AKUNTABILITAS KINERJA
3.1 Analisis Pencapaian Kinerja Tahun 2012 Tujuan-1
Meningkatkan Ketersediaan Data dan Informasi Statistik yang Berkualitas
Sasaran 1.1
Tersedianya data dan informasi statistik ekonomi yang lengkap, akurat, dan tepat waktu
Tingkat pencapaian Sasaran 1.1 dapat tercapai sesuai target yang diharapkan dengan terlaksananya penyajian data dan informasi secara periodik sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Penyusunan buku Kota Sawahlunto Dalam Angka dan buku Kecamatan Dalam Angka yang menyajikan data strategis bidang statistik ekonomi dan lainnya sesuai jadwal tahunan dan
data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menurut lapangan usaha yang terbit setiap tahun.
Pada akhir tahun dapat disajikan publikasi Statistik Ekonomi seperti Kota Sawahlunto Dalam Angka, Kecamatan Dalam Angka, Statistik Daerah dan PDRB Kota Sawahlunto Menurut Lapangan Usaha, PDRB Kota Sawahlunto Menurut Penggunaan sesuai rencana yaitu sebanyak 12 judul publikasi tahunan. Sehingga sasaran penyediaan data informasi statistik ekonomi yang lengkap dan akurat serta tepat waktu dapat dicapai pada tingkatan 100 persen.
Masalah/kendala yang dihadapi
1) Penyusunan buku Kota Sawahlunto Dalam Angka, Kecamatan Dalam Angka dan Penghitungan PDRB mengandalkan data sekunder yang bersumber dari Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) dan lembaga serta BUMD yang berada di lingkungan Kota Sawahlunto . Masalahnya terlambatnya data yang diterima oleh BPS Kota Sawahlunto
2) Masih terdapat kecamatan yang belum diisi oleh Koordinator Statistik Kecamatan (KSK) sehingga penyusunan Kecamatan Dalam Angka menjadi agak terlambat.
Strategi untuk mengatasi masalah/kendala
1) Mengatasi sering terlambatnya data diterima dari SKPD dan lembaga lain di lingkungan Pemerintah Kota Sawahlunto dilakukan dengan cara pengumpulan data sedini mungkin yakni dilakukan sejak Januari 2012.
2) Selain itu dilakukan pula pendekatan secara terus menerus melalui contac person dan melakukan kunjungan ulang kepada setiap sumber data.
3) Guna mengantisipasi kecamatan yang belum ada KSK, penyusunan publikasi Kecamatan Dalam Angka dilakukan oleh staf di BPS Kota Sawahlunto .
Berkembangnya statistik di Indonesia pada umumnya dan di Kota Sawahlunto (khususnya) tidak terlepas dari adanya dorongan pemerintah pusat yang menjadikan data BPS sebagai data resmi pemerintah, sehingga menjadi acuan berbagai kebutuhan baik untuk perencanaan, monitoring maupun
evaluasi pembangunan. Guna mengevaluasi capaian sasaran dapat dilihat pada table berikut :
Indikator Kinerja Target Realisasi Tingkat
Capaian Ket
(1) (2) (3) (4) (5)
Jumlah judul publikasi Statistik
Ekonomi 12 12 100% IKU
Sasaran 1.2
Tersedianya data dan informasi statistik sosial dan kesejahteraan rakyat yang lengkap, akurat, dan tepat waktu
Data dibidang statistik sosial untuk penyajiannya dapat dilakukan sesuai dengan jadwal. Indikator Kesejahteraan Rakyat yang secara periodik tahunan dapat diselesaikan sesuai jadwal. Selama tahun 2012 judul publikasi dapat diselesaikan sesuai rencana yaitu sebanyak 3 judul. Dengan demikian penyajian data statistik sosial dan kesejahteraan rakyat mencapai 100 persen.
Masalah/kendala yang dihadapi
Kendala utama yang dihadapi dalam penyusunan buku Indikator Kesra terlambatnya raw data susenas pada tahun yang bersangkutan, karena sumber data utama adalah dari hasil Susenas.
Strategi untuk mengatasi masalah/kendala
Melakukan koordinasi dengan BPS Provinsi Sumatera Barat guna mendapatkan raw data Susenas untuk dilakukan pengolahan lebih lanjut di BPS Kota Sawahlunto .
