• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Pengaruh Customer-Based Brand Equity terhadap Keputusan Pembelian pada produk Joy Green Tea

Minuman selama

4.5 Analisis Pengaruh Customer-Based Brand Equity terhadap Keputusan Pembelian pada produk Joy Green Tea

Sebelum melakukan analisis, akan ditampilkan terlebih dahulu struktur hubungan kausal antara variabel Customer-Based Brand Equity (X), Keputusan Pembelian (Y), dan Loyalitas Merek (Z) dalam Gambar 4.8 berikut ini:

ε1 ε2

ρyX ρzy

ρzX

Sumber: Riduwan dan Kuncoro, 2007

Gambar 4.11 Struktur Hubungan X, Y, dan Z

Untuk melakukan analisa jalur maka Struktur Hubungan pada Gambar 4.11 akan dibagi menjadi 2 bagian, yaitu sub-struktur 1 dan sub-struktur 2, di mana sub-struktur 1 akan diuraikan dalam sub-bab ini, dan sub-struktur 2 akan diuraikan selanjutnya dalam sub-bab 4.6.

Analisa pengaruh Customer-Based Brand Equity (X) terhadap Keputusan Pembelian (Y) akan digambarkan dalam sebuah model yang selanjutnya akan disebut dengan sub-struktur 1. Adapun gambar dari sub-struktur 1 tersebut dapat dilihat pada Gambar 4.11:

104

ε1 ρyX

Sumber: Riduwan dan Kuncoro, 2007

Gambar 4.12 Sub-struktur 1

Selanjutnya, dengan menggunakan bantuan program SPSS, analisa data X dan Y memperoleh hasil diolah dengan menggunakan program SPSS, sehingga menghasilkan output sebagai berikut (Tabel 4.13 – Tabel 4.17):

Tabel 4.13 Deskriptif Data Xdan Y Descriptive Statistics Mean Std. Deviation N Keputusan_Pembel ian 3,55829 ,543768 150 Customer_Based_ Brand_Equity 3,60812 ,439117 150 Sumber : Output SPSS, 2011

Tabel 4.14 Korelasi Pearson Xdan Y Correlations Keputusan_Pembelian Customer_Based_ Brand_Equity Pearson Correlation Keputusan_Pembelian 1,000 ,612 Customer_Based_Brand_Equity ,612 1,000 Sig. (1-tailed) Keputusan_Pembelian . ,000 Customer_Based_Brand_Equity ,000 . N Keputusan_Pembelian 150 150 Customer_Based_Brand_Equity 150 150 Sumber : Output SPSS, 2011 X Y

105

Tabel 4.15 Anova sub-struktur 1 ANOVAb

Model Squares Sum of df Mean Square F Sig 1 Regression Residual Total 16,526 27,531 44,057 1 148 149 16,526 ,186 88,839 ,000a

a. Predictors: (Constant), Customer_Based_Brand_Equity b. Dependent Variable: Keputusan_Pembelian

Sumber : Output SPSS, 2011

Tabel 4.16 Coefficients sub-struktur 1 Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

t Sig B Std. Error Beta 1 (Constant) Customer_Based _Brand_Equity ,822 ,758 ,292 ,080 ,612 2,810 9,425 ,006 ,000 a. Dependent Variable: Keputusan_Pembelian

Sumber: Hasil Pengolahan Data

Sumber : Output SPSS, 2011

Tabel 4.17 Model Summary sub-struktur 1 Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 ,612a ,375 ,371 ,431301

a. Predictors: (Constant), Customer_Based_Brand_Equity b. Dependent Variable : Keputusan_Pembelian

106

Pertama-tama akan diinterpretasikan terlebih dahulu hasil output pada Tabel 4.13. Untuk mengintepretasikan statistik deskriptif data, akan dibuat suatu kriteria mengenai arti nilai masing-masing variabel yang diteliti, yaitu variabel Customer-Based Brand Equity (X), Keputusan Pembelian (Y), dan Loyalitas Merek (Z). Untuk menentukan kriteria tersebut, digunakan rumus Sturges untuk menghitung jumlah kelas (k) dan lebar kelas (l), di mana jumlah kelas (k) telah ditentukan terlebih dahulu yaitu sebanyak 5 kelas, yaitu kelas pertama “sangat buruk”, kelas kedua “buruk”, kelas ketiga “cukup”, kelas keempat “baik”, kelas kelima “sangat baik”. Adapun rumus Sturges untuk lebar kelas (l) yaitu:

l = (Xmax-Xmin)/k

Untuk variabel x dan variabel y menggunakan nilai baru pada skala interval (bukan skala ordinal). Sehingga kriteria penilaian jawaban untuk variabel X, variabel Y, dan variabel Z adalah sebagai berikut dalam Tabel 4.18.

