HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
D. Analisis Regresi
Analisis Regresi digunakan untuk mengukur pengaruh antara variabel prediktor (variabel bebas) terhadap variabel terikat. Sebelum dilakukan analisis regresi, dilakukan uji asumsi klasik sebagai berikut.
1. Uji Asumsi Klasik
a. Uji Normalitas Distribusi Data
Uji Normalitas data dilakukan sebelum data diolah berdasarkan model-model penelitian yang diajukan. Uji normalitas data bertujuan untuk mendeteksi distribusi data dalam suatu variabel yang akan digunakan dalam penelitian. Data yang baik dan layak untuk membuktikan model-model penelitian tersebut adalah data yang memiliki distribusi normal.
Uji normalitas dilakukan dengan uji Kolmogorov-Smirnov satu arah atau analisis grafis. Berikut ini adalah hasil uji normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov pada variabel independen dan variabel dependen.
Tabel 4.10
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Kepemimpinan
Camat Kinerja Pegawai
N 32 32
Mean 57,3818 56,8545 Normal Parametersa,b
Std. Deviation 6,96949 7,33944
Absolute ,138 ,118
Positive ,138 ,104
Most Extreme Differences
Negative -,071 -,118 Kolmogorov-Smirnov Z 1,025 ,874 Asymp. Sig. (2-tailed) ,244 ,429 a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Hasil analisis Kolomogorov-Smirnov dengan nilai Z untuk Y sebesar 0,874 dan untuk X sebesar 1,025. Asymp signifikan untuk variabel Y dan X, secara berturut-turut adalah 0,429 untuk Y dan 0,244 untuk X. Dari hasil tersebut nampak bahwa pada variabel Y dan X memiliki distribusi data yang normal.
b. Uji Heteroskedastisitas
Uji Heteroskedastisitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi liner kesalahan pengganggu (e) mempunyai varians yang sama atau tidak dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Untuk menguji Hetero-skedastisitas dapat diketahui dari nilai signifikan korelasi Rank Spearman antara masing-masing variabel independen dengan residualnya. Jika nilai signifikan lebih besar dari α (5%) maka tidak terdapat Heteroskedastisitas, dan sebaliknya jika lebih kecil dari
α (5%) maka terdapat Heteroskedastisitas. Berdasarkan perhitungan SPSS diperoleh hasil seperti pada tabel berikut.
Tabel 4.11 Korelasi Spearman-rho Correlations Kepemimpina n Camat Kinerja Pegawai Correlation Coefficient 1,000 ,052 Sig. (2-tailed) . ,706 Kepemimpinan Camat N 32 32 Correlation Coefficient ,052 1,000 Sig. (2-tailed) ,706 . Spearman's rho Kinerja Pegawai N 32 32
** Correlation is significant at the .01 level (2-tailed). a Listwise N = 32
Hasil pengujian korelasi Spearman pada tabel di atas menunjukkan bahwa korelasi antara variabel X dengan nilai residual adalah tidak signifikan. Hal ini dapat dilihat dari nilai Sig = 0,706 > 0.05 sehingga dapat diasumsikan bahwa tidak terjadi heterokesdasitas dalam model regresi ini.
c. Uji Autokorelasi
Uji Autokorelasi digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi linier terdapat korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 (sebelumnya). Untuk menguji Autokorelasi dapat dilihat dari nilai Durbin Waston (DW), yaitu jika nilai DW terletak antara du dan (4 – dU) atau du ≤ DW ≤ (4 – dU), berarti bebas dari Autokorelasi. Jika nilai DW lebih kecil dari dL atau DW lebih besar dari (4 – dL) berarti terdapat Autokorelasi. Nilai dL dan dU dapat dilihat pada tabel Durbin Waston, yaitu nilai dL ; dU = α ; n ; (k – 1). Keterangan : n adalah jumlah sampel, k adalah jumlah variabel, dan α adalah taraf signifikan.
a) Ho : ρ 1 = ρ
2 =... = ρp = 0 Æ Non Autokorelasi (Faktor pengganggu periode tertentu tidak berkorelasi dengan faktor pengganggu pada periode lain).
b) Ha : ρ 1 =ρ
2 =... =ρp ≠0 Æ Autokorelasi (Faktor pengganggu periode tertentu berkorelasi dengan faktor pengganggu pada periode lain).
