• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

D. Analisis Regresi Linier Berganda

Berdasarkan persyaratan mengenai uji regresi linier berganda,

diketahui apabila persyaratan regresi linier berganda tersebut terpenuhi, maka

regresi linier berganda dapat digunakan. Sebaliknya apabila tidak memenuhi

persyaratan yang ada, maka regresi linier berganda tidak dapat digunakan.

Berdasarkan hasil uji persyaratan regeresi yang telah dilakukan tidak

ditemukan masalah berarti sehingga uji regresi linier berganda dapat

dilakukan. Di bawah ini akan dibahas mengenai hasil analisis regresi linier

Tabel V.12

Hasil Analisis Regresi Linier Berganda

Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda pada Tabel V.12

diperoleh persamaan regresi yakni Y = 2,090 + 0,304X1 + 0,014X2 +

0,177X3.

E. Uji Asumsi Klasik

Untuk menentukan analisis statistik yang akan digunakan dalam

penelitian ini, maka dilakukan pengujian untuk membuktikan independensi

masing-masing variabel bebas yang diteliti. Berdasarkan pengolahan data

dengan menggunakan program SPSS 16.0, dapat dilakukan pengujian sebagai

berikut.

1. Uji Normalitas

Pengujian normalitas dilakukan terhadap residual regresi. Pengujian

dilakukan dengan menggunakan grafik P-P Plot. Data yang normal adalah

data yang membentuk titik-titik yang menyebar tidak jauh dari garis

diagonal. Hasil analisis regresi linier dengan grafik normal P-P Plot

adanya pola grafik yang normal, yaitu adanya sebaran titik yang berada

tidak jauh dari garis diagonal.

Gambar V.1 Hasil Uji Normalitas

Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa titik-titik berada tidak

jauh dari garis diagonal. Hal ini berarti bahwa model regresi tersebut

sudah berdistribusi normal.

2. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas dilakukan untuk menguji apakah ada model

regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Model regresi

yang baik adalah non multikolinear. Analisis ini ditentukan oleh besarnya

nilai VIF (Varians Inflation Factor) dan Tolerance. Pedoman suatu model

regresi yang bebas multikolinearitas adalah mempunyai nilai VIF yang

Berdasarkan hasil pengolahan SPSS 16.0 for Windows didapatkan

nilai VIF (Varians Inflation Factor) dan Tolerance untuk masing-masing

variabel bebas pada tabel berikut ini:

Tabel V.13

Hasil Uji Multikolinearitas

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardiz ed Coefficient s t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Toleran ce VIF 1 (Constant) 2.090 .783 2.669 .011 Motivasi .304 .102 .429 2.983 .005 .961 1.041 Usia .014 .121 .016 .115 .909 .984 1.016 Faktor Lingkungan Kerja .177 .104 .246 1.702 .097 .953 1.049 a. Dependent Variable: Kinerja_Karyawan

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa besarnya nilai VIF

(Varians Inflation Factor) dari masing-masing variabel independen

memiliki nilai VIF tidak lebih dari 10 dan tolerance tidak kurang dari 0,1,

sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel tidak menunjukan

adanya multikolinearitas. Di bawah ini akan dibahas mengenai hasil

analisis regresi linier berganda yang dilakukan menggunakan program

3. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk menguji apakah dalam

sebuah regresi terjadi ketidaksamaan varian residual dari satu pengamatan

ke pengamatan lain. Model regresi yang baik adalah non heteroskedatis.

Dasar pengambilan keputusan adalah dengan melihat ada tidaknya pola

tertentu antara Y yang diprediksi dengan residual.

a) Jika ada pola tertentu seperti titik – titik yang ada membentuk suatu pola tertentu yang teratur maka terjadi heteroskedastisitas.

b) Jika ada pola yang jelas serta titik – titik menyebar di atas dan di bawah angka 0, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

Berdasarkan hasil pengolahan SPSS 16.0 didapatkan kurva

pengujian heteroskedastisitas.

Dari hasil gambar grafik antara nilai sumbu Y (nilai Y yang di

prediksi) dan sumbu X (nilai residual) menunjukkan pola yang tidak jelas,

serta titik menyebar di atas dan di bawah sumbu Y secara tidak teratur

sehingga menunjukkan tidak terjadinya heteroskedastisitas.

F. Uji F

Uji F dilakukan untuk menguji signifikansi koefisien regresi seluruh

prediktor (variabel independen) di dalam model secara serentak (simultan).

Jadi menguji signifikansi pengaruh motivasi kerja, usia dan faktor lingkungan

kerja terhadap kinerja karyawan adalah seperti berikut ini:

Tabel V.14 Hasil Uji F

a) Menentukan Hipotesis

H0: Motivasi kerja, usia dan faktor lingkungan kerja secara simultan

tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

H1: Motivasi kerja, usia dan faktor lingkungan kerja secara simultan

b) Menentukan Taraf Signifikansi

Taraf signikansi menggunakan 0,05.

c) Menentukan taraf F hitung dan F tabel

Berdasarkan hasil perhitungan SPSS diperoleh:

a. F hitung adalah 4,758.

b. F tabel dicari melalui tabel statistik pada signifikansi 0,05 df1 =

k-1 atau 4-k-1 = 3, dan df2 = n-k atau 40-4 = 36. Ditemukan bahwa F

tabel adalah 2,87.

