HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2 Analisis pada Simulasi Monte Carlo
Langkah selanjutnya yatiu menentukan parameter dan standar deviasinya.
Parameter ini akan menjadi patokan dalam membangkitkan jumlah wisman pada langkah berikutnya. Data pada simulasi yang dibangkitkan bergantung pada parameter yang ada serta bilangan acaknya agar parameter tersebut dapat dipakai untuk meramalkan hasil yang diinginkan.
Setelah diketahui nilai parameternya, dilakukan simulasi sebanyak yang dinginkan. Dalampenelitianinisimulasi dilakukan sebanyak 5 kali agar data hasil simulasi tersebut diharapkan dapat mewakili data sebenarnya dengan langkah pengerjaan sebagai berikut:
1. Bangkitkan π1 dan π2 (π1β π2) dari π(0,1) dengan menggunakan fungsi
=RAND() pada Microsoft Excel.
2. Tentukan nilai X
3. Bangkitkan X dari π(0,1) 4. Tentukan πβ² = ππ + π.
5. Maka πβ²adalah data acak dari π(π, π2).
Berikut ini pengerjaan simulasi dari tiap negara yang telah diketahui parameternya, sebagai berikut:
a. Simulasi data wisman asal Brunei Darussalam
Pada data wisman asal Brunei Darussalam, rata-rata (π) dan standar deviasinya (π) adalah 141,833 dan 59,487. Kemudian data diurutkan dari yang terkecil hingga yang terbesar, didapatlah nilai minimum dan maksimumnya adalah 79 dan 248. Mula-mula dibangkitkan nilai π1 dan π2 menggunakan fungsi =RAND(). Kemudian diambil sebagai contoh untuk menentukan nilai π yang didapat dengan rumus (2.10), yaitu:
π = ββ2 ln π1cos 2ππ2
= β(β2 ln 0,633) cos(2π Γ 0,263)
= β0,915 Γ (β0,082)
= 0,957 Γ (β0,082)
= β0,080
Lalu dari bilangan acak yang diperoleh dikonversi menjadi jumlah kedatangan wisman, yaitu:
πβ² = π + ππ
= 141,833 + (59,487 Γ (β0,080))
= 137,074
β 137.
Seterusnya dapat dilihat pada Lampiran 4. Tabel 4.9 menjelaskan rangkuman data simulasi jumlah wisman asal Brunei Darussalam.
Tabel 4.9 Simulasi jumlah wisman asal Brunei Darussalam No Simulasi ke Jumlah Wisman
1 Simulasi I 1.924
2 Simulasi II 1.410
3 Simulasi III 1.645
4 Simulasi IV 1.285
5 Simulasi V 1.761
Rata-rata 1.605
Pada Tabel 4.9, rata-rata jumlah wisman asal Brunei Darussalam hasil simulasi sebesar 1.605 orang, hanya berbeda sedikit dengan data yang sebenarnya yaitu sebesar 1.702 orang.
b. Simulasi data wisman asal Malaysia
Pada data wisman asal Malaysia, rata-rata (π) dan standar deviasinya (π) adalah 122.252,750 dan 23.859,419. Kemudian data diurutkan dari yang terkecil hingga yang terbesar, didapatlah nilai minimum dan maksimumnya adalah 81.347 dan 152.389. Mula-mula dibangkitkan nilai π1 dan π2 menggunakan fungsi =RAND(). Kemudian diambil sebagai contoh untuk menentukan nilai π yang didapat dengan rumus (2.10), yaitu:
π = ββ2 ln π1cos 2ππ2
= β(β2 ln 0,008) cos(2π Γ 0,194)
= β9,657 Γ 0,345
= 3,108 Γ 0,345
= 1,055
Lalu dari bilangan acak yang diperoleh dikonversi menjadi jumlah kedatangan wisman, yaitu:
πβ² = π + ππ
= 122.252,750 + (23.859,419 Γ 1,055)
= 147430,746
β 147.431.
Seterusnya dapat dilihat pada Lampiran 4. Tabel 4.10 menjelaskan rangkuman data simulasi jumlah wisman asal Malaysia.
