BAB V DESKRIPSI DATA, ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
C. Analisis Data Dan Pembahasan
3. Analisis dan Pembahasan Regresi Berganda
Dalam penelitian ini, hipotesis yang diajukan pada rumusan
masalah pertama akan menggunakan model regresi yaitu regresi linier
berganda. Perumusan Regresi Berganda pada hipotesis pertama yaitu:
Faktor kualitas produk, hubungan antara nilai sampai pada harga, bentuk
produk, keandalan perusahaan, jaminan perusahaan, respon dan cara
pemecahan masalah berpengaruh secara bersama-sama terhadap
kepuasan konsumen Kawasaki Ninja 250R. Sedangkan perumusan
hipotesis kedua dibagi menjadi 6 hipotesis yaitu:
a. Faktor kualitas produk berpengaruh terhadap kepuasan konsumen
Kawasaki Ninja 250R.
b. Faktor hubungan antara nilai sampai pada harga berpengaruh
terhadap kepuasan konsumen Kawasaki Ninja 250R.
c. Faktor bentuk produk berpengaruh terhadap kepuasan konsumen
Kawasaki Ninja 250R.
d. Faktor keandalan perusahaan berpengaruh terhadap kepuasan
konsumen Kawasaki Ninja 250R.
e. Faktor jaminan perusahaan berpengaruh terhadap kepuasan
f. Faktor respon dan cara pemecahan masalah berpengaruh terhadap
kepuasan konsumen Kawasaki Ninja 250R.
Dengan menggunakan SPSS versi 17.0 maka diperoleh hasil
perhitungan seperti di bawah ini:
Tabel V.19
Analisis Regresi Berganda
Variabel Unstandar. Coeff. Standar. Coeff. t Sig B Std. Error Beta (constanta) 24,987 4,427 5,645 0,000 Kualitas 0,843 0,234 0,331 3,596 0,001 Harga 0,357 0,202 0,166 1,763 0,081 Bentuk 0,373 0,176 0,179 2,123 0,036 Keandalan Perusahaan -0,182 0,208 -0,080 -0,877 0,383 Jaminan Perusahaan 0,652 0,207 0,354 3,156 0,002 Respon & Cara
Pemecahan Masalah -0,147 0,200 -0,080 -0,735 0,464 R2 = 0,469 F = 13,673 Sig = 0,000
Sumber: Data Primer yang diolah
Dari hasil regresi didapatkan koefisien regresi yang dapat dibuat
persamaan regresi sebagai berikut:
Y = 24,987+0,843X1+0,357X2+0,373X3-0,182X4+0,652X5 -0,147X6 Dalam penelitian ini untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh
suatu variabel independen terhadap variabel dependen secara
bersama-sama akan digunakan uji F, sedangkan untuk melihat pengaruh variabel
independen terhadap variabel dependen secara sendiri-sendiri akan
a. Uji Regresi Bersama-sama (Uji F)
Untuk menginterprestasikan data hipotesis pertama tentang
pengaruh variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel
dependen, maka digunakan:
Ho: kualitas produk, hubungan antara nilai sampai pada harga,
bentuk produk, keandalan perusahaan, jaminan perusahaan,
respon dan cara pemecahan masalah tidak berpengaruh secara
bersama-sama terhadap kepuasan konsumen Kawasaki Ninja
250R.
Ha: kualitas produk, hubungan antara nilai sampai pada harga,
bentuk produk, keandalan perusahaan, jaminan perusahaan,
respon dan cara pemecahan masalah berpengaruh secara
bersama-sama terhadap kepuasan konsumen Kawasaki Ninja
250R.
Adapula kriteria untuk pengujian hipotesis:
Jika Fhitung≤ Ftabel maka Ho diterima dan Ha ditolak Jika Fhitung > Ftabel maka Ho ditolak dan Ha diterima
Dengan berpedoman pada df = (k); (N-k-1) = (6); (93) dengan tingkat
signifikan α = 5%, diperoleh Ftabel yaitu sebesar 2,198.
Dari perolehan Fhitung sebesar 13,673 hal ini menunjukkan
bahwa Fhitung lebih besar dari Ftabel yang nilainya 2,198 dengan
menggunakan tingkat signifikan α = 5%. Karena Fhitung > Ftabel (13,673 > 2,198), maka Ho ditolak dan Ha diterima. Ini menunjukkan bahwa
variabel-variabel kualitas produk, hubungan antara nilai sampai pada
harga, bentuk produk, keandalan perusahaan, jaminan perusahaan,
respon dan cara pemecahan masalah berpengaruh secara
bersama-sama terhadap kepuasan konsumen Kawasaki Ninja 250R.
Dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,469 maka
dapat diartikan bahwa 46,9% variabel Kepuasan Konsumen dapat
dijelaskan oleh ke-enam variabel bebas yang terdiri dari
variabel-variabel kualitas produk, hubungan antara nilai sampai pada harga,
bentuk produk, keandalan perusahaan, jaminan perusahaan, respon
dan cara pemecahan masalah, sedangkan sisanya sebesar 53,1%
dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model
penelitian.
b. Uji Regresi Parsial (Uji t)
Untuk menginterprestasikan data hipotesis kedua tentang
pengaruh variabel independen secara sendiri-sendiri terhadap variabel
dependen, maka digunakan:
Ho: kualitas produk, hubungan antara nilai sampai pada harga,
bentuk produk, keandalan perusahaan, jaminan perusahaan,
respon dan cara pemecahan masalah secara sendiri-sendiri tidak
berpengaruh terhadap kepuasan konsumen Kawasaki Ninja
Ha: kualitas produk, hubungan antara nilai sampai pada harga,
bentuk produk, keandalan perusahaan, jaminan perusahaan,
respon dan cara pemecahan masalah secara sendiri-sendiri
berpengaruh terhadap kepuasan konsumen Kawasaki Ninja
250R.
Adapula kriteria untuk pengujian hipotesis:
Jika −ttabel≤ thitung≤ ttabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak Jika −ttabel > thitung > ttabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima Kemudian menentukan nilai kritis t (ttabel) dengan tingkat signifikansi α = 5%, dan derajat bebasnya (df) = n – k. Berdasarkan Tabel t pada α = 5% diketahui bahwa nilai ttabel dengan df = 100 – 6 = 94 adalah
sebesar 1,986. Berikut pengujian terhadap koefisien regresi pada
setiap variabel:
1. Kualitas Produk
Pada variabel kualitas produk nilai thitung sebesar 3,596
dengan pvalue 0,001 menunjukkan Ho ditolak karena pvalue ≤ 0,05 dan thitung > ttabel (3,596 > 1,986). Hal ini menunjukkan bahwa,
dengan kepercayaan 95% dapat dinyatakan bahwa kualitas produk
berpengaruh positif pada kepuasan konsumen Kawasaki Ninja
250R.
Hal itu bearti semakin tinggi kualitas produk menurut
Begitu pula apabila semakin rendah kualitas produk, maka semakin
rendah pula kepuasan konsumen Kawasaki Ninja 250R.
Konsumen Kawasaki Ninja 250R adalah konsumen yang
memiliki kebutuhan dalam hal bertransportasi seperti kendaraan
yang dapat melaju dengan ringan dan cepat dalam menempuh jarak
untuk kebutuhan touring. Jadi baik tidaknya kualitas produk dapat mempengaruhi kepuasan konsumen Kawasaki Ninja 250R.
2. Hubungan Antara Nilai Sampai Pada Harga
Pada variabel hubungan antara nilai sampai pada harga nilai
thitung sebesar 1,763 dengan pvalue 0,081 menunjukkan Ho diterima
karena pvalue > 0,05 dan thitung < ttabel (1,763 < 1,986). Hal ini
menunjukkan bahwa, dengan kepercayaan 95% dapat dinyatakan
bahwa hubungan antara nilai sampai pada harga tidak berpengaruh
pada kepuasan konsumen Kawasaki Ninja 250R.
Hal itu bearti semakin sesuai hubungan antara nilai dengan
harga menurut persepsi konsumen, maka tidak semakin tinggi atau
semakin rendah kepuasan konsumen Kawasaki Ninja 250R.
Begitupula jika semakin tidak sesuai maka kepuasan konsumen
tidak akan semakin tinggi ataupun semakin rendah.
Hal tersebut di atas menunjukkan bahwa harga bukan
variabel penentu kepuasan, karena konsumen Ninja 250R adalah
produk tersebut tinggi dan tidak sesuai dengan manfaat produk,
para konsumen pun tetap menikmati.
3. Bentuk Produk
Pada variabel bentuk produk nilai thitung sebesar 2,123 dengan
pvalue 0,036 menunjukkan Ho ditolak karena pvalue≤ 0,05 dan thitung > ttabel (2,123 > 1,986). Hal ini menunjukkan bahwa, dengan
kepercayaan 95% dapat dinyatakan bahwa bentuk produk
berpengaruh positif pada kepuasan konsumen Kawasaki Ninja
250R.
