BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB 4 HASIL PENELITIAN DANPEMBAHASAN
4.2 Hasil Penelitian
4.2.3 Analisis Regresi Linier Berganda
Pengujian koefisien determinasi (R²) digunakan untuk mengukur proporsi atau persentase kemampuan model dalam menerangkan variabel terikat. Koefisien determinasi berkisar antara nol sampai satu (0 ≤ R² ≤ 1). Jika R² semakin besar (mendekati satu), maka dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas (X) adalah besar terhadap variabel terikat (Y). Hal ini berarti model yang digunakan semakin kuat untuk menerangkan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dan demikian sebaliknya. Derajat pengaruh variabel X1, X2, X3, X4 , X5 terhadap variabel Y dapat dilihat pada hasil berikut ini: Tabel. 4.14 Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .747a .558 .507 2.93220
a. Predictors: (Constant), Kemampuan_peserta, Metode_yang_digunakan, Sarana_fasilitas_pendukung, Materi_yang_diajarkan, Kemampuan_instruktur b. Dependent Variable: Kinerja_karyawan
Sumber : Hasil pengolahan data melalui program SPSS v 16.0, 2013
Pada Tabel 4.14 dapat dilihat bahwa :
1. R = 0,747 berarti hubungan (relation) antara kemampuan peserta, metode yang digunakan, sarana fasilitas pendukung, materi yang di ajarkan dan kemampuan instruktur sebesar 74,7%, artinya hubungannya cukup erat. Untuk memastikan tipe hubungan antar variabel dapat dilihat pada Tabel 4.15.
Tabel 4.15
Hubungan Antar Variabel
Nilai Interpretasi
0,0 – 0,19 Sangat Tidak Erat 0,2 – 0,39 Tidak Erat 0,4 – 0,59 Cukup Erat
0,6 – 0,79 Erat
0,8 – 0,99 Sangat Erat Sumber : Situmorang dan Lufti (2012: 155)
2. Untuk regresi dengan lebih dari dua variabel bebas, digunakan Adjusted R Square sebagai koefisien determinasi. Adjusted R Square sebesar 0,507 berarti 50,7% kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh kemampuan peserta, metode yang digunakan, sarana fasilitas pendukung, materi yang di ajarkan dan kemampuan instruktur. Sedangkan sisanya 49,3% dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti oleh penelitian ini. 3. Standard Error of Estimated artinya mengukur variasi dari nilai yang
diprediksi. Standard Error of Estimated juga dapat disebut standar deviasi. Standard Error of Estimated dalam penelitian ini adalah 2.93220. Semakin kecil standar deviasi berarti model semakin baik.
3.9.1.1. Uji Signifikansi Simultan (Uji-F)
Uji-F (uji serentak) dilakukan untuk melihat secara bersama-sama pengaruh atau hubungan positif dan signifikan variabel bebas (X1, X2, X3, X4, X5) berupa variabel kemampuan peserta, metode yang digunakan, sarana fasilitas pendukung, materi yang diajarkan, kemampuan instruktur dan variabel terikat (Y) berupa kinerja karyawan. Model hipotesis yang digunakan dalam uji F adalah sebagai berikut :
H0 : b1 = b2 = b3 = b4 = 0, artinya secara serentak tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan dari variabel bebas (X1, X2, X3, X4, X5
H
) berupa variabel kemampuan peserta, metode yang digunakan, sarana fasilitas pendukung, materi yang diajarkan, kemampuan instruktur dan variabel terikat (Y) berupa kinerja karyawan.