Tabel berikut ini menyajikan capaian sasaran yang dirinci menurut indikator kinerjanya:
Indikator Kinerja Target Realisasi Tingkat Capaian Ket
(1) (2) (3) (4) (5)
- Persentase penyajian/release data dan informasi statistik Sosial dan Kesejahteraan Rakyat tahunan
100 % 100% 100% IKU
- Jumlah judul publikasi Statistik
Sosial dan Kesejahteraan Rakyat 3 3 100 % IKU
Sasaran 1.3
Meningkatkan manajemen survei
Data statistik yang disajikan oleh BPS dapat dikatakan berkualitas bila akurat. Sedangkan untuk mencapai akurasi data tentu diperlukan sampel yang mewakili populasi. Sehingga kuantitas dan kualitas data mentah dari lapangan yang menggambarkan fakta apa adanya harus memenuhi syarat.
Tingkat pemasukan dokumen atau respon rate dapat mengindikasikan kualitas statistik yang dihasilkan. Indikator pemasukan data untuk reponden rumah tangga selama tahun 2012 dapat mencapai 98,00 persen, demikian juga responden perusahaan yang baru mencapai 98,00 persen. Dengan demikian untuk masa yang akan datang kuantitas dan kualitas pemasukan dokumen ini masih perlu terus ditingkatkan.
Permasalahan/kendala yang dihadapi
1) Jangkauan kegiatan BPS Kota Sawahlunto relatif cukup luas, mencakup seluruh kecamatan dengan kondisi geografis yang bervariasi tingkat kesulitannya. Daerah yang agak sulit dijangkau mengakibatkan biaya transportasi yang cukup besar karena harus menyewa kendaraan (Ojek) dan harus bermalam di lokasi survei.
2) Munculnya kebebasan individu yang merasa tidak mempunyai kewajiban untuk menjawab kuesioner dari suatu kegiatan survei. Selain itu juga sulitnya menjumpai responden karena berbagai alasan, menjadi salah satu kendala sehingga walaupun dilakukan beberapa kali kunjungan ulang tetap sulit melakukan wawancara langsung.
3) Sedangkan untuk perusahaan muncul kesulitan karena ada kekuatiran data yang dilaporkan digunakan untuk kepentingan lain yang dapat merugikan perusahaan, misalnya dibajak perusahaan lain yang merupakan pesaing dalam kegiatan usaha yang serupa.
Strategi untuk mengatasi masalah/kendala
1) Untuk meningkatkan pemasukan dokumen diusahakan dengan berbagai pendekatan, misalnya dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat, pendekatan kepada asosiasi pengusaha, dan aparat pemerintah daerah.
2) Alokasi biaya operasional yang cukup ke wilayah yang agak sulit ditempuh oleh petugas. Selain itu juga BPS Kota Sawahlunto masih memanfaatkan tenaga mitra statistik yang telah dilatih sebelum pelaksanaan kegiatan lapangan guna memperlancar kegiatan sensus dan survei.
3) Perencanaan dan manajemen kepemimpinan serta organisasi lapangan yang semakin ditingkatkan guna terlaksananya kegiatan sensus dan survei, Untuk mengevaluasi capaian sasaran, tabel berikut menyajikan tingkat pencapaian menurut indikator kinerjanya
Indikator Kinerja Target Realisasi Tingkat
Capaian Ket
(1) (2) (3) (4) (5)
Persentase pemasukan dokumen/
respon rate kegiatan statistik rumah tangga
Persentase pemasukan dokumen/
respon rate kegiatan statistik perusahaan
Meningkatkan metodologi sensus dan survei
Kegiatan sensus dan survei hingga diseminasi data merupakan rangkaian dari perencanaan, persiapan dan pelaksanaan lapangan. Setiap tahapan kegiatan sensus maupun survei memerlukan instrumen dan data pendukung yang memadai. Pencapaian sasaran strategis peningkatan metodologi sensus dan survei di BPS Kota Sawahlunto adalah pembuatan dan penyempurnaan peta wilayah administrasi dan peta blok sensus yang memenuhi kebutuhan dan dapat membantu pelaksanaan sensus dan survei.
Pelaksanaan pembuatan dan penyempurnaan peta wilayah dan blok sensus dapat dilaksanakan dengan baik oleh BPS Kota Sawahlunto sesuai dengan indikasi tingkat pencapaian yang mencapai 100 persen.
