• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI ANALISIS DAN PEMBAHASAN

6.2 Analisa dan Pembahasan

6.2.3 Analisis Regresi Linear Berganda

) pada penelitian ini adalah sebesar 0.594 atau 59,4%, artinya 59,4 % faktor-faktor keputusan konsumen menggunakan transportasi kereta api dapat dijelaskan oleh variabel Produk, Harga, Lokasi, Promosi, Orang, Proses dan Bukti Fisik sedangkan sisanya 40.6% dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain diluar penelitian ini.

Berdasarkan output SPSS pada Tabel 6.17 pada kolom Unstandardized Coeficients, maka persamaan regresi linear berganda dapat dirumuskan sebagai

berikut :

Y = 2.532 – 0.158X1 + 0.047X2 – 0.065X3 + 0.041X4 + 0.042X5 + 0.044X6 + 0.374X7

Keterangan :

a. Konstanta sebesar 2.532 menyatakan bahwa jika variabel independen dianggap tetap (konstan), maka skor keputusan konsumen akan meningkat sebesar 2.532.

b. Koefisien regresi produk (X1) sebesar -0.158 artinya jika variabel independen lain nilainya tetap sedangkan produk mengalami kenaikan 1 unit, maka keputusan menggunakan transportasi kereta api akan mengalami penurunan sebesar 0.158.

c. Koefisien regresi harga (X2) sebesar 0.047 artinya jika variabel independen lain nilainya tetap sedangkan harga mengalami kenaikan 1 unit, maka keputusan menggunakan transportasi kereta api akan mengalami peningkatan sebesar 0.047.

d. Koefisien regresi lokasi (X3) sebesar -0.065 artinya jika variabel independen lain nilainya tetap sedangkan lokasi mengalami kenaikan 1 unit, maka keputusan menggunakan transportasi kereta api akan mengalami penurunan sebesar 0.065.

e. Koefisien regresi promosi (X4) sebesar 0.041 artinya jika variabel independen lain nilainya tetap sedangkan promosi mengalami kenaikan 1 unit, maka keputusan menggunakan transportasi kereta api akan mengalami peningkatan sebesar 0.041.

f. Koefisien regresi orang (X5) sebesar 0.042 artinya jika variabel independen lain nilainya tetap sedangkan orang/karyawan kereta api mengalami kenaikan 1 unit, maka keputusan menggunakan transportasi kereta api akan mengalami peningkatan sebesar 0.042.

g. Koefisien regresi proses (X6) sebesar 0.044 artinya jika variabel independen lain nilainya tetap sedangkan proses mengalami kenaikan

1 unit, maka keputusan menggunakan transportasi kereta api akan mengalami peningkatan sebesar 0.044.

h. Koefisien regresi bukti fisik (X7) sebesar 0.374 artinya jika variabel independen lain nilainya tetap sedangkan bukti fisik mengalami kenaikan 1 unit, maka keputusan menggunakan transportasi kereta api akan mengalami peningkatan sebesar 0.374.

BAB VII

KESIMPULAN DAN SARAN

7.1 Kesimpulan

Dari hasil analisis dan pembahasan dapat disimpulkan:

1. Bauran pemasaran jasa yang dilakukan PT Kereta Api yang terdiri dari produk, harga, lokasi, promosi, orang, proses dan bukti fisik memberikan pengaruh secara bersama-sama (simultan) terhadap keputusan konsumen menggunakan transportasi kereta api. Keputusan konsumen menggunakan kereta api ini menunjukkan bahwa hipotesis diterima. Hal ini menunjukkan bahwa bauran pemasaran jasa memiliki pengaruh untuk manarik minat konsumen menggunakan transportasi kereta api.

2. Secara parsial dari ketujuh variabel bauran pemasaran jasa yang dimasukkan dalam model regresi, variabel produk dan bukti fisik yang dominan mempengaruhi keputusan konsumen menggunakan transportasi kereta api. Hal ini menunjukkan bahwa produk yang meliputi jaminan rasa aman sampai ditempat tujuan, kenyamanan yang didapat dari fasilitas bukti fisik kereta api dan lingkungan stasiun, membuat konsumen menggunakan kereta api sebagai alat transportasi mereka. Sedangkan variabel harga, lokasi, promosi, orang dan proses tidak memberi pengaruh terhadap keputusan menggunakan kereta api.

