Ikan bandeng termasuk salah satu sumber protein hewani dari laut yang banyak dikonsumsi rumah tangga. Ikan bandeng segar dapat dijadikan lauk pauk dan bisa diolah menjadi bebagai macam masakan. Kebanyakan ikan bandeng segar yang dijual di pasar tradisional dalam keadaan tidak hidup dan mempunyai banyak atribut yang dipertimbangkan konsumen. Setiap konsumen mempunyai sifat ideal produk menurut keinginannya. Dari penelitian ini didapat hasil mengenai performansi ideal konsumen dan kepercayaan konsumen terhadap ikan bandeng segar yaitu sebagai berikut: 1. Harga
Konsumen mempunyai tipe idealnya tetapi kenyataannya harga pada ikan bandeng segar relatif masih mahal sehingga terdapat kesenjangan antara sifat ideal yang diinginkan konsumen dengan kenyataan yang terdapat pada produk. Performansi ideal dan kepercayaan konsumen terhadap atribut harga ikan bandeng segar adalah sebagai berikut :
Tabel 26. Performansi Ideal dan Kepercayaan Konsumen terhadap Atribut Harga Ikan Bandeng Segar
Harga Ideal (Ii) Kepercayaan Konsumen
(Xi) [Ii-Xi] 5 32 4 4 49 17 3 19 38 2 - 38 1 - 3 n 100 100 Total 413 281 X 4,13 2,81 1,32
Sumber: Analisis Data Primer
Hasil analisis poin ideal atribut harga pada ikan bandeng segar adalah sebesar 4,13 sedangkan kepercayaan konsumen terhadap produk adalah sebesar 2,81. Hal ini berarti masih terdapat kesenjangan atau gap sebesar 1,32, yang berarti bahwa atribut harga belum mendekati ideal atau belum sesuai dengan yang diinginkan konsumen. Konsumen menilai harga ikan bandeng segar masih mahal untuk dikonsumsi. Harga ikan bandeng segar berkisar antara Rp 16.000,00 - Rp 18.000,00 per Kg dirasa konsumen masih mahal bila dibandingkan dengan protein hewani lainnya seperti telur dengan harga Rp 13.000,00 - Rp 14.000.000,00.
2. Ukuran Ikan
Tabel 27. Performansi Ideal dan Kepercayaan Konsumen terhadap Atribut Ukuran Ikan Bandeng Segar
Ukuran ikan Ideal (Ii) Kepercayaan Konsumen
(Xi) [Ii-Xi] 5 12 - 4 52 39 3 36 52 2 - 9 1 - - n 100 100 Total 376 330 x 3,76 3,30 0,46
Sumber: Analisis Data Primer
Poin ideal atribut ukuran ikan pada ikan bandeng segar berdasarkan hasil analisis adalah sebesar 3,76 sedangkan kepercayaan
konsumen terhadap produk adalah sebesar 3,30. Hal ini berarti masih terdapat kesenjangan atau gap sebesar 0,46, yang berarti bahwa atribut ukuran ikan sudah mendekati ideal atau sesuai dengan yang diinginkan konsumen karena kebanyakan konsumen ikan bandeng segar menginginkan ukuran ikan besar. Untuk ukuran ikan bandeng segar, konsumen di pasar tradisional Kabupaten Klaten lebih menyukai ukuran yang besar yaitu yang per kilogramnya berisi 3 – 4 ekor ikan bandeng segar. Konsumen menyukai ikan bandeng segar ukuran besar karena mudah dalam membagi / memotong dagingnya menjadi beberapa bagian (3 atau 4 potongan badan) pada waktu memasak dan cukup untuk semua anggota keluarga.
3. Keadaan Mata
Tabel 28. Performansi Ideal dan Kepercayaan Konsumen terhadap Atribut Keadaan Mata Ikan Bandeng Segar
Keadaan Mata Ideal (Ii) Kepercayaan Konsumen
(Xi) [Ii-Xi] 5 19 4 4 49 34 3 32 57 2 - 5 1 - n 100 100 Total 387 337 x 3,87 3,37 0,50
Sumber: Analisis Data Primer
Berdasarkan Tabel 28 dapat diketahui bahwa point ideal atribut keadaan mata pada ikan bandeng segar adalah sebesar 3,87 sedangkan kepercayaan konsumen terhadap produk adalah sebesar 3,37. Hal ini menunjukkan masih terdapat kesenjangan yaitu sebesar 0,50, yang berarti bahwa atribut keadaan mata sudah mendekati ideal atau sesuai dengan yang diinginkan konsumen.