Permasalahan/Kendala yang dihadapi
Masih ditemukannya BS dengan muatan lebih dari 120 rumah tangga sehingga menyulitkan petugas saat updating listing survei.
Strategi untuk mengatasi masalah/kendala
1) Melakukan koordinasi dengan BPS Provinsi Sumatera Barat dan BPS RI agar bisa dibentuk subblok.
2) Updating peta pada setiap survei (khususnya Susenas dan Sakernas).
Tabel berikut ini menyajikan capaian sasaran berdasarkan indikator kinerja:
Indikator Kinerja Target Realisasi Tingkat
Capaian Ket
(1) (2) (3) (4) (5)
Persentase peta blok sensus yang
mutakhir 100% 100% 100% IKU
Tujuan-2
Meningkatkan Pelayanan Prima dalam Rangka Mewujudkan Sistem Statistik Nasional yang Andal, Efektif, dan Efisien
Sasaran 2.1
Meningkatkan dan mengembangkan analisis statistik
Indikator dalam sasaran ini bukan mengukur banyaknya publikasi atau data dan informasi statistik sebagaimana indikator sejenis pada Tujuan-1.
Dalam kerangka dimensi kualitas maka indikator kinerja dalam sasaran ini menyampaikan keterbandingan dan konsistensi data yang dihasilkan oleh BPS.
Jumlah kajian dan penelitian yang ditargetkan dapat seluruhnya diselesaikan. Hasil kajian tersebut dapat mengupas data BPS lebih jauh dan menjadi temuan untuk mengukur dan menjaga kualitas data. Banyaknya kajian tersebut menunjukkan berjalannya kegiatan pengembangan dan analisis yang mencapai 100 persen.
Meskipun kegiatan sudah sesuai dengan sasaran yang ditetapkan, namun masih memerlukan beberapa langkah perbaikan guna lebih menyempurnakan nya.
Permasalahan/Kendala yang dihadapi
1) Beberapa kegiatan sangat tergantung pada data yang dihasilkan oleh subject matter baik berupa data mentah maupun data dan informasi yang telah dipublikasikan. Demikian pula dengan data yang berasal dari instansi lain (data sukunder), karena data tersebut diterima terlambat sehingga mengakibatkan penyusunan publikasi tidak dapat sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.
2) Kualitas SDM di BPS Kota Sawahlunto sangat mempengaruhi kualitas hasil pekerjaan, selain dari pendidikan akademis diperlukan pula pengetahuan yang diperoleh dari diklat, seminar, workshop yang berkaitan dengan lingkup pekerjaan analisis data..
Strategi untuk mengatasi masalah/kendala
1) Perlunya kordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan simplikasi antar unit kerja di BPS Kota Sawahlunto . Selain itu juga harus dilakukan pendekatan dan meningkatkan kerjasama dengan instansi dan lembaga terkait dalam memperoleh data sekunder.
2) Pengembangan SDM melalui jalur akademis, misalnya dengan tugas belajar kejenjang pendidikan lebih tinggi. Selain itu juga berupa pengiriman pegawai untuk mengikuti diklat, seminar, workshop dan kegiatan teknis guna meningkatkan mutu hasil analisis statistik.
Tabel Berikut ini menyajikan tingkat capaian sasaran berdasarkan indikator kinerjanya:
Indikator Kinerja Target Realisasi Tingkat
Capaian Ket
(1) (2) (3) (4) (5)
Jumlah judul publikasi indikator
dan analisis statistik 8 8 100% IKU
Jumlah fungsional statistisi dengan
kualifikasi tingkat ahli 1 1 100% IKU
Sasaran 2.2
Meningkatkan hubungan dengan pengguna data
Kemudahan akses adalah salah satu dimensi kualitas, untuk mengukurnya didekati dengan indikator hubungan dengan pengguna data, yaitu banyaknya sosialisasi, banyaknya tamu yang hadir untuk berdialog tentang data BPS. Selain itu juga kepuasan pengguna data yang diukur dengan survei khusus. Saat ini menargetkan persentase kepuasan konsumen baik terhadap akurasi data dan cakupan data berkisar pada tingkat 70 persen.
