BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2 Analisis Data
4.2.2 Analisis Scene Kedua Iklan Bukalapak
Pahlawan Memesan Obat Penumbuh Rambut kepada UKM di Bukalapak Gambar 4.2 :
Ilustrasi Scene Kedua (Detik 16-28)
Pahlawan memegang sebuah telepon genggam di tengah ruangan. Dia sedang mengetikan “penumbuh kumis” di telepon genggamnya. Setelah itu, laki-laki berambut panjang melihat telepon genggamnya dan mendapat pemberitahuan pesanan baru dari aplikasi Bukalapak. Penjual yang berambut panjang tersebut langsung menunjuk layar telepon genggamnya dengan ekspresi bahagia. Seketika layar menjadi gelap lalu masuk ke ekspresi kebahagiaan lima orang penjual obat penumbuh rambut tersebut. Kebahagiaan mereka diiringi narator dengan narasinya yaitu “kalian tumbuhkan kebahagiaan di tengah lebatnya asa” dan scene berakhir.
Tabel 4.4 Ikon scene kedua
Penanda (Signifier) Petanda (Signified) Manusia dengan tinggi badan
ukuran orang dewasa, rambut
Manusia dengan tinggi badan ukuran orang dewasa, rambut
Manusia dengan tinggi badan ukuran orang dewasa, rambut panjang, kumis lebat, pakaian; kaus kemeja berwarna merah dalaman kaus putih.
(Pria Dewasa)
Penjual Obat Penumbuh Rambut (3)
Manusia dengan ukuran tinggi badan orang dewasa, payudara, rambut panjang, pakaian; baju kaus laki-laki berambut panjang untuk menumbuhkan rambut.
Produk Obat Penumbuh Rambut
“Jambronx”
Pada scene kedua, teknik pengambilan gambar yang digunakan adalah medium shot dan close up. Medium shotdigunakan pada gambar detik 22, ke-25, dan ke-27yang menimbulkan kesan hubungan yang personal dengan subjek
dalam scene. Untuk teknik pengambilangambar close up terlihat pada detik ke-18, ke-20 dan ke-28 yang memiliki kesan intim dan meliputi ruang lingkup yang kecil.
Sudut pandang pengambilan gambar menggunakan eye level shot, menandakan gambar yang terlihat sejajar antara subjek dan penonton. Tipe lensa yang digunakan pada detik ke-24 dan 26 adalah lensa normal, terlihat dari gambar yang terkesan naturan tanpa ada tekanan. Tipe lensa yang digunakan pada detik ke-17, ke-20 ke-22 dan ke-28 adalah lensa telephoto, terkesan penonjolan pada subjek yang di sorot. Untuk fokus lensa, detik ke-17 dan ke-20 menggunakan selective focus, yang membutuhkan perhatian lebih dari penonton terhadap subjek.
Sedangkan detik ke-22, ke-24, ke-26 dan ke-28 menggunakan deep focus, yang semua unsur dalam gambar merupakan hal penting.
Keseluruhan scene ini menggunakan pencahayaan high key, yang menggambarkan kesan senang dan ceria. Scene ini menggunakan pewarnaan warm (kuning, oranye, merah dan abu-abu) yang terkesan penuh harapan, optimisme dan hasrat. Terdapat dua teknik penyuntingan gambar didalam scene ini, yang pertama adalah fade out, fade in dan cut. Pada detik ke-22 jelang detik ke-24 menggunakan teknik penyuntingan fade out dan fade in yaitu perpindahan dari gambar satu ke gambar lainnya dengan efek gambar yang hilang perlahan dan sifatnya sementara kemudian muncul perlahan kembali dengan menampilkan gambar yang lain. Gambar yang hilang terdapat pada detik ke-23 sebagai efek dari deep to black (gambar yang tercipta dari teknik fade in dan fade out). Sedangkan pada pergantian gambar antara detik ke-19 jelang detik ke-20 menggunakan teknik penyuntingan cut yaitu perpindahan dari gambar satu ke gambar lainnya, mewujudkan sebuah bentuk kesinambungan gambar.
1. Tataran Denotatif
Di awal scene kedua, terlihat laki-laki tersebut mengetikan sesuatu di telepon genggamnya. Ketika dia mengetikan sesuatu di telepon genggamnya, muncul seperti kolom di sebelah kiri gambar dengan kotak bertuliskan “BL”
berwarna magenta, kaca pembesar dan tulisan “penumbuh kumis”. Dapat
disimpulkan bahwa logo BL berwarna magenta adalah singkatan dari e-commerce Bukalapak yang memakai warna magenta sebagai ciri khas mereka. Kaca pembesar menggambarkan arti pencarian pada umumnya dan tulisan penumbuh kumis menandakan bahwa laki-laki tersebut mengetikan dan mencari penumbuh kumis di aplikasi Bukalapak.
