4. Analisis Structural Equation Modeling (SEM)
4.5. Analisis Pengaruh Kompensasi terhadap Kinerja
Berdasarkan analisis deskriptif terhadap pegawai Dinas Pendapatan Daerah Kota Bogor, diperoleh karakteristik pegawai yang menunjukan bahwa pegawai laki-laki mendominasi jumlah pegawai Dinas Pendapatan Daerah Kota Bogor yaitu sebesar 72,55 persen atau 74 orang, mayoritas pegawai berusia 31 – 40 tahun sebesar 43,13 persen atau 44 orang, mayoritas pegawai berpendidikan SMA sebesar 45,10 persen atau 46 orang, hampir semua pegawai telah menikah sebesar 96,08 persen atau 98 orang, pegawai di bagian sekretariat paling banyak sebesar 33,33 persen, mayoritas pegawai adalah anggota sebesar 84,31 persen atau 86 orang, mayoritas pegawai baru bekerja kurang dari sama dengan lima tahun sebesar 47,06 persen, hampir semua pegawai merupakan pegawai tetap sebesar 97,06 persen atau 99 orang, mayoritas pegawai mendapatkan penerimaan tiap bulan antara satu sampai lima juta rupiah sebesar 84,31
persen, dan mayoritas pegawai memiliki pengeluaran tiap bulan sebesar satu sampai lima juta rupiah tiap bulannya sebesar 89,22 persen atau 91 orang.
Tabel 12. Goodness of Fit (GOF) Model Penelitian
Goodness of Fit Cut-off-value Hasil Keterangan
df Nilai Positif 15 Memenuhi (close fit) Chi-Square Nilai Kecil 16,95 Memenuhi (close fit) Chi-Square/df ≤ 3 1,13 Memenuhi (close fit) P-value ≥ ,05 0,322 Memenuhi (close fit) RMR ≤ 0,1 0,042 Memenuhi (close fit) RMSEA ≤ 0,08 0,036 Memenuhi (close fit) GFI ≥ 0,90 0,97 Memenuhi (close fit) AGFI ≥ 0,90 0,88 Marginal Fit CFI ≥ 0,90 1,00 Memenuhi (close fit)
Berdasarkan Tabel 12 dapat dilihat bahwa sebagian besar nilai dari
Goodness of Fit Index telah memenuhi cut of value, hanya nilai AGFI saja yang berada di bawah nilai cut of value yang ditetapkan, namun nilai tersebut masih bisa disebut marginal fit karena berada pada rentang 0,80 – 0,90. Setelah melihat kombinasi berbagai ukuran kecocokan tersebut, secara umum dapat disimpulkan bahwa kecocokan keseluruhan model adalah baik dalam merepresentasikan data sehingga layak untuk dianalisis lebih lanjut.
Model persamaan struktural (SEM) digunakan untuk mengetahui bentuk dan besar pengaruh antara variabel laten bebas, yaitu kompensasi (ξ) dengan variabel laten tak bebas (terikat), yaitu kinerja (η). Tiap-tiap indikator diambil nilai rataannya yang bertujuan untuk mewakili nilai dari setiap indikator dan diolah dengan menggunakan LISREL 8.30.
Tabel 13. Nilai Loading Factor (λ) dan t-value untuk Semua Variabel Indikator
Variabel Laten Variabel Indikator Loading factor (λ) t-value Kompensasi Kompensasi Finansial 0,56 5,43 Kompensasi Nonfinansial 0,99 8,43 Kinerja Kesetiaan 0,67 6,20 Prestasi Kerja 0,71 6,74 Tanggung Jawab 0,82 7,84 Ketaatan 0,81 7,89 Kejujuran 0,86 8,23 Kerjasama 0,73 6,50 Prakarsa 0,40 3,85 Kepemimpinan 0,62 6,09
Gambar 14. Koefisien Lintas Model Pengaruh Kompensasi terhadap Kinerja
Gambar 15. Nilai Signifikan Test (Uji-t) Model Pengaruh Kompensasi
terhadap Kinerja
Hasil pengolahan data menggunakan Lisrel 8.30 menyatakan bahwa kompensasi (ξ) memiliki pengaruh positif terhadap kinerja (η) yang dapat dilihat dari nilai koefisien konstruk (γ) sebesar 0,63. Kompensasi juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja
X1 6.29 X2 0.14 Kompensasi Kinerja Y1 5.86 Y2 6.12 Y3 4.92 Y4 4.80 Y5 3.44 Y6 5.25 Y7 7.09 Y8 6.67 Chi-Square=16.95, df=15, P-value=0.32191, RMSEA=0.036
6.20 6.74 7.84 7.89 8.23 6.50 3.85 6.09 5.43 8.43 4.32 0,32 X1 0,69 X2 0,03 Kompensasi Kinerja Y1 0,55 Y2 0,50 Y3 Y4 0,35 Y5 0,26 Y6 0,47 Y7 0,84 Y8 0,61 Chi-Square=16,95, df=15, P-value=0,32191, RMSEA=0,036
0,67 0,71 0,82 0,81 0,86 0,73 0,40 0,62 0,56 0,99 0,63
karena memiliki t-value lebih besar dari 1,96 yaitu sebesar 4,32 sehingga dapat disimpulkan bahwa kompensasi memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja. Hal ini menunjukkan bahwa kompensasi yang diterima pegawai Dinas Pendapatan Daerah Kota Bogor sudah baik, sehingga hal ini menjadi motivasi bagi pegawai dalam bekerja dan menghasilkan kinerja yang baik.
