersihkan dan didesinfeksi untuk memutus siklus bibit penyakit yang berpotensi menjadi penyebab berbagai penyakit, baik berupa

virus maupun bakteri sehingga DOC terlindungi dari tantangan bibit penyakit yang terlalu dini dan menberikan kesempatan perkembangan sistem kekebalan berjalan dengan baik.

Pada CV AB Farm pencucian kandang dilakukan menggunakan deterjen dengan perbandingan 1:1.000 (1kg untuk 1.000 liter air). Rata-rata untuk mencuci seluruh kandang CV AB Farm menghabiskan tujuh kilogram deterjen. Setelah kandang dicuci menggunakan campuran deterjen, maka dilakukan pengapuran menggunakan kapur tawas pada seluruh kandang, pengapuran ini dilakukan untuk menetralkan pH kandang, sehingga memutus pertumbuhan bibit penyakit.

b. Persiapan Peralatan

Setelah sekam ditabur pada lantai kandang dan didesinfeksi menggunakan formalin, maka alat-alat kandang dimasukan, diantaranya adalah tempat pakan dan tempat minum sesuai dengan kebutuhan, CV ABFarmmenggunakan tempat pakan dan tempat minum 1:25 (satu tempat pakan untuk 25 ekor ayam) dan 1:50 (satu tempat minum untuk 50 ekor ayam).

6.5.2. Manajemen Risiko Produksi

Berdasarkan analisis deskriptif melalui wawancara terhadap karyawan CV AB Farm maka manajemen risiko produksi dapat dibagi menjadi, manajemen risiko produksi bertujuan agar budidaya ayambroiler sesuai dengan standar target Performance Indeks, yaitu tingkat kematian yang rendah, berat badan yang optimal, konversi pakan yang baik.

1. Manajemen Risiko KedatanganDOC a. Kontrol Kuantitas dan KualitasDOC

Pengontrolan kualitas dan kuantitasDOC dengan menyeleksi dangrading dilakukan ketika DOC tiba di kandang. Kontrol kuantitas dilakukan dengan menghitung dan mengakurasi antara jumlahDOC pada Surat Jalan yang diterima dengan DOC yang ada di kandang, serta merekapitulasi DOC yang berkualitas untuk dipelihara. Kontrol kualitasDOC dilakukan dengan memisahkanDOC yang berkualitas dan menyortir DOC yang tidak berkualitas yang kemudian diafkir untuk dikembalikan pada perusahaan inti yaitu CV MU.

GradingpadaDOC dilakukan berdasarkan berat badan dan jenis kelamin, pemisahan berdasarkan berat badan berguna untuk mengontrol persaingan dalam

mengkonsumsi pakan agar pertambahan berat badan antara ayam dapat seragam. Ayam yang memiliki berat badan di bawah standar diberikan perlakuan khusus sehingga barat badannya bisa mengejar ayam yang mempunyai berat badan yang normal.

b. Pemberian Pakan dan Minum Perdana

SetibanyaDOC di lokasi kandang makaDOC akan mengalami stres akibat perjalanan, sehingga DOC harus mendapatkan energi dengan cepat untuk mengganti energi yang hilang, sehingga untuk pemberian minum pertama kali DOC diberi gula dengan dosis satu gram per liter air, DOC diajari cara minum dengan mengetuk-ngetuk tempat minum. Setelah diberikan air minum maka tiga sampai empat jam DOC langsung diberi pakan. Konsumsi pakan untuk pertama kali sangat penting, sebagai asupan nutrisi untuk membentuk kekebalan tubuh saat divaksin. Sehingga harus dipastikan DOC mendapat cukup nutrisi, untuk mengecek ayam DOC tersebut sudah mengkonsumsi pakan atau belum, yaitu dengan mengecek temboloknya.

2. Manajemen Risiko Periode Pemanasan/Brooding

Periode brooding merupakan masa yang sangat penting, karena pada periode ini terjadi perkembangan fisiologis seperti pembentukan sistem kekebalan tubuh, sistem kardiovaskuler, pembentukan tubuh dan awal pembentukan kerangka tubuh.

a. Menggunakan Lingkaran Pelindung

Pada CV AB Farm untuk mendukung proses pemanasan, digunakan lingkaran pelindung(Chick Guard) yang terbuat dari seng dengan diameter 3,2 m untuk 750 ekor ayam, dan diperlebar sesuai kebutuhan standar kepadatan ayam. Lingkaran pelindung dapat membantu panas yang keluar dari sumbernya tersebut dipantulkan keseluruh ruang lingkaran tersebut. Selain itu, lingkaran pelindung berfungsi untuk membatasi ruang gerak anak ayam agar tidak menghabiskan energi untuk aktivitas berlari.

b. Program Vaksinasi, Medikasi dan Biosekuriti

Vaksinasi dilakukan pada umur empat hari untuk vaksinasi Newcastle Diseasemelalu tetes mata, pada umur 14 hari untuk vaksinasi Gumboro melalui tetes mata, dan kembali memvaksinasi Newcastle Disease pada umur 18 hari

melalui konsumsi pakan. Vaksinasi ini bertujuan untuk memberikan kekebalan tubuh pada ayam dengan cara memasukan virus yang telah dimodifikasi, sehingga menimbulkan efek kekebalan terhadap penyakit yang diakibatkan oleh virus tersebut.