Setelah itu, seseorang dengan rambut panjang dan tangan yang lebat bulunya melihat ke arah telepon genggamnya. Terlihat telepon genggamnya menampilkan sebuah aplikasi dengan tulisan Bukalapak berwarna magenta. Di atas telepon genggam tersebut, muncul logo Bukalapak dengan tulisan “Pesanan Baru!” yang menandakan masuknya order pembeli dari aplikasi Bukalapak.
Notifikasi tersebut menandakan bahwa laki-laki tersebut adalah penjual yang bekerjasama dengan Bukalapak.
Kamera memakai angle berbeda untuk mendekati seorang pria berambut lebat yang memakai baju berwarna abu-abu. Tampak juga di sebelah kiri seorang laki-laki memakai kacamata menyisir rambutnya yang lebat. Terlihat kotak-kotak dengan gambar pria berambut panjang di depan mereka yang berlabel
“Jambronx”. Diketahui bahwa kotak tersebut merupakan produk penjual yang ada di dalam scene kedua ini. Dapat disimpulkan bahwa mereka adalah penjual obat penumbuh rambut merek “Jambronx” dan bekerjasama dengan situs belanja online Bukalapak.
Seketika kamera mengambil gambar kebahagiaan lima orang yang berambut panjang di sebuah ruangan suatu rumah. Satu orang diantaranya adalah perempuan yang berbulu ketiak lebat dan juga seorang anak laki-laki berambut lebat terlihat bahagia. Lalu dilanjut pria berkacamata yang berambut panjang memeluk pria yang berkemeja merah. Kelima orang yang tersebut merupakan satu keluarga. Ditandai dengan foto keluarga mereka di dinding ruangan tersebut.
Selain itu terdapat wrapping tape dengan label “Bukalapak”. Hal ini menandakan bahwa mereka adalah penjual yang bekerja sama dengan Bukalapak. Meja didepan mereka adalah sebuah meja makan keluarga karena selain kotak produk terdapat tudung saji untuk menutup makanan, tempat sendok dan kerupuk.
Kebahagiaan mereka diiringi narasi narator yaitu “kalian tumbuhkan kebahagiaan di tengah lebatnya”
Disimpulkan bahwa usaha obat penumbuh rambut ini merupakan usaha keluarga mereka tanpa campur tangan orang lain. Mereka mulai dari anak-anak, perempuan dewasa hingga laki-laki dewasa semuanya berambut lebat untuk mencirikan produk mereka sendiri yang tujuannya untuk menumbuhkan rambut hingga lebat asa.
Latar dari tempat terjadinya aktifitas diatas adalah ruangan di suatu rumah.
Di ruangan tersebut tampak foto keluarga penjual, piala, kotak dengan label
“jambronx”, produk obat penumbuh rambut merek “jambronx”, dispenser, sangai makanan berwarna biru, tempat sendok dan toples kerupuk. Terdapat 5 orang di penumbuh rambut. Dapat diketahui bahwa tangan tersebut adalah tangan pahlawan yang mencari obat penumbuh rambut untuk rambut kumisnya yang tipis. Terdapat tulisan “BL” dengan kotak berwarna magenta di sebelah kiri bersama dengan tulisan “penumbuh kumis” juga gambar kaca pembesar. Tulisan BL merupakan singkatan dari Bukalapak dan kotak berwarna magenta merepresentasikan warna toko online Bukalapak. Kaca pembesar menggambarkan arti pencarian yang biasa dijumpai di toko online maupun search engine. Dapat disimpulkan bahwa Bukalapak ingin memperlihatkan bahwa mereka mempunyai banyak jenis produk kecantikan dan perawatan muka hingga obat penumbuh rambut di toko online mereka.
Ketika penjual obat penumbuh rambut mendapatkan notifikasi pesanan baru dari Bukalapak, dia terlihat senang sambil menunjuk telepon genggamnya.
Lalu seketika lima orang termasuk penjual tersebut mengekspresikan kebahagiaannya. Tampak kotak berlabel nama “Jambronx” dan kotak-kotak kecil,
botol dengan foto seorang laki-laki yang panjang rambutnya dengan label nama sama yaitu “Jambronx” tersusun rapi di atas sebuah meja. Kotak-kotak tersebut diketahui sebagai produk dari penjual obat rambut tersebut.
Latar scene juga menunjukan bahwa mereka sedang berada di suatu rumah, tepatnya di ruang makan atau ruang keluarga. Dari latar tersebut, dapat dipastikan bahwa mereka menjalankan usaha dirumah mereka sendiri tanpa memiliki toko fisik. Bukalapak membuktikan bahwa mereka mampu membantu orang yang ingin berdagang secara mikro dengan menyediakan lahan untuk berjualan di situs mereka lewat program Pahlawan Pelapak.