7.2 Saran

1. Berdasarkan kesimpulan diatas bahwa bauran pemasaran jasa secara bersama-sama mempengaruhi keputusan konsumen menggunakan kereta api, maka ketujuh variabel bauran pemasaran jasa tersebut perlu dipertahankan sehingga jumlah pengguna jasa kereta api bisa dipertahankan dan mengalami peningkatan.

2. Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa produk dan bukti fisik yang mempengaruhi keputusan konsumen menggunakan transportasi kereta api, kedua faktor tersebut perlu dipertahankan, sedangkan faktor harga, lokasi, promosi, orang dan proses yang tidak memberi pengaruh secara parsial perlu ditingkatlan lagi. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan faktor yang tidak memberi pengaruh secara parsial antara lain :

a. Kebijakan harga yang ditetapkan PT kereta api hendaknya selaras dengan kualitas produk dan pelayanan yang didapatkan pengguna jasa kereta api.

b. Sarana angkutan umum menuju lokasi stasiun hendaknya lebih banyak lagi agar konsumen yang lokasinya jauh dari stasiun kereta api memiliki akses untuk sampai di stasiun.

c. Promosi produk kereta api dapat dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan sekolah-sekolah untuk mengadakan tour dengan kereta api sehingga masyarakat menjadi lebih mengenal kereta api.

d. Keterampilan seluruh karyawan perlu ditingkatkan sehingga dapat memberikan pelayanan yang memuaskan bagi pengguna kereta api.

e. Mempermudah proses untuk mendapatkan tiket misalnya menyediakan kartu elektronik yang nominalnya dapat diatur sendiri oleh pengguna, sehingga tidak perlu lagi membeli tiket, namun cukup scan kartu dan harga tiket yang seharusnya dibayarkan otomatis dipotong dari nominal nilai kartu pengguna kereta api seperti yang diberlakukan pada pembayaran tiket masuk jalan tol.

DAFTAR PUSTAKA

Cooper, Donald R., dan Pamela S. Schindler. 2006. Metode Riset Bisnis.Volume 2, Edisi 9. Penerbit PT Media Global Edukasi. Jakarta.

Kamaluddin, H.Rustian. 2003. Ekonomi Transportasi Karakteristik, Teori dan Kebijakan. Cetakan Pertama. Penerbit Ghalia Indonesia. Jakarta.

Kotler, Philip. 1993. Manajemen Pemasaran, Analisis, Perencanaan, Implementasi, dan Pengendalian. Jilid I. edisi 7. Penerbit Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Jakarta.

--- 1995. Manajemen Pemasaran. Jilid 2. Edisi 6. Penerbit Erlangga, Jakarta.

Kramadibrata, Soedjono. 2006. Perencanaan Perkeretaapian. Penerbit ITB.

Bandung.

Kuncoro, Mudrajad. 2003. Metode Riset untuk Bisnis dan Ekonomi. Penerbit Erlangga, Jakarta.

Kurtz, David L and Boone, Louis E. 1987. Marketing. Third edition. CBS College Publishing. United State of Amerika.

Lupiyoadi, Rambat. 2001. Manajemen Pemasaran Jasa : Teori dan Praktik. Edisi Pertama. Penerbit Salemba Empat. Jakarta.

Miro, Fidel. 2005. Perencanaan Transportasi untuk Mahasiswa, Perencana, dan Praktisi. Penerbit Erlangga. Jakarta

Nasution, M.Nur. 2004. Manajemen Transportasi. Edisi Kedua. Penerbit Ghalia Indonesia. Bogor.

--- 2008. Manajemen Transportasi. Edisi Ketiga. Penerbit Ghalia Indonesia. Bogor.

Sanusi, Anwar. 2011. Metodologi Penelitian Bisnis. Penerbit Salemba Empat.

Jakarta.

Sekaran, Uma. 2006. Research Methods for Business. Edisi 4. Penerbit Salemba Empat. Jakarta.

Simbolon, Maringin Masry. 2003. Ekonomi Transportasi. Cetakan Pertama.

Penerbit Ghalia Indonesia. Jakarta.

Sinulingga, Sukaria. 2013. Metode Pnelitian. Edisi ketiga. Penerbit USU Press.

Medan.

Siregar, Syofian. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif. Penerbit Kencana Prenada Media Group. Jakarta.