Tabel 4.10 Simulasi jumlah wisman asal Malaysia No Simulasi ke Jumlah Wisman
1 Simulasi I 1.455.333 2 Simulasi II 1.521.579 3 Simulasi III 1.465.864 4 Simulasi IV 1.537.491 5 Simulasi V 1.457.245 Rata-rata 1.487.502
Pada Tabel 4.10, rata-rata jumlah wisman asal Malaysia hasil simulasi sebesar 1.487.502 orang, hanya berbeda sedikit dengan data yang sebenarnya yaitu sebesar 1.467.033 orang.
c. Simulasi data wisman asal Filipina
Pada data wisman asal Filipina, rata-rata (π) dan standar deviasinya (π) adalah 1.187,250 dan 264,482. Kemudian data diurutkan dari yang terkecil hingga yang terbesar, didapatlah nilai minimum dan maksimumnya adalah 899 dan 1.612. Mula-mula dibangkitkan nilai π1 dan π2 menggunakan fungsi =RAND(). Kemudian diambil sebagai contoh untuk menentukan nilai π yang didapat dengan rumus (2.10), yaitu:
π = β(β2 ln π1) cos 2ππ2
= β(β2 ln 0,640) cos(2π Γ 0,061)
= β0,893 Γ 0,927
= 0,945 Γ 0,927
= 0,877.
Lalu dari bilangan acak yang diperoleh dikonversi menjadi jumlah kedatangan wisman, yaitu:
πβ² = π + ππ
= 1.187,250 + (264,482 Γ 0,877)
= 1.419,200
β 1.419.
Seterusnya dapat dilihat pada Lampiran 4. Tabel 4.11 menjelaskan rangkuman data simulasi jumlah wisman asal Filipina.
Tabel 4.11 Simulasi jumlah wisman asal Filipina No Simulasi ke Jumlah Wisman
1 Simulasi I 16.247 2 Simulasi II 13.019 3 Simulasi III 15.062 4 Simulasi IV 12.655 5 Simulasi V 14.998
Rata-rata 14.396
Pada Tabel 4.11, rata-rata jumlah wisman asal Filipina hasil simulasi sebesar 14.396 orang, hanya berbeda sedikit dengan data yang sebenarnya yaitu sebesar 14.247 orang.
d. Simulasi data wisman asal Singapura
Pada data wisman asal Singapura, rata-rata (π) dan standar deviasinya (π) adalah 13.616,583 dan 3.766,265. Kemudian data diurutkan dari yang terkecil hingga yang terbesar, didapatlah nilai minimum dan maksimumnya adalah 7.622 dan 18.620. Mula-mula dibangkitkan nilai π1 dan π2 menggunakan fungsi =RAND(). Kemudian diambil sebagai contoh untuk menentukan nilai π yang didapat dengan rumus (2.10), yaitu:
π = β(β2 ln π1) cos 2ππ2
= β(β2 ln 0,874) cos(2π Γ 0,169)
= β0,269 Γ 0,487
= 0,519 Γ 0,487
= 0,253.
Lalu dari bilangan acak yang diperoleh dikonversi menjadi jumlah kedatangan wisman, yaitu:
πβ² = π + ππ
= 13.616,583 + (3.716,265 Γ 0,253)
= 14.553,443
β 14.553.
Seterusnya dapat dilihat pada Lampiran 4. Tabel 4.12 menjelaskan rangkuman data simulasi jumlah wisman asal Singapura.
Tabel 4.12 Simulasi jumlah wisman asal Singapura No Simulasi ke Jumlah Wisman
1 Simulasi I 158.282 2 Simulasi II 165.122 3 Simulasi III 156.121 4 Simulasi IV 170.356 5 Simulasi V 199.850 Rata-rata 169.946
Pada Tabel 4.12, rata-rata jumlah wisman asal Singapura hasil simulasi sebesar 169.946 orang, hanya berbeda sedikit dengan data yang sebenarnya yaitu sebesar 163.399 orang.
e. Simulasi data wisman asal Thailand
Pada data wisman asal Thailand, parameter rata-rata (π) dan standar deviasinya (π) adalah 2.825,417 dan 1.116,129. Kemudian data diurutkan dari yang terkecil hingga yang terbesar, didapatlah nilai minimum dan maksimumnya adalah 988 dan 4.844. Mula-mula dibangkitkan nilai π1 dan π2 menggunakan fungsi =RAND(). Kemudian diambil sebagai contoh untuk menentukan nilai π yang didapat dengan rumus (2.10), yaitu:
π = β(β2 ln π1) cos 2ππ2
= β(β2 ln 0,912) cos(2π Γ 0,219)
= β0,184 Γ 0,914
= 0,429 Γ 0,194
= 0,084.
