• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISIS DAN IMPLEMENTASI SITEM

5.2 Analisis Hasil Uji Coba Simulasi

5.2.2 Analisis Proses

Untuk menjalankan permainan agar berjalan dengan baik diperlukan software dan hardware yang mendukung. Software yang digunakan dalam permainan simulasi bisnis ini adalah Software Stella versi 9.1.3 digunakan untuk menjalankan permainan simulasi bisnis, Software ARENA digunakan sebagai alat bantu visualisasi proses bisnis ritel, dan Ms. Excel 2007 yang digunakan untuk ekspor hasil/output running permainan serta untuk membantu dalam pengolahan data. Sedangkan hardware yang dibutuhkan untuk setiap kelompok meliputi:

- CPU (1) dengan spesifikasi processor dual core, memory RAM 2 GB, VGA Card PCI (Express Dual Head dan DVI to VGA), Windows XP (Operation System)

- monitor (1) - keyboard (1) - Mouse (1)

41

Dalam satu shift praktikum dapat dimainkan 3 arena permainan sekaligus. Setiap satu arena dipandu oleh satu orang asisten. Satu arena terdiri dari 4 ritel. Layout praktikum dapat dilihat pada gambar 5.3 berikut:

Gambar 5.3Lay out Praktikum A. Proses Kedatangan Supplier

Setelah melakukan input-an pada permainan, maka langkah selanjutnya adalah menjalankan permainan. Pada saat menjalankan permainan terjadi paused karena supplier datang sesuai dengan tanggal kedatangan dan berulang sesuai dengan jangka waktu kedatangan masing-masing supplier. Pada ritel kelompok A supplier yang datang pertama adalah supplier I yang datang pada tanggal 2, dan berulang 10 hari kemudian. Pada tanggal 2 secara otomatis akan muncul dialog box/notification pada layar yang memberikan tanda pada pemain bahwa supplier akan datang dan diharapkan untuk mengecek inventori sebelum melakukan pemesanan kepada supplier.

Sedangkan pada Ritel Kelompok 2, supplier yang datang pertama adalah supplier A dan C yang datang bersamaan pada tanggal 3. Namun untuk supplier A datang setiap 14 hari sekali dan supplier B datang setiap 15 hari sekali. Seperti yang diperlihatkan pada gambar 5.4 dan 5.5 berikut:

Ritel 1 Ritel 2 Ritel 3 Ritel 4 ARENA 1 Ritel 1 Ritel 2 Ritel 3 Ritel 4 ARENA 2 Ritel 1 Ritel 2 Ritel 3 Ritel 4 ARENA 3

42

Gambar 5.4 Contoh Tampilan Kedatangan Supplier Ritel Kelompok 1

Gambar 5.5 Contoh Tampilan Kedatangan Supplier Ritel Kelompok

Ketika muncul dialog box/notification dan secara otomatis terjadi pause, maka masing-masing ritel diberikan pilihan yaitu melihat inventori/jumlah barang

43

kemudian merevisi jumlah pembelian kepada supplier atau dapat langsung melanjutkan permainan. Jika ritel memilih merevisi jumlah pembelian bahan baku, maka dapat langsung mengubah/merevisi pada tabel “Order Supplier” dengan memasukkan input-an nilai baru pada kolom masing-masing barang (lihat gambar 5.6 dan 5.7), setelah itu permainan dapat dijalankan kembali. Jika ritel memilih melanjutkan permainan tanpa merevisi jumlah yang akan dipesan kepada supplier, maka dapat langsung mengklik tombol “Play”.

B. Mengubah Jumlah Order Pembelian ke Supplier

Pada awal permainan, pemain memasukkan nilai order pembelian barang ke supplier, tetapi ketika permainan berjalan dan terjadi penjualan pemain melihat kondisi inventori dan merasa bahwa order pembelian untuk periode pesan selanjutnya perlu ditambah atu dikurangi, maka pemain dapat memasukkan nilai order pembelian yang baru pada tabel “Order Supplier” seperti yang ditunjukkan pada gambar 5.6 dan 5.7 berikut:

Gambar 5.6Input Order Pembelian Sebelum Direvisi

Pada gambar 5.6 di atas order item nestle sebelum direvisi adalah 28, namun ketika supplier datang pada tanggal 11 untuk menerima pesanan untuk periode selanjutnya dan melihat kondisi stok item nestle sudah kosong 3 hari sebelum kedatangan supplier H,

44

maka manajemen Ritel menaikkan pembeliannya yaitu menjadi 46, seperti yang terlihat pada gambar 5.7 di bawah ini.

