Analisis Regresi Linier Berganda

Dalam dokumen Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Bank Umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (Halaman 54-60)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2 Hasil Penelitian

4.2.3 Analisis Regresi Linier Berganda

Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui arah

hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Persamaan regresi

dapat dilihat dari tabel hasil uji coefficients terhadap kelima variabel independen yaitu Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposit Ratio (LDR), Non Performing Loan (NPL), Debt to Equity Ratio (DER), dan Biaya Operasional dan Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap Return on Asset (ROA) ditunjukkan pada tabel berikut ini.

Tabel 4.7 Hasil Analisis Regresi

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 4,810 ,760 6,327 ,000 CAR ,013 ,021 ,049 ,637 ,526 LDR ,008 ,006 ,100 1,429 ,156 NPL -,017 ,051 -,025 -,333 ,739 DER ,027 ,035 ,065 ,777 ,439 BOPO -,049 ,006 -,712 -8,711 ,000

a. Dependent Variable: ROA

Sumber: Hasil Penelitian, 2014 (data diolah)

Berdasarkan Tabel 4.7, dapat disusun persamaan regresi linier berganda

sebagai berikut:

Y = 4,810 + 0,013 X1 + 0,008 X2 – 0,017 X3+ 0,027 X4 – 0,049 X5+ e

Dari persamaan regresi linier berganda dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Nilai konstanta sebesar 4,810. Hal ini menunjukkan bahwa apabila semua

konstan atau nol, maka nilai dari variabel dependen ROA adalah sebesar

4,810%.

2. Variabel Capital Adequacy Ratio (CAR) memiliki nilai koefisien regresi yang positif yaitu 0,013. Nilai koefisien yang positif menunjukkan bahwa CAR

berpengaruh positif terhadap Return on Asset (ROA). Hal ini menggambarkan bahwa jika terjadi kenaikan CAR sebesar 1%, maka ROA akan mengalami

peningkatan sebesar 0,013% dengan asumsi variabel independen lain

dianggap konstan.

3. Variabel Loan to Deposit Ratio (LDR) memiliki nilai koefisien regresi yang positif yaitu 0,008. Nilai koefisien yang positif menunjukkan bahwa LDR

berpengaruh positif terhadap Return on Asset (ROA). Hal ini menggambarkan bahwa jika terjadi kenaikan LDR sebesar 1%, maka ROA akan mengalami

peningkatan sebesar 0,008% dengan asumsi variabel independen lain

dianggap konstan.

4. Variabel Non Performing Loan (NPL) memiliki nilai koefisien regresi yang positif yaitu -0,017. Nilai koefisien yang negatif menunjukkan bahwa NPL

berpengaruh negatif terhadap Return on Asset (ROA). Hal ini menggambarkan bahwa jika terjadi kenaikan NPL sebesar 1%, maka ROA

akan mengalami penurunan sebesar -0,017% dengan asumsi variabel

independen lain dianggap konstan.

5. Variabel Debt to Equity Ratio (DER) memiliki nilai koefisien regresi yang positif yaitu 0,027. Nilai koefisien yang positif menunjukkan bahwa DER

bahwa jika terjadi kenaikan DER sebesar 1%, maka ROA akan mengalami

peningkatan sebesar 0,027% dengan asumsi variabel independen lain

dianggap konstan.

6. Variabel Biaya Operasional dan Pendapatan Operasional(BOPO) memiliki

nilai koefisien regresi yang negatif yaitu -0,049. Nilai koefisien yang negatif

menunjukkan bahwa BOPO berpengaruh negatif terhadap Return on Asset

(ROA). Hal ini menggambarkan bahwa jika terjadi kenaikan BOPO sebesar

1%, maka ROA akan mengalami penurunan sebesar -0,049% dengan asumsi

variabel independen lain dianggap konstan.

4.2.4 Pengujian Hipotesis 4.2.4.1 Uji F ( Secara Simultan)

Uji F dilakukan untuk mengetahui apakah semua variabel independen

secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen.

Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan

antara CAR, LDR, NPL, DER, dan BOPO terhadap ROA perusahaan perbankan

yang terdaftar di BEI dengan membandingkan Fhitung dengan Ftabel pada (α) = 5%. Jika Sig > 0,05 dan Fhitung< Ftabelmaka Ho diterima atau H1 ditolak dan jika Sig <

0,05 dan Fhitung> Ftabelmaka Ho ditolak atau H1 diterima. Berikut ini hasil pengujian

Tabel 4.8

Hasil Uji F (Uji Hipotesis Secara Simultan)

ANOVA Model

b

Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 72,080 5 14,416 21,359 ,000a

Residual 71,542 106 ,675

Total 143,622 111

a. Predictors: (Constant), BOPO, LDR, CAR, NPL, DER b. Dependent Variable: ROA

Sumber: Hasil Penelitian, 2014 (data dioah)