Sari, Rista Oktiva. 2014. Pengaruh Bauran Pemasaran Jasa Terhadap Keputusan Masyarakat Naik Kereta Api di Stasiun Simpang Haru Padang.

Jurnal Pendidikan Ekonomi. Volume 1. No.1.Dari: http://www.ejournal-s1.stkip-pgri-sumbar.ac.id/index.php/ekonomi/article/view/1355 [Diakses:

28 Oktober 2015].

Stanton, William, J. 1996. Prinsip Pemasaran. Jilid pertama. Edisi 7. Penerbit Erlangga. Jakarta.

Sugiyono. 2003. Metode Penelitian Bisnis. Penerbit Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. Bandung.

Suharno dan Sutarso, Yudi. 2010. Marketing in Practice. Edisi Pertama. Cetakan Pertama. Penerbit Graha Ilmu. Yogyakarta.

Suharso, Puguh. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif untuk Bisnis : Pendekatan Filosofi dan Praktis. Penerbit PT Indeks. Jakarta.

Tjiptono, Fandy. 2005. Pemasaran Jasa. Edisi Pertama. Cetakan Pertama.

Penerbit Bayumedia Publishing. Jawa Timur.

Umar, Husein. 2011. Metode Penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Edisi Kedua. Penerbit Rajawali Pers. Jakarta.

Wijanarko, Pandu. 2015. Pengaruh Harga dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Penggunaan Kereta Api Fajar Utama Semarang Relasi Semarang-Jakarta. Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis. Volume 4. Nomor 1.

Dari:http://www.ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jiab/article/view/ 7306/

7066 [Diakses: 28 Oktober 2015]

Yazid. 2005. Pemasaran Jasa Konsep dan Implementasi. Edisi Kedua. Cetakan Ketiga. Penerbit Ekonisi. Yogyakarta.

LAMPIRAN

KUESIONER UNTUK PENGGUNA JASA KERETA API

KUESIONER PENELITIAN

Dengan hormat,

Saya mohon kesediaan bapak/Ibu, Saudara/Saudari untuk mengisi daftar kuesioner yang diberikan. Kuesioner ini bertujuan untuk mendapatkan data-data penelitian dalam rangka penyelesaian gladikarya pada Sekolah Pascasarjana USU Medan. Sebelum mengisi mohon dibaca dengan seksama petunjuk pengisian.

Pastikan Bapak/Ibu/Saudara dan Saudari mengerti dengan baik sebelum mulai mengisi kuesioner ini. Jawablah sesuai dengan persepsi dan informasi yang bapak/ibu/saudara ketahui. Survey ini bukanlah tes sehingga tidak ada jawaban yang salah. Mohon bapak/ibu/saudara mengisi setiap butir pernyataan dalam survey ini sehingga hasilnya bisa diolah dan dianalisa.

Peneliti,

Juli Herlina Ginting Kerahasiaan

Hasil survey ini tidak akan dipublikasikan dalam bentuk yang dapat mengidentifikasi identitas responden. Kerahasiaam data responden secara individual dijamin

Kuesioner

Analisis Persepsi Konsumen Yang Menggunakan Jasa Angkutan Kereta Api di Stasiun Medan Kota

Nama

Jenis Kelamin Usia

Pekerjaan

Alasan Perjalanan

Petunjuk Pengisian Kuesioner

1. Bacalah setiap pernyataan dengan teliti sebelum anda menjawabnya.

2. Checklist (√) salah satu jawaban yang sesuai dengan pendapat anda ditempat yang disediakan. Jawaban dari kuesioner ini tidak berhubungan dengan benar atau salah.

3. Peneliti sangat berharap agar semua pernyataan dijawab karena setiap pernyataan saling berhubungan.

Persepsi (apa yang dirasakan) konsumen sehingga bersedia menggunakan jasa angkutan kereta api di stasiun Medan Kota

Keterangan Bobot

Sangat tidak setuju ( STS ) 1

Tidak setuju ( TS ) 2

Netral ( N ) 3

Setuju ( S ) 4

Sangat setuju ( SS ) 5

Terimakasih penulis ucapkan atas kesediaan Bapak/Ibu/Saudara/Saudari untuk mengisi kuesioner ini.