Lalu dari bilangan acak yang diperoleh dikonversi menjadi jumlah kedatangan wisman, yaitu:
πβ² = π + ππ
= 2.825,417 + (1.116,129 Γ 0,084)
= 2.919,171
β 2.919.
Seterusnya dapat dilihat pada Lampiran 4. Tabel 4.13 menjelaskan rangkuman data simulasi jumlah wisman asal Thailand.
Tabel 4.13 Simulasi jumlah wisman asal Thailand No Simulasi ke Jumlah Wisman
1 Simulasi I 35.431 2 Simulasi II 37.089 3 Simulasi III 29.186 4 Simulasi IV 26.867 5 Simulasi V 32.284
Rata-rata 32.171
Pada Tabel 4.13, rata-rata jumlah wisman asal Thailand hasil simulasi sebesar 32.171 orang, hanya berbeda sedikit dengan data yang sebenarnya yaitu sebesar 33.905 orang.
Setelah data disimulasikan, data diuji kesamaan rata-rata dua populasi untuk membuktikan apakah data yang hasil simulasi serupa dengan data yang sebenarnya.
Langkah pengerjaan hipotesis yang dilakukan adalah (tingkat signifikansinya πΌ = 0,05):
π»0 = Tidakadanyaperbedaan yang signifikan antara data wisman sebenarnya (π) dengan data hasil simulasi (π).
π»1= Adanya perbedaan yang signifikan antara data wisman sebenarnya (π) dengan data hasil simulasi (π).
dengan:
π = data wisman sebenarnya.
π = data wisman hasil simulasi.
π»0 diterima dan π»1 ditolak apabila βπ‘ππππ‘ππ < π‘βππ‘π’ππ< π‘ππππ‘ππ . Langkah pengerjaannya adalah sebagai berikut:
Setelah merumuskan hipotesis, hitung nilai derajat bebas rumus untuk menghitung nilai derajat bebas yaitu:
nilai derajat bebas = n β 1.
Perhatikan bahwa n merupakan banyaknya pasangan data (π, π), yakni 12, Sehingga nilai derajat bebas adalah 12 β 1 = 11. Diketahui tingkat signifikansi yang digunakan adalah 5%, sehingga nilai kritis t dengan derajat bebas 11 dan tingkat signifikansi 5% adalah 2,201 dengan uji dua arah (Lampiran 3).
a. Pada wisman asal Brunei Darussalam
Selanjutnya hitung nilai dari statistik t, tapi terlebih dahulu menghitung nilai standar deviasi yang akan dirincikan pada Tabel 4.14 berikut.
Tabel 4.14 Uji Kesamaan Dua Rata-rata pada Wisman asal Brunei Darussalam No X Y π = π β πΏ π β π Μ (π β π Μ )π
1. 133 133 0 -142 20.117
2. 79 106 27 -115 13.187
3. 94 133 39 -103 10.575
4. 79 122 43 -99 9.768
5. 103 125 22 -120 14.360
6. 140 126 -14 -156 24.284
7. 248 151 -97 -239 57.041
8. 124 106 -18 -160 25.547
9. 218 161 -57 -199 39.535
10. 91 157 66 -76 5.751
11. 172 147 -25 -167 27.833
12. 221 139 -82 -224 50.101
Jumlah 1.702 1.606 -96 -1.798 298.098
Rata-rata 141,83 133,83 -8,00 -149,83 24.841,53
Sehingga diperoleh nilai standar deviasinya yaitu:
π = ββ(π β πΜ )2 π β 1
= β298.098 11 = 164,620 Selanjutnya menghitung nilai statistik t.
π‘ = πΜ β ππ
π
βπ
= β8 β 0
164,620
β12
= β0,168
Berdasarkan perhitungan, nilai statistik t adalahβ0,168. Karena β2,201 <
β0,168 < 2,201, maka π»0 diterima dan π»1 ditolak ini berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap data wisman asal Brunei Darussalam hasil simulasi dengan data riilnya dapat diterima pada tingkat signifikansi 5%. Hasil ini mengindikasikan bahwa hasil estimasi menggunakan Monte Carlo dapat digunakan dalam memprediksi jumlah wisman asal Brunei Darussalam.
b. Pada wisman asal Malaysia
Selanjutnya hitung nilai dari statistik t, tapi terlebih dahulu menghitung nilai standar deviasi yang akan dirincikan pada Tabel 4.15 berikut.