Keadaan mata ikan bandeng segar yang ideal adalah menonjol dan bersinar. Ikan bandeng segar dengan keadaan mata menonjol dan bersinar disukai konsumen karena menandakan bahwa ikan bandeng tersebut
masih baru atau segar. Sedangkan ikan bandeng segar dengan keadaan mata sedikit bersinar cerah dan datar bahkan tidak bersinar/berwarna suram dan bola mata tenggelam kurang disukai konsumen, karena konsumen ragu bahwa ikan bandeng tersebut masih baru atau sudah mulai busuk.
4. Keadaan Kulit
Tabel 29. Performansi Ideal dan Kepercayaan Konsumen terhadap Atribut Keadaan Kulit Ikan Bandeng Segar
Keadaan Kulit Ideal (Ii) Kepercayaan Konsumen
(Xi) [Ii-Xi] 5 28 8 4 60 54 3 12 35 2 - 3 1 - - n 100 100 Total 416 367 x 4,16 3,67 0,49
Sumber: Analisis Data Primer
Hasil analisis poin ideal atribut keadaan kulit pada ikan bandeng segar adalah sebesar 4,16 sedangkan kepercayaan konsumen terhadap produk adalah sebesar 3,67. Hal ini berarti masih terdapat kesenjangan atau gap sebesar 0,49. Walaupun terdapat kesenjangan atau gapnya sebesar 0,49, atribut keadaan kulit sudah mendekati ideal atau sesuai dengan yang diinginkan konsumen. Konsumen menilai kedaan kulit ikan bandeng segar sudah memenuhi keinginan konsumen, hal ini ditunjukkan dengan ikan bandeng segar yang dijual di pasar tradisional Kabupaten Klaten banyak yang sudah mempunyai ciri kulit ikan bandeng segar yaitu berwarna terang dan melekat kuat pada daging.
Perlakuan pedagang akan mempengaruhi keadaan kulit ikan bandeng segar. Pada saat berjualan pedagang masih ada yang meletakkan ikan bandeng dengan berantakan di ember, menumpuk ikan terlalu banyak sehingga menyebabkan kulit ikan tergores atau robek karena bergesekkan satu sama lain. Hal ini akan mempengaruhi konsumen dalam
membeli ikan bandeng segar karena keadaan kulitnya sudah tidak sesuai dengan keinginan konsumen.
5. Kebersihan Sisik
Tabel 30. Performansi Ideal dan Kepercayaan Konsumen terhadap Atribut Kebersihan Sisik Ikan Bandeng Segar
Kebersihan Sisik Ideal (Ii) Kepercayaan Konsumen
(Xi) [Ii-Xi] 5 40 19 4 56 73 3 4 6 2 - 2 1 - - n 100 100 Total 456 409 X 4,56 4,09 0,47
Sumber: Analisis Data Primer
Berdasarkan Tabel 30 dapat diketahui bahwa point ideal atribut kebersihan sisik pada ikan bandeng segar adalah sebesar 4,56 sedangkan kepercayaan konsumen terhadap produk adalah sebesar 4,09. Hal ini menunjukkan terdapat kesenjangan yaitu sebesar 0,47 yang berarti bahwa atribut kebersihan sisik sudah mendekati ideal atau sesuai dengan yang diinginkan konsumen. Konsumen menilai kebersihan sisik ikan bandeng segar sudah memenuhi keinginan konsumen.
Kebersihan sisik yang ideal menurut konsumen adalah bersih bebas dari kotoran seperti lumpur, karena biasanya ada sedikit lumpur yang terbawa pada saat ikan bandeng dipanen dari tambak. Hal ini dapat ditunjukkan jika ada warna kuning (kadang tipis) disamping tubuh ikan pada kedua sisi, memanjang dari arah penutup insang sampai dengan bagian ujung dekat ekor, biasanya ikan bandeng tersebut masih terdapat dan berbau lumpur. Selain bebas dari kotoran, ikan bandeng yang segar mempunyai sisik berwarna cemerlang terang (jika terkena cahaya akan berkilau seperti ada warna pelangi) dan belum pudar, sisik melekat kuat dan tidak terlepas dari kulit. Dengan kebersihan kulit sisik ikan bandeng tersebut, konsumen tidak akan ragu membeli karena menurut konsumen
salah satu ciri ikan bandeng segar tanpa bahan pengawet adalah mempunyai kondisi sisik yang bersih dan warnanya yang cemerlang. Sekarang ini muncul isu adanya penggunaan senyawa kimia seperti formalin pada bahan makanan termasuk juga pada ikan. Ciri ikan yang mengandung formalin yaitu kulit sisiknya bersih seperti ikan segar, tetapi warnanya pucat atau tidak cemerlang seperti pada ikan segar.