2) Kriteria pegujian :
a) Jika d-hitung < dL atau d-hitung > (4-dL), Ho ditolak, berarti ada autokorelasi.
b) Jika dU < d-hitung < (4 – dU), Ho diterima, berarti tidak terjadi autokorelasi.
c) Jika dL < d-hitung < dU atau (4-dU) < d-hitung < (4-dL), maka tidak dapat disimpulkan ada tidaknya autokorelasi.
Gambar 4.1
Daerah Penerimaan & Penolakan Ho, Uji Autokorelasi
Berdasarkan perhitungan yang dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS 18.0 for Windows diperoleh output sebagai berikut.
Tabel 4.12
Model Summaryb Model R R Square Adjusted R
Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 ,065a ,004 -,015 7,39260 1,625 a. Predictors: (Constant), Kepemimpinan Camat
b. Dependent Variable: Kinerja Pegawai
Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai Durbin Watson (d) sebesar 1,625. Untuk N=32 pada 2 variabel, Nilai dL pada tabel adalah 1,37340 dan nilai dU adalah 1,50190. Dengan menggunakan grafik di atas, dapat dihitung keberadaan DW sebagai berikut.
- Nilai dL adalah 1,37340 - Nilai dU adalah 1,50190 - Nilai 4 – dU adalah 2,49810 - Nilai 4 – dL adalah 2,62660
Berdasarkan grafik yang dikemukakan di atas dapat diketahui bahwa nilai DW = 1,625 berada di antara nilai dU dan 4-dU atau 1,50190 < 1,625 < 2,49810 yang berarti nilai DW berada pada daerah penerimaan HO. Artinya, pada penelitian ini tidak terdapat autokorelasi.
2. Pembentukan Model Regresi Linier
Berdasarkan hipotesis yang diajukan, teknik analisis data dengan menggunakan Analisis Regresi Sederhana dengan model persamaan sebagai berikut. Ŷ = a + bX + e Keterangan: Y : Kinerja Pegawai X : Kepemimpinan Camat a : konstanta
e : epsilon, galat presiksi yang terjadi secara acak.
Dengan menggunakan aplikasi PASW 18.0 for Windows diperoleh taksiran regresi sebagai berikut.
Tabel 4.13 Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model
B Std. Error Beta t Sig. (Constant) 27,683 9,154 3,024 ,004 1
Kepemimpinan Camat ,475 ,182 ,338 2,613 ,012 a. Dependent Variable: Kinerja Pegawai
Berdasarkan tabel 4.13 di atas dapat dibuat model regresi sebagai berikut.
Ŷ = 27,683 + 0,475X + e
Persamaan regresi yang terbentuk dapat diartikan sebagai berikut.
(1) Konstanta sebesar 27,683 mengandung arti jika Kepemimpinan Camat (X) nilainya sama dengan 0, maka Kinerja Pegawai (Y) nilainya sama dengan 27,683.
(2) Variabel Kepemimpinan Camat (X) memiliki koefisien regresi positif. Hal ini berarti jika skor Kepemimpinan Camat (X) naik sebesar satu satuan, maka Kinerja Pegawai (Y) akan mengalami peningkatan sebesar nilai koefisien regresinya, yaitu sebesar 0,475 kali atau sebesar 47,50 %.
(3) Nilai e dapat diabaikan karena telah dilakukan uji asumsi klasik yang menyatakan bahwa seluruh data berdistribusi normal, tidak terdapat heteroskedastisitas, serta tidak terjadi autokorelasi. Dengan demikian, nilai e dinyatakan sama dengan 0.
3. Uji Hipotesis
Untuk membuktikan apakah model regresi yang telah diperoleh di atas dapat digunakan atau tidak, akan dilakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t.
Berdasarkan output pada tabel 4.11 dapat diketahui nilai thitung untuk X adalah sebesar 2,613 sedangkan ttabel pada α (tingkat kekeliruan) 0,05 dan db = 55 – 2 = 53 untuk pengujian satu sisi adalah 1,671. Kriteria pengujian satu sisi adalah ’tolak Ho jika thitung > ttabel’.
Karena nilai thitung (2,613) lebih besar daripada nilai ttabel (1,671) pada tingkat kekeliruan 5% dan db = 60, maka HO ditolak dan HA diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada tingkat kepercayaan 95% terdapat pengaruh Kepemimpinan Camat terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Camat 568744321897856.