0 : b1 = b2 = b3 = b4 = 0, artinya secara serentak terdapat pengaruh positif dan signifikan dari variabel bebas (X1, X2, X3, X4
Nilai F
) berupa variabel kemampuan peserta, metode yang digunakan, sarana fasilitas pendukung, materi yang diajarkan, kemampuan instruktur dan variabel terikat (Y) berupa kinerja karyawan.
hitung akan diperoleh dengan menggunakan bantuan software SPSS for windows, kemudian akan dibandingkan dengan nilai Ftabel
H
pada tingkat α = 5% dengan kriteria sebagai berikut :
0 diterima bila Fhitung ≤ Ftabel
H
pada α = 5%
0 ditolak bila Fhitung ≥ Ftabel pada α = 5%.
Tabel 4.16 ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 476.918 5 95.384 11.094 .000a
Residual 378.302 44 8.598
Total 855.220 49
a. Predictors: (Constant), Kemampuan_peserta, Metode_yang_digunakan, Sarana_fasilitas_pendukung, Materi_yang_diajarkan, Kemampuan_instruktur b. Dependent Variable: Kinerja_karyawan
Sumber : Hasil pengolahan data melalui program SPSS v 16.0, 2013 Pada Tabel 4.16 dapat dilihat :
1. Pada Tabel 4.17 dapat dilihat nilai Fhitung adalah 11,094 dimana Fhitung > Ftabel, yaitu 11,094 > 3,12 dan tingkat signifikansinya (0,000). Nilai Ftabel
2. Kolom pertama dari uji ANOVA yaitu kolom regresi, adalah jumlah kuadrat dari varians yang dihasilkan oleh model persamaan regresi, yaitu sebesar 476.918 sedangkan kolom kedua yaitu residual adalah jumlah kuadrat varians yang tidak dihasilkan dari model persamaan regresi yaitu sebesar 378.302.
pada tingkat signifikan 95% (α = 0,05) sebesar 8.598. Oleh karena pada kedua perhitungan yaitu F hitung > F tabel dan tingkat signifikansinya (0,000) < 0,05 menunjukan bahwa pengaruh variabel independen kemampuan peserta, metode yang digunakan, sarana fasilitas pendukung, materi yang diajarkan, kemampuan instruktur secara serempak adalah signifikan terhadap kinerja Karyawan pada PT. Narasindo Mitra Perdana Medan .
4.2.3.2Uji Signifikansi Parsial (Uji-t)
Uji-t dilakukan untuk menguji secara parsial variabel bebas yang terdiri dari variabel materi yang diajarkan (X1), metode yang digunakan (X2), sarana fasilitas pendukung (X3), kemampuan instruktur (X4), kemampuan peserta (X5) dan variabel terikat (Y) berupa kinerja Karyawan pada PT. Narasindo Mitra Perdana Medan. Model hipotesis yang digunakan dalam uji t adalah sebagai berikut :
H0 : b1 = b2 = b3 = b4 = 0, yang berarti variabel bebas yang terdiri dari materi yang diajarkan (X1), metode yang digunakan (X2), sarana fasilitas pendukung (X3), kemampuan instruktur (X4
H
), kemampuan peserta (X5) dan tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat (Y) berupa kinerja Karyawan pada PT. Narasindo Mitra Perdana Medan.
0 : b1 = b2 = b3 = b4 = 0, yang berarti variabel bebas yang terdiri dari materi yang diajarkan (X1), metode yang digunakan (X2), sarana fasilitas pendukung (X3), kemampuan instruktur (X4
H
), kemampuan peserta (X5) dan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat (Y) berupa Kinerja Karyawan pada PT. Narasindo Mitra Perdana Medan.