Tabel 4.15 Uji Kesamaan Dua Rata-rata pada Wisman asal Malaysia
No X Y π = π β πΏ π β π Μ (π β π Μ )π
1. 81.347 125.413 44.066 -78.187 6.113.197.545
2. 84.387 108.020 23.633 -98.620 9.725.914.994
3. 102.685 132.585 29.900 -92.352 8.528.981.625
4. 109.230 115.944 6.714 -115.539 13.349.207.628
5. 132.037 125.790 -6.247 -128.500 16.512.184.177
6. 143.644 136.374 -7.270 -129.523 16.776.187.507
7. 148.465 120.399 -28.066 -150.319 22.595.778.173 8. 152.389 129.050 -23.339 -145.591 21.196.882.082
9. 129.203 132.226 3.023 -119.230 14.215.675.187
No X Y π = π β πΏ π β π Μ (π β π Μ )π 10. 115.007 107.228 -7.779 -130.032 16.908.333.366 11. 128.761 113.207 -15.554 -137.807 18.990.702.418
12. 139.878 141.267 1.389 -120.864 14.608.095.928
Jumlah 1.467.033 1.487.502 20.469 -1.446.564 179.521.140.630 Rata-rata 122.252,750 123.958,534 1.705,784 -120.546,966 14.960.095.052,504
Sehingga diperoleh nilai standar deviasinya yaitu:
π = ββ(π β πΜ )2 π β 1
= β179.521.140.630 11
= 127.750,161 Selanjutnya menghitung nilai statistik t.
π‘ = πΜ β ππ
π
βπ
= 1.705,784 β 0
127.750,161
β12
= β0,046
Berdasarkan perhitungan, nilai statistik t adalah β0,046. Karena β2,201 <
β0,046 < 2,201, maka π»0 diterima dan π»1 ditolak ini berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap data wisman asal Malaysia hasil simulasi dengan data riilnya dapat diterima pada tingkat signifikansi 5%. Hasil ini mengindikasikan bahwa hasil estimasi menggunakan Monte Carlo dapat digunakan dalam memprediksi jumlah wisman asal Malaysia.
c. Pada wisman asal Filipina
Selanjutnya hitung nilai dari statistik t, tapi terlebih dahulu menghitung nilai standar deviasiyang akan dirincikan pada Tabel 4.16 berikut.
Tabel 4.16 Uji Kesamaan Dua Rata-rata pada Wisman asal Filipina
No X Y π = π β πΏ π β π Μ (π β π Μ )π
1. 899 1.346 447 -740 548.192
2. 991 1.200 209 -978 956.807
3. 986 1.044 58 -1.129 1.275.022
4. 970 1.285 315 -873 761.446
5. 942 1.083 141 -1.046 1.094.437
6. 1.041 1.336 295 -893 796.967
7. 1.341 1.183 -158 -1.346 1.810.749
8. 1.279 1.221 -58 -1.245 1.549.541
9. 1.551 984 -567 -1.754 3.076.986
10. 1.094 1.270 176 -1.011 1.022.040
11. 1.541 1.113 -428 -1.616 2.610.625
12. 1.612 1.332 -280 -1.467 2.152.807
Jumlah 14.247 14.396 149 -14.098 17.655.620
Rata-rata 1.187,250 1.199,687 12,437 -1.174,813 1.471.301,636
Sehingga diperoleh nilai standar deviasinya yaitu:
π = ββ(π β πΜ )2 π β 1
= β17.655.620 11 = 1.266,908 Selanjutnya menghitung nilai statistik t.
π‘ = πΜ β ππ
π
βπ
= 12,437 β 0
1.266,908
β12
= 0,034
Berdasarkan perhitungan, nilai statistik t adalah 0,034. Karena β2,201 <
0,034 < 2,201, maka π»0 diterima dan π»1 ditolak ini berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap data wisman asal Filipina hasil simulasi dengan data riilnya dapat diterima pada tingkat signifikansi 5%. Hasil ini
mengindikasikan bahwa hasil estimasi menggunakan Monte Carlo dapat digunakan dalam memprediksi jumlah wisman asal Filipina.
d. Pada wisman asal Singapura
Selanjutnya hitung nilai dari statistik t, tapi terlebih dahulu menghitung nilai standar deviasi yang akan dirincikan pada Tabel 4.17 berikut.
