• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis dan Pembahasan Regresi Berganda

Dalam dokumen URUSAN M NOMI A DHARMA TA ARUHI KE 50R (Halaman 97-106)

BAB V DESKRIPSI DATA, ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

C. Analisis Data Dan Pembahasan

3. Analisis dan Pembahasan Regresi Berganda

Dalam penelitian ini, hipotesis yang diajukan pada rumusan

masalah pertama akan menggunakan model regresi yaitu regresi linier

berganda. Perumusan Regresi Berganda pada hipotesis pertama yaitu:

Faktor kualitas produk, hubungan antara nilai sampai pada harga, bentuk

produk, keandalan perusahaan, jaminan perusahaan, respon dan cara

pemecahan masalah berpengaruh secara bersama-sama terhadap

kepuasan konsumen Kawasaki Ninja 250R. Sedangkan perumusan

hipotesis kedua dibagi menjadi 6 hipotesis yaitu:

a. Faktor kualitas produk berpengaruh terhadap kepuasan konsumen

Kawasaki Ninja 250R.

b. Faktor hubungan antara nilai sampai pada harga berpengaruh

terhadap kepuasan konsumen Kawasaki Ninja 250R.

c. Faktor bentuk produk berpengaruh terhadap kepuasan konsumen

Kawasaki Ninja 250R.

d. Faktor keandalan perusahaan berpengaruh terhadap kepuasan

konsumen Kawasaki Ninja 250R.

e. Faktor jaminan perusahaan berpengaruh terhadap kepuasan

f. Faktor respon dan cara pemecahan masalah berpengaruh terhadap

kepuasan konsumen Kawasaki Ninja 250R.

Dengan menggunakan SPSS versi 17.0 maka diperoleh hasil

perhitungan seperti di bawah ini:

Tabel V.19

Analisis Regresi Berganda

Variabel Unstandar. Coeff. Standar. Coeff. t Sig B Std. Error Beta (constanta) 24,987 4,427 5,645 0,000 Kualitas 0,843 0,234 0,331 3,596 0,001 Harga 0,357 0,202 0,166 1,763 0,081 Bentuk 0,373 0,176 0,179 2,123 0,036 Keandalan Perusahaan -0,182 0,208 -0,080 -0,877 0,383 Jaminan Perusahaan 0,652 0,207 0,354 3,156 0,002 Respon & Cara

Pemecahan Masalah -0,147 0,200 -0,080 -0,735 0,464 R2 = 0,469 F = 13,673 Sig = 0,000

Sumber: Data Primer yang diolah

Dari hasil regresi didapatkan koefisien regresi yang dapat dibuat

persamaan regresi sebagai berikut:

Y = 24,987+0,843X1+0,357X2+0,373X3-0,182X4+0,652X5 -0,147X6 Dalam penelitian ini untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh

suatu variabel independen terhadap variabel dependen secara

bersama-sama akan digunakan uji F, sedangkan untuk melihat pengaruh variabel

independen terhadap variabel dependen secara sendiri-sendiri akan

a. Uji Regresi Bersama-sama (Uji F)

Untuk menginterprestasikan data hipotesis pertama tentang

pengaruh variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel

dependen, maka digunakan:

Ho: kualitas produk, hubungan antara nilai sampai pada harga,

bentuk produk, keandalan perusahaan, jaminan perusahaan,

respon dan cara pemecahan masalah tidak berpengaruh secara

bersama-sama terhadap kepuasan konsumen Kawasaki Ninja

250R.

Ha: kualitas produk, hubungan antara nilai sampai pada harga,

bentuk produk, keandalan perusahaan, jaminan perusahaan,

respon dan cara pemecahan masalah berpengaruh secara

bersama-sama terhadap kepuasan konsumen Kawasaki Ninja

250R.

Adapula kriteria untuk pengujian hipotesis:

Jika Fhitung≤ Ftabel maka Ho diterima dan Ha ditolak Jika Fhitung > Ftabel maka Ho ditolak dan Ha diterima

Dengan berpedoman pada df = (k); (N-k-1) = (6); (93) dengan tingkat

signifikan α = 5%, diperoleh Ftabel yaitu sebesar 2,198.

Dari perolehan Fhitung sebesar 13,673 hal ini menunjukkan

bahwa Fhitung lebih besar dari Ftabel yang nilainya 2,198 dengan

menggunakan tingkat signifikan α = 5%. Karena Fhitung > Ftabel (13,673 > 2,198), maka Ho ditolak dan Ha diterima. Ini menunjukkan bahwa

variabel-variabel kualitas produk, hubungan antara nilai sampai pada

harga, bentuk produk, keandalan perusahaan, jaminan perusahaan,

respon dan cara pemecahan masalah berpengaruh secara

bersama-sama terhadap kepuasan konsumen Kawasaki Ninja 250R.

Dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,469 maka

dapat diartikan bahwa 46,9% variabel Kepuasan Konsumen dapat

dijelaskan oleh ke-enam variabel bebas yang terdiri dari

variabel-variabel kualitas produk, hubungan antara nilai sampai pada harga,

bentuk produk, keandalan perusahaan, jaminan perusahaan, respon

dan cara pemecahan masalah, sedangkan sisanya sebesar 53,1%

dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model

penelitian.

b. Uji Regresi Parsial (Uji t)

Untuk menginterprestasikan data hipotesis kedua tentang

pengaruh variabel independen secara sendiri-sendiri terhadap variabel

dependen, maka digunakan:

Ho: kualitas produk, hubungan antara nilai sampai pada harga,

bentuk produk, keandalan perusahaan, jaminan perusahaan,

respon dan cara pemecahan masalah secara sendiri-sendiri tidak

berpengaruh terhadap kepuasan konsumen Kawasaki Ninja

Ha: kualitas produk, hubungan antara nilai sampai pada harga,

bentuk produk, keandalan perusahaan, jaminan perusahaan,

respon dan cara pemecahan masalah secara sendiri-sendiri

berpengaruh terhadap kepuasan konsumen Kawasaki Ninja

250R.

Adapula kriteria untuk pengujian hipotesis:

Jika −ttabel≤ thitung≤ ttabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak Jika −ttabel > thitung > ttabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima Kemudian menentukan nilai kritis t (ttabel) dengan tingkat signifikansi α = 5%, dan derajat bebasnya (df) = n – k. Berdasarkan Tabel t pada α = 5% diketahui bahwa nilai ttabel dengan df = 100 – 6 = 94 adalah

sebesar 1,986. Berikut pengujian terhadap koefisien regresi pada

setiap variabel:

1. Kualitas Produk

Pada variabel kualitas produk nilai thitung sebesar 3,596

dengan pvalue 0,001 menunjukkan Ho ditolak karena pvalue ≤ 0,05 dan thitung > ttabel (3,596 > 1,986). Hal ini menunjukkan bahwa,

dengan kepercayaan 95% dapat dinyatakan bahwa kualitas produk

berpengaruh positif pada kepuasan konsumen Kawasaki Ninja

250R.

Hal itu bearti semakin tinggi kualitas produk menurut

Begitu pula apabila semakin rendah kualitas produk, maka semakin

rendah pula kepuasan konsumen Kawasaki Ninja 250R.

Konsumen Kawasaki Ninja 250R adalah konsumen yang

memiliki kebutuhan dalam hal bertransportasi seperti kendaraan

yang dapat melaju dengan ringan dan cepat dalam menempuh jarak

untuk kebutuhan touring. Jadi baik tidaknya kualitas produk dapat mempengaruhi kepuasan konsumen Kawasaki Ninja 250R.

2. Hubungan Antara Nilai Sampai Pada Harga

Pada variabel hubungan antara nilai sampai pada harga nilai

thitung sebesar 1,763 dengan pvalue 0,081 menunjukkan Ho diterima

karena pvalue > 0,05 dan thitung < ttabel (1,763 < 1,986). Hal ini

menunjukkan bahwa, dengan kepercayaan 95% dapat dinyatakan

bahwa hubungan antara nilai sampai pada harga tidak berpengaruh

pada kepuasan konsumen Kawasaki Ninja 250R.

Hal itu bearti semakin sesuai hubungan antara nilai dengan

harga menurut persepsi konsumen, maka tidak semakin tinggi atau

semakin rendah kepuasan konsumen Kawasaki Ninja 250R.

Begitupula jika semakin tidak sesuai maka kepuasan konsumen

tidak akan semakin tinggi ataupun semakin rendah.

Hal tersebut di atas menunjukkan bahwa harga bukan

variabel penentu kepuasan, karena konsumen Ninja 250R adalah

produk tersebut tinggi dan tidak sesuai dengan manfaat produk,

para konsumen pun tetap menikmati.

3. Bentuk Produk

Pada variabel bentuk produk nilai thitung sebesar 2,123 dengan

pvalue 0,036 menunjukkan Ho ditolak karena pvalue≤ 0,05 dan thitung > ttabel (2,123 > 1,986). Hal ini menunjukkan bahwa, dengan

kepercayaan 95% dapat dinyatakan bahwa bentuk produk

berpengaruh positif pada kepuasan konsumen Kawasaki Ninja

250R.