KARAKTERISTIK RESPONDEN

1. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin Jenis kelamin Jumlah

Pria 15

Wanita 65

Total 80

2. Karakteristik responden berdasarkan usia Usia (Tahun) Jumlah

17-25 35

26-35 31

36-45 10

>45 4

Total 80

3. Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan Pekerjaan Jumlah

Pelajar 21

PNS 7

Pegawai Swasta 13

Wiraswasta 39

Total 80

4. Karakteristik responden berdasarkan alas an perjalanan Alasan Perjalanan Jumlah

Kuliah 3

Bekerja 24

Keperluan pribadi 53

Total 80

HASIL KUESIONER PENELITIAN (Total Jawaban Responden Kereta Api)

VARIABEL PENELITIAN PERNYATAAN Tot

STS TS N S SS Produk

1 Pengguna kereta api mendapat jaminan keselamatan dan rasa aman didalam kereta selama perjalanan sampai di tujuan

39 41 80 2 Tempat duduk yang disediakan memberi

kenyamanan penumpang selama perjalanan 5 47 28 80

3 Tersedia pengatur suhu udara/AC yang baik di dalam gerbong selama perjalanan(Udara yang sejuk)

1 10 47 22 80

4 Penataan interior (letak kursi, cahaya lampu,

bagasi) memberi kenyamanan selama perjalanan 6 61 13 80 5 Tersedia kamar mandi yang bersih di dalam kereta

(rasa nyaman ketika berada di toilet) 12 49 19 80

Harga/Tarif

1 Harga tiket kereta api sesuai dengan jenis kelas

yang ditawarkan 2 5 54 19 80

2 Harga tiket kereta api bersaing dengan harga tiket

bis untuk rute yang searah 4 5 43 18 80

3 Pada hari-hari tertentu diberikan diskon/potongan

harga tiket kepada penumpang 4 17 46 13 80

4 Harga tiket kereta api sebanding dengan pelayan

yang diperoleh 8 51 21 80

Lokasi/Distribusi

1 Akses menuju lokasi/stasiun kereta api mudah

untuk dicapai 5 46 29 80

2 Tersedia sarana transportasi umum menuju stasiun

kereta api 2 51 27 80

3 Memperluas jaringan pemasaran dengan

memberlakukan ticketing on-line 2 41 37 80

4 Memperluas jaringan pemasaran/pembelian tiket diluar lokasi stasiun melalui agen yang ditunjuk PT kereta api

6 47 27 80

Promosi

1 Penyebaran leaflet/brosur jadwal, rute perjalanan

dan tarif kereta api 8 52 20 80

2 Informasi jadwal, rute perjalanan dan tarif melalui

internet sehingga dapat diakses lebih luas oleh 2 38 40 80

masyarakat

3 Adanya pemberitahuan promosi/diskon, langsung

dari staf tiketing 12 50 18 80

Orang

1 Staf bagian tiket melayani dengan ramah dan sigap 7 43 30 80 2 Staf kereta api handal memberikan informasi dan

pelayanan kepada penumpang 10 52 18 80

3 Staf kereta api memberi respon yang cepat atas

kebutuhan pengguna jasa kereta api 8 49 23 80

Proses

1 PT Kereta Api memberi kemudahan/ prosedur mendapatkan tiket selain di loket kereta api melalui mitra kereta api seperti indomaret, alfamaret, kantor pos dll

5 36 39 80

2 Selain diloket pembelian, tiket bisa dibeli secara

online melalui internet 1 42 37 80

3 Jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta api tersedia dengan lengkap dan tertera dengan jelas di stasiun kereta api maupun di media publikasi kereta api

2 40 38 80

4 Harga/tarif yang dibayar sesuai dengan harga yang

tertera di tiket 2 40 38 80

Bukti Fisik

1 Tersedia kursi di ruang tunggu keberangkatan dan

ruang tunggu pembelian tiket 2 3 50 25 80

2 Tersedia fasilitas toilet yang bersih di stasiun kereta

api 5 60 15 80

3 Di stasiun kereta api tersedia sarana restoran dan

minimarket 1 51 28 80

4 Di stasiun kereta api disediakan sarana parkir yang

memadai dan aman 8 50 22 80

5 Bangunan stasiun bersih terawat dan tertata rapi 1 45 34 80 Keputusan menggunakan Jasa Angkutan Kereta

Api

1 Saya merekomendasikan transportasi kereta api

kepada keluarga dan teman-teman saya 2 53 25 80

2 Saya menggunakan kereta api karena pelayanan yang saya peroleh sesuai dengan harapan/keinginan saya

2 50 28 80