d) Pengambilan Keputusan

Jika F hitung ≤ F tabel maka H0 diterima dan H1 ditolak. Jika F hitung > F tabel maka H0 ditolak dan H1 diterima.

e) Kesimpulan

Hasil Uji F diperoleh F hitung sebesar 4,758 (pada signifikansi 0,07 ≤

0,05) yang berarti bahwa motivasi kerja, usia dan faktor lingkungan

kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

G. Uji t

Uji t digunakan untuk mengetahui tingkat signifikasi dari pengaruh

variabel independen secara sendiri-sendiri (parsial) terhadap variabel

dependen. Dari hasil perhitungan, didapat nilai t hitung untuk masing-masing

Tabel V.15 Hasil Uji t

Variabel bebas Nilai

thitung Sig.

Motivasi Kerja Usia

Faktor Lingkungan Kerja

2.983 0.115 1.702 .011 .909 .097 a. Motivasi kerja 1) Menentukan Hipotesis

Ho : Motivasi kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

Ha : Motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

2) Menghitung besaran nilai thitung

Berdasarkan hasil perhitungan SPSS diperoleh angka thitung 2,983

untuk motivasi kerja terhadap kinerja karyawan.

3) Menghitung besarnya angka ttabel

4) Ketentuan taraf signifikansi 0,05 dan derajat kebebasan df= n-k-1 =

40-3-1 = 36 diperoleh ttabel sebesar 2,030.

5) Menentukan kriteria uji hipotesisnya sebagai berikut:

Jika thitung≥ ttabel maka H0 ditolak dan H1 diterima. Jika thitung < ttabel maka H0 diterima dan H1 ditolak.

6) Keputusan

Berdasarkan hasil penghitungan untuk uji X1 terhadap Y diperoleh

angka thitung sebesar 2,983 > ttabel sebesar 2,030, maka H0 ditolak

7) Kesimpulan

Berdasarkan pada keputusan di atas dapat diambil suatu

kesimpulan akhir. Artinya, motivasi kerja berpengaruh terhadap

kinerja karyawan. Hal tersebut juga diperkuat dengan nilai

signifikan pada angka 0,011 < 0,05 artinya signifikan pada α = 5%.

Artinya, semakin tinggi motivasi karyawan, maka semakin tinggi

kinerja karyawan yang dihasilkan, sebaliknya semakin rendah

motivasi karyawan, maka semakin rendah kinerja karyawan yang

dihasilkan dengan tingkat kesalahan 5%.

b. Usia

1) Ho : Usia tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

Ha : Usia berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

2) Menghitung besaran nilai thitung

Berdasarkan hasil perhitungan SPSS diperoleh angka thitung 0.115

untuk usia terhadap kinerja karyawan.

3) Menghitung besarnya angka ttabel

Ketentuan taraf signifikansi 0,05 dan derajat kebebasan df= n-k-1 =

40-3-1 = 36 diperoleh thitung sebesar 2,030.

4) Menentukan kriteria uji hipotesisnya sebagai berikut:

Jika thitung≥ ttabel maka H0 ditolak dan H1 diterima. Jika thitung < ttabel maka H0 diterima dan H1 ditolak.

5) Keputusan

Berdasarkan hasil penghitungan untuk uji X1 terhadap Y diperoleh

angka thitung sebesar 0.115 < ttabel sebesar 2.030, maka H0 diterima

dan H1 ditolak.

6) Kesimpulan

Berdasarkan pada keputusan di atas dapat diambil suatu

kesimpulan akhir. Artinya, usia tidak berpengaruh terhadap kinerja

karyawan. Hal tersebut juga diperkuat dengan nilai signifikan pada

angka 0,909 > 0,05 yang artinya tidak signifikan pada α = 5%.

Artinya, semakin bertambah usia karyawan, tidak mempengaruhi

kinerja yang dihasilkan oleh karyawan.

c. Faktor Lingkungan kerja

1) Ho : Faktor lingkungan kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja

karyawan.

Ha : Faktor lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja

karyawan.

2) Menghitung besaran nilai thitung

Berdasarkan hasil perhitungan SPSS diperoleh angka thitung 1,702

untuk faktor lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan.

3) Menghitung besarnya angka ttabel

Ketentuan taraf signifikansi 0,05 dan derajat kebebasan df= n-k-1 =

4) Menentukan kriteria uji hipotesisnya sebagai berikut:

Jika thitung≥ ttabel maka H0 ditolak dan H1 diterima. Jika thitung < ttabel maka H0 diterima dan H1 ditolak.

5) Keputusan

Berdasarkan hasil penghitungan untuk uji X1 terhadap Y diperoleh

angka thitung sebesar 1,702 < ttabel sebesar 2,030, maka H0 diterima

dan H1 ditolak.

6) Kesimpulan

Berdasarkan pada keputusan di atas dapat diambil suatu

kesimpulan akhir. Artinya, faktor lingkungan kerja tidak

berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Hal tersebut juga

diperkuat dengan nilai signifikan pada angka 0,097 > 0,05 artinya

tidak signifikan pada α = 5%. Artinya, semakin kondusif

lingkungan kerja karyawan, tidak mempengaruhi kinerja yang

dihasilkan karyawan.

Dokumen terkait