Besar pengaruh antar kedua variabel tersebut dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4.14
Model Summary
Change Statistics Model R R Square Adjusted
R Square
Std. Error of the
Estimate R Square Change F Change df1 df2 ChangeSig. F 1 .795a .632 .697 4.07852 .632 76.828 1 53 .001 a Predictors: (Constant), Kepemimpinan Camat
Tabel 4.12 di atas menunjukkan koefisien determinasi untuk variabel Kinerja Pegawai pada Kantor Camat 568744321897856 (Y) dan Kepemimpinan Camat (X) adalah 0,632. Nilai ini mengandung makna bahwa sebesar 63,20 % Kinerja Pegawai pada Kantor Camat 568744321897856 (Y) dipengaruhi oleh Kepemimpinan Camat (X). Sedangkan sisanya sebesar 36,80 % merupakan pengaruh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa Kinerja Pegawai pada Kantor Camat 568744321897856 223145655225 dipengaruhi oleh Kepemimpinan Camat. Dengan kata lain, semakin baik Kepemimpinan Camat dilakukan, maka akan semakin baik pula Kinerja Pegawai pada Kantor Camat 568744321897856 223145655225. Sebaliknya, makin tidak baik Kepemimpinan Camat akan berakibat semakin tidak baiknya Kinerja Pegawai pada Kantor Camat 568744321897856 223145655225.
E. Pembahasan
1. Kepemimpinan dan Kinerja Pegawai di Kantor Camat 568744321897856
Kepemimpinan merupakan salah satu faktor yang sangat penting bagi keberhasilan manajemen organisasi. Kepemimpinan yang efektif akan mampu mendorong motivasi anggota organisasi sehingga produktifitas, loyalitas dan kepuasan bawahan atau anggota organisasi meningkat. Pada awalnya banyak yang berpendapat bahwa pemimpin itu dilahirkan, namun dengan berkembangnya pengetahuan diketahui bahwa terbentuknya kepemimpinan yang efektif dapat dipelajari. Kepemimpinan mengalami pergeseran dari waktu ke waktu dan bersifat kontekstual yang dilatarbelakangi oleh perkembangan sosial, politik dan budaya yang berlaku pada jamannya. Dalam pendekatan situasional disadari bahwa tidak ada satupun gaya kepemimpinan yang terbaik dan berlaku universal untuk segala situasi dan lingkungan.
Pada penelitian ini terdeteksi bahwa kondisi kepemimpinan Camat 568744321897856 berada pada tingkat yang tinggi dengan persentase sebesar 81,49%. Hal ini menunjukkan bahwa Camat 568744321897856 telah berhasil menjalankan sisi kepemimpinan dengan dimensi kepemimpinan yang terdiri atas (a) pengarahan, (b) komunikasi, (c) pengambilan keputusan, dan (d) motivasi.
Selanjutnya, kinerja pegawai pada Kantor Camat 568744321897856 Kabupaten 223145655225 berada pada tingkat yang sedang atau kualitasnya cukup baik dengan persentasi sebesar 78,36%. Dengan perolehan persentase rata-rata sebesar itu mencerminkan bahwa Kinerja Pegawai di lingkungan Kantor Camat 568744321897856 223145655225 relatif cukup baik serta berdasar kepada dimensi dan indikator yang dirumuskan yang terdiri atas (1) kuantitas kerja, (2) kualitas kerja, (3) pemanfaatan waktu, dan (4) kerja sama.
2. Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai di Kantor Camat 568744321897856 Kabupaten 223145655225
Kepemimpinan yang baik akan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya serta kinerja pegawai yang dipimpinnya. Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa kepemimpinan Camat berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai pada Kantor Camat 568744321897856 Kabupaten 223145655225. Pengaruh ini ditunjukkan dengan nilai thitung untuk X adalah sebesar 2,613 sedangkan ttabel pada α
(tingkat kekeliruan) 0,05 dan db = 55 – 2 = 53 untuk pengujian satu sisi adalah 1,671. Kriteria pengujian satu sisi adalah ’tolak Ho jika thitung > ttabel’. Hal ini berarti terdapat pengaruh kepemimpinan Camat terhadap kinerja pegawai di Kantor Camat 568744321897856 Kabupaten 223145655225.
3. Besaran Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai di Kantor Camat 568744321897856 Kabupaten 223145655225
Besar pengaruh kepemimpinan Camat terhadap kinerja pegawai di Kantor Camat 568744321897856 ditentukan oleh nilai R-kuadrat pada analisis reegresi liner sederhana. Nilai R-kuadrat tersebut adalah 0,632. Nilai ini mengandung makna bahwa sebesar 63,20 % Kinerja Pegawai pada Kantor Camat 568744321897856 (Y) dipengaruhi oleh
Kepemimpinan Camat (X). Sedangkan sisanya sebesar 36,80 % merupakan pengaruh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.