Disimpulkan bahwa usaha obat penumbuh rambut ini merupakan usaha keluarga mereka tanpa campur tangan orang lain. Mulai dari anak-anak, perempuan dewasa hingga laki-laki dewasa semuanya berambut lebat untuk mencirikan produk mereka sendiri yang tujuannya untuk menumbuhkan rambut tipis. Bukalapak menunjukan dedikasi UKM dengan mencirikan penjual obat penumbuh rambut dengan produk yang dijualnya.
Dapat dipastikan juga bahwa mereka adalah sebuah Usaha Kecil Menengah. Dengan pelaku usaha yang membuat produk buatan sendiri, dan juga beroperasi di rumah tidak memiliki toko fisik cukup dikategorikan sebagai UKM.
Menurut UU No. 9 Tahun 1995, Usaha Kecil Menengah adalah usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan usaha. UKM juga berdiri sendiri dan bukan anak perusahaan lain, juga berbentuk usaha perorangan dan badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum termasuk koperasi. Dengan latar sebuah rumah, Bukalapak menunjukan kepada pelaku usaha kecil menengah yang belum bergabung bersama mereka bahwa mereka dapat membantu usaha sekecil apapun tanpa harus mempunyai toko fisik. Dengan adanya mereka, masyarakat dapat membuat usaha atau produk tanpa harus memiliki sebuah toko fisik.
Kebahagiaan mereka seakan terlalu dilebih-lebihkan untuk seukuran satu produk yang terjual. Mereka bereskpresi seperti memenangkan hadiah yang sangat besar atau mendapatkan penjualan yang banyak. Istilah melebih-lebihkan
disebut sebagai hiperbola. Hiperbola adalah gaya bahasa yang menyatakan sesuatu secara berlebihan. Bukalapak membentuk kebahagiaan penjualan satu produk mereka menjadi seperti dibeli banyak oleh pembeli. Selain itu juga membuat UKM terlihat seperti dibantu oleh seorang pahlawan yakni pembeli.
Bukalapak ingin membuat pembeli seakan mereka diapresiasi oleh para penjual Bukalapak.
Disela-sela kebahagiaan penjual obat penumbuh rambut, narator bernarasi
“kalian tumbuhkan kebahagiaan ditengah lebatnya asa”. “Asa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah harapan. Penggunaan kata “lebat” mengacu kepada penjual obat penumbuh rambut. Kata “kalian” ditujukan narator kepada pembeli atau penonton. Maksud dari narasi tersebut adalah pembeli memberikan harapan penjual obat penumbuh rambut untuk terus berkembang menjadi usaha yang lebih besar dengan membeli dan memakai produk mereka.
Bisnis fashion termasuk pilihan banyak usaha mikro di Indonsia. Bisnis ini dianggap potensial karena pakaian dan gaya merupakan kebutuhan sekunder manusia. Bukalapak memilih obat penumbuh rambut sebagai representasi dari bisnis fashion yang bisa didapatkan di toko online mereka.Obat penumbuh rambut menjadi booming di tahun 2016 karena kemunculan produk penumbuh rambut
“Wak Doyok”. Pemilik “Wak Doyok”, Mohd Azwan Md Nor menjadi trend setter ikon fashion untuk kalangan pria (m.liputan6.com). Karena itu, banyak UKM yang mencoba untuk berdagang produk yang sama seperti “Wak Doyok” di tahun 2016 silam. Sehubungan dengan itu, iklan “Jadilah Pahlawan untuk Satu Juta UKM Di Bukalapak” dibuat di tahun 2016 ketika sedang gencar obat penumbuh rambut. Maka dari itu Bukalapak menggunakan fenomena obat penumbuh rambut agar penonton lebih mengerti tentang isi iklan mereka.
Pencahayaan high key mendukung suasana bahagia penjual obat rambut dalam scene ini. High key menggambarkan suasana riang dan ceria terhadap subjek maupun objek. Bukalapak memaksimalkan ekspresi kebahagiaan penjual obat penumbuh untuk memberikan efek dramatis kepada penonton, dengan harapan untuk membuat penonton emosional dan melakukan apa yang dilakukan oleh pahlawan.
Gambar Detik ke-30
Gambar Detik ke-31
Gambar Detik ke-37
Teknik close up terhadap proses pengetikan pesanan obat penumbuh rambut yang dilakukan pahlawan untuk menekankan kepada penonton apa yang dicari dan dimana dia mencarinya. Selain itu, close up terhadap wajah penjual ketika mendapatkan pesanan memberikan kesan dramatis kepada penonton dengan harapan penonton mau membantu UKM di Bukalapak