6. Keadaan Daging
Tabel 31. Performansi Ideal dan Kepercayaan Konsumen terhadap Atribut Keadaan Daging Ikan Bandeng Segar
Keadaan Daging Ideal (Ii) Kepercayaan Konsumen
(Xi) [Ii-Xi] 5 59 30 4 36 57 3 5 12 2 1 1 - n 100 100 Total 454 416 X 4,54 4,16 0,38
Sumber: Analisis Data Primer
Poin ideal atribut keadaan daging pada ikan bandeng segar berdasarkan hasil analisis adalah sebesar 4,54 sedangkan kepercayaan konsumen terhadap produk adalah sebesar 4,16 Hal ini berarti masih terdapat kesenjangan atau gap sebesar 0,38. Namun angka ini mendekati nol yang berarti bahwa atribut keadaan daging pada ikan bandeng segar sudah mendekati ideal atau sesuai dengan yang diinginkan konsumen. Konsumen ikan bandeng segar menginginkan atribut keadaan daging yang ideal adalah yang kenyal dan elastis (bila ditekan dengan jari tidak tampak bekas lekukan), padat dan melekat kuat pada tulang.
Namun beberapa konsumen masih menemukan ikan bandeng segar yang keadaan dagingnya tidak sesuai dengan keinginan mereka seperti tidak kenyal (bila ditekan dengan jari tampak bekas lekukan), lembek dan mudah terlepas dari tulang, hal ini terjadi karena kurangnya pendinginan ketika dijual sehingga ikan mudah busuk.
7. Aroma atau Bau
Tabel 32. Performansi Ideal dan Kepercayaan Konsumen terhadap Atribut Aroma atau Bau Ikan Bandeng Segar
Aroma atau Bau Ideal (Ii) Kepercayaan Konsumen (Xi) [Ii-Xi]
5 77 51 4 18 34 3 5 13 2 - 2 1 - - n 100 100 Total 472 434 X 4,72 4,34 0,38
Sumber: Analisis Data Primer
Berdasarkan Tabel 32 dapat diketahui bahwa point ideal atribut aroma atau bau pada ikan bandeng segar adalah sebesar 4,72 sedangkan kepercayaan konsumen terhadap produk adalah sebesar 4,34. Hal ini menunjukkan terdapat kesenjangan yaitu sebesar 0,38 yang berarti bahwa atribut aroma atau bau sudah mendekati ideal atau sesuai dengan yang diinginkan konsumen. Konsumen menilai aroma atau bau ikan bandeng segar sudah memenuhi keinginan konsumen. Aroma atau bau yang ideal menurut konsumen adalah spesifik menurut jenisnya (ikan bandeng) dan segar sedikit berbau amis yang lembut.seperti bau rumput laut dan tidak mengandung bau-bau asing yang menyengat, seperti bau busuk dan bau formalin. Di pasaran sudah banyak ditemukan penggunaan formalin pada ikan khususnya ikan segar. Penggunaan formalin pada ikan segar akan menghilangkan bau segar dan amis pada ikan segar, karena yang tercium adalah bau menyegat dari formalin.
8. Warna Insang
Tabel 33. Performansi Ideal dan Kepercayaan Konsumen terhadap Atribut Warna Insang Ikan Bandeng Segar
Warna Insang Ideal (Ii) Kepercayaan Konsumen
(Xi) [Ii-Xi] 5 31 13 4 54 50 3 15 35 2 - 2 1 - - n 100 100 Total 416 380 X 4,16 3,80 0,36
Sumber: Analisis Data Primer
Poin ideal atribut warna insang pada ikan bandeng segar berdasarkan hasil analisis adalah sebesar 4,16 sedangkan kepercayaan konsumen terhadap produk adalah sebesar 3,80. Hal ini berarti masih terdapat kesenjangan atau gap sebesar 0,36. Kesenjangan atau gapnya mendekati angka nol yang berarti bahwa atribut warna insang insang pada ikan bandeng segar sudah mendekati ideal atau sesuai dengan yang diinginkan konsumen. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya ikan bandeng segar yang dijual di pasar tradisional Kabupaten Klaten mempunyai warna insang merah terang.
Warna insang ikan bandeng segar yang ideal menurut konsumen adalah warnanya merah sampai merah terang. Namun terkadang ada konsumen yang kurang memperhatikan kondisi dan warna insang ikan bandeng segar, konsumen enggan membuka katup insang karena tidak mau mengotori tangan. Dengan tindakan konsumen yang seperti itu memungkinkan konsumen membeli ikan bandeng segar yang tidak segar lagi atau bahkan sudah beri pengawet kimia. Ikan bandeng segar yang diberi pengawet kimia (formalin) biasanya insangnya berwarna merah pucat.
E. Analisis Kualitas Ideal Konsumen Terhadap Ikan Bandeng