BAB II PERENCANAAN KINERJA
A. Capaian Kinerja Organisasi
A.4 Analisis Pencapaian Indikator Kinerja Sasaran
A.4.1. Analisis Sasaran Meningkatnya Kualitas Pelayanan Publik di Kecamatan
Secara rinci, pencapaian kinerja Kampung Melayu Kota Bengkulu Tahun 2018 untuk setiap sasaran yang dilaksanakan adalah sebagai berikut :
SASARAN I
” Meningkatkan kualitas pelayanan publik di kecamatan”
Sasaran I Kampung Melayu Kota Bengkulu untuk
” Meningkatkan kualitas pelayanan publik di kecamatan ” dijabarkan kedalam 1 (satu) indikator kinerja, yaitu pesentase pelayanan administrasi umum
yang tepat waktu.
A.4.1.1. Analisis Pencapaian Indikator Sasaran Persentase Pelayanan Administrasi Umum Yang Tepat Waktu.
Sasaran I Kampung Melayu Kota Bengkulu untuk
” Meningkatkan kualitas pelayanan publik di kecamatan ” dijabarkan kedalam 1 (satu) indikator kinerja, yaitu pesentase pelayanan
administrasi umum yang tepat waktu.
N
o Sasaran Strategis Indikator Kinerja
2017 2018
Targ
et Realisasi Capai% an Kinerj
a
Targ
et Realisasi Capai% an Kinerj a 1. Meningkatn ya kualitas pelayanan publik di kecamatan Persenta Persenta se se pelayana pelayana n n administr administr asi asi umum umum yang yang tepat tepat waktu waktu 90% 88,29 % 98,98,11%% 90% 89,00% 9988%%,,8989
Berdasarkan tabel di atas realisasi capaian kinerja indikator persentase pelayanan administrasi umum yang tepat waktu pada tahun 2018 mencapai 98,89% sedangkan pada tahun 2017 lalu mencapai 98,1% atau dengan interpretasi memuaskan. Capaian ini mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya.
Faktor pendukung pencapaian sasaran strategis meningkatnya kualitas pelayanan publik di kecamatan adalah dengan ketersediaan fasilitas pelayanan umum yang ada di kecamatan Kampung Melayu, mulai dari ketersediaan dan kondisi alat perekaman E-KTP yang baik, tersedianya ruang tunggu, Televisi, Papan pengumuman, kotak pengaduan, serta dukungan sumber daya pegawai yang ada. Jenis pelayanan kepada masyarakat di Kampung Melayu tahun 2018 meliputi pengantar Surat Keterangan Catatan Kriminal (SKCK), pengantar surat Keterangan Bersih Diri (SKBD), surat izin
penelitian, surat izin keramaian, Surat rekomendasi izin mendirikan bangunan (IMB), Surat pindah masuk, Surat pindah keluar, Surat Keterangan Tanah (SKT), Surat Pemindahan Penguasaan Tanah (SPPT), Surat Keterangan tidak mampu, Surat dispesasi nikah, Surat keterangan waris dan Surat bukti perekaman E-KTP. Perbandingan pelayanan kepada masyarakat tahun 2017 dan 2018 dapat dilihat pada tabel 9 berikut.
Tabel 9. Pelayanan Administrasi Umum Kampung Melayu Tahun 2017 dan 2018 No Jenis pelayanan 2017 2018 Tepa t wakt u Tida k Tepa t Wakt u Jumlah Seluru h Pelaya nan Persent ase pelayaa n yang tepat waktu Tep at wak tu Tidak Tepat Wakt u Jumlah Seluruh Pelayan an Persentas e pelayaan yang tepat waktu 1 Pengantar SKCK 80 24 104 76,92 30 11 41 73,17 2 Surat Keterangan Bersih Diri (SKBD) 6 10 16 37,50 15 11 26 57,69 3 Surat Izin Penelitian 6 0 6 100,00 6 5 10 50,00 4 Surat Izin keramaian 0 0 0 0,00 2 0 2 100,00 5 Surat rekomendasi Izin Mendirikan bangunan (IMB) 4 2 6 66,67 8 4 12 66,67 6 Surat Pindah Masuk 60 30 90 66,67 100 34 134 74,63 7 Surat Pindah Keluar 250 63 313 79,87 390 24 414 94,20 8 Surat Keterangan Tanah (SKT) 60 28 88 68,18 40 6 46 86,96 9 Surat 75 7 82 91,46 50 17 67 74,63
Pemindahan Penguasaan Tanah (SPPT) 10 Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) 300 29 329 91,19 30 1 28 329 91,49 11 Surat Dispensasi Nikah 7 3 10 70,00 10 7 17 58,82 12 Surat Keterangan Waris 50 17 67 74,63 90 17 107 84,11 13 Surat Keterangan Perekaman KTP 744 0 744 100,0 0 500 19 519 96,34 JUMLAH 1.6 37 213 1.850 88,49 1.541 183 1.724 89,39 Sumber data : Data Pelayanan Administrasi Umum Kampung Melayu
Tahun 2018
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa pelayanan administrasi di Kampung Melayu Kota Bengkulu pada tahun 2017 jumlahnya mencapai 1.850 berkas dan yang memenuhi standar tepat waktu sebanyak 1.637 berkas atau sebesar 88,49%. Sedangkan pada tahun 2018 ini jumlah pelayanan administrasi umum yang tepat waktu mencapai 1.541 berkas dari seluruh jumlah pelayanan sebanyak 1.724 berkas atau mencapai 89,39%. Dengan demikian pencapaian pelayanan administrasi di Kampung Melayu pada tahun 2018 meningkat dibandingkan dengan tahun 2017 lalu, hal ini disebabkan karena ketersediaan prasana dan sarana pelayanan yang memadai dan didukung dengan sumber daya pegawai yang baik dalam rangka pelayanan administrasi kepada masyarakat. Menurut Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2014,
komponen standar pelayanan yang terkait dengan proses penyampaian pelayanan meliputi Persyaratan, prosedur, jangka waktu pelayanan, biaya/tarif, produk pelayanan, dan penanganan pengaduan. Jika suatu Instansi pemerintah dan lembaga lainnya mampu menerapkan standar kualitas tersebut maka sudah dapat dikatakan bahwa Instansi pemerintah dan lembaga tersebut telah memberikan kualitas pelayanan yang baik. Standar pelayanan berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2014 juga diterapkan di Kampung Melayu dengan berpedoman kepada Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan pencapaian 89,39% pada tahun 2018 ini dapat diinterpretasikan bahwa Kampung Melayu telah memberikan pelayanan yang baik.