Tabel 14. Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pendapatan Daerah Kota Bogor
Simbol Indikator Loading Factor(λ) Koefisien Konstruk (γ) Kontribusi X1 Kompensasi Finansial 0,56 0,63 0,35 X2 Kompensasi Nonfinansial 0,99 0,63 0,62
4.5.1 Pengaruh Kompensasi Finansial terhadap Kinerja
Berdasarkan Tabel 14 kompensasi finansial memiliki kontribusi terhadap kinerja sebesar 0,35 (bernilai positif) sebagai hasil perkalian loading factor kompensasi finansial (X1) terhadap kinerja sebesar 0,56 dengan koefisien konstruk kompensasi terhadap kinerja sebesar 0,63. Kontribusi tersebut menunjukkan bahwa kompensasi finansial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai.
Kompensasi finansial yang diberikan di Dinas Pendapatan Daerah Kota Bogor seperti gaji, insentif, tunjangan-tunjangan, asuransi-asuransi, bayaran diluar jam kerja dan fasilitas-fasilitas seperti ruang kantor, tempat ibadah, tempat parkir yang diberikan mendorong pegawainya untuk bekerja secara maksimal, sehingga kinerja yang dihasilkan optimal. Hal ini terbukti karena kompensasi finansial tersebut berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawainya.
Kompensasi finansial sangat penting bagi pegawai, hal ini karena kompensasi finansial merupakan sumber penghasilan bagi pegawai dan keluarganya. Kompensasi finansial juga merupakan gambaran dalam status sosial bagi pegawai. Tingkat penghasilan sangat berpengaruh dalam menentukan standar kehidupan seorang pegawai (Mangkunegara, 2002). Sehingga dapat disimpulkan
bahwa kompensasi finansial yang diterapkan pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Bogor memotivasi pegawainya bekerja secara maksimal untuk mencapai kinerja yang baik guna mendapatkan kompensasi finansial yang sesuai demi meningkatkan standar kehidupannya. Pengaruh antara kompensasi finansial terhadap kinerja berdasarkan koefisien lintas modelnya dapat dilihat pada Gambar 16.
Gambar 16. Koefisien Lintas Model Pengaruh Kompensasi Finansial terhadap Kinerja
4.5.2 Pengaruh Kompensasi Nonfinansial terhadap Kinerja
Berdasarkan Tabel 13 kompensasi nonfinansial memiliki kontribusi terhadap kinerja sebesar 0,62 (bernilai positif) sebagai hasil perkalian loading factor kompensasi nonfinansial (X2) terhadap kinerja sebesar 0,99 dengan koefisien konstruk kompensasi terhadap kinerja sebesar 0,63. Kontribusi tersebut menunjukkan bahwa kompensasi nonfinansial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai.
Kompensasi nonfinansial merupakan kompensasi yang paling berpengaruh terhadap kinerja pegawai Dinas Pendapatan Daerah Kota Bogor. Kompensasi nonfinansial yang diberikan pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Bogor seperti tugas-tugas yang menarik dan sesuai aturan, pekerjaan yang penuh tantangan, hasil kerja yang di hargai, penghargaan sesuai kinerja, kebijakan yang diterapkan, rekan kerja yang kompeten dan menyenangkan serta lingkungan kerja yang nyaman telah mendorong pegawainya untuk bekerja secara maksimal guna mencapai kinerja yang optimal. X1 0,69 Kinerja 0,56 0,63 Kompensasi
Kompensasi nonfinansial terdiri atas kepuasan yang diperoleh sesorang dari pekerjaannya, atau dari lingkungan psikologis dan fisik dimana pegawai tersebut bekerja (Simamora, 2004). Kompensasi nonfinansial dimaksudkan untuk mempertahankan pegawai dalam jangka panjang (Umar, 2005).