Target tersebut dapat dicapai dengan realisasi yang cukup baik yaitu berkisar 95 persen.
Secara umum, beberapa permasalahan dan kendala yang dihadapi hingga tidak tercapainya target sasaran yang ditetapkan diantaranya adalah:
Permasalahan/Kendala yang dihadapi
1) Kegiatan pada sasaran ini bersinggungan langsung dengan pelayanan publik, menyebabkan banyaknya kegiatan ad hoc yang bersifat harus segera diselesaikan, sehingga mengganggu jadwal kegiatan yang telah direncanakan.
2) Jumlah SDM yang memahami substansi kegiatan masih belum optimal, sehingga seringkali tidak dapat mendukung kelancaran kegiatan dalam memberikan sumbangan pemikiran dan pemecahan masalah.
3) Kondisi perpustakaan BPS Sawahlunto yang belum representatif yaitu belum adanya ruangan khusus untuk perpustakaan sehingga mengganggu kenyamanan pengunjung.
Strategi untuk mengatasi masalah/kendala
1) Melakukan antisipasi jadwal dan rencana kegiatan agar kegiatan ad hoc tidak mengganggu kelangsungan pekerjaan utama sehingga kegiatan tetap berjalan sesuai jadwal dan rencana.
2) Mengoptimalkan SDM yang sudah ada dengan melakukan peningkatan kemampuan staf diantaranya mengikuti pelatihan dan pendidikan.
3) Menyediakan ruangan khusus untuk perpustakaan, sehingga tidak mengganggu kenyamanan pengunjung dalam mencari data yang dibutuhkan.
Tabel berikut ini menyajikan capaian sasaran berdasarkan indikator kinerjanya:
Indikator Kinerja Target Realisasi Tingkat Capaian Ket
(1) (2) (3) (4) (5)
Banyaknya penyelenggaraan sosialisasi kegiatan BPS
Banyaknya kunjungan tamu dari dalam dan luar negeri ke BPS Kota Sawahlunto.
Persentase konsumen yang merasa puas terhadap akurasi data
Persentase konsumen yang merasa puas terhadap cakupan data
1
Meningkatkan efektifitas dan efisiensi diseminasi data dan informasi statistik
Dengan mengusung visi BPS sebagai “Pelopor data statistik terpercaya untuk semua” maka penyebarluasan data kepada pemangku kepentingan menjadi ukuran yang sangat penting. Pada sasaran meningkatkan efektifitas dan efisensi diseminasi data digunakan indikator pengunjung yang datang mencari informasi baik tatap muka langsung ataupun melalui media komunikasi lainnya.
Pengguna data baik yang memerlukan data mentah ataupun publikasi lainnya masih dibawah target, yang ditetapkan. Tingkat pencapaian sasaran ini sebagaimana ditunjukkan indikator yang ada sebesar 70,00 persen.
Permasalahan/Kendala yang dihadapi
1) Panjangnya rentang waktu antara bulan dokumen dengan bulan penyajian data, hal ini menjadi keluhan pengguna data karena informasi yang tersedia sudah kurang up to date untuk digunakan.
2) Dengan adanya undang-undang Keterbukaan Informasi Publik masyarakat menginginkan semua informasi harus bebas dan gratis. Sedangkan BPS dibatasi oleh Peraturan Presiden No. 54 tahun 2009 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak di instansi BPS.
3) Penggunaan data mentah oleh konsumen yang melanggar kesepakatan dalam Surat Perjanjian Penggunaan Data, karena pengguna menganggap data BPS sudah menjadi hak milik yang bersangkutan.
4) Perilaku sebagian kecil pengguna data yang kurang etis dalam memanfaatkan publikasi maupun data elektronik BPS, misalnya memindai publikasi hingga rusak juga membuka segel pada peralatan komputer pada digital library BPS.
Strategi untuk mengatasi masalahan/Kendala
1) Berusaha untuk mempercepat penerbitan publikasi sehingga timeliness dari data dan informasi yang dihasilkan BPS tidak terlalu lama.
2) Melakukan penjelasan atau sosialisasi tentang PP No. 54 Tahun 2009, juga memperbaharui peraturan tersebut untuk menetapkan beberapa produk BPS yang tidak dipungut biaya sehingga masyarakat dapat memperoleh secara gratis.