Tabel 4.18 Intepretasi Nilai Variabel X, Y dan Z

Interval Variabel X Kriteria Interval Variabel Y Kriteria 1,00 – 1,86 Sangat Buruk 1,00 – 1,87 Sangat Buruk

1,87 – 2,73 Buruk 1,88 – 2,75 Buruk

2,74 – 3,6 Cukup 2,76 – 3,63 Cukup

3,7 – 4,56 Baik 3,64 – 4,51 Baik

4,57 – 5,43 Sangat Baik 4,52 – 5,39 Sangat Baik Interval Variabel Z Kriteria

1,00 – 1,77 Sangat Buruk 1,78 – 2,55 Buruk 2,56 – 3,33 Cukup 3,34 – 4,11 Baik

107

4,12 – 4,88 Sangat Baik Sumber : Hasil olah data MSI, 2011

Pada tabel 4.14, terlihat mean (rata-rata) dari variabel Customer-Based Brand Equity (X) = 3,60812 yang dengan mengacu pada tabel 4.18, maka dapat dikatakan Customer-Based Brand Equity pada Joy Green Tea adalah Cukup. Untuk variabel Keputusan Pembelian (Y) dengan mean = 3,55829 juga dapat dinilai Cukup. Selain itu, berdasarkan Tabel 4.13, dapat dilihat bahwa Standard Deviation untuk variabel x dan variabel y cenderung kecil yang menunjukkan Customer-Based Brand Equity dan Keputusan Pembelian pada produk Joy Green Tea juga cenderung seragam.

Selanjutnya, akan dilihat hubungan bivariat antara variabel x dan variabel y dengan menggunakan korelasi Pearson yang melihat hubungan dua arah antara dua variabel saja tanpa memperhitungkan pengaruh dari faktor lain. Berdasarkan tabel 4.14, Korelasi Variabel Customer-Based Brand Equity (X) dan Keputusan Pembelian (Y) = 0,612, sehingga hubungan kedua variabel tersebut bersifat kuat dan searah.

Hipotesis

Ho: Tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel Customer-Based Brand Equity dan Keputusan Pembelian pada produk Joy Green Tea

Ha: Ada hubungan yang Signifikan antara variabel Customer-Based Brand Equity dan Keputusan Pembelian pada produk Joy Green Tea

Dasar Pengambilan Keputusan Sig ≥ 0,05 maka Ho diterima

108

Sig < 0,05 maka Ho ditolak Hasil

Sig = 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima Kesimpulan:

Jadi melalui uji signifikansi di atas dapat diketahui bahwa tingkat Customer-Based Brand Equity dan Keputusan Pembelian produk Joy Green Tea memiliki hubungan secara nyata, di mana hubungan tersebut bersifat kuat dan searah. Hubungannya bersifat kuat karena nilai korelasinya sebesar 0,612 berada dalam range 0,60 – 0,799. Dikatakan hubungannya searah karena korelasi bernilai positif, jadi jika nilai variabel Customer-Based Brand Equity (X) naik, maka nilai variabel Keputusan Pembelian (Y) juga akan naik. Begitu juga sebaliknya, jika nilai variabel Customer-Based Brand Equity (X) turun, maka nilai variabel Keputusan Pembelian (Y) juga akan turun.

Kemudian, sebelum melakukan analisis jalur pada variabel x dan variabel y (sub-struktur 1), harus diuji linieritas hubungan antara kedua variabel tersebut. Pengujian tersebut dilakukan berdasarkan pada Tabel 4.15 seperti berikut:

Hipotesis

Ho: Hubungan antara variabel bebas X terhadap variabel terikat Y bersifat tidak linier

Ha: Hubungan antara variabel bebas X terhadap variabel terikat Y bersifat linier Dasar Pengambilan Keputusan

Sig ≥ 0,05 maka Ho diterima Sig < 0,05 maka Ho ditolak

109

Hasil

Sig = 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima Kesimpulan:

Hubungan antara variabel bebas X terhadap variabel terikat Y bersifat linier dengan tingkat kepercayaan 95%. Jadi, asumsi mengenai linieritas hubungan dalam analisa jalur terpenuhi.