Hal itu bearti semakin baik bentuk produk menurut persepsi

konsumen, maka semakin tinggi kepuasan konsumen. Begitu pula

apabila semakin kurang baik bentuk produk, maka semakin rendah

kepuasan konsumen Kawasaki Ninja 250R.

Konsumen Ninja 250R adalah masyarakat golongan ekonomi

keatas dan pastinya mereka memiliki gengsi yang tinggi, maka

sewajarnya mereka menginginkan kendaraan yang mencerminkan

dirinya, seperti kendaraan yang berkesan mewah, gagah, menarik

perhatian orang sekitar dan juga kenyamanan posisi berkendara.

Jadi, baik tidaknya bentuk produk dapat mempengaruhi kepuasan

4. Keandalan Perusahaan

Pada variabel keandalan perusahaan nilai thitung sebesar -0,877

dengan pvalue 0,383 menunjukkan Ho diterima karena pvalue > 0,05

dan thitung < ttabel (-0,877 < 1,986). Hal ini menunjukkan bahwa,

dengan kepercayaan 95% dapat dinyatakan bahwa keandalan

perusahaan tidak berpengaruh pada kepuasan konsumen Kawasaki

Ninja 250R.

Hal itu bearti semakin handal perusahaan menurut persepsi

konsumen, maka tidak semakin tinggi atau semakin rendah

kepuasan konsumen Kawasaki Ninja 250R. Begitupula jika

semakin tidak handal perusahaan maka kepuasan konsumen tidak

akan semakin tinggi ataupun semakin rendah.

Hal tersebut di atas menunjukan bahwa keandalan perusahaan

bukan variabel penentu kepuasan, karena konsumen menganggap

keandalan perusahaan telah memenuhi standar keandalan yang

mereka harapan sewaktu membeli produk. Disini keandalan

perusahaan tidak memiliki pola dalam mempengaruhi konsumen,

maksudnya konsumen merasa puas dengan keandalan perusahaan

yang baik tetapi ada pula konsumen yang merasa puas walaupun

5. Jaminan Perusahaan

Pada variabel jaminan perusahaan nilai thitung sebesar 3,156

dengan pvalue 0,002 menunjukkan Ho ditolak karena pvalue ≤ 0,05 dan thitung > ttabel (3,156 > 1,986). Hal ini menunjukkan bahwa,

dengan kepercayaan 95% dapat dinyatakan bahwa jaminan

perusahaan berpengaruh positif pada kepuasan konsumen

Kawasaki Ninja 250R.

Hal itu bearti semakin terjaminnya produk menurut persepsi

konsumen, maka semakin tinggi kepuasan konsumen. Begitu pula

apabila semakin kurang terjaminnya produk, maka semakin rendah

kepuasan konsumen Kawasaki Ninja 250R.

Sebagian besar konsumen Ninja 250R adalah masyarakat

yang memiliki rutinitas bekerja, maka mereka membutuhkan jasa

dalam memperbaiki atau men-servis rutin kendaraannya, dan juga produk Ninja 250R merupakan produk yang spesial dalam

penanganan servis, maka tidak semua bengkel dapat menangani

servis kendaraan tersebut. Jadi, baik tidaknya jaminan perusahaan dapat mempengaruhi kepuasan konsumen Kawasaki Ninja 250R.

6. Respon dan Cara Pemecahan Masalah

Pada variabel respon dan cara pemecahan masalah nilai thitung

sebesar -0,735 dengan pvalue 0,464 menunjukkan Ho diterima

karena pvalue > 0,05 dan thitung < ttabel (-0,735 < 1,986). Hal ini

bahwa respon dan cara pemecahan masalah tidak berpengaruh pada

kepuasan konsumen Kawasaki Ninja 250R.

Hal itu bearti semakin baik respon dan pemecahan masalah

perusahaan menurut persepsi konsumen, maka tidak semakin tinggi

atau semakin rendah kepuasan konsumen Kawasaki Ninja 250R.

Begitupula jika semakin tidak baik respon dan pemecahan masalah

perusahaan maka kepuasan konsumen tidak akan semakin tinggi

ataupun semakin rendah.

Hal ini menunjukan bahwa respon dan pemecahan masalah

bukan variabel penentu kepuasan mungkin karena beberapa

konsumen Ninja 250R sadar bahwa produk yang mereka beli

adalah produk yang spesial maka akan sulit mendapatkan

pelayanan yang baik mengenai respon dan pemecahan masalah

terhadap produk yang telah dibelinya.

Dalam dokumen URUSAN M NOMI A DHARMA TA ARUHI KE 50R (Halaman 97-106)

Dokumen terkait