Chart Title
6.2. Analisis Perancangan Fasilitas Kerja Usulan
Fasilitas kerja usulan yang digunakan sudah sesuai dengan dimensi tubuh pekerja. Fasilitas kerja yang dirancang yaitu meja dorong trolly yang digunakan untuk memudahkan dalam proses di stasiun pemotongan. Meja dorong trolly usulan ini diatur ketinggiannya berdasarkan ketinggian pekerja yang menggunakannya sehingga postur kerja saat melakukan proses pemotongan karet menjadi lebih ergonomis. Tinggi meja usulan ditentukan dari dimensi tinggi pinggang berdiri dan lebar meja ditentukan dari dimensi lebar bahu, pegangan meja ditentukan dari lebar jari sampai metakarpal. Perancangan meja dorong trolly dapat mengurangi keluhan rasa sakit pada bagian tubuh leher, bahu kanan,
punggung, tangan kanan, paha, dan kaki yang mempunyai keluhan cukup besar oleh operator. Meja dorong trolly dilengkapi dengan kursi yang sudah disediakan oleh pabrik Indopura Utama dengan ukuran yang sudah sesuai dengan meja dorong trolly agar operator mengerjakan pekerjaannya dengan sikap kerja duduk, dan pekerja tidak perlu mengangkat karet untuk membawa ke stasiun selanjutnya dikarenakan meja dorong trolly sudah menggunakan roda, pekerja hanya tinggal
mendorong meja untuk memindahkan karet ke stasiun selanjutnya dan meletakkan ke meja stasiun selanjutnya. Fasilitas kerja usulan dapat dilihat pada Gambar 6.2.
Gambar 6.2 Fasilitas Kerja Usulan
Fasilitas kerja usulan berupa meja dorong trolly menyebabkan penurunan keluhan / perbaikan kondisi kerja pekerja yang dapat meminimalkan rasa sakit yang dirasakan pada beberapa bagian tubuh khususnya bagian leher, punggung dan kaki yang mempunyai keluhan yang paling besar. Perubahan cara kerja pekerja setelah adanya meja diuraikan sebagai berikut:
1. Posisi kerja operator setelah menggunakan meja dengan posisi leher yang membungkuk semakin diminimalkan dikarenakan jarak pandang kebawah akan semakin dekat. Hal tersebut membuat pekerja merasa nyaman karena tidak bekerja dengan posisi tangan kebawah saat melipat karet.
2. Posisi saat mengangkat karet dan meletakkan mengakibatkan k ecenderungan membungkuk ketika bekerja dalam waktu yang cukup lama. Adanya meja dorong usulan akan mengurangi kecenderungan punggung yang membungkuk pada saat pengangkatan karet dan peletakkan karet karena
VI-6
meletakkan karet dengan mendorong karet dari meja trolly ke meja pada stasiun selanjutnya.
3. Posisi berlutut saat bekerja dalam waktu yang relative lama akan menyebabkan keluhan rasa sakit pada kaki. Hal ini dapat terjadi karena saat posisi kaki jongkok merupakan bagian tubuh yang digunakan untuk menerima beban tubuh. Hal ini akan menyebabkan penimbunan asam laktat apabila dilakukan dalam waktu yang cukup lama sehingga tubuh bagian bawah khususnya kaki akan merasakan sakit. Adanya meja usulan akan membantu pekerja merelaksasikan kakinya tanpa melakukan pemberhentian aktivitas pekerjaan. Tidak hanya kaki, pinggang dan paha juga akan merasakan istirahat sejenak dengan adanya bantuan meja dorong dengan tambahan kursi ini.
7.1. Kesimpulan
Hasil pengolahan data dan analisis pembahasan memberikan beberapa kesimpulan:
1. Hasil perhitungan kuesioner SNQ, tingkat keluhan rasa sakit yang paling banyak dirasakan pekerja yaitu pada,punggung, paha, dan kaki dengan nilai sebesar 100% dan pada bagian leher, tangan kanan dengan nilai sebesar 66,67%. Hal ini dikarenakan fasilitas kerja yang digunakan tidak sesuai dengan antropometri tubuh sehingga pekerja bekerja dalam keadaan badan membungkuk dengan kaki dijadikan sebagai tumpuan berat dan tekanan badan saat bekerja dan dilakukan dalam waktu yang lama.
2. Beban kerja berdasarkan nilai konsumsi energi untuk pekerja adalah 294,72 Kkal/jam hingga 524,80 Kkal/jam berada dalam kategori berat, dengan metode cardiovascularload (CVL) adalah 32-79 didapat hasil bahwa kerja dalam waktu singkat.
3. Hasil penilaian postur kerja aktual menunjukkan bahwa kegiatan mengangkat karet memiliki resiko perlu tindakan secepatnya (8) pada tubuh bagian kanan, dan perlu tindakan secepatnya (8) juga pada tubuh bagian kiri untuk kegiatan mengangkat karet.