3) Menjelaskan kepada pengguna data yang membutuhkan data mentah bahwa data tersebut property BPS sehingga tidak boleh disebarluaskan tanpa sepengetahuan lembaga BPS, pengguna hanya dapat menyebarluaskan atau mengkomersilkan hasil penelitiannya bukan data mentah BPS.
Tabel berikut ini menyajikan capaian sasaran berdasarkan indikator kinerjanya:
Indikator Kinerja Target Realisasi Tingkat
Capaian Ket
(1) (2) (3) (4) (5)
Banyaknya instansi pemerintah dan lembaga dalam dan luar negeri yang menerima publikasi BPS Kota
40 28 70,00 IKU
Sawahlunto.
Tujuan-3
Penguatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Serta Sarana Kerja
Sasaran 3.1
Meningkatnya kualitas pengolahan data dan Informasi statistik
Pengolahan data memegang peranan penting dalam penyediaan data dan informasi statistik yang berkualitas. Teknologi Informasi sudah menjadi kelaziman dalam proses di berbagai kegiatan. Pengembangan sistem pengolahan yang efektif terus diusahakan untuk menghasilkan data yang valid dan konsisten.
Kecepatan melaporkan dari berbagai wilayah geografis juga perlu ditingkatkan demikian pula SDM yang mengelola peralatan dan pengembangan sistem penyelesaian pengolahan data yang merupakan rangkaian dari pemasukan data ke-media komputer, pengecekan konsistensi data, kewajaran data, hingga mengirimkan data yang telah tervalidasi. Kegiatan ini dapat dilaksanakan oleh seksi pengolahan data di BPS Kota Sawahlunto sesuai dengan yang diharapkan. Tidak ada kegiatan pengolahan data yang gagal.
Demikian pula kompilasi data yang dilakukan di BPS Kota Sawahlunto serta pengujian konsistensi dengan tabel silang dapat diselesaikan tepat waktu.
Namun, sampai dengan tahun 2012 BPS Kota Sawahlunto masih belum dapat membangun situs web yang sangat efektif dalam menginformasikan data dari Kota Sawahlunto .
Permasalahan/Kendala yang dihadapi
1) Program pengolahan yang dikirim dari BPS Pusat sering mengalami revisi, kadangkala data yang sudah dimasukkan ke media komputer dengan program versi sebelumnya tidak dapat digunakan pada versi terbaru.
2) Pembuatan program pengolahan cenderung tergesa-gesa sehingga beberapa isian untuk variabel di daftar pertanyaan tidak bisa di input kedalam database program.
3) Masih ditemukan inkonsistensi data yang telah diolah.
Strategi mengatasi masalah/kendala
1) Pengembangan sistem pengolahan data harus mengikuti standar yang telah dan tidak mengakibatkan konflik dengan sistem lainnya.
2) Sebelum sistem pengolahan digunakan pada pengolahan sesungguhnya dilakukan uji coba dengan dummy data demikian pula pengujian prosedur eksekusi.
3) Sebelum data dipublikasikan dibandingkan nilai sebaran data secara silang dari variabel-variabel yang ada, sehingga dapat dilihat kewajaran dan konsistensi data.
Pada tabel berikut ini disajikan capaian sasaran berdasarkan indikator kinerjanya:
Indikator Kinerja Target Realisasi Tingkat
Capaian Ket
(1) (2) (3) (4) (5)
Persentase hasil pengolahan data yang dikirim ke BPS Pusat/Provinsi tepat waktu
100,00% 100 % 100 % IKU
Tujuan-4
Peningkatan Kapasitas SDM dan Penataan Kelembagaan
Sasaran 4.1
Memperbaiki sumber daya manusia
Kemampuan teknis dan manajerial sangat mendukung kelancaran tugas, sehingga beberapa indikator untuk mengukur peningkatan kapasitas SDM dipilih untuk menunjukkan tingkat pencapaian memperbaiki SDM. Tingkat pencapaian secara umum berkisar pada 99 persen.
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Pengembangan SDM dalam jajaran BPS, dimaksudkan untuk mewujudkan SDM yang berkualitas. Di samping menggunakan berbagai forum resmi para pegawai juga diberi kesempatan untuk mengembangkan potensi dalam berbagai keterampilan. Pada tahun 2012 BPS melaksanakan pembinaan pegawai melalui pendidikan formal maupun non formal. Pendidikan non formal ditempuh melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan BPS berupa kursus teknis statistik, komputer maupun administrasi, serta beberapa pelatihan yang diselenggarakan oleh lembaga lain di luar BPS. Sedangkan pendidikan formal ditempuh melalui tugas belajar ke perguruan tinggi.