Pada Tabel 4.8 diperoleh nilai Fhitung sebesar 21,359 sedangkan Ftabel pada

tingkat kepercayaan (α) = 5% adalah 2,21. Hal ini menunjukkan bahwa nilai Fhitung21,359 > Ftabeldengan tingkat signifikansi 0,000. Dengan demikian berarti Ho

ditolak atau H1 diterima, atau dapat dinyatakan bahwa CAR, LDR, NPL, DER,

dan BOPO secara simultan berpengaruh signifikan terhadap ROA Bank Umum

yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

4.2.4.2 Uji-t (Secara Parsial)

Uji-t dilakukan untuk menguji apakah setiap variabel independen yang

terdiri atas CAR, LDR, NPL, DER, dan BOPO secara parsial mempunyai

pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen ROA. Hasil uji-t dapat

Tabel 4.9

Hasil Uji-t (Uji Hipotesis Secara Parsial)

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 4,810 ,760 6,327 ,000 CAR ,013 ,021 ,049 ,637 ,526 LDR ,008 ,006 ,100 1,429 ,156 NPL -,017 ,051 -,025 -,333 ,739 DER ,027 ,035 ,065 ,777 ,439 BOPO -,049 ,006 -,712 -8,711 ,000

a. Dependent Variable: ROA

Sumber: Hasil Penelitian, 2014 (data diolah)

Kriteria pengambilan keputusan menggunakan taraf nyata 5% untuk uji

dua arah (α/2 = 0,05/2 = 0,025) dengan derajat bebas (df) = n-k = 112- 6 = 106. Nilai ttabel dengan taraf nyata α/2 = 0,025 dan df = 106 adalah 1,960.

1. Pengujian CAR (X1) terhadap ROA Bank Umum yang terdaftar di BEI (Y)

menunjukkan Sig. (0,526) >α (0,05) dan thitungadalah 0,637 dimana thitung(0,637) < ttabel(1,960), maka Ho diterima atau H1 ditolak. Artinya tingkat

signifikansi > 0,05 dan nilai thitungbertanda positif, maka secara parsial

variabel independen CAR (X1) berpengaruh positif tidak signifikan terhadap

variabel dependen ROA (Y)Bank Umum yang terdaftar di BEI.

2. Pengujian LDR (X2) terhadap ROA Bank Umum yang terdaftar di BEI (Y)

menunjukkan Sig. (0,156) >α (0,05) dan thitungadalah 1,429 dimana thitung(1,429) < ttabel(1,960), maka Ho diterima atau H1 ditolak. Artinya tingkat

variabel independen LDR (X2) berpengaruh positif tidak signifikan terhadap

variabel dependen ROA (Y)Bank Umum yang terdaftar di BEI.

3. Pengujian NPL (X3) terhadap ROA Bank Umum yang terdaftar di BEI (Y)

menunjukkan Sig. (0,739) >α (0,05) dan thitungadalah -0,333 dimana thitung (-0,333) < ttabel(1,960), maka Ho diterima atau H1 ditolak. Artinya tingkat

signifikansi > 0,05 dan nilai thitungbertanda negatif, maka secara parsial

variabel independen NPL(X3) berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap

variabel dependen ROA(Y)Bank Umum yang terdaftar di BEI.

4. Pengujian DER (X4) terhadap ROA Bank Umum yang terdaftar di BEI (Y)

menunjukkan Sig. (0,439) >α (0,05) dan thitungadalah 0,777 dimana thitung(0,777) < ttabel(1,960), maka Ho diterima atau H1 ditolak. Artinya tingkat

signifikansi > 0,05 dan nilai thitungbertanda positif, maka secara parsial

variabel independen DER(X4) berpengaruh positif tidak signifikan terhadap

variabel dependen ROA(Y) Bank Umum yang terdaftar di BEI.

5. Pengujian BOPO (X5) terhadap ROA Bank Umum yang terdaftar di BEI (Y)

menunjukkan Sig. (0,000) <α (0,05) dan thitungadalah -8,711 dimana thitung (-8,711) < ttabel(1,960), maka Ho ditolak atau H1 diterima. Artinya tingkat

signifikansi < 0,05 dan nilai thitungbertanda negatif, maka secara parsial

variabel independen BOPO(X5) berpengaruh negatif signifikan terhadap

4.2.4.3 Uji Koefisien Determinasi (�)

Nilai koefisien determinasi bertujuan untuk mengetahui seberapa besar

kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Dari hasil

analisis data diperoleh hasil koefisien determinasi yang ditunjukkan pada tabel

berikut ini.

Tabel 4.10

Hasil Uji Koefisien Determinasi (��)

Mo d e l S u m m a ry

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 ,708 ,502 ,478 ,82154

a. Predictors: (Constant), BOPO, LDR, CAR, NPL, DER

Sumber: Hasil Penelitian, 2014 (data diolah)

Dari Tabel 4.10 diketahui bahwa nilai Adjusted R Square (R2) adalah 0,478. Hal ini menujukkan bahwa sebesar 47,8% Return on Asset (ROA) Bank Umum yang terdaftar di BEI dipengaruhi oleh variasi dari kelima variabel

independen yang digunakan, yaitu Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposit Ratio (LDR), Non Performing Loan (NPL), Debt to Equity Ratio (DER), dan Biaya Operasional dan Pendapatan Operasional (BOPO). Sedangkan sisanya

sebesar 52,2% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti pada

penelitian ini seperti Tingkat Suku Bunga, Dana Pihak Ketiga, dan Nilai Tukar.

Dalam dokumen Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Bank Umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (Halaman 54-60)