Yang merupakan faktor penghambat dalam pencapaian sasaran strategis meningkatnya kualitas pelayanan publik di kecamatan, sehingga ada beberapa pelayanan yang tidak tepat waktu disebabkan karena pada saat masyarakat membutuhkan pelayanan, Kepala Kecamatan sedang menjalankan tugas lain dan tidak berada di tempat, dan berkas tersebut merupakan berkas yang penting dan tidak dapat diwakilkan penandatanganannya.
Jumlah pelayanan yang dilaksanakan tahun 2017 dan 2018 terbanyak pada pelayanan surat pindah keluar dan paling sedikit pelayanan surat izin keramaian.
Meskipun telah memberikan pelayanan secara maksimal dan diinterpretasikan telah memuaskan, akan tetapi pada tahun yang akan datang Kampung Melayu akan tetap memaksimalkan lagi pelayanan kepada masyarakat dengan tetap menjaga standar pelayanan yang terkait dengan proses penyampaian pelayanan meliputi Persyaratan, prosedur, jangka waktu pelayanan, biaya/tarif, produk pelayanan, dan penanganan pengaduan agar tetap dapat memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada. Selain itu juga kondisi sarana dan prasarana penunjang pelayanan administrasi umum kecamatan tetap harus diperhatikan dan diperbaiki serta keramahan petugas yang melayani masyarakat juga lebih ditingkatkan demi menjaga kenyamanan masyarakat yang datang.
A.4.2. Analisis Sasaran Meningkatnya Pemberdayaan Masyarakat dan Kelompok Masyarakat
SASARAN II
” Meningkatnya pemberdayaan masyarakat dan kelompok masyarakat”
Sasaran II Kampung Melayu Kota Bengkulu untuk ”
Meningkatnya pemberdayaan masyarakat dan
kelompok masyarakat” dijabarkan dalam 3(tiga)
Tabel 10. Analisis Pencapaian Sasaran 2
N
o Sasaran Strategis IndikatorKinerja
2017 2018 Targ et Realisasi % Capaian Kinerja Targ et Realisasi % Capaia n Kinerja 1. Meningkatny a pemberdaya an masyarakat dan kelompok masyarakat Persentase Persentase program/kegia program/kegia
tan dari usulan
tan dari usulan
masyarakat masyarakat (kelurahan) (kelurahan) yang yang direkomendasi direkomendasi kan di tingkat kan di tingkat kecamatan kecamatan 90% 100% 111,11 % 90% 100% 111,11% Persentase Persentase organisasi organisasi kemasyarakat kemasyarakat an di tingkat an di tingkat kecamatan kecamatan yang aktif yang aktif 90% 100% 111,11 % 90% 100% 111,11% Persentase Persentase poskamling poskamling yang aktif yang aktif 58% 57% 98,27 % 60% 51,23% 85,38%
A.4.2.1. Analisis Pencapaian Indikator Sasaran
Persentase Program/Kegiatan dari Usulan Masyarakat (Kelurahan) Yang Direkomendasikan di Tingkat Kecamatan
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa tingkat capaian indikator kinerja Persentase Program/Kegiatan Usulan Masyarakat (Kelurahan) Yang Direkomendasikan di Tingkat Kecamatan pada tahun 2017 lalu mencapai 111, 11% dan pada tahun 2018 ini masih bisa mempertahankannya dengan capaian sebesar 111,11%. Keberhasilan ini ditunjukkan dari seluruh usulan musrenbang kelurahan yang masuk dan dibahas di tingkat kecamatan pada musrenbang Kampung Melayu dan seluruh usulan tersebut ditindaklanjuti dan diusulkan pada musrenbang tingkat Kota Bengkulu.