Kemudian dianalisa sub-struktur 1 dengan menggunakan analisis jalur, dengan persamaan struktural sebagai berikut:

Y= ρyx X + ρy ε1

Pengujian antara Variabel Bebas X dengan Variabel Terikat Y secara keseluruhan ditunjukkan oleh Tabel 4.15.

Hipotesis

Ho: Variabel Customer-Based Brand Equity (X) tidak memiliki kontribusi yang signifikan terhadap variabel Keputusan Pembelian (Y) pada produk Joy Green Tea

Ha: Variabel Customer-Based Brand Equity (X) memiliki kontribusi yang signifikan terhadap variabel Keputusan Pembelian (Y) pada produk Joy Green Tea

Dasar Pengambilan Keputusan Sig ≥ 0,05 Ho diterima

110

Hasil

Sig = 0,000 <0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima Kesimpulan

Variabel Customer-Based Brand Equity (X) memiliki kontribusi yang signifikan terhadap variabel Keputusan Pembelian (Y) pada produk Joy Green Tea.

Besarnya pengaruh variabel X terhadap variabel Y dapat diketahui dengan melihat nilai Rsquare pada Tabel 4.17, dimana nilai R2 = 0,375 = 37,5%. Jadi, 37,5% nilai dari variabel Y dipengaruhi oleh variabel X, sedangkan sisanya sebesar 62,5% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Sementara itu, besarnya koefisien jalur bagi variabel lain di luar penelitian yang mempengaruhi nilai variabel Y (ρY) = 1 R2= 1−0,375 = 0,7905.

Masih mengacu pada Tabel 4.17, nilai R (koefisien korelasi) diketahui sebesar 0,612. Hal ini berarti hubungan antara variabel bebas X dengan variabel terikat Y bersifat kuat (karena nilai R lebih besar dari 0,5) dan searah (karena nilai R positif). Kemudian rangkuman nilai koefisien jalur (beta) dapat dilihat dalam Tabel 4.19 berikut:

Tabel 4.19 Rangkuman Hasil Koefisien Jalur Sub-struktur 1

Pengaruh Antar Variabel Koefisien Jalur (beta) Nilai

Sig Pengujian Hasil Determinasi Koefisien

Koefisien Variabel lain (ρyε1) X terhadap Y 0,612 0,000 Ho ditolak 0,375 = 37,5% 0,7905 Sumber : Hasil olah data SPSS, 2011

111

Dengan demikian didapat diagram jalur sub-struktur 1, namun disajikan dengan nilai koefisien jalur yang telah didapat melalui analisa data sehingga model sub-struktur 1 menjadi seperti terlihat pada Gambar 4.13 berikut:

0,7905

0,612

Sumber : Hasil olah data SPSS, 2011 Sumber: Hasil Pengolahan D

Gambar 4.13 Sub-struktur 1 beserta Koefisien Jalur

Jadi dapat diperoleh persamaan stuktural sub-struktur 1: Y = ρyX + ρyε1

Y = 0,612 X + 0,7905 ε1 di mana R2 = 0,375

Dari persamaan struktural sub-struktur 1 dapat diartikan bahwa:

• Nilai Keputusan Pembelian (Y) dipengaruhi oleh Customer-Based Brand Equity (X) sebesar 37,5% dan sisanya sebesar 62,5% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain di luar penelitian ini.

• Setiap peningkatan nilai Customer-Based Brand Equity (X) sebesar satu, maka Keputusan Pembelian (Y) juga akan naik sebesar 0,612. Begitu juga sebaliknya, setiap penurunan Customer-Based Brand Equity (X) sebesar satu, maka Keputusan Pembelian (Y) juga akan turun sebesar 0,612.

Y X

112

4.6 Analisis Pengaruh Customer-Based Brand Equity dan Keputusan

Dokumen terkait