Tabel berikut ini menyajikan tingkat capaian sasaran berdasarkan indikator kinerjanya:
Indikator Kinerja Target Realisasi Tingkat Capaian Ket
(1) (2) (3) (4) (5)
Persentase pegawai berpendidikan minimal diploma IV atau Strata 1 Persentase pegawai yang sudah mengikuti Diklat Prajabatan Persentase pejabat yang sudah pernah mengikuti Diklat
kepemimpinan sesuai dengan eselon Jumlah pegawai yang memangku jabatan fungsional tertentu
100,00%
Meningkatkan pengawasan dan akuntabilitas kinerja aparatur BPS
Penilaian terhadap lembaga BPS oleh instansi pemerintah yang mempunyai wewenang pengawasan, menjadi perhatian pimpinan dan seluruh pegawai BPS. Pencapaian yang belum memuaskan menjadi pemicu untuk lebih sungguh-sungguh mencapai target yang diharapkan. Tingkat pencapaian periode saat ini masih berkisar 51 persen.
Permasalahan/Kendala yang dihadapi
Sistem pelaporan yang hirarki dari satker BPS Kota Sawahlunto ke satker Provinsi Sumatera Barat hingga satker BPS RI memerlukan waktu. Disisi lain tenggat waktu harus dipenuhi sehingga satker di tingkat lebih tinggi kekurangan waktu untuk mengevaluasi laporan.
Strategi mengatasi masalah/kendala
1) Untuk mengatasi sempitnya tenggat waktu telah diusahakan kertas kerja pembantu yang memuat berbagai informasi yang harus dimasukkan ke dalam laporan. Hingga memudahkan operator dan mempersingkat waktu pengisian.
2) Membangun sistem pelaporan yang berbasis program online, dengan system ini memudahkan monitoring satker mana saja yang terlambat, sehingga dapat segera dibantu untuk segera menyelesaikan laporan.
Tabel berikut ini menyajikan tingkat capaian sasaran berdasarkan indikator kinerjanya:
Indikator Kinerja Target Realisasi Tingkat
Capaian Ket
(1) (2) (3) (4) (5)
Laporan Pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan ke Bappenas (Triwulanan)
4 4 100,00% ---
Penyediaan data dan informasi statistik yang berkualitas sebagai tujuan utama BPS dalam Rencana Strategis Tahun 2010-2014, pada periode tahun 2012 ditandai dengan pencapaian sasaran-sasaran yang mendukungnya. Data yang lengkap, akurat dan tepat waktu dapat terpenuhi. Pada Tujuan-1, terlihat seluruh indikator kinerjanya telah memenuhi target kecuali persentase pemasukan dokumen dari kegiatan rumahtangga yang baru mencapai 98,5 persen. Adapun dimensi kualitas lainnya dijabarkan dalam Tujuan-2, yaitu Meningkatkan Pelayanan Prima, sasaran-sasaran strategis yang ditargetkan seperti kontrol kualitas dan penyebarluasan data ditandai dengan tingkat pencapaian yang memuaskan. Bahkan layanan terhadap konsumen
selalu di atas target yang ditetapkan, hal ini karena pengguna data yang menjadikan produk BPS sebagai rujukan yang sangat penting.
Sedangkan Tujuan-3, dan Tujuan-4 merupakan pendukung untuk mencapai visi BPS sebagi Pelopor data statistik terpercaya untuk semua.
Untuk mencapai kinerja yang handal jelas dibutuhkan peralatan yang mendukung serta kapasitas SDM yang mampu secara teknis dan manajerial.
Sarana dan prasarana yang dibutuhkan diusahakan dapat dipenuhi pada periode tahun 2012 ini, sehingga selanjutnya upaya dalam pencapaian visi BPS pada akhir periode dapat diwujudkan sesuai dengan harapan. Sajian rinci tentang target dan realisasi pengukuran kinerja dapat dilihat pada Lampiran 5 (PK).
3.2 Evaluasi Kegiatan Tahun 2012