Faktor pendorong keberhasilan Pencapaian ini adalah usulan tersebut merupakan usulan yang memang benar-benar prioritas dan telah diurutkan sesuai dengan kebutuhan yang diutamakan kebutuhan yang mendesak dan secepatnya harus dilaksanakan. Selain itu juga antusias tokoh masyarakat dalam ikut serta membuat perencanaan pembangunan di kelurahan melalui musrenbang di tingkat kelurahan.
Sedangkan Faktor penghambat pencapaian indikator sasaran ini adalah keterbatasan anggaran anggaran untuk mengakomodir seluruh usulan musrenbang yang telah direkomendasikan di tingkat kecamatan sehingga masyarakat merasa aspirasinya masih belum diperhatikan sepenuhnya. Oleh karena itu diharapkan dimasa yang akan datang tersedia anggaran yang akan mengakomodir usulan musrenbang tersebut.
A.4.2.2.Analisis Pencapaian Indikator Sasaran
Persentase Organisasi Kemasyarakatan di Tingkat Kecamatan yang Aktif
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa tingkat capaian indikator kinerja Persentase Organisasi Kemasyarakatan di Tingkat Kecamatan Yang Aktif pada tahun 2017 lalu mencapai 111, 11% dan ada tahun 2018 ini masih bisa dipertahankan sebesar 111,11%. Keberhasilan pencapaian ini didukung oleh keaktifan organisasi masyarakat yang ada di Kampung Melayu dalam mendukung semua kegiatan kemasyarakatan yang ada. Keberhasilan ini juga tidak terlepas peran aktif dan interaksi, koordinasi dengan pemerintah kelurahan dan pemangku masyakarat/tokoh masyarakat setempat serta peran aktif organisasi masyarakat yang ada. Organisasi masyarakat di Kampung Melayu dapat pula dikatakan sebagai cerminan kesadaran tentang dampak program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah serta tindakan yang diambilnya dalam melaksanakan program tersebut. Keberhasilan capaian kinerja ini juga ditunjukkan dengan terlaksananya Musrenbang tingkat Kampung Melayu yang menghasilkan dokumen usulan kegiatan untuk musrenbang tingkat Kota Bengkulu.
Faktor penghambat pelaksanaan sasaran indikator ini adalah masih terdapat masyarakat yang masih enggan untuk mengikuti kegiatan dalam organisasi karena kurang pemahaman atau rendahnya tingkat
pendidikan. Untuk meningkatkan peran aktif masyarakat dalam organisasi kemasyarakatan dimasa yang akan datang dengan melakukan pembinaan kepada organisasi masyarakat yang ada sehingga pengetahuan masyarakat menjadi meningkat dan mendorong mereka ikut berperan aktif pada organisasi kemasyarakatan ada.
Dalam wilayah Kampung Melayu terdapat Organisasi kemasyarakatan yang bergerak dalam bidang keagamaan, dan kemasyarakatan meliputi BKMT, Kelompok Pengajian setiap masjid, Kelompok Pengajian, Kelompok kepemudaan, Risma, karang taruna, LPM dan PKK Kelurahan. Seluruh organisasi masyarakat yang ada tersebut siap berpartisipasi dalam melaksanakan kegiatan pembangunan di kecamatan. Keaktifan tersebut ditandai dengan kegiatan sepanjang tahun berjalan seperti kegiatan yang dilaksanakan oleh Tim Penggerak PKK dan LPM Kelurahan dan ditandai dengan prestasi yang diraih dalam mengikuti perlombaan tingkat Kota Bengkulu. Selain itu pembangunan oleh masyarakat di bidang organisasi keagamaan yang ada juga setiap bulan telah memiliki jadwal pertemuan setiap minggunya baik ditingkat kelurahan sampai ke tingkat Kota Bengkulu. Partisipasi organisasi kepemudaan antara lain ikut serta dalam kegiatan-kegiatan perayaan peringatan HUT Kota Bengkulu, HUT RI dan HUT Propinsi Bengkulu. Selain itu juga keaktifan seluruh organisasi yang ada ditunjukkan dengan kehadiran
pada setiap pertemuan yang diselenggarakan kecamatan. Peran masyarakat seluruh masyarakat dalam pencapaian piala Kota Sehat Swasti Saba Wistara yang diraih Kota Bengkulu di Tingkat Nasional.
A.4.2.3. Analisis Pencapaian Indikator Sasaran
Persentase Poskamling Yang Aktif
Bahwa tingkat capaian indikator kinerja Persentase Poskamling Yang Aktif karena pada tahun 2017 lalu masyarakat dan perangkat kelurahan sangat gencar melakukan gerakan bengkulu aman melalui poskamling di tiap lingkungan. Sedangkan pada tahun 2018 ini terjadi penurunan tingkat keaktifannya, oleh karena itu pada tahun mendatang untuk meningkatkan kembali keaktifan tersebut Kampung Melayu akan berupaya melakukan pembinaan ke Poskamling dengan berkoordinasi dengan Babinkamtibmas setiap kelurahan dan juga Kepolisian Resort Kampung Melayu Kota Bengkulu.