• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

3. Analisis Regresi

Dari hasil pengujian asumsi klasik disimpulkan bahwa model regresi yang dipakai dalam penelitian ini telah memenuhi model estimasi yang

Best Linear Unbiased Estimator (BLUE) dan layak dilakukan analisis

a. Persamaan Regresi

Dalam pengolahan data dengan menggunakan regresi linear, dilakukan beberapa tahapan untuk mencari hubungan antara variabel independen dan variabel dependen, melalui pengaruh LN_Perputaran Modal Kerja (X1), LN_Investasi Aktiva Tetap (X2), LN_Return

Spread (X3

) terhadap LN_Likuiditas (Y). Hasil regresi dapat dilihat pada tabel 4.9 berikut ini.

Tabel 4.7 Analisis Hasil Regresi

Coefficientsa 2.331 .832 2.801 .011 -.541 .212 -.679 -2.549 .019 .322 3.102 -.031 .087 -.077 -.359 .723 .503 1.990 -.014 .125 -.026 -.113 .911 .443 2.258 (Constant) LN_PMK LN_AT LN_RS Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients

t Sig. Tolerance VIF

Collinearity Statistics

Dependent Variable: LN_LIKUIDITAS a.

Sumber: Data yang diolah penulis, 2009

Berdasarkan penjelasan sebelumnya dalam pengujian asumsi klasik, model regresi dalam penelitian ini telah diubah menjadi model logaritma natural yang berarti beta dan koefisien dari penelitian ini juga dalam bentuk logaritma natural sehingga harus dilakukan anti logaritma natural kembali untuk dapat diinterpretasikan. Model regresi berdasarkan hasil analisis di atas adalah sebagai berikut.

Dengan: a b (konstanta) = 2,331 1 b (koefisien regresi) = -0,541 2 b (koefisien regresi) = -0,031 3

maka didapat persamaan dalam bentuk logaritma natural: (koefisien regresi) = -0,014

LN_Likuiditas = 2,331+ -0,541 LN_Perputaran Modal Kerja + -0,031 LN_Aktiva Tetap + -0,014 LN_Return Spread + e

Setelah dilakuka n anti logaritma natural, diperoleh persamaan: Likuditas = 10,28 + 0,582 Perputaran Modal Kerja + 0,970

Aktiva Tetap + 0,986 Return Spread + e Interpretasi dari persamaan di atas adalah sebagai berikut: a. a = 10,28

Nilai konstanta ini menunjukkan bahwa apabila tidak ada variabel perputaran modal kerja, aktiva tetap, dan return spread (X=0), maka likuiditas adalah 10,28.

b. b1

Koefisien regresi b = 0,582

1

c. b

ini menunjukkan bahwa setiap variabel perputaran modal kerja meningkat sebesar satu satuan, maka likuiditas akan meningkat sebesar 0,582 satuan atau 58,2%.

Koefisien regresi b2

d. b

ini menunjukkan bahwa setiap variabel aktiva tetap meningkat sebesar satu satuan, maka likuiditas akan meningkat sebesar 0,970 satuan atau 97%

3

Koefisien regresi b = 0,986

3 ini menunjukkan bahwa setiap variabel

return spread meningkat sebesar satu satuan, maka likuiditas akan

meningkat sebesar 0,986 satuan atau 98,6%

b. Analisis Koefisien Korelasi dan Koefisien Determinasi

Nilai koefisien korelasi (R) menunjukkan seberapa besar korelasi atau hubungan antara variabel-variabel independen dengan variabel dependen. Koefisien korelasi dikatakan kuat apabila nilai R berada di atas 0.5 dan mendekati 1.

Tabel 4.8

Pedoman Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan

0,00 – 0,199 0,20 – 0,399 0,40 – 0,599 0,60 – 0,799 0,80 – 1,000 Sangat rendah Rendah Sedang Kuat Sangat kuat

Sumber : Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis, 2003, hal 183.

Koefisien determinasi (R square) menunjukkan seberapa besar variabel independen menjelaskan variabel dependennya. Nilai R

square adalah nol sampai dengan satu. Apabila nilai R square

semakin mendekati satu, maka variabel-variabel independen memberikan semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Sebaliknya, semakin kecil nilai R square, maka kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen semakin terbatas. Nilai R

Tabel 4.9

square memiliki

kelemahan yaitu nilai R square akan meningkat setiap ada penambahan satu variabel independen meskipun variabel independen tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

Hasil Analisis Koefisien Korelasi dan Koefisien Determinasi Model Summary(b)

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of

the Estimate Durbin-Watson

1 .737(a) .543 .474 .50438 1.683

a Predictors: (Constant), LN_RS, LN_AT, LN_PMK b Dependent Variable: LN_LIKUIDITAS

Sumber: Data yang diolah penulis, 2009

Tabel 4.8 menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,737 yang berarti bahwa korelasi atau hubungan antara variabel Likuiditas (LN_Likuiditas) dengan variabel independennya (LN_PMK, LN_AT, dan LN_RS) adalah kuat dengan didasarkan pada nilai R yang berada di atas 0,5.