Tabel 4.17 Uji Kesamaan Dua Rata-rata pada Wisman asal Singapura
No X Y π = π β πΏ π β π Μ (π β π Μ )π
1. 7.622 14.652 7.030 -6.587 43.389.101
2. 9.946 13.561 3.615 -10.002 100.038.324
3. 10.361 13.093 2.732 -10.885 118.480.694
4. 11.187 14.794 3.607 -10.010 100.192.274
5. 11.592 14.178 2.586 -11.030 121.671.428
6. 13.579 16.643 3.064 -10.553 111.358.380
7. 18.276 12.522 -5.754 -19.370 375.211.617
8. 18.066 12.789 -5.277 -18.893 356.953.109
9. 12.516 15.411 2.895 -10.722 114.951.051
10. 14.322 15.156 834 -12.783 163.406.714
11. 17.312 12.233 -5.079 -18.695 349.508.206
12. 18.620 14.915 -3.705 -17.322 300.048.712
Jumlah 163.399 169.946 6.547 -156.852 2.255.209.610 Rata-rata 13.616,583 14.162,184 545,600 -13.070,983 187.934.134,148
Sehingga diperoleh nilai standar deviasi yaitu:
π = ββ(π β πΜ )2 π β 1
= β129.026.327 12 β 1
= 14.318,486 Selanjutnya menghitung nilai statistik t.
π‘ = πΜ β ππ
π
βπ
= 545,600 β 0
14.318,486
β12
= 0,132
Berdasarkan perhitungan, nilai statistik t adalah 0,312. Karena β2,201 <
0,132 < 2,201, maka π»0 diterima dan π»1 ditolak ini berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap data wisman asal Singapura hasil simulasi dengan data riilnya dapat diterima pada tingkat signifikansi 5%.
Hasil ini mengindikasikan bahwa hasil estimasi menggunakan Monte Carlo dapat digunakan dalam memprediksi jumlah wisman asal Singapura.
e. Pada wisman asal Thailand
Selanjutnya hitung nilai dari statistik t, tapi terlebih dahulu menghitung nilai standar deviasi yang akan dirincikan pada Tabel 4.18 berikut.
Tabel 4.18 Uji Kesamaan Dua Rata-rata pada Wisman asal Thailand
No X Y π = π β π π β πΜ (π β πΜ )2
1. 988 2.713 1.725 -1.100 1.210.340
2. 1.460 2.302 842 -1.984 3.934.744
3. 1.677 2.920 1.243 -1.582 2.502.836
4. 2.686 2.925 239 -2.586 6.688.129
5. 2.180 2.516 336 -2.489 6.197.406
6. 2.757 2.445 -312 -3.137 9.842.087
7. 3.906 2.844 -1.062 -3.888 15.113.250
8. 4.844 3.067 -1.777 -4.602 21.178.660
9. 3.087 2.133 -954 -3.780 14.284.971
10. 3.027 3.004 -23 -2.848 8.112.407
11. 3.688 2.818 -870 -3.695 13.656.460
12. 3.605 2.483 -1.122 -3.947 15.580.563
Jumlah 33.905 32.171 -1.734 -35.639 118.301.853 Rata-rata 2.825,417 2.680,943 -144,474 -2.969,891 9.858.487,789
Sehingga diperoleh nilai standar deviasinya yaitu:
π = ββ(π β πΜ )2 π β 1
= β118.301.853 11 = 3.279,438 Selanjutnya menghitung nilai statistik t.
π‘ = πΜ β ππ
π
βπ
= β144,474 β 0
3.279,438
β10
= β0,153
Berdasarkan perhitungan, nilai statistikt adalahβ0,153. Karena β2,201 <
β0,153 < 2,201, maka π»0 diterima dan π»1 ditolak ini berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap data wisman asal Thailand hasil simulasi dengan data riilnya dapat diterima pada tingkat signifikansi 5%. Hasil ini mengindikasikan bahwa hasil estimasi menggunakan Monte Carlo dapat digunakan dalam memprediksi jumlah wisman asal Thailand.