• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DAN PEMBAHASAN 6.1 Analisi Deskriptif

6.5 Analisis Hasil Penelitian

6.5.2.1 Analisis Regresi

Pada bagian ini analisis dibagi menjadi dua. Pertama, melihat pengaruh secara gabungan dan kedua, melihat pengaruh secara parsial.

a. Pengaruh Kompensasi, kepuasan kerja, dan lingkungan kerja secara gabungan terhadap Kinerja

Pengaruh Kompensasi, kepuasan kerja, dan lingkungan kerja terhadap Kinerja secara gabungan dapat dilihat dari hasil perhitungan dalam model summary, khususnya angka Adjusted R square di bawah ini :

Tabel 6.12 Koefisien Determinasi Sub Struktur 2

Model Summaryb

a. Predictors: (Constant), Kepuasan kerja, kompensasi, Lingkungan kerja b. Dependent Variable: Kinerja karyawan

Besarnya angka Adjusted R square (r2) adalah 0,858. Angka tersebut menerangkan bahwa variabilitas Kinerja yang dapat diterangkan dengan menggunakan variabel Kompensasi, kepuasan kerja, dan lingkungan kerja adalah sebesar 85,8 % sedangkan pengaruh sebesar 14,2 % disebabkan oleh variabel-variabel lain di luar model ini.

Untuk mengetahui apakah model regresi di atas sudah benar, dilakukan uji hipotesis. Uji hipotesis menggunakan angka F sebagaimana tertera dalam Tabel 6.13.

Tabel 6.13 Uji F Sub Struktur 2

a. Predictors: (Constant), Kepuasan kerja, kompensasi, Lingkungan kerja b. Dependent Variable: Kinerja karyawan

68 Hipotesisnya berbunyi sebagai berikut :

H0 : Tidak ada hubungan linier antara Kompensasi, kepuasan kerja, dan lingkungan kerja dengan Kinerja

H1 : Ada hubungan linier antara Kompensasi, kepuasan kerja, dan lingkungan kerja dengan Kinerja.

Pengujian dilakukan dengan membandingkan angka taraf signifikansi (sig) hasil perhitungan dengan taraf signifikansi 0,05 (5%), dengan kriteria uji hipotesis sebagai berikut : Jika sig penelitian < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima.

Jika sig penelitian > 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak.

Berdasarkan perhitungan angka signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya, ada hubungan linier antara Kompensasi, kepuasan kerja, dan lingkungan kerja dengan Kinerja.

b. Pengaruh Kompensasi, kepuasan kerja, dan lingkungan kerja secara parsial terhadap Kinerja

Untuk melihat besarnya pengaruh variabel Kompensasi, kepuasan kerja, dan lingkungan kerja terhadap Kinerja secara sendiri-sendiri / parsial, digunakan Uji T, sedangkan untuk melihat besarnya pengaruh, digunakan angka Beta atau Standardized Coefficient di bawah ini.

b.1 Hubungan antara Kompensasi dan Kinerja

Pengujian dilakukan dengan membandingkan besarnya angka t penelitian angka t tabel, dengan kriteria uji hipotesis sebagaimana disajikan pada Tabel 6.14

69

a. Dependent Variable: Kinerja karyawan

Untuk mengetahui apakah ada hubungan linier antara Kompensasi dan Kinerja, dilakukan uji hipotesis.

H0 : Tidak ada hubungan linier antara Kompensasi dengan Kinerja.

H1 : Ada hubungan linier antara Kompensasi dengan Kinerja.

Jika t penelitian > t tabel maka H0 ditolak dan H1 diterima.

Jika t penelitian < t tabel maka H0 diterima dan H1 ditolak.

Untuk menunjukkan pengaruh signifikan atau tidak kriterianya sebagai berikut : Jika sig < 0,05 maka pengaruh signifikan.

Jika sig > 0,05 maka pengaruh tidak signifikan.

Dengan taraf signifikansi 0,05 dan Derajat Kebebasan (DK) dengan ketentuan : DK = n – 2, atau 56 – 2 = 54, diperoleh angka t tabel sebesar 1,674.

Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh angka t penelitian sebesar 2,021 > t tabel sebesar 1,674 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima . Artinya, ada hubungan linier antara Kompensasi dengan Kinerja. Karena ada hubungan linier antara kedua variabel tersebut, maka variabel independen eksogen Kompensasi mempengaruhi variabel endogen Kinerja. Besarnya pengaruh Kompensasi terhadap Kinerja dapat diketahui dari nilai koefisien Beta (dalam kolom Standardized Coefficient Beta) yaitu sebesar 14,5 %. Pengaruh sebesar ini signifikan karena nilai signifikansi / probabilitas hasil perhitungan yang tertera dalam kolom Sig sebesar 0,000 < 0,05.

70 b.2 Hubungan antara kepuasan kerja dan Kinerja

Untuk mengetahui apakah ada hubungan linier antara kepuasan kerja dan Kinerja, dilakukan uji hipotesis.

H0 : Tidak ada hubungan linier antara kepuasan kerja dengan Kinerja.

H1 : Ada hubungan linier antara kepuasan kerja dengan Kinerja.

Pengujian dilakukan dengan membandingkan besarnya angka t penelitian angka t tabel, dengan kriteria uji hipotesis sebagai berikut :

Jika t penelitian > t tabel maka H0 ditolak dan H1 diterima.

Jika t penelitian < t tabel maka H0 diterima dan H1 ditolak.

Untuk menunjukkan pengaruh signifikan atau tidak kriterianya sebagai berikut : Jika sig < 0,05 maka pengaruh signifikan.

Jika sig > 0,05 maka pengaruh tidak signifikan.

Dengan taraf signifikansi 0,05 dan Derajat Kebebasan (DK) dengan ketentuan : DK = n – 2, atau 56 – 2 = 54, diperoleh angka t tabel sebesar 1,674.

Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh angka t penelitian sebesar 5,379 > t tabel sebesar 1,674 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya, ada hubungan linier antara kepuasan kerja dengan Kinerja. Karena ada hubungan linier antara kedua variabel tersebut, maka variabel independen eksogen kepuasan kerja mempengaruhi variabel endogen Kinerja. Besarnya pengaruh kepuasan kerja terhadap Kinerja dapat diketahui dari nilai koefisien Beta (dalam kolom Standardized Coefficient Beta) yaitu sebesar 47,5 %. Pengaruh sebesar ini signifikan karena nilai signifikansi / probabilitas hasil perhitungan yang tertera dalam kolom Sig sebesar 0,000 < 0,05.

71 b.3 Hubungan antara lingkungan kerja dan Kinerja

Untuk mengetahui apakah ada hubungan linier antara lingkungan kerja dan Kinerja, dilakukan uji hipotesis.

H0 : Tidak ada hubungan linier antara lingkungan kerja dengan Kinerja.

H1 : Ada hubungan linier antara lingkungan kerja dengan Kinerja.

Pengujian dilakukan dengan membandingkan besarnya angka t penelitian angka t tabel, dengan kriteria uji hipotesis sebagai berikut :

Jika t penelitian > t tabel maka H0 ditolak dan H1 diterima.

Jika t penelitian < t tabel maka H0 diterima dan H1 ditolak.

Untuk menunjukkan pengaruh signifikan atau tidak kriterianya sebagai berikut : Jika sig < 0,05 maka pengaruh signifikan.

Jika sig > 0,05 maka pengaruh tidak signifikan.

Dengan taraf signifikansi 0,05 dan Derajat Kebebasan (DK) dengan ketentuan : DK = n – 2, atau 56 – 2 = 54, diperoleh angka t tabel sebesar 1,674.

Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh angka t penelitian sebesar 5,162 > t tabel sebesar 1,674 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya, ada hubungan linier antara lingkungan kerja dengan Kinerja. Karena ada hubungan linier antara kedua variabel tersebut, maka variabel independen eksogen lingkungan kerja mempengaruhi variabel endogen Kinerja. Nilai koefisien Beta (dalam kolom Standardized Coefficient Beta) sebesar 42,3 % menunjukkan bahwa pengaruh sebesar ini signifikan karena nilai signifikansi / probabilitas hasil perhitungan yang tertera dalam kolom Sig sebesar 0,000 < 0,05.

72 6.6 Penghitungan Pengaruh

Dokumen terkait