Angka koefisien determinasi (Adjusted R Square) adalah 0,474.Hal ini berarti 47,4% variasi dari likuiditas dijelaskan variasi

dari variabel independen (LN_PMK, LN_AT, dan LN_RS), sedangkan sisanya 52,6% lagi dijelaskan oleh variasi atau faktor lainnya.

c. Pengujian Hipotesis 1. Uji t

Untuk mengetahui apakah variabel independen dalam model regresi berpengaruh terhadap variabel dependen, maka dilakukan pengujian dengan menggunakan uji t (t test). Adapun hipotesis untuk uji t adalah sebagai berikut:

H1

Uji t ini dilakukan dengan membandingkan signifikansi t

: Perputaran modal kerja, investasi aktiva tetap, dan return

spread berpengaruh terhadap tingkat likuiditas perusahaan.

hitung

− Jika t

dengan ketentuan:

hitung < ttabelpada α 0.05, maka H1

− Jika t

ditolak. hitung > ttabel pada α 0.05, maka H1

Tabel 4.10 diterima. Hasil Uji t Coefficientsa 2.331 .832 2.801 .011 -.541 .212 -.679 -2.549 .019 .322 3.102 -.031 .087 -.077 -.359 .723 .503 1.990 -.014 .125 -.026 -.113 .911 .443 2.258 (Constant) LN_PMK LN_AT LN_RS Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients

t Sig. Tolerance VIF

Collinearity Statistics

Dependent Variable: LN_LIKUIDITAS a.

Dari uji t yang telah dilakukan, maka diperoleh nilai signifikansi untuk variabel independen perputaran modal kerja (LN_PMK) adalah 0,019 dan nilai ini lebih kecil dari 0.05 yang berarti bahwa H1

Selain itu, dari uji t di atas, diperoleh nilai t hitung untuk perputaran modal kerja adalah -2,549, sementara t tabel adalah 2,0739. Nilai t hitung (-2,549) ini lebih besar dari nilai t tabel (2,0739). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa H

diterima atau perputaran modal kerja berpengaruh signifikan terhadap likuiditas.

1

Nilai signifikansi untuk variabel independen aktiva tetap (LN_AT) adalah 0,723 dan nilai ini lebih besar dari 0.05 yang berarti bahwa H

diterima atau perputaran modal kerja berpengaruh signifikan terhadap likuiditas.

1 ditolak atau investasi aktiva tetap tidak berpengaruh signifikan terhadap likuiditas. Selain itu, dari uji t di atas, diperoleh nilai t hitung untuk aktiva tetap adalah -0,359. Nilai t hitung (-0.359) ini lebih kecil dari nilai t tabel (2,0739). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa H1 ditolak atau investasi aktiva tetap tidak berpengaruh signifikan terhadap Likuiditas.

Variabel return spread (LN_RS) adalah 0,911 dan nilai ini lebih besar dari 0.05 yang berarti bahwa H1 ditolak. Selain itu, dari uji t di atas, diperoleh nilai t hitung untuk return spread adalah -0,113. Nilai t hitung (-0.359) ini lebih kecil dari nilai t tabel (2,0739). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa H1

2. Uji F

ditolak atau return spread tidak berpengaruh signifikan terhadap likuiditas. Tabel 4.11 Hasil Uji F ANOVAb 6.037 3 2.012 7.910 .001a 5.088 20 .254 11.125 23 Regres sion Residual Total Model 1 Sum of

Squares df Mean Square F Sig.

Predic tors: (Constant), LN_RS, LN_AT, LN_PMK a.

Dependent Variable: LN_LIKUIDITAS b.

Dari uji Anova atau F-test, diperoleh nilai F hitung sebesar 7,910 dengan tingkat signifikansi 0.001. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel perputaran modal kerja, investasi aktiva tetap, dan return spread secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel likuiditas karena tingkat signifikansi sebesar 0,001 (<0,005). Hasil analisis ini diperkuat dengan membandingkan antara nilai F hitung 7,910 yang jauh lebih besar dari F tabel 3,0983.

Dokumen terkait