Sehingga dapat disimpulkan bahwa Dinas Pendapatan Daerah Kota Bogor telah memberikan kompensasi nonfinansial yang baik kepada pegawainya sehingga mereka dapat bekerja dan mencapai hasil yang maksimal. Pegawai Dinas Pendapatan Daerah Kota Bogor sudah puas dengan pekerjaan dan lingkungan kerjanya serta akan terus bekerja pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Bogor dan memberikan kinerja yang baik. Pengaruh kompensasi nonfinansial terhadap kinerja berdasarkan koefisien lintas modelnya dapat dilihat pada Gambar 17.
Gambar 17. Koefisien Lintas Model Pengaruh Kompensasi Nonfiinansial terhadap Kinerja
4.5.3 Kinerja Pegawai Dinas Pendapatan Daerah Kota Bogor
Penilaian kinerja pegawai Dinas Pendapatan Daerah Kota Bogor berdasarkan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan Pegawai Negeri sipil (DP3 PNS) terdiri dari kesetiaan, prestasi kerja, tanggung jawab, ketaatan, kejujuran, kerjasama, prakarsa, dan kepemimpinan. X2 0,03 Kompensasi Kinerja 0,99 0,63
Tabel 15. Nilai Loading Factor (λ) Indikator Kinerja
Simbol Indikator Loading Factor(λ)
Y1 Kesetiaan 0,67 Y2 Prestasi Kerja 0,71 Y3 Tanggung Jawab 0,82 Y4 Ketaatan 0,81 Y5 Kejujuran 0,86 Y6 Kerjasama 0,73 Y7 Prakarsa 0,40 Y8 Kepemimpinan 0,62
Berdasarkan Tabel 15 dapat dilihat bahwa kejujuran memiliki loading factor terbesar dengan nilai λ = 0,86. Nilai λ
yang paling besar menunjukkan bahwa indikator tersebut merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam membentuk variabel laten kinerja. Hal ini menunjukkan bahwa pegawai Dinas Pendapatan Daerah Kota Bogor memiliki kejujuran yang tinggi dalam bekerja seperti selalu melaksanakan tugas dengan ikhlas, tidak menyalahgunakan wewenang, melaporkan hasil kerja kepada atasan menurut keadaan yang sebenarnya sehingga target kinerja dapat dicapai. Hal ini dikarenakan pegawai memiliki dasar yang baik dalam bekerja, pegawai bekerja selalu mematuhi tugas pokok dan fungsi serta aturan yang berlaku.
Berdasarkan Tabel 15 dapat dilihat bahwa pegawai Dinas Pendapatan Daerah Kota Bogor memiliki prakarsa yang rendah, hal ini karena prakarsa merupakan indikator yang paling rendah pengaruhnya dalam penilaian kinerja pegawai. Pegawai terbiasa menunggu perintah atasan sehingga prakarsa yang dimiliki menjadi terbatas. Birokrasi pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Bogor masih sangat tinggi sehingga menahan kraetivitas pegawainya. Kinerja pegawai Dinas Pendapatan Daerah Kota Bogor dilihat dari pencapaian target pajak tiap tahunnya. Target pajak yang telah ditetapkan sebelumnya di awal tahun, di akhir tahun apabila target tersebut dicapai maka dapat dikatakan kinerja pegawai baik dan optimal. Hal ini yang menjadi dasar penilaian kinerja pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Bogor.
Kesetiaan, prestasi kerja, tanggung jawab, ketaatan, kejujuran, kerjasama, prakarsa, dan kepemimpinan menjadi dasar yang mendukung pencapaian target kinerja tersebut. Kejujuran yang dimiliki pegawai Dinas Pendapatan Daerah Kota Bogor harus diimbangi oleh kesetiaan, prestasi kerja, tanggung jawab, ketaatan, kerjasama, prakarsa, dan kepemimpinan sehingga target kinerja tersebut dapat dicapai dan bahkan melebihi target yang telah ditentukan.
Berdasarkan hasil penelitian pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Bogor, maka dapat disimpulkan bahwa kompensasi berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja pegawai Dinas Pendapatan Daerah Kota Bogor. Kompensasi finansial dan nonfinansial berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja yang artinya apabila kompensasi finansial dan nonfinansial ditingkatkan akan meningkatkan kinerja pegawai. Berdasarkan penelitian ini juga dapat disimpulkan bahwa kinerja pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Bogor dihasilkan berdasar kesetiaan, prestasi kerja, tanggung jawab, ketaatan, kejujuran, kerjasama, prakarsa, dan kepemimpinan. Semuanya memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap kinerja pegawai Dinas Pendapatan Daerah Kota Bogor.