Gambar 5.7Input Order Pembelian Setelah Direvisi

Apabila terdapat aturan batas minimal pemesanan item tertentu yang ditetapkan supplier, maka maka ketika mencoba memasukkan nilai di bawah pemesanan minimal, akan muncul notification/peringatan seperti yang ditunjukkan pada gambar 5.8 dan secara otomatis jumlah pemesanan akan menyesuaikan batas pemesanan minimal yang ditentukan supplier.

45

Gambar 5.8Notification Jumlah Minimal Order

C. Mengubah Harga Jual

Mengubah harga jual dengan mengubah nilai marjin keuntungan awal dengan marjin keuntungan yang diinginkan, baik ingin menaikkan harga jual dengan menambah presentase marjin keuntungan yang ingin diambil, dan menurunkan harga jual dengan mengurangi presentase marjin keuntungan, seperti yang diperlihatkan pada gambar 5.9 dan 5.10 berikut:

Gambar 5.9Input Marjin Keuntungan Sebelum Diubah

Gambar 5.10Input Marjin Keuntungan Setelah Diubah

46

Mengubah harga pembelian supplier dilakukan oleh asisten ketika terjadi event tertentu dan menyebabkan harga beli item barang tertentu mengalami kenaikan atau penurunan dari harga normal. Pada gambar 5.11 dan 5.12 menjelaskan mengenai cara pengubahan harga pembelian ke supplier. Misalnya pada saat event Lebaran menyebabkan harga kebutuhan pokok (sembako) yang disediakan oleh supplier H mengalami kenaikan.

Gambar 5.11 Harga Pembelian ke Supplier Normal

Gambar 5.12 Harga Pembelian ke Supplier Setelah mengalami Kenaikan Harga

Selain dengan mengubah secara langsung harga beli supplier yang dibuat naik atau turun, potongan harga yang diberikan supplier juga dapat mempengaruhi harga beli. Misalnya pada saat Lebaran, Supplier memberikan potongan harga antara 1-50% untuk item tertentu seperti yang ditunjukkan pada gambar 5.13 berikut.

Gambar 5.13 Potongan Harga oleh Supplier Sebelum dan Sesudah Diubah

E. Mengubah Demand (Permintaan) Minimum dan Maksimum

Pengubahan demand minimum dan maksimum perhari dilakukan oleh asisten. Demand terhadap suatu item barang tertentu mengalami kenaikan atau penurunan dipengaruhi oleh event (kejadian) atau musim. Sebagai contoh pada saat menjelang Hari Raya Idul Fitri permintaan terhadap sembako mengalami kenaikan sehingga asisten dapat mengganti nilai demand maksimum perhari lebih besar dari nilai demand maksimum normal, misalnya penjualan gula pasir di ritel biasanya antara 1-6 bungkus/hari, namun menjelang Hari Raya penjualan naik

47

menjadi 1-12 bungkus/hari, seperti yang terlihat pada gambar 5.14 dan 5.15 berikut.

Gambar 5.14 Permintaan Maksimum Sebelum mengalami Kenaikan Permintaan

Gambar 5.15 Permintaan Maksimum Setelah mengalami Kenaikan Permintaan

F. Koran Simulasi

Koran simulasi dapat membantu pemain mengetahui berita ataupun kejadian yang berpengaruh terhadap keputusan yang akan diambil pemain sebagai manajer ritel, misalnya dalam penentuan jumlah pembelian/order berikutnya ke supplier. Koran simulasi dapat memberikan petunjuk apakah permintaan suatu item barang tertentu akan meningkat atau turun.

Koran simulasi diterbitkan pada akhir periode yakni pada setiap tanggal 27 waktu simulasi. Dengan Koran simulasi, pemain/praktikan dapat memperkirakan kejadian apa yang akan terjadi pada periode depan. Misalnya mengganti kebijakan harga jual, merevisi rencana order pembelian ke supplier baik menambah atau mengurangi jumlah order, ataupun melakukan kebijakan lainnya untuk mengantispasi kejadian (event) tertentu pada periode selanjutnya. Contoh koran simulasi pada lampiran L-7.

Dokumen terkait