0 diterima jika thitung< ttabel H
pada α = 5%
a diterima jika thitung> ttabelpada α = 5%
Tabel 4.17 Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 3.716 3.557 -.201 .841 Materi_yang_diajarkan .693 .487 .216 1.425 .161 Metode_yang_digunakan .159 .364 .049 .438 .663 Sarana_fasilitas_pendukung .258 .321 .120 .805 .425 Kemampuan_instruktur .947 .426 .359 2.222 .000 Kemampuan_peserta .498 .378 .217 1.317 .195
a. Dependent Variable: Kinerja_karyawan
Sumber : Hasil pengolahan data melalui program SPSS v 16.0, 2013 Pada Tabel 4.17 dapat dilihat bahwa :
1. Variabel Materi yang Diajarkan (X1) berpengaruh secara positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan, hal ini terlihat dari nilai
signifikansi 0,161 lebih besar dari 0,05.Nilaithitung<ttabel
2. Variabel Metode yang Digunakan (X
artinya jika ditingkatkan variabel Materi yang Diajarkan maka Kinerja Karyawan pada PT. Narasindo Mitra Perdana Medan (Y) tidak akan meningkat sebesar 0.693. Hal ini terjadi disebabkan materi yang diberikan kurang dipahami oleh para karyawan sehingga para instruktur dituntut untuk dapat memberikan suatu materi yang baik dan mudah dimengerti oleh para karyawan dan para instruktur dapat menjelaskan dengan baik sehingga karyawan dapat mudah menggerti.
2) berpengaruh secara positif dan tidak signifikan terhadap terhadap Kinerja Karyawan, hal ini terlihat dari nilai signifikansi 0,663 lebih besar dari 0,05.Nilaithitung<ttabel
3. Variabel Sarana Fasilitas Pendukung (X
artinya jika ditingkatkan variabel Metode yang Digunakan maka Kinerja Karyawan pada PT. Narasindo Mitra Perdana Medan (Y) tidak akan meningkat sebesar 0,159. Hal ini terjadi karena metode yang digunakan dalam pelatihan harus lebih dapat memberikan penyegaran ke karyawan sehingga karyawan tetap bersemangat dalam mengikuti pelatihan tersebut.
3) berpengaruh secara positif dan tidak signifikan terhadap terhadap Kinerja Karyawan, hal ini terlihat dari nilai signifikansi 0,425 lebih besar dari 0,05.Nilaithitung<ttabel artinya jika ditingkatkan variabel Sarana Fasilitas Pendukung maka Kinerja Karyawan pada PT. Narasindo Mitra Perdana Medan (Y) tidak akan meningkat sebesar 0,159. Hal ini terjadi karena sarana yang digunakan
masih cenderung membuat karyawan bosan dalam mengikuti pelatihan karena sarana fasilitas pendukung yang digunakan masih tidak menunjang dalam pelatihan dan pendidikan.
4. Variabel Kemampuan Instruktur (X4) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan, hal ini terlihat dari nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05.Nilaithitung>ttabel
5. Variabel Kemampuan Peserta (X
artinya jika ditingkatkan variabel Kemampuan Instruktur maka Kinerja Karyawan pada PT. Narasindo Mitra Perdana Medan (Y) akan meningkat sebesar 0,947. Kemampuan instruktur disini sangat berpengaruh karena para instruktur menyampaikan suatu materi yang ke para karyawan tentunya keahlian para instruktur dituntut sangat baik dalam menyampaikan materi yang ada sehingga karyawan dapat mengimplementasikan materi yang ada dengan baik di lapangan.
4) berpengaruh secara positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan, hal ini terlihat dari nilai signifikansi 0,104 lebih besar dari 0,05.Nilaithitung<ttabel
6. Konstanta sebesar 3,716 artinya walaupun variabel bebas bernilai nol maka keputusan pembelian tetap sebesar 3,716.
artinya jika ditingkatkan variabel Kemampuan Peserta maka Kinerja Karyawan pada PT. Narasindo Mitra Perdana Medan (Y) tidak akan meningkat sebesar .498. Hal ini terjadi disebabkan para peserta diharapkan mampu menerima materi yang ada diberikan para instruktur dengan tingkat pendidikan yang berbeda-beda.
Model regresi untuk persamaan ini dapat dilihat dari Tabel 4.18 pada kolom B yaitu : Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + b5X5 Y = 3.716 + 0.693 + 0.159 + 0.258 + 0.947 + 0.498 +e +e