Program medikasi yang dilakukan CV AB Farm adalah pemberian antibiotik untuk pencegahan penyakit. Vitamin pada CV AB Farmdiberikan tiga kali dalam seminggu untuk memberikan asupan gizi yang seimbang, menghindari stres akibat cekaman panas. Biosekuriti yang diterapkan CV AB Farm adalah melakukan desinfeksi pada lingkungan sekitar kandang untuk mencegah terjadinya perpindahan penyebab penyakit menular yang terbawa dari bibit penyakit dari sekitar dan luar kandang.

2. Manajemen Risiko Periode Pertumbuhan/Growing Period

Pada periode pertumbuhan pengawasan terhadap pertumbuhan ayam sangat penting, salah satunya dengan adanya kontrol kandang, yang bertujuan mengawasi pertumbuhan ayam baik terhadap performance ayam itu maupun terhadap keadaan kandang yang mempengaruhi tingkah laku dan pertumbuhan ayam.

a. Mengatur Sirkulasi Udara Kandang

Sirkulasi udara yang kurang baik dapat menyebabkan berbagai penyakit pernafasan seperti Cronic Rerspiratory Disease maupun Colibasillus yang diakibatkan oleh kualitas oksigen yang buruk akibat amoniak yang dihasilkan oleh sekam yang lembab dan basah baik oleh feses ayam maupun air minum. Pada CV AB Farm pengelolaan sirkulasi udara dilakukan dengan sistem buka tutup tirai yang dilakukan dengan cara membuka tirai sepertiga bagian disaat kondisi kandang panas.

b.Gradingdan Seleksi

Grading dilakukan bukan saja pada saat kedatangan DOC, akan tetapi dilakukan selama pemeliharaan, grading pada masa pertumbuhan dilakukan agar pada saat panen ayam yang mempunyai berat lebih ringan memiliki keseragaman yang baik pada saat panen dengan memberikan perlakuan khusus. Sedangkan seleksi dilakukan untuk memisahkan ayam yang pertumbuhannya baik dengan ayam yang pertumbuhannya kurang baik akibat cacat, maupun penyakit, sehingga

siklus penyebaran penyakit bisa dicegah dengan seleksi yang ketat pada ayam yang terjangkit penyakit.

3.Manajemen Risiko Pemanenan

Manajemen risiko pemanenan sangat erat kaitanya dengan besarnya biaya produksi, karena semakin lama waktu panen akan menambah biaya produksi. Manajemen risiko pemanenan pada CV AB Farm dimulai dari tahap persiapan panen, yaitu CV AB Farm menghitung waktu panen yang tepat. Pada saat keuntungan penjualan telah optimal, dimana berat badan ayam hidup dan konversi konsumsi pakan terhadap pertambahan bobot badan telah optimal. Pada saat itu CV AB Farm mengajukan DO penjualan kepada perusahaan inti. Persiapan peralatan panen seperti tali, keranjang dan timbangan yang telah dikalibrasi dapat memperlancar proses pemanenan. Pelaksanaan panen ayambroiler CV ABFarm disaksikanField Controller memperkecil risiko kecurangan dalam penimbangan.

6.5.3. Manajemen Risiko Harga CV ABFarm

Risiko harga yang terjadi pada CV ABFarmadalah fluktuasi harga sarana produksi ternak dan fluktuasi harga jual yang menyebabkan fluktuasi pendapatan yang diterima oleh CV ABFarm, manajemen risiko harga yang di terapkan oleh CV ABFarmadalah dengan menjadi peternak plasma. Dengan menjadi peternak plasma CV AB Farm membayar sarana produksi ternak di akhir pemeliharaan. Fluktuasi harga saran produksi ternak yang terjadi harus diimbangi oleh harga jual yang baik. Sehingga manajemen risiko harga yang dijalankan oleh CV AB Farm adalah dengan menghitung nilai kontrak sarana produksi ternak yang akan menjadi biaya produksi dan menghitung harga jual yang akan menjadi penerimaan, bila dinilai menguntungkan maka CV AB Farm menjalin kerjasama dengan perusahaan inti tersebut.

Kualitas sarana produksi ternak yang berfluktuatif menyebabkan pendapatan CV AB Farm berfluktuatif, untuk menjaga kualitas sarana produksi ternak terutama DOC dan pakan, CV ABFarm sering berpindah perusahaan inti dengan alasan bahwa ketika pertamakali menjalin kerjasama dengan perusahaan inti, biasanya akan diberikan sarana produksi ternak yang berkualitas.