Hal itu bearti semakin baik bentuk produk menurut persepsi
konsumen, maka semakin tinggi kepuasan konsumen. Begitu pula
apabila semakin kurang baik bentuk produk, maka semakin rendah
kepuasan konsumen Kawasaki Ninja 250R.
Konsumen Ninja 250R adalah masyarakat golongan ekonomi
keatas dan pastinya mereka memiliki gengsi yang tinggi, maka
sewajarnya mereka menginginkan kendaraan yang mencerminkan
dirinya, seperti kendaraan yang berkesan mewah, gagah, menarik
perhatian orang sekitar dan juga kenyamanan posisi berkendara.
Jadi, baik tidaknya bentuk produk dapat mempengaruhi kepuasan
4. Keandalan Perusahaan
Pada variabel keandalan perusahaan nilai thitung sebesar -0,877
dengan pvalue 0,383 menunjukkan Ho diterima karena pvalue > 0,05
dan thitung < ttabel (-0,877 < 1,986). Hal ini menunjukkan bahwa,
dengan kepercayaan 95% dapat dinyatakan bahwa keandalan
perusahaan tidak berpengaruh pada kepuasan konsumen Kawasaki
Ninja 250R.
Hal itu bearti semakin handal perusahaan menurut persepsi
konsumen, maka tidak semakin tinggi atau semakin rendah
kepuasan konsumen Kawasaki Ninja 250R. Begitupula jika
semakin tidak handal perusahaan maka kepuasan konsumen tidak
akan semakin tinggi ataupun semakin rendah.
Hal tersebut di atas menunjukan bahwa keandalan perusahaan
bukan variabel penentu kepuasan, karena konsumen menganggap
keandalan perusahaan telah memenuhi standar keandalan yang
mereka harapan sewaktu membeli produk. Disini keandalan
perusahaan tidak memiliki pola dalam mempengaruhi konsumen,
maksudnya konsumen merasa puas dengan keandalan perusahaan
yang baik tetapi ada pula konsumen yang merasa puas walaupun
5. Jaminan Perusahaan
Pada variabel jaminan perusahaan nilai thitung sebesar 3,156
dengan pvalue 0,002 menunjukkan Ho ditolak karena pvalue ≤ 0,05 dan thitung > ttabel (3,156 > 1,986). Hal ini menunjukkan bahwa,
dengan kepercayaan 95% dapat dinyatakan bahwa jaminan
perusahaan berpengaruh positif pada kepuasan konsumen
Kawasaki Ninja 250R.
Hal itu bearti semakin terjaminnya produk menurut persepsi
konsumen, maka semakin tinggi kepuasan konsumen. Begitu pula
apabila semakin kurang terjaminnya produk, maka semakin rendah
kepuasan konsumen Kawasaki Ninja 250R.
Sebagian besar konsumen Ninja 250R adalah masyarakat
yang memiliki rutinitas bekerja, maka mereka membutuhkan jasa
dalam memperbaiki atau men-servis rutin kendaraannya, dan juga produk Ninja 250R merupakan produk yang spesial dalam
penanganan servis, maka tidak semua bengkel dapat menangani
servis kendaraan tersebut. Jadi, baik tidaknya jaminan perusahaan dapat mempengaruhi kepuasan konsumen Kawasaki Ninja 250R.
6. Respon dan Cara Pemecahan Masalah
Pada variabel respon dan cara pemecahan masalah nilai thitung
sebesar -0,735 dengan pvalue 0,464 menunjukkan Ho diterima
karena pvalue > 0,05 dan thitung < ttabel (-0,735 < 1,986). Hal ini
bahwa respon dan cara pemecahan masalah tidak berpengaruh pada
kepuasan konsumen Kawasaki Ninja 250R.
Hal itu bearti semakin baik respon dan pemecahan masalah
perusahaan menurut persepsi konsumen, maka tidak semakin tinggi
atau semakin rendah kepuasan konsumen Kawasaki Ninja 250R.
Begitupula jika semakin tidak baik respon dan pemecahan masalah
perusahaan maka kepuasan konsumen tidak akan semakin tinggi
ataupun semakin rendah.
Hal ini menunjukan bahwa respon dan pemecahan masalah
bukan variabel penentu kepuasan mungkin karena beberapa
konsumen Ninja 250R sadar bahwa produk yang mereka beli
adalah produk yang spesial maka akan sulit mendapatkan
pelayanan yang baik mengenai respon dan pemecahan masalah
terhadap produk yang telah dibelinya.