4. Dimensi tubuh yang digunakan untuk menentukan dimensi tinggi meja dorong trolly ditentukan dari tinggi pinggang berdiri, lebar jari sampai
VII-2
5. Tindakan perbaikan yang dilakukan adalah merancang fasilitas kerja usulan berupa meja dorong trolly sebagai alat bantu pekerja sehingga dapat mengurangi musculoskeletal disorder.
7.2. Saran
Saran yang dapat diberikan adalah:
1. Usulan fasilitas kerja yang dihasilkan pada penelitian ini diharapkan dapat diterapkan pada PT Indopura Utama.
2. Perusahaan seharusnya lebih memperhatikan fasilitas kerja yang ergonomis bagi pekerja agar tercipta rasa aman, sehat, nyaman dalam melakukan pekerjaan.
3. Bagi mahasiswa yang akan melakukan penelitian selanjutnya untuk dapat melakukan pengembangan produk pada alat bantu meja dorong ini. Sehingga produk yang dihasilkan lebih memililki nilai jual karena ditinjau dari berbagai aspek.
Anwar, Muhammad. Usulan Rancangan Fasilitas Kerja Pada Stasiun Pemotongan Daun Pandan Untuk Mengurangi Resiko Musculoskeletal Disorder di CV. XYZ. Jurnal Teknik Industri Vol 1, No.2, Maret 2013.
Kristanto, Agung. Perancangan Meja dan Kursi Kerja yang ergonomis Pada Stasiun kerja Pemotongan Sebagai Upaya Peningkatan Produktivitas.
Jurnal Ilmiah Teknik Industri, Vol 10, no.2, Desember 2011.
Neville, Stanton. 2004. Handbook of Human Factors and Ergonomics Methods.
Florida: CNC Press.
Nurmianto, Eko. 2004. Ergonomi Konsep Dasar dan Aplikasinya. Surabaya:
Guna Widya.
Nurliah, A. 2012. Analisis Risiko Muscoskeletal Disorders (MSDs) pada Operator Forklift di PT.LLI. Depok
OSHA 3125. 2000. Ergonomi: the study of work. Diunduh tanggal 31 Oktober 2014.http://www.osha.gov/Publications/osha3125.pdf
Sritomo, wignjosoebroto. 1995. Ergonomi, Studi Gerak dan Waktu. Surabaya:
Guna Wijaya
Supangat, Andi. 2008. Statistika dalam Kajian Deskriptif, Inferensi dan Nonparametrik. Jakarta: Kencana
Sutalaksana, dkk. 1979. Teknik Tata Cara Kerja. Bandung: Penerbit Laboratorium Tata Cara Kerja dan Ergonomi Departemen Teknik Industri ITB.
Tarwaka, dkk. 2004. Ergonomi untuk Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Produktivitas. Surakarta: Uniba Press.
LAMPIRAN
Lampiran Rekapitulasi Data NBM Pekerja Stasiun Pemotongan
Nomor Dimensi Tingkat Keluhan
Pekerja I Pekerja II Pekerja III
0 2 1 2
1. Sakit kaku di leher bagian bawah 2. Sakit di bahu kiri 3. Sakit di bahu kanan 4. Sakit lengan atas kiri 5. Sakit di punggung
6. Sakit lengan atas kanan 7. Sakit pada pinggang 8. Sakit pada bokong 9. Sakit pada pantat
10. Sakit pada siku kiri
11. Sakit pada siku kanan 12. Sakit pada lengan bawah kiri 13. Sakit pada lengan bawah kanan 14. Sakit pada pergelangan tangan kiri 15. Sakit pada pergelangan tangan kanan 16. Sakit pada tangan kiri
17. Sakit pada tangan kanan 18. Sakit pada paha kiri 19. Sakit pada paha kanan
21. Sakit pada lutut kanan 22. Sakit pada betis kiri 23. Sakit pada betis kanan 24. Sakit pergelangan kaki kiri 25. Sakit pergelangan kaki kanan 26. Sakit pada kaki kiri
27. Sakit pada kaki kanan
a. Histogram Keluhan Musculuskeletal Pekerja I
b. Histogram Keluhan Musculuskeletal Pekerja II 0
1 2 3 4
0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 26
Keluhan ( 0 = tidak sakit, 1 = agak sakit, 2 = sakit, 3 = sangat sakit)
No Dimensi Tubuh
Tingkat…
0 1 2 3 4
0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 26
Keluhan ( 0 = tidak sakit, 1 = agak sakit, 2 = sakit, 3 = sangat sakit)
No Dimensi Tubuh
Tingkat…
c. Histogram Keluhan Musculuskeletal Pekerja III